NovelToon NovelToon
DEWA YANG MENENTANG SEGALA DUNIA

DEWA YANG MENENTANG SEGALA DUNIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Pendamping Sakti / Perperangan / Dikelilingi wanita cantik / Action / Epik Petualangan
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Beruang Terbang

PROLOG

-MENENTANG SEGALA DUNIA
-MENENTUKAN TAKDIR SENDIRI
-MERANGKAI TAKDIR YANG DIINGINKAN

-BILA LANGIT JADI PENGHALANGKU KU ROBEKAN LANGIT
-BILA BUMI MENAHAN KAKIKU KU HANCURKAN BUMI

-AKU ADALAH PEMILIK TAKDIR KU SENDIRI-

Di Kota Yinhu, di bawah langit kelabu Kerajaan Bela Diri Selatan, seorang pemuda bernama Shen Tianyang tumbuh dalam bayang-bayang kehinaan.

Terlahir dari keluarga bela diri, ia justru dianggap sebagai noda—tak berbakat, tak berguna, dan tak layak mewarisi darah leluhur.

Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya, Shen Tianyang hidup lebih rendah dari orang biasa.

Tatapan meremehkan dan bisikan hinaan menjadi kesehariannya, perlahan mengikis martabat dan harapannya. Namun dari jurang keputusasaan itulah, takdir yang lebih kejam mulai bergerak.

Sebuah pertemuan terlarang mengubah segalanya. Akar Spiritual yang menentang hukum langit terbangun di dalam tubuhnya, menyeretnya ke jalan yang tak dapat ditinggalkan—jalan yang dipenuhi darah, penderitaan, dan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beruang Terbang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 : Toko Obat Danxiang

Setelah memasuki Kota Raja, Shen Tianyang melihat kerumunan besar berkumpul di depan sebuah dinding panjang yang membentang megah.

Langkahnya terhenti.

Dengan pandangan tajam seorang kultivator berpengalaman, ia mendekat dan menelusuri isi dinding itu.

Dinding tersebut dipenuhi berbagai informasi dan panduan. Sebuah peta raksasa Kota Raja terukir jelas di sana, menandai lokasi penginapan, toko-toko ternama, istana kekaisaran, serta keluarga-keluarga bela diri terkemuka.

Peta itu disusun dengan sangat rinci, seolah ingin menyingkap seluruh denyut nadi kota kepada para pendatang.

Pandangan Shen Tianyang dengan cepat menemukan Keluarga Yao, yang posisinya sangat dekat dengan istana kekaisaran.

Tidak jauh dari sana, ia juga melihat tanda milik Keluarga Xue, yang kini sedang berpindah dan menetap di Kota Raja. Semua itu tercatat rapi, seakan tak ada satu pun rahasia kota yang luput dari dinding panjang tersebut.

Namun dinding itu bukan hanya peta. Di sana juga tertempel berbagai pengumuman: orang hilang, barang hilang dan ditemukan, daftar buronan, penjualan barang, hingga lowongan pekerjaan.

Semua disediakan agar para pendatang baru dapat segera menyesuaikan diri dan bertahan hidup di Kota Raja yang kejam ini.

Tatapan Shen Tianyang berhenti sejenak. Alisnya sedikit terangkat saat ia membaca sebuah pengumuman.

“Merekrut alkemis, lokasi… oleh Shen Luzong.”

Jantungnya bergetar halus. Ia segera menghafal alamat tersebut dan mencarinya di peta, lalu menemukannya dengan cepat.

“Paman buyut benar-benar gesit. Baru tiba di Kota Raja, sudah mendapatkan toko di lokasi emas,” batinnya.

Dari peta, ia dapat melihat bahwa tempat itu berada di persimpangan jalan utama—sebuah bangunan tiga lantai dengan area yang luas.

Tanpa ragu, Shen Tianyang segera berangkat.

Tak lama kemudian, ia tiba di kawasan yang cukup ramai. Namun di tengah hiruk-pikuk itu, sebuah toko berdiri dengan pintu tertutup rapat. Lebih mencolok lagi, pintu toko tersebut rusak parah—penuh bekas sabetan senjata tajam, seolah pernah menjadi sasaran amukan brutal.

Shen Tianyang mengerutkan kening. Ia mengetuk pintu perlahan.

“SIAPA...?”

Suara dari dalam terdengar penuh amarah dan kelelahan.

“Paman buyut, ini aku,” jawab Shen Tianyang dengan suara rendah, sementara firasat buruk mulai menguat di dalam hatinya.

Pintu terbuka. Wajah tua Shen Luzong muncul—dipenuhi amarah yang belum padam. Begitu Shen Tianyang melangkah masuk, pemandangan di dalam toko membuat darahnya mendidih.

Lantai berantakan, kursi dan meja hancur, dinding dipenuhi bekas tebasan senjata. Aura kehancuran memenuhi ruangan. Shen Tianyang mengepalkan tinjunya hingga terdengar bunyi krek-krek yang tajam.

Matanya dipenuhi amarah dingin, seperti badai yang ditekan di balik ketenangan.

“Siapa yang melakukan ini?” tanyanya dengan suara rendah namun sarat niat membunuh.

Ia bersumpah dalam hati—siapa pun pelakunya akan membayar sepuluh kali lipat.

“Masuk dulu,” ujar Shen Luzong singkat.

Mereka berjalan dari lantai pertama hingga lantai ketiga. Dinding, lantai, dan langit-langit penuh luka akibat senjata tajam.

Perabotan tak satu pun yang utuh.

Semakin Shen Tianyang melihat, semakin besar amarah yang berkecamuk di dadanya—namun wajahnya justru semakin tenang, ketenangan yang mengerikan.

Hal itu membuat Shen Luzong sedikit terkejut.

Di lantai tiga, keduanya duduk langsung di lantai yang dingin.

“Halaman belakang masih utuh,” kata Shen Luzong sambil menghela napas.

“Aku sempat mempekerjakan dua asisten untuk menjaga toko, tapi sekarang mereka terluka. Aku baru saja mengantarkan pil dan koin roh kepada mereka.”

Ia terdiam sejenak, lalu melanjutkan dengan nada berat.

“Toko ini sebenarnya sudah lama kubeli, tapi dibiarkan kosong. Pagi ini, setelah aku keluar sebentar, sekelompok orang masuk menerobos… dan hasilnya seperti yang kau lihat.”

Tatapan Shen Tianyang mengeras. Aura pembunuh perlahan menyelimuti tubuhnya.

“Siapa mereka? Aku akan mencarinya sekarang juga.”

Ia pernah membunuh tetua dan jenius Keluarga Yao tanpa ragu. Di Kota Raja ini, siapa lagi yang tidak berani ia sentuh..?

Namun Shen Luzong menggeleng pelan.

“Aku juga ingin memberi pelajaran pada orang itu. Tapi siapa sangka, dia adalah pemilik toko dari sebuah kekuatan besar pil spiritual di sini. Jika kita kembali menyinggung mereka, ke depannya kita akan kesulitan mendapatkan bahan pil..!!.”

Shen Tianyang mendengus dingin.

“Paman buyut tidak perlu khawatir.”

Suaranya tenang, tetapi mengandung ketegasan baja.

“Keluarga Shen baru saja menetap di Kota Raja, namun sudah diinjak-injak. Jika kita tidak menunjukkan taring, bagaimana mungkin Keluarga Shen bisa bertahan di tempat ini?”

Kata-katanya menggema di ruangan yang hancur itu, seperti sumpah diam seorang dewa muda yang menantang langit.

 

Shen Luzong menarik napas panjang, lalu berkata dengan nada tertahan,

“Aku tahu itu juga… Pemilik Apotek Danxiang itu mengincar toko ini sejak awal. Ia menginginkan lokasi emas ini, tetapi aku menolak melepaskannya.”

Tatapan lelaki tua itu menjadi kelam.

“Baru setelah aku memasang pengumuman perekrutan, dia mulai bergerak. Tujuannya jelas—memaksaku mundur karena tekanan.”

Shen Tianyang mendengus, bibirnya mengerut dingin.

“Paman buyut adalah seorang alkemis, namun justru ditindas oleh seorang penjaga toko.”

Senyum pahit terbit di wajah Shen Luzong.

“Aku bukan mengalah demi diriku sendiri, melainkan demi gambaran besar. Keluarga Shen sudah lebih dulu menyinggung Keluarga Yao.”

"Di Kota Raja, selain Keluarga Yao yang merupakan kekuatan besar pil spiritual, masih ada satu lagi—Apotek Danxiang"

"Cabangnya tersebar di Kota Raja dan beberapa kota lain. Selama ini mereka bergerak dengan sikap rendah hati, namun siapa sangka kini menggunakan cara-cara seperti ini...!!"

“Apotek Danxiang..?”

Aura Shen Tianyang langsung berubah tajam. Ia berdiri sambil menepuk debu dari pakaiannya.

“Aku akan menemui pemilik toko itu sekarang juga. Di Kota Raja ada lima Apotek Danxiang—yang mana..?”

Dari sorot matanya, jelas ia sama sekali tidak berniat mundur.

Shen Luzong tak lagi bisa menahan. Ia memahami watak keponakan buyutnya—kekuatan dan keangkuhan menyatu dalam darahnya.

“Yang di selatan. Ingat, jangan membunuh siapa pun. Membunuh orang di Kota Raja tidak akan berakhir baik,” katanya serius.

“Aku akan ikut.”

Shen Tianyang mengangguk. Keduanya pun meninggalkan toko yang hancur itu.

Di tengah perjalanan, Shen Tianyang bertanya,

“Paman buyut, sebenarnya seberapa kuat dirimu sekarang?”

Saat bersama Shen Luzong, ia hanya dapat merasakan gelombang energi api yang samar, namun kedalaman Qi Sejati lelaki tua itu sama sekali tak terdeteksi.

“He he he he he… aku bukan orang yang bisa diremehkan,” jawab Shen Luzong sambil tersenyum.

“Walau memang belum sekuat kakekmu.”

Ia sengaja tidak menjelaskan lebih jauh.

“Anak kecil, Kota Raja dipenuhi para ahli tersembunyi. Bahkan aku pun tidak berani bertindak sembarangan di sini.”

Shen Tianyang mengangguk pelan.

“Aku mengerti. Dari kata-katamu, Paman Buyut pasti sangat kuat. Namun tetap rela menelan kerugian.”

Shen Luzong tertawa kecil.

“Kelak kau akan mengerti, terkadang mundur selangkah bukanlah apa-apa. Seperti sekarang—tak seorang pun tahu kekuatan sejati lelaki tua ini.”

Matanya menyipit, senyum licik terbit di sudut bibirnya.

“Jika aku benar-benar murka… he he he he.”

Senyum itu membuat Shen Tianyang merasakan hawa dingin menjalar di punggungnya. Menyembunyikan kekuatan demi menjebak lawan—itulah siasat paling berbahaya.

Tak lama kemudian, mereka tiba di sebuah kompleks besar yang dikelilingi tembok tinggi.

Inilah Apotek Danxiang.

Mereka memasuki sebuah bangunan utama dua lantai—tempat penjualan pil spiritual. Shen Luzong berbisik pelan,...

“Anak kecil, jangan bertindak terlalu jauh.”

Shen Tianyang mengangguk, lalu melangkah maju dan berteriak lantang,

"PEMILIK TOKO DI SINI, KELUAR SEKARANG JUGA..!!!!”

Teriakannya dipenuhi Qi Sejati yang kuat. Getarannya membuat bangunan itu bergetar halus. Orang-orang di dalam sontak terkejut—seseorang benar-benar berani membuat keributan di Apotek Danxiang, dan pelakunya hanyalah seorang pemuda!

Bisnis Apotek Danxiang biasanya ramai. Namun setelah teriakan itu, para pelanggan segera keluar, memilih mengamati dari luar dengan wajah tegang.

Penjaga-penjaga segera berhamburan datang, mengepung Shen Tianyang. Dari aura yang mereka pancarkan, jelas mereka berada di tingkat keempat dan kelima Ranah Bela Diri Fana.

Dibandingkan mereka, Shen Tianyang—yang telah mencapai tingkat keenam Ranah Bela Diri Fana—masih tergolong kuat, terlebih lagi usianya sangat muda.

Ia melirik ke sekeliling dan menyadari bahwa Shen Luzong telah menghilang. Lelaki tua itu telah menyatu dengan kerumunan dan berdiri di luar, memilih tidak memperlihatkan diri.

Shen Tianyang memahami maksudnya.

Saat itu, seorang pria tampan berusia sekitar tiga puluh tahun melangkah maju. Ia mengenakan jubah putih mewah, dengan giok indah tergantung di pinggangnya. Sekilas saja sudah tampak bahwa statusnya tidak biasa.

“Apakah kau tahu tempat apa ini?” ucapnya dingin.

“Berani-beraninya menerobos masuk dan membuat keributan di Apotek Danxiang!”

Tatapan pria itu tajam, seakan hendak menekan pemuda di hadapannya. Namun Shen Tianyang berdiri tegak, tak sedikit pun gentar—seperti pedang yang siap terhunus, menantang langit dan bumi.

Bersambung Ke Bab 30

 

1
Ananrac
🔥🔥🔥🔥
Beruang Terbang: lanjjjoooottt komendan
terima kasih atas sepertinya
total 1 replies
Ananrac
lanjutttyy
Beruang Terbang: lanjjjoooottt komendan
terima kasih atas sepertinya
total 1 replies
Ananrac
lanjut thor
Beruang Terbang: siiyyyaappp Komendan laksanakan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!