NovelToon NovelToon
Demi Anakku, Aku Akan Merebut Cinta Suamiku

Demi Anakku, Aku Akan Merebut Cinta Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Romansa Fantasi
Popularitas:24k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Nadine, seorang gadis belia harus menikah muda karena sebuah insiden, kehidupan yang sederhana dengan sang suami membuatnya bahagia , Nadine tidak mau tahu tentang kehidupan suaminya, yang ternyata seorang CEO yang kabur dari keluarga nya karena akan di jodohkan. namun kejadian tragis menimpanya, pasangan suami istri itu kecelakaan, sang suami di bawa pergi oleh mata-mata dari keluarga nya, lalu Amnesia, sedangkan Nadine koma saat melahirkan putra pertama mereka sampai usia putranya empat tahun,

Assalamualaikum....
Yuh... ikuti kisah selanjutnya....
Nadine yang sudah sadar dan berusaha mencari sang suami yang ternyata Amnesia

mohon dukungannya para pembaca...
terimakasih 🥰🥰🥰🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 35

Malam itu , Aditya berdiri mematung di depan jendela besar ruang kerjanya yang berada di dalam mansion . Telapak tangannya masih terasa , bekas menggenggam jemari Nadine di depan ayahnya tadi siang. Ia menatap pantulan dirinya di kaca, seorang pria yang memiliki segalanya, kekuasaan, wajah yang dipuja banyak wanita, dan harta yang tak habis tujuh turunan.

Namun, di dalam dadanya, ada kekacauan yang tak bisa ia jelaskan dengan logika mana pun.

Aditya memijat pangkal hidungnya, lalu tertawa getir. Tawa yang terdengar menyedihkan di ruangan sesunyi itu.

"Apa yang salah denganku?" batinnya berteriak.

Ia membayangkan Aurel yang cantik, modis, dan selalu wangi parfum mahal. Ia juga teringat puluhan model dan putri pengusaha yang mencoba mencari perhatiannya. Namun, setiap kali mereka mendekat, Aditya merasa mual. Baginya, mereka tak lebih dari manekin tak bernyawa.

Lalu bayangannya beralih pada sosok Mona. Wanita yang memakai kacamata tebal yang tak pas, masker yang menutupi wajahnya, dan pakaian yang lebih mirip karung saat ia belum membelikan baju kantor. Belum lagi kenyataan pahit bahwa wanita itu adalah istri orang lain, seorang ibu dari anak lelaki jenius bernama Noah.

"Logika, Aditya! Di mana logikamu?!" gumamnya sambil memukul pelan meja jati miliknya.

Ia berjalan menuju kursi tempat Nadine duduk tadi saat Nadine datang membawa teh herbal seperti biasanya sebelum tidur. Aditya mengusap permukaan kursi itu dengan jemarinya, gerakannya sangat pelan, seolah takut jejak kehadiran Nadine di sana akan menguap.

Matanya terpejam. Ia bisa mencium sisa aroma yang tertinggal, bukan parfum Prancis, melainkan aroma melati yang lembut. Anehnya, aroma itu justru membuat saraf-sarafnya yang tegang menjadi relaks. Jauh lebih menenangkan daripada aromaterapi termahal sekali pun.

Rahang Aditya mengeras. Ekspresi wajahnya berubah menjadi perpaduan antara frustrasi dan duka.

"Kenapa aku harus mencintai wanita yang bahkan tidak bisa kupastikan siapa suaminya? Kenapa jantungku berdegup kencang hanya karena melihatnya menunduk ketakutan?"

Ia mengepalkan tangan hingga buku-bukunya memutih. Setiap kali ia melihat mata di balik kacamata tebal itu, ia merasa seperti menemukan sepotong jiwanya yang hilang saat kecelakaan lima tahun lalu. Ia merasa seperti seorang musafir yang menemukan oase di tengah gurun, meski oase itu tertutup debu dan lumpur.

Aditya menatap foto dirinya di meja, lalu dengan gerakan kasar ia membalikkan bingkai foto itu hingga tertelungkup. Ia tidak tahan melihat dirinya sendiri yang terlihat begitu egois karena ingin memiliki milik orang lain.

"Aku gila," bisiknya dengan suara serak. "Aku mencintai wanita yang dunia sebut buruk rupa. Aku mencintai wanita yang jelas-jelas sudah memiliki rumah untuk pulang... dan rumah itu bukan aku."

Ia menyandarkan kepalanya ke kursi, menatap langit-langit ruangan. Matanya mulai memerah, ada air mata yang tertahan di sudut netranya. Sebuah rasa sakit yang manis, rindu yang salah alamat, namun terasa sangat tepat.

"Biarlah aku dianggap gila oleh Papa. Biarlah dunia menertawakanku," gumamnya dengan bibir bergetar. "Tapi hanya saat bersamanya, aku merasa tidak perlu berpura-pura menjadi sempurna. Hanya padanya, amnesiaku terasa seperti berkah, karena setidaknya aku bisa jatuh cinta padanya tanpa memandang siapa dia di masa lalu."

Ia menarik napas panjang, mencoba menekan sesak di dadanya. Namun, setiap kali ia mencoba melupakan, bayangan Noah yang memanggilnya Om Ayah kembali muncul, membuat hatinya remuk redam karena rasa cemburu sekaligus haru yang tak kunjung usai.

Malam itu, hujan di luar mansion Pratama mereda, menyisakan hawa dingin yang menusuk tulang. Aditya tertidur di sofa ruang kerjanya dengan sisa kelelahan mental yang luar biasa. Namun, begitu matanya terpejam, kegelapan di benaknya perlahan memudar, digantikan oleh cahaya keemasan yang hangat.

Dalam mimpinya, Aditya berdiri di sebuah taman bunga melati yang sangat luas. Angin sepoi-sepoi membawa aroma melati yang sangat ia kenal, aroma yang selalu tercium dari tubuh Mona.

Tiba-tiba, seorang wanita berjalan membelakanginya. Wanita itu mengenakan gaun putih sederhana yang melambai tertiup angin. Rambutnya panjang hitam legam, terurai indah tanpa hijab atau penutup apa pun. Bahunya yang rapuh tampak bergetar lembut. Dari postur tubuhnya, ia sangat mengenalinya.

"Mona?" panggil Aditya, suaranya bergema dengan penuh kerinduan.

Wanita itu perlahan berbalik. Waktu seolah berhenti berputar.

Aditya terkesiap dalam mimpinya. Jantungnya berdegup kencang hingga terasa sakit. Wanita di depannya bukan lagi sosok kusam yang memakai kacamata tebal dan masker hitam. Wajah itu... wajah itu sangat bersih, putih porselen dengan rona merah alami di pipinya. Matanya yang jernih menatap Aditya dengan binar cinta yang begitu dalam, dan bibirnya yang mungil mengulas senyum paling indah yang pernah Aditya lihat seumur hidupnya..., cantik, sungguh sangat cantik sosok yang ada di depannya ini.

"Nadine..." desis Aditya dalam mimpinya. Nama itu keluar begitu saja dari bibirnya tanpa ia sadari.

Wanita itu mengulurkan tangannya yang halus, menyentuh rahang Aditya dengan lembut. "Mas... akhirnya kamu melihatku kembali," bisiknya dengan suara yang merdu, bukan suara serak yang biasa ia dengar di kantor.

Aditya terpaku. Ia merasa seluruh sel dalam tubuhnya bersorak. Inilah kepingan jiwanya yang hilang. Wajah ini... kecantikan ini bukan sekadar fisik, tapi sebuah cahaya yang seolah sudah lama ia dekap dalam ingatannya yang terhapus.

"NADINE!"

Aditya tersentak bangun. Tubuhnya bersimbah peluh dingin. Napasnya memburu, dan tangannya masih terulur ke depan seolah mencoba menggapai bayangan dalam mimpinya tadi.

Ia menatap sekeliling ruang kerjanya yang gelap dan dingin. Tidak ada taman bunga, tidak ada wanita cantik berbaju putih. Yang ada hanyalah kesunyian yang mencekam.

Aditya menunduk, menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan. Suara napasnya yang berat terdengar memenuhi ruangan.

"Siapa wanita itu? Kenapa wajahnya mirip dengan Mona , mungkinkah jika topengnya dibuka?" batinnya tersiksa. "Dan kenapa hatiku terasa sangat hancur saat menyadari itu hanya mimpi?"

Ia berjalan sempoyongan menuju meja kerjanya, mengambil segelas air putih dan meminumnya hingga tandas. Tangannya gemetar hebat. Ia teringat kembali pada Mona asistennya yang buruk rupa, yang memiliki anak, dan yang memiliki suami entah di mana.

Aditya menatap cermin di sudut ruangan. Matanya merah, bukan hanya karena kurang tidur, tapi karena emosi yang tertahan. Ia menyisir rambutnya ke belakang dengan kasar, menunjukkan dahi yang berkeringat.

"Aku gila... benar-benar gila," bisiknya dengan suara parau. "Bagaimana mungkin aku memimpikan asistenku menjadi wanita secantik itu? Apakah seleraku sudah benar-benar hilang karena amnesia ini?"

Ia memejamkan mata erat-erat, mencoba memanggil kembali bayangan wajah cantik di mimpinya tadi. Namun, setiap kali wajah cantik itu muncul, suara Noah yang memanggilnya Om Ayah kembali terngiang, mengingatkannya pada kenyataan bahwa wanita itu bukan miliknya.

Aditya mengepalkan tinjunya dan menghantam meja rias di depannya, bukan karena marah pada orang lain, tapi karena marah pada dirinya sendiri yang tidak bisa membedakan mana realita dan mana keinginan terpendamnya.

"Jika dia memang secantik itu..." Aditya menatap tajam ke arah kegelapan malam di luar jendela, "...kenapa dia harus menyembunyikannya dariku? Dan kenapa hatiku merasa... bahwa dialah satu-satunya alasan kenapa aku masih hidup sampai hari ini?"

Malam itu, Aditya tidak bisa tidur lagi. Ia hanya duduk terdiam, menunggu pagi tiba agar ia bisa segera ke kantor dan memastikan bahwa Mona yang ia cintai masih ada di sana meski tertutup topeng buruk rupa sekali pun.

Matanya tertuju pada teh herbal yang belum sempat ia sentuh, Aditya mendekat,lalu meminum teh itu hingga tandas, aromanya dan rasanya membuatnya menjadi lebih tenang,namun tidak untuk kali ini

1
@Mita🥰
Noah mau di bikin kan adik🤭🤭
Rosna Marleni
syukur Alhamdulillah akhirnya mereka kembali bersatu , semoga mereka mampu menyingkirkan parasit dari kehidupan mereka...dan Noah menjadi anak yang paling bahagia...
Sri Supriatin
alhamdullilah n sukses utk selanjutjya ms Adit n Nadine 😍😍😍
Indriani Kartini
Alhamdulillah, mulailah berjuang bersama2
nunik rahyuni
syukurlah..mudah mudahn g ada lg yg mengganggu...buat ortu mu tak bisa bekutik adit klo tidak mereka akan betingkah lg memisahkan kalian
Sukarti Wijaya
alhamdulillah sdh menyatu🤭👍
Meiny Gunawan
lanjuuttt....💪
@Mita🥰
wah Ardan ketemu noah
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 syukur in kamu Aurel 🤣🤣🤣
Rosna Marleni
kapan lah para lampir itu tobatnya ya....gak sabaran nunggu mereka bertobat dan menjadi orang baik....kasihan Nadin penderitaannya masih belum berakhir...semangat Nadin semoga perjuanganmu tidak sia sia...
Dewi kunti
Adelia dan Ardan sedang mendatangi pesta kerabatnya,sedangkan Adelia berpura-pura menjadi gadis polos,ini benar gak nulis nya,trus belum ada pergerakan mungkin ya bukan pergelangan 🤭
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻: 🙏🙏🙏🥰, terimakasih koreksinya
total 1 replies
Rosna Marleni
kenapa gak jujur aja Adit supaya Nadin bahagia....
Sukarti Wijaya
masih diulur2 ya thor, bikin penisirin😄
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻
terimakasih untuk hari ini 🥰🥰🥰
Sri Supriatin
tks upnya yg buanyaak 👍💪💪💪
Sri Supriatin
Thor bikin readers penasaran dulu 🤭🤭😍😍
@Mita🥰
la kirain langsung jujur sama Nadine adit
Sri Supriatin
sy ikut seneng thor perjalanan bertahun...tahun slmt berpieran Amnesia Adit semoga membuahkan hasil...bertemu abang Asep membangun desa bersama 🙏🙏🙏
nunik rahyuni
sedikit sandiwara dlu..hancurkn ego kelg mu...mereka hidup diatas derita ank istrimu..ingat kekejaman mereka..pindh kn smua aset kerja keras mu buat mereka miskin biar bisa merasakn bagaimn jd org miskin biar g terus memandang rendah org
Rosna Marleni
syukur Alhamdulillah akhirnya ingatan Aditya kembali lagi....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!