NovelToon NovelToon
Universe Network

Universe Network

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Zombie / Fantasi
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Candra S

Beberapa bulan setelah Leon lulus dari SMA, gurunya menawarkan Leon untuk bekerja di villa sang guru. Setahun setelah itu, Leon berhasil menembus tahap pemurnian qi level satu, dan secara resmi dijadikan murid oleh sang guru. Pada malam peresmian murid, gurunya memberikan sebuah bola hitam misterius kepada Leon. Keesokan harinya, kehidupan Leon mulai berubah secara drastis!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candra S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengalahkan Pengganggu

"Apakah kamu yakin melakukannya sendiri, Leon? Aku juga dapat membantumu."

Duduk di kursi depan, Joe membuka suaranya. Mobil itu baru saja meninggalkan area gedung. Dan benar saja, ada dua mobil yang mengintai mereka dari jarak aman.

"Jangan khawatir, lakukan saja seperti yang sudah kita rencanakan."

Mereka tidak menuju lokasi tempat tinggal Robenyo, melainkan menggiring mobil yang mengintai keluar dari daerah perkotaan.

Tepat ketika mobil berada di lokasi persawahan dengan hanya satu jalan yang cukup kecil lurus memanjang jauh ke depan, salah satu mobil pengintai masuk dari sisi kanan mobil Robenyo dan melakukan pengereman untuk mencegatnya.

Karena jalan tersebut hanya cukup untuk dilalui dua mobil secara bersamaan, mobil Robenyo hanya bisa berhenti ketika ada dua mobil yang mengapit dari arah depan dan belakang.

Bersamaan dengan orang-orang itu keluar dari mobil, Leon juga keluar sebelum mereka dapat membahayakan yang lain.

"Hati-hati Leon!"

Ada total tujuh orang yang keluar dari dalam kedua mobil tersebut, empat dari depan, dan tiga dari belakang.

Dua pria menodongkan pistol ke arah Leon, dan tiga pria lagi menodongkan pistol ke arah mobil Robenyo, berhati-hati jika terjadi serangan mendadak.

Di belakang lima pria bersenjata itu, dua orang bertepuk tangan sambil berjalan santai menuju Leon.

"Sungguh pengganggu yang bodoh. Apakah kamu mengingatku?"

Salah satu diantara dua pria yang berjalan mulai berbicara dengan seringai di wajahnya.

"Kamu adalah penjahat kelamin dan juga orang miskin yang ingin mendapatkan lukisan terkutuk."

Leon tersenyum tenang. Hinaan yang dia lontarkan langsung menenggelamkan wajah pria tersebut.

Ketika layar besar menampilkan tampilan Leon dan pria itu, tentu saja Leon juga mengenal pria tersebut. Jika pria itu dapat mengenali Leon, mengapa Leon tidak?

"Apakah kamu tidak melihat situasimu saat ini?"

"Apakah kamu juga seorang kultivator?"

"Tentu saja. Tapi apa yang dapat kita lakukan terhadap senjata api?"

Leon mendesah lega. Jika pria tersebut berkata seperti itu, maka kultivasinya pasti cukup rendah.

"Apakah tidak ada jalan lain?"

Leon bertanya untuk memastikan pilihannya.

"Tentu saja ada. Berikan lukisan terkutuk itu padaku. Kemudian nanti, hubungi keempat gadis sebelumnya dan bawa mereka ke dalam kamarku."

Pria disebelahnya ikut menyeringai. Dia adalah saudara seperguruan pria penjahat kelamin.

Sementara pria itu merupakan salah satu yang terbaik di sekte, yang mampu mencapai level dua tahap pemurnian qi, saudara seperguruannya merupakan seorang jenius di level empat tahap pemurnian qi.

"Hah.... Sepertinya tidak ada pilihan lain."

Leon mendesah kecewa setelah mendengar tuntutan pria tersebut.

"Kamu sangat cepat menyerah. Benar-benar seorang pecundang!"

"Diam bodoh. Maksudku adalah tidak ada pilihan lain selain menyingkirkan kalian semua."

Seringai di wajah pria itu tenggelam. Kemudian dia berteriak kepada dua orang yang mengarahkan pistol pada Leon.

"Lumpuhkan kedua kakinya!"

Bang!

Bang!

Leon masih berdiri diam di tempatnya. Kemudian dia bertanya kepada pria tersebut.

"Jadi, apakah kultivator benar-benar tidak dapat menahan peluru?"

"Ti-tidak mungkin. Incar kepalanya! Kalian bertiga, tembakkan pistol kalian ke orang ini juga!"

Bang!

Bang!

Bang!

Tembakan demi tembakan dihujani ke tubuh Leon. Tapi semua peluru itu seolah menabrak dinding yang tidak tertembus.

Leon hanya berdiri diam membiarkan tembakan mereka terus mengenainya. Dia sengaja melakukannya untuk memberikan rasa takut dan penyesalan sebelum musuh-musuhnya menghadapi kematian mereka masing-masing.

"Apakah kamu sudah selesai? Jika ya, maka selanjutnya adalah giliranku."

Meskipun kultivasi Leon masih berada pada level kelima, kekuatannya telah meningkat secara signifikan.

Dengan menggunakan teknik kultivasi yin-yang, dia hanya berkultivasi untuk mengisi energi baterai sistem selama satu bulan terakhir ini. Karena itu, konstitusi akar spiritual, titik meridian, dan saluran mananya telah berkembang menjadi jauh lebih baik.

Shiiing....

Sebuah pedang muncul di tangan Leon. Kemudian dia menarik pedang tersebut, dan sarung pedang itu menghilang lagi di udara.

Tubuh Leon tiba-tiba menghilang dalam pandangan manusia normal. Namun bahkan bagi dua kultivator yang sejak tadi sudah gemetar, mereka hanya bisa melihat pergerakan Leon secara sekilas!

Slash....

Slash....

Slash....

Lima kepala jatuh. Tubuh mereka masih mengarahkan pistol ke lokasi Leon berdiri sebelumnya. Ini adalah semacam bentuk belas kasihan Leon. Dia memberikan kematian cepat kepada mereka berlima karena mungkin mereka hanya dipekerjakan oleh dua orang ini.

Meskipun begitu, karena kelimanya sudah berniat untuk membunuh Leon, Leon juga tidak akan segan untuk membunuh mereka.

Wooosh....

Leon mengayunkan pedang untuk membersihkan darah dari bilah pedangnya. Kemudian dia berjalan dengan santai menuju mereka berdua.

"Sekarang, siapa yang tidak sadar dengan situasinya?"

Seringai di wajah Leon semakin memperparah gemetaran kedua kultivator itu.

"Kamu... Kamu... Jika kamu membunuh kami, perguruan kami akan memburumu sebagai gantinya!"

Pria di sebelah kiri, yang memiliki kultivasi lebih rendah, mengancam Leon dengan membawa nama sekte mereka.

Slash....

Slash....

""Ahhhh....."

Leon menebas kaki kiri masing-masing kedua kultivator agar mereka tidak melarikan diri.

"Dan bagaimana cara mereka tahu bahwa akulah yang membunuh kalian?"

Kedua kultivator itu berguling-guling di atas jalan. Mereka tahu bahwa itu tidak lebih dari sebuah ancaman kosong. Karena itu, pria yang dianggap sebagai kultivator jenius di dalam sekte mulai memohon.

"To-tolong ampuni nyawaku. Aku hanya bercanda sebelumnya."

"Bercanda dengan menembakkan pistol padaku?"

Leon memberikan tendangan pada dada pria tersebut. Kemudian dia menoleh ke pria lain dan bertanya.

"Apa nama perguruan tempat kalian berlatih?"

"Kamu baji...."

Slash....

Kini, hanya pria penjahat kelamin saja yang masih hidup.

"Jika kamu memberitahu nama perguruan kalian, aku akan pergi ke tempat itu. Siapa tahu, ada orang-orang di sana yang bisa mengalahkanku dan membalaskan dendam untukmu."

"Be-benar... Itu benar... Mereka akan membunuhmu! Namanya adalah perguruan tubuh emas."

Dengan rasa takut yang memuncak, pria itu kehilangan sedikit akal sehatnya dan benar-benar mendengarkan perkataan Leon.

"Dimana lokasi perguruan tubuh emas ini?"

"Itu berada di gunung tanah kuning!"

Leon mengeluarkan ponselnya dan mencari keberadaan gunung tanah kuning. Lokasinya menunjukkan bahwa itu berada di Jawa Barat. Dia tidak mengira pria ini berasal dari provinsi yang sama dengannya. Karena sudah memiliki jawaban yang dibutuhkan, Leon langsung membunuh pria tersebut.

Tidak lama kemudian, bukti yang tersisa di tempat kejadian hanyalah bekas darah di atas rerumputan dan jalan raya. Karena Leon memiliki puluhan galon air minum di dalam inventory, Leon mengeluarkan galon satu demi satu dan menuangkan isinya untuk menyebarkan bekas darah yang terlihat.

Setelah memasuki mobil, Robenyo mulai berbicara dengan hati-hati.

"Leon, kamu terlihat sangat berbeda dari apa yang terlihat di permukaan."

"Itu bukanlah penutup pak Robenyo, karena aku bukanlah pembunuh berdarah dingin. Jika mereka tidak berniat membunuhku, aku juga tidak akan membunuh mereka tanpa alasan. Jadi, kuharap pak Robenyo dan yang lain bisa bersikap biasa sama seperti sebelumnya."

"Tentu saja! Bukannya aku belum pernah membunuh orang lain. Meskipun itu dengan tangan orang-orangku, aku juga pernah melakukannya. Jadi kamu tidak perlu khawatir. Aku hanya terkejut melihat kekuatan sejatimu saja."

Robenyo tersenyum dan mengangguk. Kemudian, Joe juga menambahkan setelah Robenyo selesai berbicara.

"Aku juga terkejut melihat kekuatanmu Leon. Bahkan selama menjadi tentara bayaran, aku belum pernah melihat orang sekuat dirimu sebelumnya."

"Benarkah?"

"Yahhh... Bukannya aku tahu apakah ada kultivator lain di pihak musuh. Karena dihadapan senjata api, tidak ada orang yang berhasil bertahan!"

Leon mengangguk paham. Sebenarnya tubuhnya sendiri hanya sedikit lebih kuat dibandingkan manusia biasa. Namun dengan teknik full body armor, dia dapat benar-benar mengabaikan peluru.

Sebelumnya, dia hanya bisa mengaktifkan full body armor selama satu jam sebelum kehabisan energi. Namun setelah pengembangan konstitusinya selama sebulan terakhir, dia dapat mengaktifkan full body armor selama lima atau enam jam.

Lalu bagaimana dengan kultivator lain? Jika itu adalah kultivator yang barusan Leon bunuh, tanpa teknik apapun, mereka hanya bisa mengedarkan energi keluar tubuh untuk sedikit mengganggu jalur peluru yang ditembakkan!

Kemudian berapa lama mereka dapat melakukannya sebelum kehabisan energi? Satu menit? Lima menit? Bahkan pria sebelumnya hanya bisa melakukanya selama belasan menit!

1
Jujun Adnin
ok
Jujun Adnin
yang banyak
Jujun Adnin
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!