Sebuah insiden pahit dalam hidup seorang gadis tangguh, yang mengharuskan dia rela melawan para orang orang yang begitu menginginkan nya mati. saat truk melintas ke arah depan mata nya, gadis itu tak sempat menghindar dan hanya bisa memejamkan mata, namun bukannya mati dengan tenang, jiwa nya malah masuk ke dalam tubuh seorang wanita yang begitu di takuti dan hormati di negri tersebut.
bagaimana cara nya bertahan hidup, dalam menghadapi konflik konflik tersebut? akan kah gadis itu bisa bertahan, atau malah sebaliknya!!
selamat membaca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.10
setelah kepergian kepala pelayan tadi, dengan Bergegas Elly langsung menuangkan obat itu, kedalam teko yang digunakan untuk lady Ella. dan di bantu oleh bibi sare, agar lebih cepat dan tak ketahuan oleh orang orang di sana.
"Nona, ayo kita pergi, sebelum para pelayan yang lainnya mengetahui." ucap bibi sare yang sedikit cemas kalau mereka ketahuan nanti nya.
"Ayo bibi, kita lewat belakang saja."
Untung saja, saat mereka sudah selesai di dapur, barulah beberapa pelayan muncul untuk mengangkat beberapa hidangan yang akan di sajikan, untuk para tamu yang datang nanti nya.
setelah sampai di kamar usang nya itu, barulah Elly tersenyum lebar. Rencana nya berhasil, walaupun hampir saja ketahuan.
"Huft, nona tadi itu benar benar membuat bibi sangat panik. Untung saja nona muda pandai membuat alasan. Sehingga kepala pelayan langsung percaya."
"Iya bibi, aku tak menyangka dia muncul tiba tiba dari belakang tadi. Aku mengira tak ada orang di sana. Jadi tadi aku sedikit tak waspada."
"tapi sekarang kita sudah aman nona. Tapi apakah nona yakin, rencana ini akan berhasil?" tanya bibi sare yang terlihat ragu. Sebab dia takut bahwa obat yang di berikan oleh nona nya berbahaya.
"Aku yakin akan berhasil bibi, dan liat saja yang akan terjadi dengan kembaran ku nanti nya."
***
Pesta jamuan minum teh kali ini, terlihat cukup meriah. dekorasi dan juga hidangan juga di sediakan cukup mewah. Lady Ella yang telah di rias oleh penata rias pribadi nya merasa puas dengan riasan yang dia gunakan hari ini. Baju nya juga di desain khusus dari butik langganan nya.
"Lady Ella sangat cantik, dan benar benar penampilan hari ini sangat cocok sekali.' puji pelayan setia nya yang berdecak kagum.
"Tentu saja, hari ini, penampilan ku, harus melebihi orang orang yang akan hadir nanti nya." ucap nya yang benar benar begitu percaya diri dengan tampilan wajah nya saat ini.
Karena di jaman ini, riasan orang orang tampak lebih cendrung menor. jadinya mereka merasa sudah sangat cantik, padahal bagi elly yang melihat wajah kembaran nya yang saat ini di rias begitu tebal, pasti akan langsung tertawa karena tampilan gadis itu, benar benar seperti badut.
Elly yang tak ingin berdiam diri di kamar, diam diam memantau dari jauh, bagaimana acara yang nanti nya akan membuat heboh.
para tamu sudah hadir dan membawa bingkisan spesial yang akan diberikan untuk tuan rumah. bisanya para lady yang hadir, pastinya akan membawa buah tangan untuk diberikan oleh tuan rumah acara. beberapa yang hadir juga dari kalangan kelas bangsawan. dari mulai putri seorang duke, putri seorang Baron, hingga beberapa putri pejabat lainnya.
lady Ella berdiri menyambut para tamu yang hadir, dengan tatapan angkuh dan wajah yang hanya tersenyum tipis saja. Dari kejauhan, Elly hampir meledakan tawa nya itu, karena melihat penampilan kembaran nya yang benar benar seperti seorang badut.
"Hahaha, astaga, wajah nya benar benar sangat jelek." ucap Elly sambil memegang perut nya karena terasa begitu lucu dengan wajah Ella saat ini.
"Nona, bukan kah penampilan lady Ella sangat cantik. Kenapa nona tertawa?" tanya bibi sare yang tidak mengerti letak lucu nya dimana. Apalagi dari tadi, nona nya itu hanya berbicara sendiri, dan kemudian tertawa saat melihat penampilan lady Ella.
"Astaga bibi, apakah bibi tak melihat bahwa penampilan Ella sangat menor sekali." ucap nya di sela sela tawa nya itu.
"Nona, apakah nona lupa dengan orang orang di sini. Penampilan yang seperti itu sudah biasa." ucap bibi sare yang merasa nona nya banyak perubahan saat ini.
Tawa Elly langsung mereda, saat bibi sare mengatakan hal tersebut. dia kemudian berpikir bahwa tampilan riasan di jaman ini benar benar sangat buruk. Hmm, dia yakin pasti akan ada orang yang lebih menor dibandingkan dengan kembaran nya itu.
Penampilan ibunya juga sama dengan Ella. bahkan dengan penuh percaya diri nya wanita paru baya itu, langsung menghampiri para gadis yang sedang berbincang di sana.
"Ella, dimana Elly. kenapa dia tak ada di sini?" tanya salah satu putri Duke yang penasaran dengan kembaran Ella yang tak pernah terlihat setiap kali, ada acara perjamuan.
"Oh, astaga aku belum mengatakan nya ya, kembaran ku itu memang tak suka dengan acara seperti ini. Dia juga sangat aneh, dan selalu mengurung dirinya di kamar. Kalau kalian mendekati nya, dia akan berteriak-teriak seperti orang yang kurang waras." ucap Ella yang menambahkan cerita buruk tentang Elly.
Beberapa gadis bangsawan yang mendengar langsung merasa takut.
"Astaga, apakah itu benar. sayang sekali dia tak sama seperti mu." pekik beberapa gadis yang merasa prihatin dengan kondisi Elly.
"Bagaimana kondisi nya, apakah benar benar cukup parah?" tanya salah satu gadis bangsawan yang cukup penasaran. rasanya dia tak yakin dengan ucapan lady Ella.
"Kalau kalian mau melihat nya, lihat saja ke paviliun belakang halaman ini. Tapi dia bisa memberontak kapan saja."
"Aku tidak berani melihat nya. sungguh malang sekali Nasib kembaran mu Ella."
"Hmm, aku juga begitu sedih dengan kondisi kembaran ku yang seperti itu."ucap nya dengan berpura pura bersedih, untuk menarik perhatian dari para gadis bangsawan itu.
Tak lama kemudian, nyonya voil datang bersama para pelayan setia nya, dengan berjalan tegap ke arah para gadis bangsawan, yang sedang berbincang di sana.
"Wah, sudah pada berkumpul ya." ucap nyonya voil yang datang dengan wajah tersenyum tipis nya.
"Salam nyonya jendral." pekik para gadis itu dengan serentak.
"Kalian terlalu sungkan. Oh ya kalian sedang membahas apa, kok seperti nya sangat serius sekali."
"Ibu, mereka sedang membahas kakak ku, Mereka bertanya tentang kondisi lady Elly saat ini."
Mendengar ucapan putri kesayangannya, wajah nyonya voil langsung tersenyum canggung. Dan berpura pura merasa sendu.
"kalau begitu, lanjutkan saja pembahasan kalian ya, Ella, langsung sajikan teh terbaik yang sudah koki kediaman buat."
"Baik ibu."
"Layani para putri dan lady dengan baik, dan jangan ada kesalahan sedikit pun!" ucap nyonya voil yang memperingatkan kepada para pelayan yang bertugas.
"Baik nyonya jendral."
Para pelayan langsung bersiap menyajikan para gadis bangsawan itu teh terbaik yang mereka buat. dari kejauhan, Elly tampak tersenyum puas, akhirnya tiba yang dia tunggu.
"Sebentar lagi Ella, kau akan sakit perut dihadapan para gadis bangsawan itu." gumam nya dengan tersenyum puas.
Glek....glek... Ella langsung minum dengan gaya anggun nya. Hanya sedikit tegukan saja, sudah langsung diletakan di meja yang sudah di siapkan.
lanjut up yg banyak thor