Gavin terpaksa menikah dengan Ayana, karena calon istrinya kabur di hari pernikahannya membawa semua barang yang seharusnya untuk acara resepsi.
Ayana merupakan asisten pribadi pilihan ibunya yang baru bekerja selama tiga bulan. Selama itu pula mereka tak pernah akur dan selalu berselisih paham. Bagaimana saat mereka menikah nanti?
Ayana sering tak ada di kamarnya setiap malam Minggu, dan Gavin mulai meras penasaran dengan jati diri Aruna. Siapakah dia sebenarnya? karena selain suka mendebatnya, Ayana juga pintar bela diri.
Bagaimana kisah Gavin dan Ayana? terus ikuti ceritanya ya kak... 😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gavin-Ayana 9
Penggantian pengantin perempuan yang paling satset di lakukan oleh mereka. Mami Tanisa memanggil semua orang butik langsung datang ke sana. Dan memilih secara langsung kebaya pengantin yang akan digunakan oleh menantunya. Mami Tanisa Tidak mau menggunakan gaun yang sudah dipilih oleh Vania sebelumnya.
Sedangkan perhiasan sudah dibelikan oleh Gavin. Untuk barang seserahan lainnya Ayana menolak, entahlah karena dia merasa pernikahan ini pasti tidak akan bertahan lama dan hanya sementara. Oleh karena itu dia tidak mau membuang uang kedua orang tua Gavin yang pada akhirnya malah akan kecewa. Tapi Mami Tanisa tak menerima alasan apapun dan tetap mempersiapkan segalanya.
Ayana yang tomboy sekarang sedang di dandani oleh MUA sedangkan Mami Tanisa masih sibuk entah menyiapakan apa lagi, karena wanita itu terlihat menjadi wanita yang paling sibuk hari ini. Sedangkan Papa Evan dan Gavin sudah berada di depan menerima tamu yang mulai berdatangan. Cakra mengurus penggantian data pengantin wanita dengan penghulu dan pihak KUA.
"Bagaimana,Cak?" tanya Gavin saat Cakra datang menghampiri mereka berdua.
"Sudah aman," jawab Cakra.
"Kenapa kamu lemas begitu? Gebetan kamu malah jadi nikah sama aku? Mau marah?" tanya Gavin menarik sebelah alisnya.
"Titip Ayana, bahagiakan dia! Walau dia pengantin pengganti, tapi kamu yang sudah memilihnya. Maka kamu harus bertanggung jawab atas pilihanmu. Tanggung jawabmu bukan hanya sekedar kepada kedua orang tua dan dirimu sendiri juga Ayana. Melainkan tanggung jawab terbesarmu adalah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa! jangan sampai kamu menyakitinya dan membuat Dia murka! Jika kamu sampai menyakiti Ayana, jangan salahkan kalau aku akan mengambilnya darimu,"jawab Cakra.
"Oke! Papi saksinya!" jawab Papi Devan menepuk bahu Cakra sedangkan Gavin memutar bola matanya melas. Dan mengira jika Cakra lebay.
MC sudah memulai acara mereka segera menuju meja tempat di adakannya acara ijab kabul. Semua tamu undangan VIP sudah menunggu di sana. Mereka semua menunggu kedatangan pengantin wanita. Karena semua both foto di hilangkan semua foto-foto prewedding mereka. Sedikit aneh, tapi mereka semua tak ada yang berani bertanya secara terang-terangan. Sehingga menunggu saat ini, kemuculan mempelai wanita yang di rahasiakan.
"Astaga, Bu Tanisa. Saya gugup sekali! Apa saya nggak jadi saja ya? Saya malu sekali keluar dengan berpakaian seperti ini? Mana ribet harus pake narik, jalan saya jadi terhambat Bu!" protes Ayana saat mencoba belajar berjalan malah sering keserimpet dan hampir terjatuh.
"Astaga! Kamu ini cantik tau! Mami tak mengira kalau kamu pada akhirnya akan menjadi menantu mami! Padahal ammai sudah sakit kepala karena kamu akan keluar dari pekerjaan kamu setelah Gavin menikah, eh sekarang malah di perpanjang seumur hidup karena kamu sekarang menjadi anak mantu Mami," kekeh Mami Tanisa yang malah terlihat lebih excited dari tadi saat Ayana di rias dia yang heboh sendiri karena wanita yang tak pernah menggunakan riasan di wajahnya itu terlihat sangat cantik dan pangling.
"Sudah ayo, sekarang saatnya kamu keluar dan acara akan segera di mulai!" ajak Mami Tanisa.
",Aduh, aku kok jadi mau pipis ya... Bisa di tunggu sebentar dulu nggak ya?" Ayana mencoba mencari alasan untuk menunda pernikahannya dengan Gavin.
"Tidak ada! Nanti pipisnya setelah acara inti selesai!" jawab Mami Tanisa menarik tangan Ayana yang akan kabur. Para MUA yang masih berada di sana terlihat menahan tawa dengan tingkah Ayana yang sedari tadi selalu mencari alasan untuk kabur. Beruntung Mami Tanisa selalu ada di sana sehingga mereka tidak kecolongan. Kalau sampai pengantin wanita kabur, maka mereka yang akan di salahkan pada akhirnya.
"Ayo, Nak! Jalan yang anggun doang, sayang. Kamu itu sangat cantik. Pasti semua orang akan sangat terpesona dengan penampilan kamu sekarang," ujar Mami Tanisa.
"Ck! Cantik apaan Bu! Ini wajah aku dempulnya banyak sekali entah berapa centi ini isinya! cantik enggak, kayak badut iya!" omel Ayana membuat Mamai Tanisa terkekeh tapi dia tetap menggandeng tangan Ayana untuk segera menuju tempat acara.
Ayana berdiri di ujung karpet merah sehingga membuat lampu sorot mengarah kepadanya. semua orang memandang ke arah lampu menunggu langkah kaki pengantin Perempuan yang membuat penasaran. Sedangkan Mami Tanisa sudah duduk di tempatnya dengan sangat cepat. Karena tak sabar ingin mengabadikan momen menantu tomboy nya berjalan dengan anggun sambil mengenakan kebaya.
Tak
Tak
Tak
Langkah kaki Ayana mulai terdengar dengan jelas. Karen suasana sangat hening. Semua orang menunggu dia dengan sangat sabar. Lampu terus menyorot pada satu arah, bukan hanya para tamu yang menunggu dengan penasaran. Namun pengantin laki-laki yang menunggu di ujung lainnya juga perasananya tak karuan menunggu kehadiran pengantin pengganti pilihannya sendiri karena iseng kepada Ayana untuk menggantikan Vania.