NovelToon NovelToon
Glitz And Glamour

Glitz And Glamour

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Duniahiburan / Percintaan Konglomerat / Fantasi Wanita / Berondong / Playboy / Tamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di jagat hiburan, nama Leonard Abelano bukan sekadar aktor, dia adalah jaminan rating. Setiap drama yang dibintanginya pasti menyentuh angka dua digit. Leo, begitu publik memanggilnya, punya segalanya: struktur wajah yang dipahat sempurna, status pewaris takhta bisnis Abelano Group, dan sebuah reputasi yang membuatnya dijuluki "Duta Kokop Nasional."

Bagi penonton, cara Leo mencium lawan mainnya adalah seni. Namun bagi Claire Odette Aimo, itu adalah ancaman kesehatan masyarakat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehebohan di Jagat Maya

Berita tentang syuting di London itu meledak seperti bom di media sosial. Foto-foto paparazzi dan potongan klip dari kejauhan saat adegan ciuman di bawah hujan itu tersebar luas.

Tagar #LeoClaireLondon langsung memuncaki trending topic dunia.

Di dalam mobil mewah yang membawanya menuju lokasi syuting berikutnya, Leo sedang bersandar santai sambil menggulir layar tabletnya. Ia membuka salah satu forum penggemar terbesar dan mulai membaca komentar-komentar yang masuk.

@LeoLovers_Indo: "Ya ampun, akhirnya Claire kena juga! Siapkan mental ya Claire, bibirmu nggak akan selamat dari Duta Kokop kita!"

@NetizenJulid: "Prediksiku setelah syuting ini selesai: Bibir Claire bakal jentol atau minimal bengkak 3 hari. Lihat saja cara Leo menatapnya, itu bukan tatapan akting, itu tatapan laper!"

@DramaQueen: "Gue penasaran, apa Claire masih bisa bersikap dingin setelah disedot pake tenaga vacuum cleaner sama Leo? Wkwkwk."

@AbelanoEmpire: "Rating pasti pecah! Claire yang kaku ketemu Leo yang agresif. Rest in peace, bibir Claire!"

@BritishIndo_Fans: "Gila sih, Leo beneran nggak kasih napas buat Claire! Claire yang biasanya jaim langsung pasrah gitu."

@Netizen62: "Kasihan Claire, aset berharga keluarga Aimo beneran mau disedot Leo. Gue berani taruhan, habis syuting bibir Claire bakal jentol saking semangatnya Leo nge-kokop!"

@LondonDiary: "Leo Abelano kalau udah mode 'Vacuum Cleaner' emang nggak ada lawan. Siap-siap aja Claire, stok lipstikmu bakal habis buat nutupin bekasnya!"

@NetizenNYC: "Hahaha, siapkan asuransi untuk bibir Claire! Fans memprediksi bibir Claire bakal jentol kena jurus 'vacuum' Leo. Aset Aimo Group sedang dalam bahaya!"

@Abelano_Empire: "Leo kalau udah mode 'Duta Kokop' emang nggak ada lawan. Kasihan Claire, pulang-pulang ke NY bibirnya bakal bengkak!"

Leo tidak bisa menahan tawa kecilnya. Ia menyentuh bibir bawahnya sendiri, teringat betapa lembutnya bibir Claire yang selama ini dijaga ketat itu. Komentar tentang "bibir jentol" dan "tenaga vacuum cleaner" membuatnya terhibur.

"Bibir jentol, ya?" gumam Leo dengan senyum tipis yang penuh arti.

Ia membayangkan wajah Claire saat ini. Pasti wanita itu sedang meledak marah, atau mungkin sedang bersembunyi di balik selimut karena malu luar biasa.

Claire sedang berada di puncak emosinya. Ia melempar ponselnya ke atas kasur setelah membaca judul berita utama: "Claire Odette, Korban Terbaru Sang Duta Kokop? Fans Khawatirkan Keselamatan Bibir Sang Aktris."

"Siska! Lihat ini!" teriak Claire frustrasi. "Mereka pikir aku ini apa? Karpet yang mau dibersihkan? Dan apa-apaan ini, 'bibir jentol'? Reputasiku sebagai aktris berkelas hancur dalam satu malam!"

Siska hanya bisa meringis sambil merapikan baju-baju Claire.

"Tapi Claire, sejujurnya... adegan kemarin itu tidak terlihat seperti kamu sedang disedot. Kalian berdua terlihat sangat... romantis. Bahkan fans banyak yang memuji chemistry kalian."

"Tetap saja!" Claire berjalan mondar-mandir. "Leo pasti sengaja membiarkan rumor ini berkembang. Dia pasti sangat menikmati ejekan fans itu."

Tiba-tiba, ponsel Claire bergetar. Sebuah notifikasi pesan masuk dari nomor yang sangat ia kenal.

Leo Abelano: > Sudah baca berita hari ini? Fans-fansku sangat perhatian padamu, Odette. Mereka khawatir bibirmu 'jentol'.

Mau aku bawakan kompres es ke kamarmu? Atau mau aku buktikan kalau ramalan mereka... bisa saja jadi kenyataan di adegan berikutnya? ;)

Claire berteriak tanpa suara, wajahnya kembali memerah padam. Ia benar-benar ingin melempar Leo dari atas jembatan London Bridge saat ini juga.

Syuting hari ini mengambil latar di sebuah perpustakaan tua yang megah di London. Saat jeda istirahat, suasana sangat tenang, hanya terdengar suara kru yang berbisik. Claire sedang duduk membaca naskahnya saat ia merasakan sepasang mata lagi lagi memperhatikannya.

Ia mendongak dan menemukan Leo berdiri bersandar di rak buku kayu ek yang tinggi. Leo mengenakan sweter turtleneck hitam yang membuatnya terlihat sangat matang.

Namun, ekspresinya sama sekali tidak serius.

Leo menatap Claire dengan pandangan yang sulit diartikan tatapan dalam yang seolah sedang menelanjangi pertahanan Claire. Sambil menatap mata Claire, Leo perlahan melet-meletkan bibir bawahnya,

membasahinya dengan gerakan sensual yang sangat provokatif.

Claire merasakan panas menjalar ke pipinya. Ia menutup naskahnya dengan kasar dan berdiri.

"Bisa berhenti bertingkah menjijikkan seperti itu, Leo?" desis Claire dengan tatapan sinis. "Kamu pikir itu keren? Kamu terlihat seperti remaja puber."

Leo tidak bergerak sedikit pun. Ia hanya memberikan senyum tipis yang mematikan.

"Remaja puber? Aku hanya memastikan bibirku siap untuk adegan berikutnya. Kenapa? Kamu takut ramalan netizen soal bibir jentol itu jadi kenyataan?"

Claire melangkah maju, menatap Leo dengan penuh kebencian yang dibuat-buat.

"Dengar ya, Abelano. Kita mungkin sama-sama dari New York, tapi level kita berbeda. Aku tidak suka pria di bawah umur. Kamu setahun di bawahku, dan selera serta caramu bertindak itu sangat kekanak-kanakan. Bukan tipeku sama sekali."

Claire mendekat mencondongkan tubuhnya, suaranya merendah namun penuh penghinaan. "Kamu itu cuma tahu ciuman saja. Tidak ada isi, tidak ada rasa. Hanya teknik 'sedot' yang memalukan. Jangan harap aku akan terkesan."

​Leo tidak membalas dengan kemarahan. Ia justru menegakkan tubuhnya, membuat Claire harus sedikit mendongak. Ia mencondongkan wajahnya, hingga hidung mereka hampir bersentuhan.

​"Kalau memang tidak ada rasa," bisik Leo dengan suara serak yang menggoda, "kenapa kemarin tanganmu meremas kemejaku kuat-kuat, Claire? Dan kalau kamu bilang aku cuma tahu ciuman..."

​Leo kembali melakukan gerakan menjilat bibir bawahnya sekilas, sangat dekat di depan mata Claire.

​"...mungkin aku harus belajar teknik baru untuk membuatmu berhenti memanggilku bocah."

​Claire terpaku, lidahnya mendadak kelu. Ia benci bagaimana jantungnya berkhianat setiap kali Leo bersikap seperti itu. Tanpa kata, ia berbalik pergi dengan langkah cepat, sementara Leo hanya memandangi punggungnya sambil tersenyum puas.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰😍🥰

1
Retno Isusiloningtyas
happy ever after
Retno Isusiloningtyas
aku kok blm nerima undangannya yaaa🤭
ros 🍂: Ntar dikirimin ya kak undangannya 🤣
total 1 replies
Retno Isusiloningtyas
wow...
keren....
Retno Isusiloningtyas
seruuuuuu👍
Retno Isusiloningtyas
😍
Sweet Girl
Buktikan. Claire... dr pada mati penasaran.
Sweet Girl
Bwahahaha dibilang Duta Kokop.🤣
sasip
ngeri loh kalimat pernyataan leo: "satu²nya skenario yg ingin dipelajari sampe mati".. mantab jiwa.. 👍🏻🫣😉🤭😅
sasip
enggak nyangka ei.. novel sebagus ini masih sepi pembaca.. sy yg awalnya cuma iseng mampir gegara liat cover yg provokatif pun terhipnotis & kepengen baca terus, tapi sempetin mampir deh buat memberi semangat othor keren.. 👍🏻 TOP pake banged.. lanjut ya thor.. 🫶🏻💪🏻🫰🏻
ros 🍂: Ma'aciww sudah mampirr😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!