NovelToon NovelToon
Gugatan Dari Suami Yang Tertindas

Gugatan Dari Suami Yang Tertindas

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Duda / Romansa Fantasi
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

Selama tiga tahun pernikahan, Dimas Alvaro rela menjadi "bayangan" di rumahnya sendiri. Sebagai suami dari Reina Darmawanti, seorang pemilik cafe yang sukses namun angkuh, Dimas setiap hari menelan hinaan. Ia dianggap pria tak berguna, pengangguran yang hanya bisa memasak, dan menumpang hidup pada harta istri. Demi menjaga perasaan orang tua mereka dan sebuah rahasia masa lalu, Dimas memilih diam, meski Reina bahkan tak sudi disentuh olehnya.
​Namun, di luar pagar rumah itu, Dimas adalah sosok yang berbeda. Ia adalah pemilik jaringan Rumah Sakit Medika Utama, seorang dokter jenius yang memegang kendali atas ribuan nyawa.
​Kehidupan ganda Dimas mulai goyah saat takdir mempertemukannya dengan Kathryn Danola. Gadis mahasiswa yang ceria, sopan, dan tulus itu memberikan apresiasi yang tidak pernah Dimas dapatkan dari istrinya sendiri. Pertemuan tak sengaja di koridor rumah sakit saat Kathryn menyelamatkan keponakannya, Sean, membuka babak baru dalam hidup Dimas.
​Ketika Reina akhirnya mengu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Sandaran di Balik Badai

Halaman rumah yang tadi riuh dengan teriakan histeris Becca kini menyisakan keheningan yang menyesakkan. Paul berdiri mematung di dekat pintu mobil, napasnya masih memburu, namun wajahnya perlahan memucat. Tubuh tegap yang biasanya berdiri kokoh memimpin ratusan karyawan itu kini tampak goyah. Pikirannya melayang jauh pada kemungkinan-kemungkinan buruk, ia tahu betul watak Becca yang nekat dan manipulatif. Jika wanita itu berani muncul sekarang, bukan tidak mungkin ia akan merencanakan sesuatu yang lebih gila untuk merebut Sean atau menghancurkan reputasi keluarga Danola.

​Melihat kakaknya yang tampak lemas, Kathryn segera menyerahkan Sean yang sudah mulai tenang ke dalam dekapan singkat Dimas. Ia menghampiri Paul, merangkul lengan kakaknya dengan erat. "Kak Paul... tenanglah. Dia sudah pergi," bisik Kathryn lembut.

​Paul tidak menjawab. Ia hanya menatap aspal dengan pandangan kosong. Kathryn yang merasakan tubuh kakaknya sedikit bergetar segera memberikan pelukan hangat, menyandarkan kepalanya di bahu Paul. "Jangan takut. Kita tidak sendirian. Ada aku, ada Paman Dokter... Sean akan aman."

​Dimas yang berdiri tidak jauh dari mereka, menggendong Sean yang kini menyandarkan kepala di bahu bidangnya, melangkah mendekat. Ia menatap Paul dengan tatapan pria dewasa yang penuh komitmen. "Paul, dengarkan aku. Aku tahu apa yang kau khawatirkan. Tapi aku berjanji padamu, sebagai pria dan sebagai seseorang yang peduli pada keluarga ini, aku akan menjaga Sean. Aku juga akan memastikan wanita itu tidak akan pernah bisa menyentuh Kathryn atau mendekati rumah ini lagi. Aku punya cara untuk membungkamnya secara hukum jika dia berani macam-macam."

​Paul hanya diam, namun matanya yang memerah menatap Dimas dengan rasa terima kasih yang tak terucap. Ketegasan Dimas setidaknya memberi sedikit ruang napas bagi paru-parunya yang terasa sesak. Dimas melanjutkan, suaranya lebih lembut namun mengandung otoritas, "Bukan hanya Sean, Paul. Aku akan menjaga kalian semua. Terutama Kathryn. Dia tidak akan menghadapi wanita itu sendirian."

​Paul mengangguk lemas. Ia merasa energinya terkuras habis hanya dalam hitungan menit. "Terima kasih, Dimas. Aku... aku hanya tidak menyangka dia akan kembali seberani itu."

​Kathryn melepaskan pelukannya, menatap wajah Paul yang tampak kuyu. "Kakak harus istirahat. Ayo masuk ke dalam."

​Paul menggeleng, mencoba menguatkan diri. "Tidak bisa, Kath. Berkas yang ketinggalan ini sangat penting. Ada rapat pemegang saham jam sebelas nanti. Aku harus segera kembali ke kantor."

​Mendengar itu, wajah lembut Kathryn seketika berubah menjadi tegas. Ia berdiri di depan kakaknya, menghalangi langkah Paul seolah ia adalah benteng yang tak tergoyahkan. "Tidak. Tidak ada kantor untuk hari ini. Kakak lihat cermin, wajah Kakak pucat sekali. Rapat itu bisa digantikan oleh asisten atau sekretaris Kakak. Hubungi mereka sekarang, katakan Kakak sedang berhalangan."

​"Tapi Kath, ini proyek besar.."

​"Tidak ada proyek yang lebih besar daripada kesehatan Kakak dan ketenangan Sean," potong Kathryn dengan nada bicara yang rendah namun penuh intimidasi khas seorang adik perempuan yang sangat menyayangi kakaknya. "Masuk ke dalam, atau aku akan menyuruh Dokter Dimas menyuntik Kakak agar tertidur sampai besok."

​Dimas yang mendengar ancaman lucu itu hanya bisa menahan tawa, namun ia ikut mengangguk mendukung Kathryn. Paul, yang biasanya tidak bisa dibantah oleh siapa pun di kantornya, kini hanya bisa mengangguk pasrah di bawah intimidasi lembut adiknya. "Baiklah, baiklah... kamu menang."

​Mereka semua melangkah masuk ke dalam rumah. Suasana hangat interior rumah keluarga Danola seolah berusaha membasuh sisa-sia ketegangan dari luar. Kathryn membimbing Paul ke sofa panjang di ruang tengah yang menghadap ke taman samping.

​Dengan ketelatenan yang membuat Dimas terpesona, Kathryn berlutut di depan kakaknya. Tanpa diminta, ia mulai melepas sepatu kulit Paul, meletakkannya dengan rapi, lalu meletakkan kaki kakaknya di atas kursi tumpuan agar lebih rileks. Ia bergerak dengan sangat alami, menunjukkan bahwa merawat keluarga adalah bagian dari jiwanya.

​"Tunggu di sini, jangan ke mana-mana. Aku buatkan teh jahe hangat," perintah Kathryn sebelum menghilang ke dapur.

​Dimas duduk di kursi tunggal di samping Paul, sementara Sean sudah asyik bermain kembali dengan robotnya di karpet bawah, seolah lupa dengan kejadian traumatis tadi karena merasa aman ada di dekat Paman Doktel nya. Tak lama kemudian, Kathryn kembali membawa baki. Aroma jahe segar dan madu langsung memenuhi ruangan.

​Ia meletakkan cangkir itu di depan Paul, lalu berdiri di belakang kakaknya. Jemari tangannya yang lentik mulai memijat pundak Paul yang kaku. "Ayo, diminum dulu tehnya, Kak. Jangan dipikirkan si nenek sihir itu. Kita kuat karena kita bersama."

​Paul menyesap tehnya, uap hangatnya perlahan mengembalikan warna di wajahnya. Ia memejamkan mata menikmati pijatan adiknya yang sangat pas. Di tengah kenyamanannya, Paul melirik ke arah Dimas yang sedari tadi diam membisu, menatap Kathryn dengan pandangan yang sulit diartikan campuran antara kekaguman, rasa haru, dan cinta yang semakin dalam.

​"Kau lihat itu, Dimas?" tanya Paul dengan nada menyindir yang dibalut tawa kecil. "Adikku ini memang telaten kalau mengurus orang sakit. Tapi sepertinya dia lupa, ada tamu lain di sini yang juga butuh perhatian."

​Kathryn yang sedang memijat pundak Paul seketika menghentikan gerakannya. Wajahnya yang putih mulus kini berubah menjadi semerah tomat. Ia menyadari bahwa ia terlalu fokus pada Paul sampai mengabaikan Dimas yang sejak tadi hanya menjadi penonton.

​"Eh... itu... Dokter Dimas mau teh juga?" tanya Kathryn terbata-bata, tidak berani menatap mata Dimas.

​"Sepertinya Paman Doktel haus juga, Onty Kath!" Sean ikut menyahut sambil tertawa kecil, tidak mengerti apa-apa namun ikut menggoda tantenya.

​Dimas tersenyum sangat lebar, matanya berbinar menatap Kathryn yang tampak salah tingkah. "Jika tidak merepotkan, aku juga ingin merasakan teh jahe buatanmu, Kathryn."

​"B-baiklah, tunggu sebentar!" Kathryn langsung memutar tubuhnya dan hampir berlari menuju dapur, menghindari tatapan menggoda dari Paul dan Dimas.

​Paul tertawa kecil melihat tingkah adiknya. Ia menoleh ke arah Dimas setelah Kathryn menghilang di balik pintu dapur. "Dia sangat jarang bersikap seperti itu di depan pria, Dimas. Kau beruntung. Meskipun dia bilang butuh waktu, hatinya tidak pernah berbohong."

​Dimas mengangguk, ia menyandarkan punggungnya, merasa sangat bersyukur bisa berada di tengah keluarga ini. "Aku tahu, Paul. Dan itulah sebabnya aku tidak keberatan menunggu selamanya, asalkan tujuan akhirnya adalah dia."

​Sean merangkak naik ke pangkuan Dimas, membawa robotnya yang tadi "disembuhkan" oleh Kathryn. "Paman Doktel, nanti ajalin Sean jadi Superman lagi ya? Biar bisa usil sama olang jahat tadi."

​Dimas memeluk Sean dengan erat, mencium puncak kepala balita itu. "Tentu, Jagoan. Kita akan jadi tim yang paling hebat."

​Di dapur, Kathryn berdiri bersandar pada meja konter, memegang dadanya yang berdegup kencang. Ia tersenyum sendiri sembari menyiapkan cangkir kedua. Kejadian hari ini menyadarkannya pada satu hal: di balik jas dokternya dan di balik rahasia statusnya, Dimas adalah pria yang ia butuhkan untuk melengkapi rumah yang ia bangun dengan penuh cinta. Ia tidak lagi melihat Dimas sebagai "suami orang" atau "pria bermasalah", melainkan sebagai kepingan yang selama ini hilang dari keluarga mereka.

1
Anonymous
ayo up terus thor makin seru niii
Yensi Juniarti
lama2 saya GK suka sifat ketryin ini ...
terlalu berlebihan
Yensi Juniarti
maaf ya tor.. itu terlalu childrens..
terlalu berlebihan kalau kata aku...
seolah2 dia paling korban disini padahal sama2 sakit juga
Dwi Winarni Wina
kayaknya dokter dimas sangat cocok sama khatrin, daripada istrinya itu selalu menghina dan rendahkan...
Dwi Winarni Wina
istri durhaka berani melawan suami, dosanya besar Sekali itu...
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Ira Janah Zaenal
ayo Dimas tinggalkan berkasmu segera ke rumah kediaman Dharmawangsa ... kath sedang membutuhkanmu😍😍
Sri Khayatun
ceritanya bagus ..suami yg sabar dan istrinya durhaka..saya suka
Ra H Fadillah: Terima kasih, senang sekali melihat komentarmu yang sangat positif 🙏🏻
total 1 replies
Sri Khayatun
semoga dia jadikan kahtrin sebagai istrinya kelak...
Sri Khayatun
aku mampir thorr
Ira Janah Zaenal
up up up💪💪💪
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
Ira Janah Zaenal
semangat dokter Dimas meraih hati ount kathryn😍😍💪💪
jajangmyeon
up
brawijaya Viloid
😎😎
brawijaya Viloid
keren nihh ceritanya
Anonymous
mulai tumbuh ni benih" cinta 🤭
Anonymous
krg ajar bgt, lgian dimas terlalu sabar
Anonymous
waw keren ada gambarnyaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!