NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta Sang Dosen

Jeratan Cinta Sang Dosen

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dosen / Mengubah Takdir
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Anastasya atau biasa dipanggil Ana, seorang wanita berusia 24 tahun yang tengah mengejar gelar S1.


Pertemuan pertamanya dengan seorang laki laki membuat hidup Ana berubah. Nathaniel Francisco, seorang dosen berusia 30 tahun yang terobsesi dengan dirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Jeremy melangkahkan kakinya menuju sebuah ruangan, pagi ini sesuai dengan perintah ia diminta untuk menemui atasannya.

Jeremy berpikir jika ia akan naik jabatan, sebab ia merasa jika dirinya sudah cukup lama mengisi jabatannya sekarang.

" Permisi Pak " ucap Jeremy sambil membuka pintu ruangan

Jeremy melihat seseorang yang tengah duduk di kursi besar, namun Jeremy tak bisa melihat siapa dia karena orang tersebut membelakangi Jeremy.

" Gue udah ingetin sama lo buat berhenti ganggu Ana "

Kursi itu berputar, Jeremy nampak terkejut melihat Nathan yang duduk dikursi tersebut.

" L..Lo " ucap Jeremy gugup

" Kenapa bro ? Kaget kenapa gue yang duduk di kursi ini "

Jeremy menundukkan kepalanya, ia tak pernah menyangka harus berhadapan dengan Nathan seperti ini

" Gue pikir lo bakal berhenti buat ganggu Ana, tapi ternyata"

" Saya minta maaf Pak, saya janji akan berhenti buat ganggu Ana "

" Hapus foto Ana sekarang..!! " bentak Nathan

" Iya iya saya hapus "

Dengan tangan bergetar Jeremy mengambil ponselnya, Nathan bangun dari kursinya menghampiri Jeremy.

" Lo udah ganggu Ana, dan gue ga bakal tinggal diam " Nathan mengambil ponsel Jeremy dan melemparnya hingga ponsel itu hancur

" Ampun Pak ampun, saya janji ga akan ganggu Ana lagi pak " Jeremy bersimpuh dikaki Nathan

" Mulai detik ini lo bukan lagi karyawan di perusahaan ini, dan jangan pernah berharap perusahaan lain akan Nerima Lo Jer "

" Jangan pak jangan saya mohon jangan "

" Keluar.. !! " bentak Nathan

" Pak saya mohon pak jangan "

Nathan memanggil seseorang untuk membawa Jeremy keluar, Jeremy sudah salah orang.

Nathan tak pernah member ampun kepada orang yang melakukan kesalahan, bahkan ia tak segan untuk menghabisi nyawanya.

....

" Gue pusing banget Fit, gue ga habis pikir gitu " ucap Ana kepada sahabatnya

" Yaudah lah Na ngapain lo pusing, harusnya lo tuh bersyukur. Kalau gue jadi lo sih mending nikah sih udah "

" Ga segampang itu Fitri, Lo lupa kalau tembok gue sama dia tinggi "

" Gue sih yakin kalau Pak Nathan bakal pindah agama, udah Na lo harus Pepet terus "

" Gila lo ah, yaudah ah gue mau tidur dulu pusing banget kepala gue "

" Yaudah iya, byee "

Ana dan Fitri berbicara via telepon, selesai berbicara dengan sahabatnya itu Ana mencoba untuk tidur

" Ga engga ga bisa tidur " ucap Ana sambil mengusap wajahnya

Karena merasa jenuh di kamar, Ana pun turun kebawah untuk mencari kesibukan.

....

Sore hari pukul 5 sore, Nathan baru saja pulang ke apartemen miliknya.

Saat Nathan membuka pintu milik unitnya, tercium aroma masakan yang sangat harum.

Semakin Nathan mendekat, Nathan mendengar suara dari arah dapur.

" Indah semua cerita

Yang telah terlewati dalam satu cinta

Kita yang pernah bermimpi

Jalani semua, hanya ada kita

Namun, ternyata pada akhirnya

Tak mungkin bisa kupaksa

Restu-Nya tak berpihak pada kita

Mungkinkah aku meminta

Kisah kita selamanya?

Tak terlintas dalam benakku

Bila hariku tanpamu

Segala cara telah kucoba

Pertahankan cinta kita

Selalu kutitipkan dalam doaku

Tapi ku tak mampu melawan restu "

Nathan berjalan dengan pelan pelan, ia mendengarkan Ana kekasihnya itu tengah bernyanyi sambil memasak didapur.

" Nathan.. " ucap Ana terkejut saat tangan Nathan memeluk Ana dari belakang

" Kamu lagi masak apa ? "

" Cuma masak ayam goreng, sayur asem sama sambel aja Nat "

" Ko wangi banget, bikin laper "

" Itusih dasarnya aja kamu laper "

" Aku bantuin ya "

" Engga usah, kamu duduk aja tunggu sana "

" Yaudah iya " Nathan memberikan kecupan singkat sebelum ia pergi

Nathan menata semua masakan yang ia masak sore ini, semuanya begitu menggoda bagi Nathan ia tak sabar untuk mencicipi makanan yang Ana masak.

" Gimana skripsi kamu hari ini ? Ada kemajuan ? " tanya Nathan sambil menyendok nasi keatas piring miliknya

" Udah, tapi nanti coba kamu periksa ya "

" Loh aku kan bukan pembinanya "

" Ya biar kamu bisa perbaiki Nathan, bantu aku biar cepat selesai. Ya kan kalau aku cepet lulus biar cepet nikah juga "

" Bisa ya Na ngerayu nya "

" Ya Nat ya "

" Iya sayang, yaudah kamu makan dulu nanti kalau aku udah bersih bersih aku periksa "

" Makasih Nathan sayang "

Nathan tersenyum lebar, ia pun langsung menyantap makanan yang sudah Ana siapkan.

Makanan itu terasa nikmat untuk Nathan, berkali kali Nathan memuji masakan Ana.

....

Malam hari disaat keduanya tengah bersantai, Nathan mencoba untuk memeriksa skripsi milik Ana.

Sedangkan sang pemiliknya tengah asik berbaring sambil memainkan ponsel miliknya.

Entah sudah beberapa kali Nathan mendengar lagu yang sama dari ponsel milik Ana, bahkan sejak tadi gadis itu senyum-senyum sendiri sambil menatap ponselnya.

" Kamu nonton apa sih Na ? Ko aku dengerin lagunya ga ganti ganti ya "

" Ehh.. Resep masakan Nat "

" Oohh "

Nathan tak percaya begitu saja, dirinya yang penasaran pun mencari cara agar ia bisa tau apa yang Ana lihat.

" Na, tolong ambilin air ya sayang "

" Iya sebentar ya Nat "

Ana meletakkan ponselnya, entah Ana yang lupa mengunci layar ponselnya atau memang ia lupa.

Nathan mengambil ponsel itu, dan ia melihat jika sejak tadi Ana asik melihat vidio idolanya dari Korea.

" Baru tau resep makanan kayak gini " ucap Nathan

Ana langsung buru-buru mengambil ponselnya, ia hanya tersenyum saat Nathan menatapnya.

" Sumpah Nat mereka tuh ganteng banget "

" Na kamu lupa kalau pacar kamu ini juga ganteng "

" Tapi lebih ganteng ini sih "

" Yaudah kalau gitu sana pacaran aja sama mereka, sekalian skripsinya tuh minta kerjain "

Nathan bangun dari duduknya, ia berjalan meninggalkan Ana.

" Nat, aku bercanda Nat " Ana mencoba mengejar Nathan

Nathan pun memiliki ide sendiri untuk membalas apa yang Ana sudah lakukan malam ini

1
aroem
bagus
Athalia Karo
di perkuliahan tidak ketua kelas namanya Thor tapi disebut komting kelas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!