NovelToon NovelToon
Wanita Kesayangan Pilot Angkuh

Wanita Kesayangan Pilot Angkuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Elzaluza2549

Aluza, seorang Office girl cantik di Bandara, terjebak dalam kenangan Ivan mantan kekasihnya yang sudah lama meninggal.

Namun di hari pertama Aluza bekerja ia di pertemukan kembali dengan seorang pilot bernama Bara yang wajahnya sangat mirip sekali dengan Ivan

Tapi Bara yang mirip Ivan itu ternyata memiliki kepribadian yang sangat berbeda. Dia kasar, angkuh, dan tidak peduli dengan perasaan orang lain.

Aluza terjebak dalam dilema, apakah dia bisa melupakan Ivan dan jatuh cinta dengan Bara, atau justru Bara akan menjadi racun yang menghancurkan hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kerja Di Clubbing

Aluza Masih melamun sambil duduk di kursi koridor ujung dengan tatapan kosong. Ia tidak tau bagaimana nasibnya jika harus di berhentikan kerja.

Jujur Aluza masih sangat membutuhkan pekerjaan ini, terlebih dia adalah anak rantau dan tak punya siapa-siapa.Tiba-tiba, air mata Aluza menetes, "Huft, bagaimana kalau aku kehilangan pekerjaan ini?" dia berkata pada dirinya sendiri, sambil menutupi wajahnya.

tiba-tiba Bu Sinta memanggil nya dan mau tidak mau ia harus ikut keruangan Bu Sinta.Aluza berdiri tapi untunglah air matanya tak terlihat lagi, "I-iya, Bu," dia berkata dengan nada yang lembut, sambil mengikuti Bu Sinta ke ruangannya.

Bu Sinta menatap Aluza dengan ekspresi yang serius, "Aluza, saya memanggil kamu untuk membahas masalahmu dengan Pilot Bara," dia berkata, sambil menyilangkan tangan.

"Setelah saya mempertimbangkan, saya memutuskan untuk memberikan kamu kesempatan kedua," Bu Sinta berkata dengan nada yang tegas.

Aluza merasa lega, "Wah, terima kasih, Bu! Saya tidak akan mengecewakan Anda lagi!" dia berkata dengan nada yang gembira.

Bu Sinta tersenyum sedikit, "Tapi, ada syaratnya. Kamu harus mengikuti pelatihan tambahan dan bekerja sama dengan Pilot Bara untuk memperbaiki kesalahanmu," dia berkata, sambil menatap Aluza dengan serius.

Aluza merasa sedikit was-was, "Apa Bu, Bekerja sama dengan Pilot Bara?

“Iya,”Balas Bu Sinta.

“Bu, dia yang ingin memecat saya!" Aluza berkata dengan nada yang tidak yakin.

Bu Sinta mengangguk, "Saya tahu, tapi kamu harus melakukannya, Aluza. Ini untuk kebaikanmu sendiri," dia berkata dengan nada yang tak kalah tegas.

****************

“Bara berhenti! aku ingin bicara sama kamu!”Teriak Diva di saat mereka telah sampai kota metropolitan.

“Ada apa,Diva?"Tanya Bara sambil berjalan dengan langkah pelan menuju ke ruang istirahat pilot.

“Kenapa malam itu kamu tidak pulang, asal kamu tau aku dan orang tua ku bahkan juga orang tua mu tenga menunggu kedatangan kamu. Bukan kah kamu sendiri yang bilang kalau kamu mengiyakan ajakan ku”

Bara berhenti melangkah.“Maaf jika malam itu aku mempersulit keadaan tapi jujur aku benar-benar lupa”Katanya sambil melanjutkan perjalanan kembali.

“Tapi pembahasan malam itu mengenai perjodohan kita Bar...!”Kata Diva dengan suara yang meninggi.

"Tapi Diva, jujur aku tak tertarik dengan perjodohan ini!”

Diva merasa air matanya menetes, "Bara, apa kamu tidak melihat? Aku sudah jatuh cinta dengan kamu sejak lama...," dia berkata dengan nada yang lembut.

“Tapi aku tidak Diva, aku hanya menganggap mu sebagai rekan kerja saja. tolong maklumi itu dan sekali lagi aku tegaskan pada mu jangan pernah bahas masalah ini di sini okay!"

ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

Aluza memperlihatkan foto Ivan kepada Diana dan Diana syok Ketika melihat foto itu.“Loh kok kamu punya foto pilot Bara?"

“dia bukan Bara..tapi dia Ivan mantan kekasih ku yang sudah tiada”Jelas Aluza sambil memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas.

“Astaga Al, mereka mirip sekali bagai pinang di belah dua”

“Wajah mereka memang mirip Tapi sifat kedua nya berbeda”Jelas Aluza membandingkan antara perbedaan Ivan dan Bara.

“Tapi kan kamu beruntung Aluza dan Anggap saja Ivan terlahir kembali lewat pilot Bara apa lagi sekarang kan kamu akan selalu kerja bersama nya, pasti di antara kalian akan tumbuh benih-benih cinta”

“Kalau di pikir-pikir apa aku resign aja yah, dari pada aku harus kerja di pengawasan dia”Aluza memegangi kedua jemari Diana.“Kamu ada informasi pekerjaan yang gajinya setara tidak sama gaji kerja di sini.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

“Ini informasi pekerjaan yang kamu maksud..?"Tanya Aluza pada Diana yang berdiri di dekatnya.

Aluza memperhatikan gedung 4 tingkat yang di bawahnya ada sebuah pajangan yang bertulisan.

*Clubbing*

Diana tersenyum dan mengangguk sementara Aluza berdigik ngeri, "Iya, aku melihat lowongan pekerjaan di sana. Sepertinya mereka mencari bartender dan waitress," dia berkata sambil menunjuk ke arah gedung.

“Dianaa kamu tau kan kalau clubbing itu tempat orang-orang yang suka minum-minum alkohol,terus tidur sama orang yang tidak kenal”

“Husst..kamu terlalu banyak baca Novel Aluza makanya pikiran kamu seperti itu.”Omel Diana.

“Kamu tau kan bekerja sebagai waiters di sana itu akan dapat banyak bonusnya apalagi sekarang ini kamu cantik, kulit putih aku jamin pasti banyak yang kasih tips buat kamu selain gaji bulanan”

“Ah tidak-tidak, lebih baik aku cari kerjaan yang lain saja”

“Aluza ayolah apa yang kamu takutkan, lagi pula kita tidak akan minum alkohol jadi kamu jangan takut, lagi pula kata kamu. kamu gak mau kerja di bawah pengawasan pilot Bara yaudah inilah saat yang tepat”Diana mencoba menyakinkan Aluza kembali.

30 menit kemudian..

“Lihat aku bilang juga apa, kamu di terima kerja. lihat ini baru jam 8 malam kamu akan selesai bekerja jam 12 malam. pokoknya kamu tenang saja aku akan tunggu di sana dan jagain nyampe kamu pulang”

Aluza menarik nafas panjang sebelum memulai pekerjaan yang membuat nya belum terbiasa.

Di sisi lain Bara berada di clubbing yang sama dengan Aluza.Bara duduk di bar, memesan minuman sambil memandang sekeliling klub. Matanya berhenti sejenak pada Aluza yang sedang melayani pelanggan, lalu Bara kembali meletakkan minuman nya di atas meja.

“Apa aku tidak salah lihat, wanita itu kenapa berada di tempat seperti ini”Gumam Bara pada diri nya sendiri.

seorang pria muda dengan tato di lengan, menyodorkan minumannya, "Hey,Pilot Bara! Lama tidak datang ke sini," dia berkata dengan nada yang santai sambil duduk di dekat bara.

Bara mengangguk, "Hanya sekedar mampir, Rio. Bagaimana kabar mu?" dia bertanya sambil mengambil minumannya.

Rio tersenyum, "Baik-baik saja.oh iya apa kamu datang kemari untuk mencari salah satu wanita yang ada di sini.”

“Tidak!"Balas Bara singkat.

“Oh yah, kamu lihat wanita baru itu, sepertinya dia waiters di club mulai hari ini," dia berkata sambil menunjuk ke arah Aluza.

Bara mengikuti arah pandang Rio dan matanya berhenti pada Aluza, “Aku tidak perduli," dia berkata dengan nada yang tidak terlalu antusias.

Aluza tidak menyadari bahwa Bara sedang memperhatikan dia, dia terlalu fokus melayani pelanggan. Setelah selesai, dia menuju ke meja lain untuk mengambil pesanan.

Rio membisikkan kepada Bara, “Sepertinya dia masih belum terbiasa dengan lingkungan sini," dia berkata sambil mengisikan minuman ke gelas Bara.

Bara mengangguk sedikit, "Hmm, aku lihat. Semoga dia bisa menyesuaikan diri," dia berkata dengan nada yang netral.

‘Dia mencari pekerjaan lain demi menghindari bekerja di bawah pengawasan ku' ujar Bara di dalam hatinya.

Rio tersenyum, "Kamu tidak tertarik, Bara Dia sangat cantik dan berkilau" dia berkata sambil mengangkat alisnya.

Bara tersenyum sedikit, "Aku tidak tertarik, Rio. Aku hanya ingin minum dan santai," dia berkata sambil mengambil minumannya.

“Oh iya aku baru sadar, seorang pilot terkenal seperti mu mana tertarik dengan wanita biasa iya kan?”

Bara tersenyum sinis, sambil meneguk kembali minuman nya sampai habis dan sesekali matanya melirik ke arah Aluza yang masih fokus pada pekerjaannya.

“Bar, apa kamu mau taruhan jika aku bisa tidur dengan nya malam ini"Kata Rio menyeringai.

seketika Bara berhenti menyesap minuman nya dan kembali meletakkan gelas yang sudah kosong itu keatas meja dan meninggalkan bunyi yang nyaring.

“Hey Bar, mau kemana..!”Panggil Rio di saat melihat Bara melangkah menjauhi nya.

Bara tidak menjawab, dia terus melangkah menuju ke arah Aluza yang sedang melayani pelanggan. Rio tersenyum, "Haha, sepertinya ada yang tidak sabar," dia berkata kepada dirinya sendiri.

1
anggita
mampir ng👍like sana iklan☝aja. moga novelnya lancar.
Elzaluza2549: terima kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!