NovelToon NovelToon
PEMBASKET GANTENG DAN JANDA SEXY

PEMBASKET GANTENG DAN JANDA SEXY

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / One Night Stand
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nina Sani

Anela adalah janda muda beranak satu yang telah belajar bangkit setelah pernikahan pertamanya hancur karena pengkhianatan. Hidup mandirinya membawanya menjadi wanita dewasa yang kuat, anggun, dan memikat—dengan aura sensual alami yang membuatnya mudah menarik perhatian pria.

Rico adalah pembasket terkenal, tampan, kaya, dan dominan dalam cara yang tenang namun penuh karisma. Pertemuan mereka dimulai dari satu malam yang penuh ketegangan hasrat dan rasa penasaran yang sulit dijelaskan.

Apa yang awalnya hanya percikan gairah berubah menjadi hubungan yang semakin dalam—dipenuhi tarikan emosional, ketegangan hasrat, dan keinginan untuk memiliki satu sama lain di tengah dunia mereka yang berbeda. Namun cinta mereka harus menghadapi masa lalu, tekanan karir, dan kenyataan bahwa cinta panas tidak selalu mudah untuk dipertahankan.

Semakin mereka mendekat, semakin kuat pula rasa ingin memiliki… dan semakin berbahaya cinta yang mereka sembunyikan dari dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina Sani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERLALU MENGGODA, UNTUK DIABAIKAN

Sejak hari hujan di lapangan itu, sesuatu di antara Anela dan Rico berubah lagi.

Bukan hubungan yang jelas.

Bukan juga sekadar teman.

Lebih seperti… dua orang yang berjalan sangat dekat dengan batas, tapi sama-sama menahan diri agar tidak melewatinya.

Dan yang membuat semuanya semakin berbahaya—

Rico semakin sering ada di hidup Anela.

Awalnya hanya di lapangan basket.

Lalu sesekali muncul di showroom, tapi kali ini tidak lagi mencolok seperti dulu.

Kadang ia datang membawa kopi.

Kadang hanya duduk sebentar di ruang tunggu sambil bermain ponsel.

Kadang benar-benar datang untuk melihat mobil karena salah satu temannya ingin membeli.

Dan anehnya… sekarang Anela tidak lagi langsung mengusirnya.

Ia hanya berkata datar.

“Kalau kamu bikin pelanggan kabur, aku tagih komisi.”

Rico hanya tersenyum santai.

“Deal.”

Rekan-rekan kerja Anela mulai terbiasa melihat pria tinggi itu.

Beberapa bahkan menggoda.

“Pacarmu datang lagi, Nela.”

Anela selalu menjawab cepat.

“Bukan pacar.”

Tapi setiap kali ia mengatakan itu…

Rico hanya tersenyum kecil dari jauh.

Seolah ia tidak terburu-buru mengubah status apa pun.

Di rumah pun Rico kadang muncul.

Tidak sering.

Tidak sampai mengganggu.

Biasanya hanya mampir sebentar ketika mengantar sesuatu untuk Ziyo—bola basket kecil baru, atau sepatu olahraga anak.

Ziyo jelas sangat senang.

Suatu sore ketika Rico datang membawa bola baru, anak itu langsung berlari keluar rumah.

“Ko Rico!”

Rico langsung menunduk dan mengangkatnya sedikit.

“Hey, jagoan.”

Ziyo memamerkan sepatu barunya.

“Aku bisa lari cepat sekarang!”

“Serius? Kita tes nanti di lapangan.”

Anela berdiri di pintu rumah memperhatikan mereka.

Ia masih sering merasa sedikit gugup melihat pria lain begitu dekat dengan anaknya.

Tapi setiap kali ia mencoba mencari alasan untuk menghentikannya—

Rico selalu bersikap… hati-hati.

Tidak pernah memaksakan diri.

Tidak pernah mencoba mengambil peran yang bukan miliknya.

Dan itu justru membuat Anela semakin sulit menjaga jarak.

Malam itu setelah Ziyo tidur, Rico masih duduk di teras rumah.

Lampu teras menyinari sebagian wajahnya.

Udara malam cukup hangat.

Anela keluar membawa dua gelas teh.

Ia menyerahkan satu ke Rico.

“Terima kasih.”

Sunyi beberapa saat.

Mereka duduk berdampingan, memandang jalan kecil di depan rumah.

“Dia makin suka kamu,” kata Anela pelan.

Rico tersenyum kecil.

“Dia anak yang gampang dicintai.”

“Jangan dibalik.”

Rico tertawa pelan.

Sunyi lagi.

Angin malam bergerak lembut.

Anela tanpa sadar memperhatikan Rico dari samping.

Bahu lebarnya.

Lengan kuat yang terlihat jelas di bawah kaos tipis.

Pria itu terlalu dekat.

Terlalu nyata.

Dan tubuhnya masih sangat ingat bagaimana rasanya berada di pelukan pria ini.

Anela cepat memalingkan pandangan.

Sial.

Ia mengira perasaan itu sudah lebih terkendali.

Ternyata tidak.

Rico tiba-tiba berkata pelan,

“Kamu tegang.”

Anela menoleh cepat.

“Apa?”

“Kamu jadi diam kalau lagi mikir terlalu banyak.”

“Sejak kapan kamu jadi ahli membaca aku?”

Rico mengangkat bahu.

“Sejak aku mulai sering melihat kamu.”

Tatapan mereka bertemu lagi.

Dan seperti biasa—

Udara di antara mereka langsung berubah.

Lebih panas.

Lebih berat.

Anela menarik napas pelan.

“Kamu harus berhenti melakukan itu.”

“Melakukan apa?”

“Menatap aku seperti itu.”

Rico sedikit mengerutkan dahi.

“Seperti apa?”

“Seperti kamu… ingin mencium aku.”

Sunyi.

Rico tidak tertawa.

Tidak menyangkal.

Ia hanya berkata pelan,

“Aku memang ingin.”

Jantung Anela langsung berdetak lebih cepat.

Ia menatap Rico tajam.

“Kita sepakat hati-hati.”

“Iya.”

“Ini bukan hati-hati.”

Rico menatapnya lama.

“Makanya aku belum melakukannya.”

Sunyi lagi.

Jarak mereka sebenarnya tidak berubah.

Tapi entah kenapa terasa semakin sempit.

Anela bisa merasakan panas tubuh Rico di sampingnya.

Dan itu membuat pikirannya semakin kacau.

Ia berdiri cepat.

“Aku harus masuk.”

Rico ikut berdiri.

“Tunggu.”

Anela menoleh.

Rico tidak menyentuhnya.

Tapi tatapannya intens.

“Satu hal.”

“Apa?”

“Kalau aku benar-benar mencium kamu sekarang…”

Ia berhenti sejenak.

“…kamu bakal nyuruh aku pergi?”

Anela tidak langsung menjawab.

Dan keheningan itu sendiri sudah menjadi jawaban yang sangat berbahaya.

Akhirnya ia berkata pelan,

“Makanya jangan dicoba.”

Rico tersenyum tipis.

Senyum yang sama seperti pertama kali mereka bertemu.

Berbahaya.

Menggoda.

Dan penuh kesabaran.

“Oke,” katanya.

“Tapi jangan salahkan aku kalau suatu hari aku kehabisan kesabaran.”

Anela memutar mata… tapi pipinya sedikit memanas.

Ia masuk ke dalam rumah.

Menutup pintu.

Namun saat bersandar di balik pintu itu, jantungnya masih berdetak keras.

Karena satu hal mulai semakin jelas sekarang—

Semakin sering Rico hadir di hidupnya…

Semakin sulit bagi Anela untuk menganggap pria itu hanya sebagai tamu yang lewat.

Dan yang lebih berbahaya lagi—

perasaan yang mereka tahan itu tidak menghilang.

Justru semakin kuat setiap kali mereka berada terlalu dekat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!