NovelToon NovelToon
Kronik Dewa ASURA:Jalur Penentang Takdir Season 2

Kronik Dewa ASURA:Jalur Penentang Takdir Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Epik Petualangan
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: hakim2501

Tagline:
"Ketika Pahlawan jatuh ke Neraka, dia tidak berdoa untuk diselamatkan. Dia bersiap untuk mengambil alih Tahta."

Sinopsis Cerita:

Ye Chen, sang penyelamat Alam Roh Sejati, telah membayar harga termahal demi menyelamatkan dunia dari kehancuran. Akibat memaksakan kekuatan Lima Kunci dan menahan jatuhnya Pulau Langit,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hakim2501, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Celah Hukuman Surga dan Kedatangan Dewa Fana

Rantai Penekan Dewa (God-Suppressing Chains) yang telah hancur menjadi serpihan perak masih berserakan di atas sisa-sisa kereta tahanan. Udara di sekeliling Lembah Darah Besi terasa beku, bukan karena hawa dingin dari Qi es milik Yin Xue, melainkan karena aura kematian yang memancar dari Ye Chen.

Bangkai raksasa Alpha Serigala Baja Darah masih mengepulkan uap panas. Kepala makhluk yang seharusnya kebal terhadap serangan fisik di bawah ranah Dewa Fana itu kini hancur berkeping-keping, rata dengan tanah hanya oleh satu pukulan dari Tulang Emas Gelap milik Ye Chen.

Para pengawal Klan Pedang Perak, yang beberapa saat lalu mencibir Ye Chen, kini gemetar. Senjata mereka berderik karena tangan mereka yang tidak bisa berhenti bergetar.

"Kau..." Yin Xue mundur selangkah, pedangnya masih terhunus meski ia tahu itu percuma. "Siapa kau sebenarnya?"

Ye Chen menendang bangkai Alpha Serigala dengan santai.

"Aku sudah memberitahumu namaku. Ye Chen," suaranya tenang, seolah dia baru saja menginjak seekor kecoa. "Dan kau tidak perlu tahu lebih dari itu. Fokus saja pada kesepakatan kita. Aku akan mengawalmu ke klanmu, dan kau akan memberiku identitas baru di dunia ini."

Yin Xue menggigit bibir bawahnya. Matanya yang biru es memindai Ye Chen. Pria ini tidak menggunakan Qi Dewa sedikit pun. Dia hanya menggunakan kekuatan fisik murni. Di Alam Dewa Kuno, hal itu hanya bisa berarti dua hal: dia adalah monster langka dari ras Beastkin tingkat tinggi, atau... dia telah menembus Hukum Penekan Dewa dengan tubuh fana.

"Baiklah. Kesepakatan diterima," Yin Xue akhirnya menyarungkan pedangnya. Ia menoleh ke para pengawalnya yang masih membeku. "Kumpulkan mayat yang gugur, dan potong inti dari serigala ini. Kita berangkat sekarang juga!"

Para pengawal bergerak cepat, tidak berani melirik Ye Chen. Mereka memotong Inti Baja Berdarah (Blood Steel Core) dari dada Alpha Serigala dan menyerahkannya kepada Yin Xue, yang kemudian secara mengejutkan, melemparkannya kepada Ye Chen.

"Ini milikmu," kata Yin Xue. "Itu inti dari Binatang Dewa Tingkat 1 Puncak. Di pasar, nilainya setara dengan seribu Kristal Dewa Tingkat Rendah."

Ye Chen menangkap inti itu. Batunya berat dan panas.

"Mutiara Penelan Surga..." Ye Chen membatin. Tanpa ragu, dia meremas inti itu.

ZRRRT!

Pusaran hitam kecil di telapak tangannya menyedot inti itu hingga menjadi abu. Energi Qi Dewa yang murni mengalir deras ke dalam meridiannya, mengganti sisa-sisa Qi Roh yang masih tersisa dari dunia bawah.

Dewa Fana Tingkat 1 (Awal)... Tercapai.

Ye Chen menghela napas panjang. Asap putih tipis keluar dari mulutnya, memancarkan hawa panas yang menyilaukan. Akhirnya, dia berhasil mengkonversi tubuhnya ke sistem kekuatan Alam Dewa. Dia bukan lagi "semut" yang bisa dihancurkan oleh tekanan atmosfer.

Yin Xue terbelalak melihat Ye Chen menyerap inti itu secara langsung tanpa proses alkimia. "Kau menyerapnya mentah-mentah?! Itu bisa menghancurkan meridianmu!"

"Meridianku lebih keras dari dugaanmu, Nona Yin," Ye Chen tersenyum tipis. "Ayo. Tunjukkan jalan ke klanmu."

Tiga Hari Kemudian. Kota Pedang Perak (Silver Sword City).

Kota ini terletak di lereng Gunung Es Perak. Berbeda dengan kota-kota di dunia bawah, bangunan di sini terbuat dari batu kristal putih yang memantulkan cahaya matahari, membuatnya tampak seperti kota yang terbuat dari es abadi. Tembok kotanya diukir dengan ribuan formasi pedang yang memancarkan niat membunuh yang tajam.

Kereta kencana Yin Xue (yang telah diperbaiki seadanya) memasuki gerbang kota tanpa hambatan. Sebagai Nona Muda Kedua dari Klan Pedang Perak, Yin Xue sangat dihormati di sini.

"Ini kota klanmu?" Ye Chen melihat ke luar jendela kereta.

"Ya. Klan Pedang Perak adalah penguasa absolut di wilayah utara Kekaisaran Langit Berkabut (Misty Sky Empire)," jelas Yin Xue. Nada bicaranya telah berubah, tidak lagi arogan, melainkan lebih seperti partner bisnis. "Tapi situasinya sedang tidak baik."

"Masalah internal?" tebak Ye Chen.

Yin Xue menghela napas panjang. "Kakak perempuanku, Nona Muda Pertama, sedang sakit parah karena Kutukan Jiwa Beku. Jika dia tidak segera sembuh, posisinya sebagai pewaris klan akan direbut oleh paman kami yang licik. Dan aku... aku tidak cukup kuat untuk melindunginya."

"Jadi kau pergi ke Hutan Hukuman Surga untuk mencari obat?"

"Aku mencari Bunga Teratai Api Ilahi, tapi aku malah hampir mati oleh serigala-serigala itu," Yin Xue menunduk.

Ye Chen terdiam. Bunga Teratai Api Ilahi?

Di dalam Lautan Kesadaran-nya, Ye Chen teringat pada Api Inti Bumi Ungu yang masih tersimpan di dalam tubuhnya, dan sisa-sisa energi Panah Matahari.

"Mungkin aku bisa membantu," kata Ye Chen tiba-tiba.

Yin Xue menoleh dengan cepat. "Kau mengerti ilmu penyembuhan?"

"Aku tidak mengerti obat-obatan. Tapi aku tahu cara membakar racun dan kutukan," Ye Chen menatap Yin Xue lekat-lekat. "Sebagai gantinya, selain identitas, aku butuh akses ke perpustakaan klanmu. Aku perlu mencari informasi tentang Tanah Suci Kunlun."

"Kunlun?" Yin Xue tersentak. "Itu adalah salah satu dari Tujuh Tanah Suci di Alam Dewa Kuno! Lokasinya sangat jauh, di Pusat Benua Dewa. Tapi... baiklah! Jika kau bisa menyembuhkan kakakku, seluruh sumber daya klan ini akan terbuka untukmu."

Kereta mereka berhenti di depan gerbang raksasa Kediaman Klan Pedang Perak.

Namun, sebelum mereka bisa turun, sebuah suara sinis menyapa dari luar.

"Wah, wah. Lihat siapa yang kembali. Nona Muda Kedua kita yang bodoh, pulang dengan tangan kosong."

Seorang pria muda berpakaian sutra biru es berjalan mendekat, dikawal oleh selusin penjaga tingkat Dewa Fana. Dia memegang kipas giok dan menatap Yin Xue dengan senyum meremehkan.

"Paman Yin Hao," Yin Xue menggertakkan gigi.

"Kau tidak membawa Teratai Api, kan? Kalau begitu, kakakmu akan mati malam ini. Dan besok, akulah yang akan menjadi Kepala Klan," Yin Hao tertawa puas.

Lalu, mata Yin Hao beralih ke arah Ye Chen yang baru saja melangkah turun dari kereta.

"Dan siapa pengemis ini? Yin Xue, kau membawa pulang sampah ke kediaman kita?"

Ye Chen menepuk debu dari jubahnya yang kusam. Dia menatap Yin Hao dengan tatapan yang sama seperti dia menatap serigala di hutan: Mangsa.

"Namaku Ye Chen," kata Ye Chen pelan, tapi suaranya bergema menembus angin dingin. "Dan aku benci orang yang terlalu banyak bicara."

Yin Hao mengernyit. "Kau berani?! Penjaga! Potong lidahnya dan lempar ke anjing!"

Para penjaga Klan Pedang Perak menghunus pedang mereka, aura Dewa Fana Tingkat 2 meledak.

Ye Chen tidak menggunakan pedangnya. Dia hanya menyentuh Cincin Awan Putih di jarinya, bersiap untuk menguji seberapa besar kekuatan Qi Dewa yang baru saja dia peroleh di dunia ini.

"Mari kita lihat apakah pedang kalian lebih keras dari gigi serigala," Ye Chen menyeringai tipis.

Pertarungan pertama Ye Chen di dalam peradaban Alam Dewa Kuno akan segera meledak.

(Akhir Bab 25)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!