Adinda putri harus menerima pil pahit saat suami atau pria yang selama ini begitu ia cintai tidak pernah menganggap dirinya Saat itulah ia memutuskan untuk meninggalkan pria itu dan membatalkan pernikahanya Tapi siapa sangka sahabat atau bossnya malah selalu ada disisinya saat ia terpuruk Akankah adinda membuka hatinya untuk sang boss atau balah sebaliknya Yukk ikuti terus kisah cinta mereka 😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan siang
“Menangislah tumpahkan semua kekesalanmu adinda!” Ucapnya sambil mengelus pungung adinda yang bergetar karena menangis
Adinda menangis sejadi-jadinya membuat hati pria itu ikut teriris, sunguh ia ingin menghancurkan zyan dan kekasihnya saat ini
Reykendra berjanji akan membalas perbuatan mereka kepada adinda, ia juga tidak akan memberikan ampun kepada zyan dan berhenti membantu pria itu dari belakang karena permintaan konyol adinda
Sedangkan dirumah sakit zyan mengelus pipi mulus berlin, pria itu mengelus begitu lembut dan penuh kasih sayang
“Zyan”
“Hhmm kenapa apa masih sakit?” Tanyanya begitu lembut dan perhatian
“Hhmmm sakit sekali” anguknya dengan wajah lesu yang dibuat-buat
“Zyan apa kau akan menikahiku secepatnya? Aku… aku sedang mengandung” mata zyan melotot sempurna
“Apa kau sedang tidak bercanda?” Tanyanya membuat bibir berlin cemberut
“Apa kau lupa apa yang selama ini sering kita lakukan??” Tanya berlin mebuat zyan berpikir
Zyan memeluk tubuh kekasihnya itu, ia berjanji akan segera menikahi berlin membuat gadis itu begitu bahagia
“Aku harus meyakinkan papa agar hubunganku dan berlin direstui aku tidak mau anakku lahir tanpa seorang ayah” ucapnya dalam hati
Zyan mengantarkan berlin keapartemen gadis itu, lalu ia pergi kekediaman keluarga besarnya untuk meminta restu kedua orang tua dan juga kekeknya
Hanya membutuhkan waktu 1 jam akhirnya zyan tiba dikediaman keluarga besarnya
Dengan langkah pasti ia masuk kedalam rumah mewah keluarganya dan tentunya disambut banyak pelayan yang bekerja disana
“Paaa” ucapnya dan berhasil membuat tiga orang yang saat ini ada diruang tamu melihat kerahnya
“Zyan” ucap mama rita menatap kearah sang putra satu-satunya yang saat ini menampakan senyuman manisnya
Mahardika menggepalkan erat tanganya saat melihat putranya datang menatap jengah kearahnya dengan tatapan sengit
“Maa pa kakek zyan mohon restu untuk segera menikah dengan berlin secepatnya”
Pllaaaakkkkk
Mama rita begitu geram mendengar penuturan anaknya, padahal baru saja adinda membatalkan pernikahan mereka
“Sampai kapanpun mama dan papa tidak akan merestui hubungan kalian zyan,, dia bukan wanita baik-baik!!” Mama rita sunguh tidak habis pikir dengan anaknya ini
Zyan memegangi pipinya yang terasa perih, baru kali ini mamanya menampar dirinya bahkan ia pikir itu semua karena adinda
“Zyan akan tetap menikahinya tanpa restu dari kalian” ucapnya begitu menggebu dan hendak pergi dari rumah utama
Belum sampai lima langkah ucapan kakek dwi menghentikan langkahnya
“jika kau memaksa aku akan menghapus ahli waris keluarga mahardika untukmu”
Zyan membalikan badanya ia sungguh tidak mengerti dengan semua keluarganya kenapa tidak ada yang memihak dirinya
“Apa wanita itu begitu istimewa untuk kalian?? Kenapa kalian memaksaku kenapa tidak kalin saja yang menikahinya!!” Ucapnya dengan berteriak
“Tutup mulutmu zyan!!! Apa kau tidak mengerti pengorbanan yang dilakukan oleh adinda dan ibunya??” Ucap mahardika dengan sedikit bentakan
“Hhhmm hahaha lihatlah sekarang kalian bahkan membentakku dan memukulku hanya untuk wanita itu…” sinisnya dan pergi begitu saja
Rasa kesal menggerogoti hatinya, hanya karena seorang gadis yang datangnya entah dari mana masuk kekeluarganya sekarang hidupnya menjadi sangat berantakan
Ia berjanji akan membalas perbuatan adinda saat ini, ia akan membuat perhitungan dengan adinda dan akan membuat hidup gadis itu menderita
***
“Apa kamu sudah lebih tenang?” Tanya rey melihat kewajah adinda yang masih diam sejak tadi
“Hhmmm makasi banyak reyy maaf bajumu basah karena ingusku” ucapnya dengan kekehan karena melihat baju kemeja putih tepat dibidang dada pria itu berbentuk sebuah pulau
Rey hanya mengangguk sedangkan adinda merasa malu, ia sedikit lebih tenang karena kehadiran sahabatnya itu
“Hhmm reyy untuk apa kamu datang kesini?” Tanyanya hati-hati karena tidak ingin rey tersinggung
“Tentu saja untukk” ucapnya mengantung
Entah kenapa saat ini ia malah kelagapan dengan apa yang ingin ia katakan pada adinda rasa paniknya mendengar jika adinda sedang menangis membuatnya tanpa berpikir panjang untuk menghampiri gadis itu
“Untuk apa?” Tanya adinda kembali melihat kearah wajah rey
“Untuk menjemputmu kita harus menghadiri acara penting” ucapnya dengan wajah datarnya
“Ohh baiklah jam berapa kita berangkat rey??”
“Acaranya jam 8 malam din” jawabnya membuat adinda melongo
jam 8 malam tapi rey menjemputnya jam 9 pagi, adinda merasa ada yang aneh dengan sahabat sekaligus bosnya itu
Tapi adinda tidak mau membantah ia hanya mengangguk mengerti dan meminta rey untuk menunggunya sebentar karena ia harus menyelesaikan laporan yang ada dibutik
Adinda membuka laptop miliknya dan memulai pekerjaan yang belum sempat ia kerjakan karena drama tadi
Rey setia menunggu gadis itu duduk disofa ruangan adinda, pria itu diam-diam mengambil foto adinda yang saat ini begitu serius dengan pekerjaannya
“Cantik” bisiknya dengan sedikit senyuman merasa bangga dengan hasil foto yang didapatkan dengan cara diam-diam tadi
Tidak terasa jam sudah menunjukan 11 siang adinda merentangkan tangannya karena semua pekerjaannya sudah selesai
“Yaampun aku baru ingat jika rey ada diruangan ini” ucapnya dan melihat kearah sofa dimana rey sudah tertidur lelap
Adinda bangkit dari kursinya gadis itu mendekat kearah rey dengan langkah pelan, adinda mendekatkan wajahnya tepat dihadapan rey
”ternyata dia sangat tampan sekali jika melihatnya dari dekat” ucapnya secara tidak sengaja didengar oleh pria itu
Rey secara tiba-tiba membuka matanya membuat pandangan mereka bertemu, detakan jantung adinda begitu cepat gadis itu menelan ludahnya kasar
“Eeeee rey maaf tadi aku”
“Apa sudah selesai??” ucap pria itu lembut
“Hhhmm” anguknya dengan nafas yang tidak beraturan
“Baiklah ayok kita pergi” ajaknya dan menarik tangan adinda
Adinda mengikuti langkah rey tanpa melepaskan genggaman pria itu, sekian tahun lamanya berteman dengan pria itu baru kali ini mereka berpegangan tangan seperti ini
Semua karyawan melihat dengan tatapan senang, banyak pengunjung yang melihat kagum kearah rey… banyak orang berbisik jika mereka merupakan pasangan yang serasi
Rey mengajak adinda makan siang disalah satu restoran miliknya, semua karyawan menyambut kedatangannya bahkan mereka begitu hormat kepada pria itu
Seperti biasa rey hanya menunjukan wajah datarnya, tapi tidak dengan adinda yang selalu menampakan senyuman manis miliknya
Membuat siapapun yang melihat akan meleleh tapi tidak bagi zyan tentunya
“Rey, kamu mau pesan apa?” Tanya gadis itu kearah sahabatnya
“Terserah… apapun yang kamu pesan itu juga pesananku” ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya pada layar handphone yang ada ditanganya
“Baiklah,,” pasrahnya dan memanggil salah satu waitress yang ada didekat mereka
Adinda memesan makanan dan minuman kesukaannya karena jarang-jarang bossnya itu tidak pilih-pilih makanan
Adinda tau sendiri jika rey selalu makan-mkanan yang higenis dan juga hergizi
Happy reading💫💫
gadis bodoh
cinta bertepuk sebelah tangan aja sulit melupakan apalah lagi sama-sama cinta baru dihianati
mampuslah kau Adinda makan itu cintamu pd Ziyan