Di dunia di mana Peringkat Bakat adalah hukum tertinggi, Lu Chen hanyalah sebutir debu. Saat Upacara Penentuan Takdir, dia dipermalukan di depan seluruh sekte karena hanya memiliki bakat F-Rank dengan afinitas spiritual nol. Dunia mencapnya sebagai sampah, namun mereka tidak tahu bahwa Lu Chen menyembunyikan sistem SSS+ "Omnipotence Mask" yang mampu menutupi keberadaan aslinya dari mata dewa sekalipun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17: Terobosan yang Mengguncang Benua
Langit di atas Lembah Dewa yang Hilang tidak lagi kelabu. Kini, cakrawala itu terbelah oleh pusaran awan hitam pekat yang berputar seperti mata badai raksasa. Petir emas setebal batang pohon cemara menyambar-nyambar, menghantam tebing-tebing batu obsidian hingga meledak menjadi debu. Ini bukan sekadar cuaca buruk; ini adalah Kesengsaraan Surgawi Sembilan Guntur, fenomena yang biasanya hanya terjadi saat seorang kultivator hendak menembus Tahap Nascent Soul. Namun, Lu Chen memicunya hanya untuk pembentukan Inti Emas.
Di tengah altar, Lu Chen duduk membeku. Kulitnya kini memancarkan cahaya putih porselen, namun di bawah permukaan itu, pembuluh darahnya berdenyut dengan warna emas yang cair.
[Ding! Proses Kondensasi Inti Emas: 85%...]
[Peringatan: Energi Primordial terlalu padat. Risiko kegagalan: Tubuh Inang meledak secara molekuler.]
[Sistem 'Omnipotence Mask' mengaktifkan protokol: 'Peleburan Jiwa Naga'.]
"Tahan... sedikit lagi!" Lu Chen menggeram. Suaranya bukan lagi suara pemuda lemah, melainkan suara yang beresonansi dengan otoritas purba.
Di atas kepalanya, Ignis telah berubah menjadi bentuk tempurnya. Tubuh semut naga itu membesar hingga seukuran serigala, ditutupi sisik biru-merah yang membara. Dengan sayap naganya yang lebar, Ignis terbang ke arah langit, menelan setiap sambaran petir emas yang mencoba menghantam Lu Chen. Setiap sambaran petir yang ia telan membuat tubuhnya bergetar hebat, namun ia menolak untuk jatuh.
"Makanlah ini, Langit sialan!" Ignis meraung, lidah apinya menyambar petir kesembilan. "Tuanku tidak akan tunduk pada hukummu yang usang!"
Saat petir terakhir berhasil dinetralkan, sebuah ledakan energi murni terpancar dari tubuh Lu Chen. Di dalam Dantian-nya, pusaran energi spiritual yang kacau itu kini telah memadat menjadi sebuah bola sempurna berukuran sebesar ibu jari, berwarna emas murni dengan guratan ungu keperakan yang mengelilinginya.
[Terobosan Berhasil!]
[Selamat! Inang telah mencapai: Tahap Inti Emas SSS+ (Divine Core).]
[Kekuatan Fisik: Meningkat 500%.]
[Kemampuan Baru Unik: 'Domain Kedaulatan' (Menekan semua kultivator di bawah level Inang secara otomatis).]
Lu Chen membuka matanya. Seketika, kabut kematian di lembah itu tersapu bersih dalam radius satu kilometer. Dia berdiri, merasakan setiap inci tubuhnya telah ditempa ulang. Dia tidak lagi merasa seperti manusia; dia merasa seperti pusat dari alam semesta.
Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama.
"Luar biasa... Benar-benar luar biasa."
Sebuah suara tepuk tangan yang pelan namun bertenaga bergema dari arah pintu masuk lembah. Lu Chen menoleh dan melihat tiga sosok melayang di udara. Mereka tidak menggunakan pedang terbang; mereka berdiri di atas udara seolah-olah itu adalah lantai padat—tanda bahwa mereka setidaknya berada di Tahap Nascent Soul tingkat menengah.
Ketiganya mengenakan jubah putih bersih dengan sulaman pedang emas di dada. Mereka adalah Tiga Penegak dari Sekte Pedang Suci, salah satu dari tiga sekte penguasa di benua ini.
"Kami melacak energi yang menghancurkan Sekte Langit Biru hingga ke sini," ucap pria di tengah, yang memiliki jenggot panjang berwarna perak. Matanya menatap Lu Chen dengan campuran rasa rakus dan waspada. "Kami mengira akan menemukan iblis kuno, tapi ternyata hanya seorang anak muda yang baru saja membentuk Inti Emas yang aneh."
"Dan semut itu..." wanita di sebelah kirinya menunjuk ke arah Ignis yang kini kembali ke bahu Lu Chen dalam wujud kecilnya. "Itu bukan makhluk dari dunia ini. Serahkan semut itu dan rahasia teknik kultivasimu, maka kami akan membawamu ke Sekte Pedang Suci sebagai murid inti. Kau tidak perlu luntang-lantung sebagai buronan."
Lu Chen menatap mereka dengan tatapan datar, seolah-olah mereka hanya debu yang mengganggu pemandangan. "Murid inti? Kalian datang ke sini untuk merampok, tapi bicara seolah-olah sedang memberikan sedekah."
"Lancang!" pria termuda di antara mereka maju selangkah. Tekanan spiritualnya meledak, mencoba membuat Lu Chen berlutut. "Kau pikir hanya karena kau punya Inti Emas yang sedikit unik, kau bisa bicara setara dengan kami? Berlutut!"
Lu Chen hanya mendengus kecil. "Ignis, mereka ingin melihat kekuatanmu. Berikan mereka sedikit salam."
"Dengan senang hati," balas Ignis.
Tanpa gerakan tangan, sebuah gelombang tekanan tak terlihat—Domain Kedaulatan—menyebar dari kaki Lu Chen. Tekanan yang awalnya diarahkan kepada Lu Chen justru berbalik arah dengan kekuatan sepuluh kali lipat.
Brak!
Ketiga ahli Nascent Soul itu tiba-tiba merasa seolah-olah sebuah gunung jatuh tepat di atas bahu mereka. Kaki mereka gemetar, dan wajah mereka memerah menahan beban yang tak masuk akal. Mereka terpaksa mendarat di tanah, tidak lagi mampu melayang dengan anggun.
"A-apa ini?! Kau hanya Inti Emas! Bagaimana mungkin kau menekan kami?!" teriak pria berjenggot perak itu dengan ngeri.
"Inti Emas kalian dibentuk dari pil dan meditasi yang membosankan," Lu Chen melangkah maju, setiap langkahnya membuat tanah bergetar. "Inti Emasku dibentuk dari sisa-sisa energi dewa dan kemarahan seorang raja naga. Kita tidak berada di level yang sama."
Lu Chen mengangkat tangannya, dan sebuah pedang yang terbentuk dari energi api biru muncul di genggamannya. "Kalian adalah utusan pertama dari sekte besar. Karena kalian sudah jauh-jauh datang, aku akan membiarkan satu dari kalian hidup untuk membawa pesan kepada tuanmu."
Wajah ketiga penegak itu berubah dari angkuh menjadi penuh ketakutan. Mereka menyadari satu hal yang terlambat: Pemuda di depan mereka ini bukan hanya seorang jenius yang baru muncul. Dia adalah bencana yang sedang berjalan.
"Pesan apa?!" tanya wanita itu dengan suara bergetar.
Lu Chen tersenyum tipis, sebuah senyuman yang sangat dingin hingga membuat suhu di lembah itu turun drastis.
"Beritahu mereka: Era di mana kalian bisa menindas yang lemah dengan nama 'Keadilan' telah berakhir. Mulai hari ini, Lu Chen adalah hukum di benua ini. Siapa pun yang mencoba mengusikku... akan berakhir seperti Sekte Langit Biru."
Dengan satu tebasan pedang api biru, separuh dari lembah itu terbelah, menciptakan jurang yang sangat dalam. Dua dari tiga penegak itu lenyap seketika, menguap menjadi abu sebelum sempat mengeluarkan suara. Lu Chen menyisakan pria berjenggot perak yang kini terduduk lemas dengan mata kosong.
"Pergilah," ucap Lu Chen dingin.
Sambil gemetar, pria itu melarikan diri secepat yang dia bisa. Lu Chen melihatnya pergi, lalu menatap ke arah langit yang kini kembali tenang.
"Lu Chen, kau baru saja menyatakan perang pada dunia," Ignis berkomentar, nadanya penuh dengan antisipasi.
"Memang itu tujuannya, Ignis," Lu Chen menatap telapak tangannya. "Mari kita lihat, siapa lagi yang cukup berani untuk mencoba mengambil topeng ini dariku."
[Status Terkini:]
[Kultivasi: Tahap Inti Emas - Level 1 (SSS+ Divine Core).]
[Reputasi: 'Sang Pembantai Penegak' (Dunia mulai gempar).]
[Langkah Selanjutnya: Menuju Kota Pusat - Paviliun Lelang Langit untuk mencari material Evolusi Ignis tahap 'Dewasa'.]