NovelToon NovelToon
Kesayangan Kakak Kedua

Kesayangan Kakak Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Fantasi Wanita / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dhe vi

Leana putri tunggal seorang pengusaha yang tidak pernah terekspos, sehingga dia di kenal sebagai anak orang miskin yang masuk ke tempat elit demi menaikkan derajat. Menjadi pacar seorang anak miliyader membuatnya menjadi pusat perhatian, Reno putra ke tiga dari keluarga ternama di kotanya, Ketika berkunjung kerumah sang pacar dia mendapati teman baiknya sedang berduaan. Meminta pertanggung jawaban namun tak di hiraukan Reno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhe vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2

“Ren, kita malam ini mau kemana?”. Tanya Melinda bergelayut manja di lengan Reno

“Kita menginap saja di hotel milik kakakku”. Jawab Reno sambil mengendarai mobil nya

“Eh kakak kamu punya hotel”.

“Iya punya kak Asael”.

“Berarti kita tidak harus bayar jika tidur di sana”.

“Tentu saja, aku akan minta royal suite”. Ucap Reno dengan sombongnya

“Wah, pacarku memang hebat”. Melinda kegirangan karena dia tidak pernah merasakan kamar royal suite.

Tibalah mereka di hotel star milik Asael.

“Selamat malam tuan Reno kamar royal suite anda”. Sapa seorang resepsionis hotel

Dia merasa heran karena biasanya dia datang bersama Leana, namun kali ini dia membawa seorang gadis lainnya.

dengan sigap sang resepsionis menelpon manager hotel dan managernya akan langsung menginformasikan kepada sekretaris Asael yaitu Isabella tunangannya Asael.

(Baik, terima kasih informasinya tuan). Tutup Isabella pada menager hotel.

“Mau main-main ya kamu Reno, awas saja kamu”. Ancam Isabella setelah menerima telepon dari manager hotel milik Asael

“Kenapa beb?”. Tanya Asael yang sibuk dengan beberapa berkasnya karena dia harus lembur di kantor.

“Manager hotel kamu baru aja telpon dan ngasih informasi”.

“Dia sama Leana”. Tebak Asael

“Bukan beb, dia sama perempuan lain dan penampilannya juga vulgar sekali kata manager hotel”.

“Dia putus sama Lea?”. Tanya Asael lagi

“Postingan Lea siang tadi masih bersama Reno, sangat tidak mungkin mereka putus”.

“Biarkan saja kita lihat saja nanti”.

“Tapi beb kasihan Lea”.

“Sudah-sudah sini bantu aku”. Tarik Asael pada Isabella agar duduk di depannya untuk membantu berkas-berkas yang menumpuk setelah mereka cuti untuk liburan.

Di kamar hotel, Reno dan Melinda saling menautkan tubuh mereka melakukan hubungan terlarang hingga mereka kelelahan satu sama lain. Reno akui bahwa Melinda lebih membuatnya bergairah dari pada Leana yang tidak merespon semua gerakan yang dia lakukan, walaupun sudah merebut keperawanan Leana tapi dia tidak merasa puas sama sekali berbeda dengan Melinda.

Paginaya mereka kembali ke kampus dengan baju yang sama namun di tengah jalan Melinda meminta setelan baju tas dan buku untuk masuk kuliahnya, karena tidak keburu jika dia harus pulang dulu ke asrama, takutnya dia akan berpapasan dengan Leana.

tibalah mereka di sebuah butik ternama di kota.

“Loh ini kan baju yang sama dengan punya Leana, tapi ini sangat mahal untuk orang seperti dia”. Gumam Melinda

“Kenapa Lin?”. Tanya Reno

“Nggak ini baju sama milik Lea, tapi ini sangat mahal untuk ukuran orang seperti Leana kan?”, tanyanya pada Reno

“Iya sih, sudah ketemu belum bajumu”.

“Sudah, tolong bayarkan ya sayang”.

“Oke”. Jawab Reno santai sambil mengeluarkan kredit card miliknya.

Selesai membayar mereka bergegas ke kampus karena sudah jam hampir masuk kelas.

Kurang lebih 40 menit akhirnya mereka sampai di kampus, sebelum keluar mereka kembali melakukannya di dalam mobil milik Reno.

“Kamu memang paling nyaman Lin, nggak sia-sia aku nerima kamu jadi pacarku”.

“Ih Reno apasih udah ya nanti lagi”. Ciumnya pada pipi Reno.

Setibanya di kelas, Leana sudah memilihkan tempat untuk Melinda duduk

Tanpa sengaja Lea melihat ke arah merah merah pada leher temannya tersebut, oh mungkin dia bersama pacarnya malam tadi, fikir Leana.

pelajaran demi pelajaran berlalu, seperti biasa Melinda selalu menyempatkan waktu untuk bertemu dengan Reno secara diam-diam tanpa sepengetahuan Leana dan teman lainnya, Karena yang mereka tahu Reno dan Leana sedang pacaran yang sudah terpaut lama.

“Oh iya Le”.

“Kenapa Lin?”.

“Hari ini ada tanding basket kan, kamu nggak nonton Reno mainkan, pacarku juga akan main”.

“Oh ya, tapi Reno nggak ada kasih tau sama aku”.

“Mungkin dia lupa”.

“Iya sih, akhir-akhir ini dia nggak ada hubungi aku”.

“Cie kangen ya”. Goda Melinda

“Ih melin”.

“Wajarkan namanya juga orang pacaran”.

selsai mata kuliah mereka menonton basket yang sedang berlangsung di kampus.

Rupanya banyak orang yang sudah mengetahui pertandingan tersebut, hanya Leana yang tidak mengetahuinya.

Reno terkenal akan kepandaiannya dalam bermain basket, tanpa menaruh curiga sedikitpun Leana hanya melihat ke arah Melinda yang tampak lebih asik menonton basket dari pada sebelumnya.

“Pacar kamu yang mana sih Lin?”. Tanya Leana

“Oh katanya dia cidera jadi nggak ikut”.

“Oh, tapi kamu kayaknya lagi dukung seseorang”.

“Lea sayang, wajarkan mendukung tim kita sendiri”.

Leana hanya mengangguk

Reno melihat kemarahan keduanya dan melambaikan tangan, bukannya Leana yang angkat tangan untuk melambai balik tapi Melinda sudah melakukannya lebih dahulu dengan kissbye nya.

selesai pertandingan mereka menghampiri Reno.

Seolah curi-curi pandangan keduanya di hadapan Leana, namun Leana tidak peduli dan lebih mengelap keringat milik Reno yang membuat cowo itu terkejut dengan sentuhan handuk dari Leana.

“Kok nggak bilang ada pertandingan?”.

“Maaf yank aku sibuk latihan kemarin”.

“Oh, kupikir kamu udah lupa sama aku”.

“Mana mungkin aku lupa sama pacarku yang cantik ini”. Pujinya pada Leana

“Ih tangan kamu basah tau lap dulu gih”.

“Iya iya”.

Melihat kemesraan yang dilakukan Reno dan Leana membuat Melinda cemburu dan sedikit marah pada Reno, harusnya dialah yang mengelap keringat Reno dan mendapat candaan seperti itu.

“Nih ren buat kamu aja, pacarku nggak jadi main jadi minumnya buat kamu aja deh”. Melinda menyerahkan sebuah minuman isotonik kepada Reno dan di sambut dengan Reno yang meminum langsung minuman tersebut agar selingkuhannya itu tidak marah.

“Yuk Le kita masih ada kelas”. Ajak Melinda

“Oke, dah yank jangan lupa hubungi aku ya”. Pinta Leana yang dianggukkan kepala oleh Reno

Setelah seharian kuliah Lena merebahkan dirinya dan melihat ke ponsel apakah Reno ada menghubunginya ternyata tidak, mungkin pacarnya itu sibuk batin Lea, sedangkan teman sekamarnya nampak sibuk dengan ponselnya yang berbalaskan pesan dengan orang di balik hpnya itu.

1
Yovi arine
😄😄
Suci Dava
klo kamu tahu asal-usul Melinda, pasti shock kamu Lea
Evelyn
masuk rak dulu, nunggu bab nya banyak baru baca🤭..
semangat ngetik thor sampe tamat..
Yovi arine: Iya terimakasih semangatnya 🥰🥰
total 1 replies
Yovi arine
Iya,, terimakasih 🥰🥰🥰
Muna Junaidi
Simpan dulu ya thor 🥰🥰
Yovi arine: Iya, terimakasih banyak kak 🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!