NovelToon NovelToon
Warisan Mutiara Hitam 4

Warisan Mutiara Hitam 4

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:59.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Kokop Gann

(WARISAN MUTIARA HITAM SEASON 4)

Chen Kai kini telah menapakkan kaki di Sembilan Surga, namun kisahnya di Alam Bawah belum sepenuhnya usai. Ia mempercayakan Wilayah Selatan ke tangan Chen Ling, Zhuge Ming, dan Gui. Sepuluh ribu prajurit elit yang berhutang nyawa padanya kini berdiri tegak sebagai benteng yang tak tergoyahkan.

Sebuah petualangan baru telah menanti. Sembilan Surga bukanlah surga penuh kedamaian seperti bayangan orang awam; itu adalah medan perang kuno para Kaisar Agung, tempat di mana Mutiara Hitam menjadi incaran seluruh Dewa.

Di Sembilan Surga, hukum duniawi tak lagi berlaku. Di sana, yang berkuasa hanyalah Kehendak Mutlak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jalan Setapak di Atas Awan

Meninggalkan Celah Bintang Jatuh terasa seperti melangkah keluar dari rahim bumi menuju dunia yang tak berujung. Kabut esensi yang tadinya pekat perlahan menipis, menyingkap bentang alam Surga Hampa yang melampaui imajinasi manusia bawah. Di depan Chen Kai, sebuah jalan setapak yang terbuat dari kristal transparan membentang luas, melayang di atas samudera awan yang berpendar keemasan.

Ini bukan sekadar jalan; ini adalah Nadi Angin, jalur stabil yang diciptakan oleh para penguasa Surga Pertama untuk menghubungkan pemukiman-pemukiman terpencil dengan kota-kota besar.

"Berhati-hatilah, Tuan," bisik Ah-Gou, yang kini berjalan dengan langkah lebih tegak meskipun matanya tetap waspada. "Nadi Angin adalah wilayah netral, tapi ia juga tempat para 'Pemuja Sayap' mencari mangsa. Jika mereka melihat seseorang tanpa lencana, mereka tidak akan ragu untuk menjerat jiwa kita."

Chen Kai mengangguk. Rambut peraknya kini ia ikat dengan seutas tali kain sederhana, sementara jubahnya yang robek telah ia rapikan menggunakan sedikit Hukum Ruang untuk menjahit serat-seratnya kembali. Meski penampilannya masih terlihat seperti pengembara miskin, sorot matanya yang tenang dan auranya yang padat memberikan kesan seorang ahli yang sedang menyamar.

"Nak, perhatikan pola awan di sebelah kiri," suara Kaisar Yao bergema dari dalam Mutiara Hitam. "Awan itu tidak bergerak mengikuti angin. Ada formasi pengintai yang tertanam di sana. Jaring Takdir tidak hanya ada di kota; para Kaisar memiliki 'Mata' di sepanjang jalur transportasi utama."

Chen Kai melirik sekilas ke arah yang ditunjuk Yao. Benar saja, ada distorsi halus di udara—sebuah lensa energi yang terus menerus memindai siapa pun yang melintas.

"Ah-Gou," panggil Chen Kai pelan. "Bagaimana para penduduk di sini menghindari pemindaian Jaring Takdir jika mereka membawa barang-barang terlarang?"

Ah-Gou tersenyum kecut. "Mereka tidak menghindarinya, Tuan. Mereka menyuapnya. Setiap lensa pengintai dikelola oleh klan lokal yang laporannya bisa 'disesuaikan' dengan kepingan Pasir Dao yang cukup. Tapi bagi kita yang tidak punya apa-apa... kita hanya bisa berharap mereka tidak tertarik pada sampah."

Tiba-tiba, dari arah belakang mereka, terdengar suara dengung rendah yang semakin keras. Sebuah bayangan besar meluncur cepat di atas Nadi Angin.

WUSH!

Sebuah kereta terbang yang ditarik oleh empat ekor Burung Elang Langit bersayap perak melesat melewati mereka, menciptakan gelombang angin yang cukup kuat untuk melempar orang biasa jatuh ke jurang awan. Kereta itu terbuat dari kayu dewa berwarna putih, dengan tirai sutra yang memancarkan aroma bunga melati yang sangat mahal.

Di belakang kereta itu, belasan pengawal yang menunggangi papan terbang kayu esensi mengikuti dalam formasi yang ketat. Salah satu pengawal, seorang pemuda dengan zirah perak mengkilap, melirik ke arah Chen Kai dan Ah-Gou dengan tatapan penuh penghinaan saat mereka melewatinya.

"Hanya debu jalanan," gumam pengawal itu, suaranya terbawa angin namun tertangkap jelas oleh indra Chen Kai yang kini sangat tajam.

"Itu adalah rombongan Keluarga Yun," bisik Ah-Gou setelah rombongan itu menjauh. "Mereka penguasa sektor perdagangan di Kota Awan Putih. Kekayaan mereka bisa membangun sepuluh pemukiman."

"Kekayaan yang dibangun di atas punggung para Pendaki," sahut Chen Kai dingin. "Ayo. Jangan tertinggal."

Setelah berjalan selama beberapa jam, mereka sampai di sebuah tempat yang menyerupai 'Rest Area'—sebuah pulau kecil yang tertancap di sisi Nadi Angin, dipenuhi oleh kedai-kedai sederhana dan pos pengisian energi bagi para pengelana.

Tempat ini disebut Paviliun Angin Istirahat.

"Kita butuh informasi lebih detail tentang Kota Awan Putih," kata Chen Kai, menatap kerumunan orang yang terdiri dari berbagai ras dan tingkatan kultivasi. "Dan mungkin... sebuah peta yang tidak dibuat oleh pemulung."

Mereka masuk ke sebuah kedai yang berbau arak buah dan rempah-rempah tajam. Kedai itu ramai oleh para kuli dan tentara bayaran tingkat rendah. Chen Kai duduk di pojok, sementara Ah-Gou pergi ke konter untuk memesan air.

"Chen Kai, lihat pria di sudut kanan depan," instruksi Yao. "Dia mengenakan jubah Alkemis kasta rendah yang sudah kusam, tapi jarinya terus menerus mengetuk meja dalam ritme 'Sutra Pemurnian Jiwa'. Dia bukan penduduk asli. Dia seorang pelarian."

Chen Kai memperhatikan pria itu. Benar, gerakan tangannya menunjukkan disiplin mental yang sangat tinggi, kontras dengan wajahnya yang tampak lelah dan pakaiannya yang penuh noda tanah.

Chen Kai berdiri dan menghampiri meja pria tersebut.

"Ritme yang bagus," kata Chen Kai pelan, duduk di hadapan pria itu tanpa diminta. "Tapi ketukan ketiga pada aliran meridianmu sedikit terlambat. Jika kau meneruskannya, kau akan mengalami serangan balik energi dalam sepuluh napas."

Pria itu tersentak. Matanya yang tadinya layu mendadak berkilat tajam, menatap Chen Kai dengan ngeri. "Siapa kau?! Bagaimana kau tahu—"

"Aku hanya seorang pengembara yang tidak suka melihat bakat terbuang sia-sia di tempat seperti ini," jawab Chen Kai, menuangkan air ke cangkir kosong di depan pria itu menggunakan sedikit kontrol esensi yang sangat halus.

Pria itu menelan ludah. Ia menyadari bahwa pemuda di depannya ini bukanlah orang sembarangan. "Namaku Mo Yan. Aku dulu seorang alkemis magang di Surga Kedua... sebelum 'insiden' itu."

Chen Kai menyipitkan mata. "Insiden apa?"

Mo Yan melihat sekeliling dengan paranoid sebelum berbisik, "Pembersihan. Para Kaisar mulai mencari sesuatu... sebuah objek yang jatuh dari Dinding Langit. Mereka membunuh siapa pun yang memiliki pengetahuan tentang artefak kuno di sektor kami. Aku berhasil lari ke sini, tapi jiwaku terluka."

Chen Kai merasakan jantungnya berdetak sedikit lebih kencang. Objek yang jatuh. Mereka mencari Mutiara Hitam.

"Katakan padaku tentang Kota Awan Putih," perintah Chen Kai. "Dan di mana tempat terbaik untuk mencari 'bahan' yang bisa menyembuhkan luka jiwamu tanpa memancing perhatian Jaring Takdir."

Mo Yan menatap Chen Kai lama, seolah sedang menimbang apakah ia bisa mempercayai orang asing ini. "Kau ingin masuk ke sarang serigala? Awan Putih adalah pusat administratif Jaring Takdir di wilayah ini. Tapi jika kau benar-benar ingin masuk tanpa terdeteksi... kau harus mencari Penjual Bayangan di Distrik Bawah."

"Dan sebagai ganti informasi ini..." Mo Yan menggenggam tangan Chen Kai, suaranya gemetar. "Tolong... bantu aku menyembuhkan luka jiwaku. Aku tidak ingin mati di tempat sampah ini."

Chen Kai menatap tangan Mo Yan, lalu menatap uban perak di pelipisnya sendiri.

"Kesepakatan tercapai," ucap Chen Kai.

Langkah kedua dalam penaklukan Surga Hampa kini memiliki pemandu baru. Sang Raja Hitam tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik, ia membutuhkan pengetahuan tentang bagaimana sistem ini bekerja untuk menghancurkannya dari dalam.

1
MyOne
Ⓜ️🤜🏻💥🤛🏻Ⓜ️
Cak Rokim Dakas
jangan lama² nyambungnya Thor ..
Dobi Papa Sejati
✔️
nyoman suta wirawan
mantap
Wahyu Roro Ireng.
aku suka banget alur ceritanya ,ya walau terkadang penulisan nama aktor keliru ,iru wajar..

dan semoga kedepannya lebih bagus lagi
Sibungas
mantab
MF
💪/Drowsy/💪💪💪💪💪
Dian Purnomo
tetap setia sampai akhir thor
Dian Purnomo
up.. lanjutkan thor semangat💪💪💪
Jojo Firdaus
💪💪💪
jaka saba jati
/Bomb//Bomb//Bomb/
Jeffie Firmansyah
hadeuhhh .... jd ikutan sesek bacanya... seolah q ,jd ikutan perang
Kai.... sikat semua dewa2 palsu nya
BTW.... pasti dewa2 Asli nya jadi tahanan mereka ya ?.......... 💪💪💪💪
rosidi didi
keren
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Taklukkan 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
🔥🌽🔥🦀🔥🦑Hentooopz
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
saniscara patriawuha.
gassssd...
Eka Haslinda
besok lagi.. 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!