NovelToon NovelToon
My Sexy Bodyguard

My Sexy Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Enemy to Lovers
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: lizbethsusanti

Alana adalah jaksa muda yang cerdas, karirnya menanjak drastis, berkacamata tebal, kaku, dan berpenampilan tidak menarik untuk menyembunyikan kecantikannya karena ia memiliki trauma di masa lalu terkait dengan kecantikan. Suatu ketika Alana menerima banyak sekali ancaman dan setelah itu, teman kantornya mengajaknya ke perusahaan besar yang menyediakan jasa bodyguard. Alana terpaksa mendatangi perusahaan besar itu meskipun ia tahu pemiliknya adalah pria yang selalu ia hindari, Archie Cwvendish. Archie adalah kakak tirinya Arthur dan Arthur adalah mantan pacarnya Alana. Archie juga dulunya tutornya Alana dan Archie diam-diam jatuh cinta pada Alana tapi Archie memilih mundur saat Arthur mengatakan bahwa Arthur mencintai Aluna. Apa yang akan terjadi saat Alana nekat menemui Archie dan meminta Archie menjadi bodyguard-nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizbethsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cerita

Archie mandi dengan senyum yang terus merekah di wajah tampannya. Dia sungguh senang bisa merasakan masakannya Alana untuk yang pertama kalinya. Meskipun, yeeaahhh, rasanya sama sekali tidak bisa dikatakan enak.

"Aku akan mengajari kamu masak, Na" Gumam Archie sambil meraih handuk.

Lalu Archie berjalan keluar kamar mandi sambil membayangkan penampilan Alana. "Kamu menghabiskan waktu hampir sama dengan aku memasak tapi muncul di depanku tanpa polesan make up. Lalu, apa yang kamu lakukan di kamar tadi? Dasar gadis unik dan yeeeaahhh unik seunik masakannya" Archie mendengus geli.

Saat Archie sudah selesai memakai celana kain berwarna cokelat tua yang dipadukan dengan kaos santai berwarna hijau muda, telepon pribadinya berdering, kriingggg!!!!

"Halo?" Jawab Archie sambil melangkah keluar dari kamarnya.

"Bos, maaf saya lupa. Cutinya tiga bulan apa setahun?"

"Besok aku kirim kamu ke THT" Dengus Archie.

Raymond sontak menjambak rambutnya dengan wajah panik. "Bos jangan dong, eh, kebalik, jangan dong Bos"

"Mau aku pecat kalau gitu?" Archie masih menyahut dengan nada suara yang tidak bisa diajak untuk bersahabat.

"Double jangan dong Bos, hehehehe" Raymond meringis di seberang sana.

"Tiga bulan, Ray, tiga bulan!" Bentak Archie dengan wajah super kesal.

"Siap Bos, hehehehe"

"Sekalian ambil ponsel pemberiannya Rosaline. Aku titipkan ke BI Inah. Sebelum kamu menemui Rosaline, ambil ponsel itu dulu. Di rumahku. Dengar?"

"Iya, Bos. Dengar, hehehehehe"

Klik! Archie mematikan sambungan telepon dengan wajah super kesal.

Archie tersenyum senang saat langkahnya hendak masuk ke ruang makan karena ia mendengar gumaman lirih Alana, "Masakannya Archie memang yang terbaik. Sepertinya cacing-cacing di dalam perutku sedang pesta untuk merayakan makanan seenak ini"

"Kapan-kapan aku ajari kamu masak, Na" Ucap Archie sambil melangkah ke meja makan lalu berdiri di depannya Alana.

"Benarkah? Kamu mau mengajari aku masak?"

Archie mengangguk dengan senyum lebar di wajah tampannya.

Sial! Senyumnya benar-benar mampu menghipnotis semua kaum Hawa termasuk aku. Lalu, astaga penampilannya pagi ini sangat santai dan sangat......tampan. Alana dengan gugup membetulkan kacamatanya yang melorot.

"Ada yang salah dengan baju yang aku pilih ini?" Tanya Archie sambil menunduk ke kaos hijau muda yang ia pilih untuk ia pakai pagi ini.

Alana sontak berdiri lalu menepuk bahu Archie sambil menyemburkan, "Jangan tersenyum! Jelek kayak Joker" Alana lalu bergegas membawa piring dan gelas kotor ke wastafel.

Archie mengerjap kaget lalu buru-buru mengejar Alana. Ia kemudian merebut piring dan gelas kotor dari tangan Alana sambil berkata, "Aku tidak akan ijinkan kamu makan makanan yang tidak enak dan tidak akan ijinkan tangan kamu kotor. Masalah makanan dan tangan kotor biar menjadi bagianku saja"

Alana melangkah mundur karena badan atletisnya Archie memaksanya menjauhi wastafel.

"Apa maksud ucapan kamu? Makanan yang tidak enak? Tangan kotor?" Alis Alana menukik tajam.

"Tunggu aku di depan!" Ucap Archie sambil mencuci piring dan gelas kotor tanpa menoleh ke Alana.

"Dasar aneh" Alana mendengus kesal lalu berputar badan.

Archie mengulum senyum tanpa Alana ketahui.

Gadis cantik itu kemudian melangkah ke teras dan menunggu Archie di sana.

Tidak lama kemudian Archie muncul dan langsung melangkah ke mobil yang sudah diparkirkan oleh supir pribadinya Archie di depan teras.

Alan langsung berdiri lalu berlari kecil menyusul langkahnya Archie.

Setelah Alana memakai sabuk pengaman, Archie melajukan mobil sambil bertanya, "Kenapa nama Jessy Wilde ada di urutan nomer satu?"

"Karena dulu dia pernah menginginkan boneka kelinciku tapi tidak aku ijinkan dia meminjamnya barang sebentar karena boneka itu satu-satunya barang yang sempat aku bawa kabur dari rumah mamaku dan boneka itu hadiah ulang tahunku dari mamaku"

"Kabur dari rumah mama kamu?" Archie menoleh sekilas ke Alana dengan wajah kaget.

"Aku akan ceritakan nanti" Sahut Alana.

"Oke, lanjutkan cerita kamu" Ucap Archie sambil membelokkan kemudinya ke arah timur.

Alana menghela napas panjang lalu melanjutkan ceritanya, "Lalu, Jessy memotong semua tangan boneka kelinciku di malam hari saat aku tidur. Aku berteriak histeris di pagi harinya dan dia bersikeras bahwa bukan dia yang melakukannya. Papa dan mama tiriku sedang ada di luar kota dan hanya ada kami berdua dan asisten rumah tangga dan kamar asisten rumah tangga kami berada di bangunan yang berbeda. Kau pikir sendiri siapa yang bisa melakukannya"

Archie menyahut, "Jessy Wilde pelakunya"

"Bukan hanya itu. Dia selalu meng-copy apa yang aku lakukan. Aku ambil jurusan hukum, dia ikut ambil jurusan hukum. Aku balik ke sini, dia ikut balik ke sini dan saat aku diterima di Kejaksaan Agung, dia mengajukan magang di tempat yang sama dan ya, dia berada satu kantor denganku tapi dia masih karyawan magang. Itulah kenapa aku sangat mencurigai dia"

"Apa dia juga tinggal satu rumah denganmu?"

"Tidak. Bolehkah aku melanjutkan ceritaku?"

"Baiklah" Archie menoleh sekilas ke Alana.

"Saat aku dan Delia, emm, Delia itu teman satu ruangan dan dia teman baikku selama setahun ini. Saat aku dan Delia meluncur ke kantor besar kamu, aku sempat melihat mobilnya Jessy Wilde mengikuti mobilnya Delia"

"Oke, jadi Jessy magang di tempat kamu kerja. Kalian satu kantor tapi tidak tinggal satu rumah dan dia juga memiliki mobil sendiri"

" Iya. Papaku membelikannya mobil dan rumah yang lain karena papaku tahu aku tidak suka tinggal serumah dengan adik tiriku itu dan papaku tahu kalau aku tidak suka berada satu mobil dengan orang yang tidak aku sukai"

"Papa kamu bijak dan adil juga ya. Aku lega dia masih sangat menyayangi kamu, Na. Salut aku sama Om Leonard Wilde"

"Ya, itu yang membuatku masih bertahan hidup. Papaku masih sangat menyayangi aku"

Archie meminggirkan mobilnya.

Archie bergegas melepas sabuk pengamannya setelah ia mematikan mesin mobil. Lalu ia mengarahkan badannya ke Alana untuk bertanya, "Apa kamu pernah memiliki pikiran untuk mengakhiri hidupmu sendiri?"

Alana menggigit bibir bawahnya dan mengangguk.

"Kapan pemikiran itu melintas di benak kamu?" Archie menggenggam tangan Alana yang tampak gemetar.

Alana berucap dengan mata dan bibir bergetar, "Saat.......saat aku kabur dari rumah mamaku"

Tangan Alana semakin bergetar dan Archie mengusapnya lembut sambil berkata, "Tenanglah! Aku di sini, Na"

Saat Alana sudah sedikit tenang, Archie bertanya, "Kenapa kamu kabur dari rumah mama kamu?"

"Ka.....karena..." Alana menarik napas panjang lalu kembali berkata, "Karena si brengsek Don Miguel hampir.......hampir merenggut kesucianku dan untungnya aku berhasil melarikan diri bersama boneka kelinciku"

Seketika itu juga Archie menarik tangannya dari tangan Alana lalu pria tampan itu memukul kemudi mobil sambil berteriak kencang, "F*CK Don Miguel!"

Alana sontak menutup wajahnya lalu menangis sesenggukan.

Tangan Archie mencekal erat kemudi mobil sampai buku-buku jarinya memutih dan mengeraskan gerahamnya sambil berucap, "Di mana Don Miguel sekarang, Na?"

Alana sontak memeluk lengan Archie dan dengan isak tangis ia berucap, "Jangan! Don Miguel terlalu berbahaya untuk kita dekati. Dia......"

Archie menoleh ke Alana, "Di mana rumahnya, Na?"

Alana menggelengkan kepalanya dan berucap di sela isak tangisnya, "Aku tidak akan mengatakannya. Aku tidak ingin dia melukai kamu"

Archie langsung memeluk Alana dan di saat tangannya mengusap pucuk kepalanya Alana ia bergumam di dalam hatinya, aku akan menemukan Don Miguel lalu menghajarnya sampai babak belur karena ia sudah lancang melecehkan kamu, Na. Aku akan menemukan si brengsek itu.

1
anggita
2☝☝iklan👍
anggita
👍☝iklan
Rahma AR
tau, ya, alana🤭
Rahma AR
iklan dan like💪
Rahma AR
like dan iklan👍
Rahma AR
like dan iklan
Rahma AR
Archie.... fokus ke alana
Rahma AR
like dan iklan
anggita
iklan☝👍
anggita
ora sengojo🤫
anggita
☝☝2x iklan👍
Rahma AR
hajar aja Archie
Rahma AR
like +🌹
Rahma AR
senang ya archie.... teeus terabg dong kl suka😄
Rahma AR
like +🌹
Rahma AR
demi apa archie🤭
Rahma AR
ciiieee....
anggita
👍like pertama
Elisabeth Ratna Susanti: terima kasih 🥰
total 1 replies
anggita
☝☝2iklan.
Kinan
top
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!