Seruni (20 tahun) adalah kembang desa cantik, lugu dan polos yang tinggal di wilayah terpencil daerah Tapal Batas.
Pernah bertunangan dengan salah satu pemuda dari kampung sebelah. Berujung putus dan gagal menikah karena ditikung adik tirinya bernama Rasti.
Suatu hari, Seruni dijodohkan dengan seorang pria dari kota. Musibah datang menerpa, di mana rombongan bus calon pengantin laki-laki mengalami kecelakaan, lalu terbakar hebat. Semua penumpang tewas di TKP termasuk calon suami Seruni.
Kepercayaan masyarakat setempat, jika sampai seorang gadis gagal menikah dua kali maka dianggap pembawa sial. Pastinya tak ada pemuda yang akan sudi menikahi Seruni.
Pak Tono selaku Kades yang berstatus sebagai ayah kandung Seruni, terpaksa menerima laki-laki asing bernama Bastian Fernando Malik yang mendadak bersedia menjadi suami Seruni. Tanpa diketahui semua orang bahwa Bastian tengah lari dan bersembunyi dari kasus pembunuhan yang menjeratnya.
Bagian dari Novel : Maafkan Mama, Pa🍁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 - Ungkapan Hati Seruni
Bastian cukup terkejut mendengar permintaan Seruni. Ia terdiam menatap wajah Seruni sembari hatinya sedang bimbang antara hasrat dan hal penting lainnya.
"Kenapa kamu minta malam pertama kita segera dilakukan?" pancing Bastian yang merasakan gelagat aneh pada tingkah Seruni malam ini.
"Ehm..." Seruni tampak kikuk didesak oleh Bastian. Ia sedang berusaha memikirkan jawaban yang bijak agar tak membuat Bastian curiga padanya.
"A_pa ading se_bagai is_tri gak bo_leh minta itu duluan?" balas Seruni justru balik bertanya dengan suara terbata-bata.
Bastian semakin paham ada yang disembunyikan Seruni. Sebagai pria dewasa yang berpengalaman dalam hal berkomunikasi hingga bersosialisasi dengan banyak orang, ia cukup mampu membaca seseorang bila berkata jujur atau bohong.
Terutama wanita yang kini berbaring di hadapannya. Seruni termasuk wanita yang tak pandai berbohong, pikir Bastian.
"Seorang istri tidak ada masalah jika memang ingin meminta hal seperti itu lebih dulu. Jujur sebagai laki-laki dan suami, aku bahagia. Tapi..." ucapan Bastian tiba-tiba menggantung.
"Tapi kenapa, Bang?" sahut Seruni.
"Abang hanya takut,"
"Takut kenapa Bang?"
"Aku tak ingin mendapatkan sesuatu yang berharga darimu, tapi ke depan diriku tak mampu jadi suami yang baik."
"Sesuatu yang berharga itu adalah hak abang,"
"Ya, aku tau. Hanya saja kita berdua belum saling mengenal lebih dalam. Aku takut membuatmu kecewa di masa depan," tutur Bastian sedikit banyak mengeluarkan kekhawatirannya pada Seruni secara tersirat.
"Masa depan bukankah kita bisa membuatnya. Selama aku dan abang saling setia, saling mencintai serta melangkah di jalan yang sama, kita pasti bisa menata masa depan seperti yang didambakan."
"Memangnya kamu mencintaiku, Run?" pancing Bastian yang ingin tau isi hati Seruni lebih dalam.
"Awalnya pasti belum. Tapi sejak ijab qobul selesai dilakukan, raga dan hati ini adalah milik abang. Ading berusaha menciptakan cinta di hati untuk abang," jawab Seruni terpancar kejujuran dan ketulusan.
Sebuah helaan nafas berat menyergap penuh sesak di da_da Bastian. Ia semakin dilema dengan situasi ini.
☘️☘️
Hening tercipta sejenak di antara mereka berdua. Hanya terdengar suara burung hantu, kelelawar beterbangan serta jangkrik yang memenuhi telinga mereka.
Seruni akhirnya yang membuka obrolan kembali. Ia merasakan sebah di hati. Seruni berkesimpulan bahwa Bastian menolak secara halus hubungan in_tim malam pertama antara mereka.
"Apa abang punya cinta lain di hati?"
"Maksudmu?"
"Mungkin mantan kekasih yang masih abang cintai?"
"Enggak," jawab Bastian penuh keyakinan.
Pikiran Bastian dengan kata 'mantan kekasih' adalah Maura.
Tentu saja Bastian sudah lama melupakan Maura. Bahkan komunikasi secara pribadi sudah tak ada lagi sejak mereka berdua putus delapan tahun yang lalu. Namun untuk pertemuan tak sengaja dan saling berbincang kecil di sebuah acara, memang pernah terjadi.
Contohnya, dua tahun yang lalu keduanya tak sengaja bertemu di pesta pernikahan teman sekolah mereka yang digelar di Bali.
Maura menyapa Bastian. Tentu dibalas dengan baik dan ramah oleh Bastian. Berlanjut obrolan kecil seperti biasa dan lumrah yang menanyakan kabar serta kesibukan apa yang dilakukan masing-masing.
Namun sejumput hati kecil Bastian mendadak muncul kembali akan perasaannya terhadap Kirana.
"Aku memang udah gak cinta Maura. Tapi, Kirana..." batin Bastian menghalau akan perasaan cintanya sendiri.
Kirana boleh dibilang bukan mantan kekasih Bastian karena mereka berdua tak pernah berpacaran. Bahkan Bastian belum sempat mengucap kata cinta pada Kirana.
Patah hati datang duluan kepadanya. Meninggalkan serat cinta yang masih tertinggal di serabut-serabut akarnya. Belum sempat dibersihkan atau dicabut maksimal olehnya.
"Kenapa kamu jadi bahas mantan kekasihku? Apa ada yang kamu cemaskan atau sembunyikan dariku?" cecar Bastian.
"Ading hanya khawatir abang berpaling hati pada wanita lain. Bisa jadi ada cinta yang belum selesai di masa lalu. Ading juga khawatir atas godaan wanita baru di masa depan nantinya," jawab Seruni berusaha jujur pada Bastian.
Seruni teringat nasehat Ningsih tadi sewaktu mereka masak di pondok. Bahwa saling berkomunikasi yang baik dan ungkapkan apa yang dimau pada suami dengan jujur agar tidak ada salah paham maupun curiga dalam sebuah rumah tangga.
"Ading ingin menyerahkan segalanya yang terbaik untuk abang, baik urusan isi perut maupun kebutuhan pria dewasa. Jujur ading sendiri tak paham dan pastinya bukan ahlinya akan urusan suami-istri di atas kasur," ucap Seruni menjeda sejenak kalimatnya seraya mengambil nafas.
"Ading ingin menjadi tempat abang untuk berbagi apapun. Cinta, kebutuhan abang di ranjang serta keluh kesah abang. Walaupun ading tak mampu memberi solusi terbaik, minimal bisa menenangkan buat abang. Menjadi pendengar setia untuk abang. Lalu_" ucapan Seruni seketika terhenti karena bibirnya mendadak dibungkam mesra oleh bibir Bastian.
Cup...
Sontak hal ini mengejutkan Seruni. Pupil matanya seketika melebar dalam redup temaram cahaya yang menyelinap masuk ke dalam kamar mereka.
Sebelum naik ke peraduan tadi, Seruni sengaja tak menyalakan lampu kamar. Hanya lampu di depan jendela kamar mereka yang menyala serta lampu ruang tamu.
Bastian sendiri tak tau akan sikap impulsif nya malam ini. Awalnya ia menolak secara halus ajakan Seruni untuk melakukan malam pertama.
Akan tetapi setelah mendengar ungkapan perasaan sang istri, Bastian merasa terenyuh, bahagia, sekaligus hasrat yang berusaha ditahan sejak tadi mendadak menyala dan perlahan berkobar. Meruntuhkan pertahanan hasrat tubuhnya sendiri yang level ce_tek.
Dengan cepat tangan Bastian menyambar tengkuk dan menyatukan bibirnya ke ranum merah delima Seruni. Tubuh keduanya otomatis merapat begitu dekat dan in_tim tanpa celah. Hawa panas seketika memenuhi peraduan mereka di bilik pengasingan.
Seruni terhenyak ketika bibirnya dibungkam pagutan lembut penuh kehangatan. Kedua mata Seruni mengerjap berulang kali, terlihat seperti orang bodoh.
Ia belum mampu mencerna situasi yang terjadi begitu cepat tanpa aba-aba. Tubuhnya mendadak terasa lemas duluan dan otaknya tak mampu berpikir cepat. Tangannya berusaha menggapai kedua pundak Bastian untuk mencari tumpuan.
Desir rasa tak bisa seketika meluluhlantakkan pertahanan tubuh Seruni akibat serangan mendadak dari sang suami. Tangan Bastian perlahan sudah menurunkan tali baju tidur Seruni hingga turun ke bagian siku lengan.
Seruni terbiasa tidur tanpa br_a. Alhasil mempermudah tangan Bastian menangkup kelembutan mahoni kembar milik istrinya itu hingga pucuknya yang terasa mulai keras membu_sung. Mengeluarkan keduanya perlahan dari baju tidur yang menutupinya sejak tadi.
Deru nafas jan_tan terdengar memburu, berantakan hingga nyaring di kamar bambu tersebut. Bastian mampu dengan jelas merasakan kehalusan kulit Seruni, si kembang desa yang begitu ranum dan suci.
Dengan tak sabaran dan entah dorongan dari mana, mulut Bastian kini turun untuk menggantikan kerja tangannya di sana. Bibirnya mencerup si mahoni kembar yang sejak awal diprediksi olehnya berukuran 34A.
Sebuah de_sah lolos begitu saja dari bibirnya tanpa bisa ditahan oleh Seruni.
"Baaang..."
Bersambung...
🍁🍁🍁
hei laki-laki inget baik baik ya wanita modal ngangkang merebut suami orang bukan wanita baik2 sehina hina nya wanita adalah modelan begitu semoga para pelaku perselingkuhan kalau tidak bertobat azab dunia dan akhirat menimpanya dengan sangat tragis Aamiin
Sungguh ngeri kalo baca sepak terjang pelakor zaman ini....,,