Akibat fitnah kakak sepupunya, Sierra Moore dibuang keluarganya keluar kota Cragstone yang sangat jauh dan terpencil tanpa dibekali uang sepeserpun di usia 15 tahun. Tiga tahun kemudian, Tobias Moore, kakek Sierra yang baru mengetahui kalau Sierra telah didepak dari keluarga Moore sangat marah dan meminta anak dan menantunya untuk membawa Sierra kembali atau dia akan melongsorkan anaknya itu dari posisi CEO Moore Company. Sepupu Sierra, Nora Moore tentunya tidak senang dengan hal ini dan mengupayakan segala cara untuk bisa menyingkirkan Sierra dari keluarga Moore.
Apa yang membuat Nora tidak menyukai Sierra?
Hanya dengan dukungan kakeknya, akankah Sierra bisa bertahan dan mengambil kembali posisinya di keluarga Moore?
Akankah Sierra balas dendam pada orang-orang yang sudah menyakitinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4 Teman Baru
Sebenarnya dengan reputasinya, Sierra tidak akan bisa bersekolah di Metropolia Internasional School. Tapi Sierra akhirnya tetap diterima masuk, bukan karena Samantha yang menelpon langsung kepala sekolah melainkan karena Adrian.
Saat Adrian tahu, keluarga Moore berencana menyekolahkan Sierra di Metropolia Internasional School, Adrian langsung meminta James menghubungi langsung kepala sekolah agar menerima Sierra.
Adrian menjanjikan akan memberikan tambahan sebuah gedung sekolah baru dengan fasilitas kelas terbaik di lahan kosong di belakang Metropolia Internasional School jika mereka menerima Sierra.
Beberapa hari kemudian, sebuah mobil hitam mewah berhenti di depan gerbang Metropolia International School. Sierra turun dengan seragam sekolah yang pas di tubuhnya yang ramping. Wajahnya yang cantik dengan temperamennya yang dingin seketika menjadi pusat perhatian.
Dia ditempatkan di Kelas A, kelas bagi para elit dan jenius. Di sana juga ada Nora. Benar saja, saat Sierra melangkah masuk, bisikan-bisikan tajam mulai terdengar.
"Itu dia si gadis aborsi yang dibuang ke Cragstone?"
"Lihat wajahnya, sok suci sekali."
Nora duduk di kursinya, dikelilingi oleh para pengikutnya, menatap Sierra dengan tatapan mengejek.
Baru hari pertama, sebuah jebakan sudah disiapkan. Saat Sierra hendak duduk, dia melihat lem di kursinya.
Heh! Taktik kekanakan.
Sierra berjalan menuju Nora, menyambar jaketnya tanpa permisi dan menggunakannya untuk menutupi lem di kursi itu.
Para pengikutnya pun mulai protes pada Sierra atas sikapnya yang seenaknya pada Nora tapi Sierra tidak peduli dan memakai headsetnya.
Lalu saat menuju toilet, Sierra melihat ada yang aneh dengan pintu toilet yang setengah terbuka itu. Sierra melewati pintu dengan perhitungan waktu yang tepat sehingga ember itu jatuh tepat setelah dia lewat, membasahi lantai tanpa mengenai seujung rambutnya pun.
Di kelas, Sierra duduk di meja kosong di baris paling belakang. Di sampingnya, seorang pria berkacamata dengan wajah tampan menatapnya dengan minat.
"Hati-hati, mereka tidak akan berhenti di situ," bisik pria itu. Dia adalah Eugene Kartein, murid peringkat satu di sekolah sekaligus putra dari keluarga kaya yang cukup berpengaruh. Eugene biasanya duduk di depan tapi saat melihat Sierra duduk di belakang, dia pindah ke belakang juga.
Eugene menganggap Sierra sebagai gadis yang menarik, dia sama sekali tidak percaya semua rumor buruk tentang Sierra. Meskipun Sierra sangat pendiam dan dingin, setidaknya dia tidak bermuka dua seperti Nora dan kelompoknya, begitulah yang dipikirkan Eugene.
"Biarkan saja. Mereka hanya lalat," jawab Sierra tanpa menoleh.
Di sudut lain, seorang gadis dengan penampilan sangat sederhana dan wajah cantik juga memperhatikan Sierra. Namanya Anastasia Blackwood. Di sekolah ini, Anastasia sering diremehkan karena dianggap masuk lewat jalur belakang apalagi prestasinya tidak menonjol. Selain itu karena kecantikannya, banyak siswa perempuan yang justru iri padanya dan bersekongkol mengucilkannya.
Saat jam istirahat, Anastasia mendekati Sierra untuk berkenalan. Sesama murid yang dikucilkan, tidak ada salahnya menjadi teman, begitu pikirnya.
"Namamu Sierra, kan? Aku Anastasia Blackwood," gadis itu berkata sambil memberikan sebuah cokelat pada Sierra. "Jangan dengarkan mereka. Mereka hanya iri."
Sierra menatap Anastasia. "Blackwood? Nama keluarga itu adalah yang terkaya dan paling berkuasa di seluruh Metropolia. Apa mungkin gadis yang tampak rendah hati ini adalah bagian dari klan Blackwood yang legendaris? Jika benar, kenapa dia membiarkan dirinya diremehkan oleh anak-anak manja ini?", pikirnya.
"Hm, aku Sierra", ucap Sierra singkat.
"Apa kamu mau ke kantin bersama?", tanya Anastasia.
Sierra mengangguk dan bangun dari tempat duduknya.
Eugene juga ikut bangun, "Aku juga mau ke kantin, apa kita bisa pergi bersama?"
Berbeda dengan Sierra dan Anastasia, Eugene adalah anak populer karena tampan dan pintar serta berasal dari keluarga kalangan atas. Tapi Eugene lebih suka menyendiri atau berkumpul dengan anak-anak dari klub sains.
Para siswa pun kembali bergunjing saat melihat Eugene pergi bersama Sierra dan Anastasia.
"Lihat itu! Baru satu hari saja, Sierra sudah berhasil merayu Eugene!!"
"Padahal Eugene adalah anak yang pintar dan selalu berkelakuan baik, dia kebanggaan sekolah kita, tapi kenapa dia bisa tertarik pada Sierra?!"
"Apa dia tidak jijik pada Sierra??"
"Mungkin dia sudah bosan dengan anak baik-baik dan ingin coba tantangan baru!!"
"Aku tebak, Eugene bisa menidurinya malam ini"
"Kalian jangan berkata seperti itu, Sierra pasti sudah berubah sekarang. Bagaimanapun Sierra adalah saudaraku, jadi jangan menghinanya di depanku. Semua orang berhak punya kesempatan kedua", ucap Nora.
"Nora, kau terlalu baik. Lihat bagaimana dia memperlakukanmu?!", ucap seorang teman Nora menunjuk ke arah bangku Sierra dimana jaket Nora menutupi lem.
"Ngomong-ngomong apa foto-foto Sierra yang dulu pernah tersebar itu asli? Kenapa dia masih berani kembali ke Metropolia? Apa dia pikir semua orang sudah lupa tentang skandalnya setelah tiga tahun berlalu?"
"Apa kau masih punya fotonya? Bagikan padaku juga! Aku ingin menyebarkannya di forum sekolah supaya dia dikeluarkan! Bagaimana bisa aku bersekolah dengan anak seperti dia?!"
Nora memasang wajah cemas saat mendengar teman-temannya menjelekkan Sierra tapi dalam hatinya dia sangat senang karena dia tidak perlu turun tangan langsung untuk menyingkirkan Sierra kali ini. "Pasti Sierra hanya pura-pura tegar dan keras di luar tapi saat sendirian, dia pasti menangis", batin Nora.
Di kantin, Sierra menikmati makan siangnya dengan Anastasia dan Eugene dengan damai. Yah meskipun dikelilingi tatapan penasaran, tidak suka, iri, mencemooh dan sebagainya dari orang-orang sekitar tapi Sierra tidak peduli.
Sepanjang pelajaran, Sierra hanya tidur dengan mengenakan headset, tidak satupun omelan atau sindiran gurunya dia dengarkan.
Para guru tidak bisa berbuat apa-apa karena sudah diperingatkan oleh kepala sekolah agar tidak mengganggu Sierra dan membiarkan Sierra melakukan apapun yang dia mau asal tidak mengganggu murid lain.
Kepala sekolah mengingatkan bahwa Sierra punya backingan tapi para guru mengira yang dimaksud adalah keluarga Moore. Mereka tidak mengerti kenapa kepala sekolah harus takut pada keluarga Moore. Setahu mereka, empat keluarga yang paling kaya dan berkuasa yang perlu ditakuti di negara ini hanya Blackwood, Harrington, Clifford dan Coates. Dan mereka yakin, Sierra tidak mungkin mengenal siapapun dari keempat keluarga itu.