NovelToon NovelToon
Bukan Kamu Tapi Aku Yang Membuangmu

Bukan Kamu Tapi Aku Yang Membuangmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Putri asli/palsu / Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Aliansi Pernikahan / Mengubah Takdir
Popularitas:49.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: KOHAPU

"Meiji....!" Teriaknya memeluk jenazah putranya.

Pada akhir hidupnya Lily menyadari, semua orang yang ada di sekitarnya adalah pengkhianat. Cinta mereka palsu!

Berakhir dengan kematian tragis.

Karena itu kala mengulangi waktu, dendam seorang ibu yang kehilangan putranya, membuatnya tertawa arogan dan berucap...

"Bukan kamu, tapi aku yang membuangmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sidang

Wanita yang masih berpura-pura terlihat sedih. Pada akhirnya ini terjadi juga. Dengan sengaja membuat nada suaranya sedikit bergetar. Bagaikan menahan tangis, kala mengucapkan janji suci.

Sedangkan Neiji menghela napas, dibalik wajah dinginnya tersembunyi rasa bahagia. Mengucapkan janji suci yang sama.

Suara tepukan tangan terdengar kala cincin pernikahan terselip di jemari tangan mereka.

Pernikahan terpaksa? Tidak! Mungkin hanya Rio yang menyadari ini adalah skema besar. Jebakan besar! Perangkap raksasa.

Dan benar saja tepat pada saat dokumen pernikahan ditandatangani, seorang security melangkah masuk.

"Tunggu! Tuan muda Dilan sudah ditemukan!" Ucapnya setengah berteriak. Datang tepat setelah terlambat. Tapi berteriak bagaikan akan menghentikan. Seperti ...sengaja?

Jika semua orang melihat ke arah Braja yang berlari mengikuti sang security dalam kepanikan. Mata Rio tertuju pada Neiji dan Lily, kedua orang yang terlihat terlalu tenang.

"Gila! Drama yang bagus! Dialog yang tersusun rapi." Gumam Rio.

"Apa maksudmu?" Tanya Faro pada putranya.

"Kita ikuti saja kemana kakek pergi. Aku yakin itulah lokasi pertunjukan berikutnya dilakukan." Ucap Rio penuh senyuman.

Taukah kalian tipikal orang yang paling berbahaya? Bukan seseorang yang bermusuhan secara langsung. Tapi orang yang manipulatif. Itulah yang ditemukan oleh Rio ada dalam diri kakak tertuanya. Hanya saja pria itu terlalu berbakti pada sang ibu hingga bersedia menjadi keset adiknya.

Mengikuti langkah sang security dan Braja. Ada banyak tamu undangan yang mengikuti. Anehnya orang dari kantor catatan sipil telah pergi. Bagaikan sama sekali tidak peduli. Tentu saja Neiji akan mengamankan dokumen pernikahan agar segera didaftarkan secara resmi.

Pintar! Cerdas! Pantas saja banyak pesaing bisnis yang takluk pada kakaknya. Kecuali orang dari Red Lily Group, perusahaan kompetitor yang lebih besar dari perusahaan mereka.

Hingga langkah mereka terhenti pada akhirnya.

"Ada disini...saya menemukannya di rekaman CCTV." Ucap sang security gemetar ketakutan.

Gemetar ketakutan? Apa Neiji yang membayar orang ini? Tapi tidak! Neiji tidak akan berbuat seceroboh itu. Pria yang begitu teliti saat membunuh mangsanya tidak akan meninggalkan jejak sedikitpun.

Benar-benar ada banyak tanda tanya sejatinya.

"Dilan! Apa Dilan di sini?" Lisa menerobos kerumunan orang-orang dalam kepanikan. Mungkin baru saja mendapatkan kabar tentang keberadaan anak bungsunya yang telah ditemukan.

Salah seorang staf mendekat, mulai membuka pintu kamar di hadapan mereka.

Kamar yang benar-benar luas. Anehnya begitu berantakan, setelan tuxedo berada di lantai. Bahkan boxer? Terdapat juga pakaian dalam serta gaun wanita.

Rio mengangkat sebelah alisnya menduga-duga apa yang terjadi."Kakak tertua memang paling kejam..." Batinnya, bagaimana dapat mempermalukan adiknya sendiri di hadapan orang banyak. Bahkan ada wartawan. Bagaimana harus mengatakannya ya? Kakak laknat?

"Dilan! Hentikan! Hentikan! Ah! Ah!" Suara seorang wanita terdengar.

Mereka masuk dengan cepat dan mendapati dua orang berada di bawah selimut. Adegan panas dimana Dilan masih saja berusaha menyemai benih.

Lisa membulatkan matanya. Mendekati putra bungsunya."Dilan!" Bentaknya, tapi pria itu seperti belum sadar.

Hingga.

Byur!

Faro mengambil air di kamar mandi menyiram wajah putranya. Barulah adegan pergulatan berakhir. Dilan terlihat dalam kepanikan, matanya menelisik menatap keberadaan semua orang di tempat ini.

"A...aku...keluar!" Teriaknya menahan malu.

Tapi, tentu saja tidak akan seru jika semua orang keluar dengan mudah. Harus ada dramanya bukan?

Plak!

"Kamu melakukannya dengan adikku? Sudah aku bilang! Jika tidak mencintaiku langsung saja nikahi Silvia atau Rini. Tapi kamu mempermalukanku di hari pernikahanku." Lily menangis terduduk di lantai usai menampar Dilan.

Menangis? Wanita itu mati-matian menahan tawanya. Mengingat hal yang juga terjadi padanya sebelum waktu terulang. Tapi bedanya, pernikahannya dan Dilan saat itu sudah usai, semuanya terjadi di acara resepsi. Orang yang ada di ranjang adalah dirinya dan Neiji. Dihina, ditampar, bahkan dipermalukan oleh Dilan dengan menarik selimut yang menutupi tubuhnya di hadapan umum.

Dan sekarang semuanya berbalik. Dirinya diam-diam menyeringai...

Ingat! Dirinya hanya penonton saat ini. Menonton mereka yang akan saling menghancurkan.

"Lily...ini pasti kesalah pahaman. Dilan tidak mungkin---" Kalimat Lisa disela.

Isakan tangis Rini terdengar."Aku tidak tau apa-apa. Aku hanya mengantar Dilan yang mengeluh tidak enak badan ke kamar yang disewa Silvia." Menghela napas kasar."A...aku ingat! Sebelum Dilan menjadi tidak terkendali dia meminum minuman yang diberikan Silvia."

Lily kembali bangkit."Adik sialan! Anak angkat sial! Kamu merusak hubunganku dengan Dilan!" Teriaknya, meraih gunting, menarik paksa rambut Rini kemudian memotongnya.

Perlakuan yang sama, semuanya sama seperti sebelum waktu terulang. Hanya saja saat ini posisinya berbalik. Sebuah drama yang diperankan oleh peran berbeda.

"Kakak! Ampun! Lepas!" Teriak Rini.

Rambut? Ini hanya rambut. Tapi wanita ini yang membunuh Meiji kecilnya. Lily berusaha menarik selimut, benar-benar seperti yang mereka lakukan padanya dan Neiji, sebelum waktu terulang.

Tapi.

"Lily! Hentikan!" Bagaikan seorang kakak yang baik, Neiji menghentikannya. Memeluknya seolah-olah melindungi Lily yang baru saja mengalami pengkhianatan.

"Jangan terlalu agresif, jika kamu membencinya akan ada cara mengatur strategi yang lebih baik lagi." Bisik Neiji di telinganya. Dirinya sedikit menonggak menatap wajah pemuda itu yang tersenyum memeluknya. Mungkin dirinya saja yang melihat senyuman mengeringkan Neiji saat ini.

Pria ini bagaikan iblis manipulatif. Tapi satu hal yang disadari oleh Lily. Sebelum waktu terulang dirinya menolak uluran tangan Neiji. Hingga pada akhirnya dirinya lah yang menjadi tali pengekang untuk mengendalikan pemuda ini. Menjadi budak perusahaan hingga pada akhirnya Neiji mati dalam kecelakaan. Barulah mereka membunuh Meiji, karena dianggap tidak berguna lagi.

Pria ini masih memeluknya. Benar! Dirinya tidak dapat membuat pertunjukan ini seorang diri. Neiji akan membantunya, kali ini dirinya akan menerima uluran tangan Neiji.

"Wanita gila!" Bentak Dilan menatap nyalang.

Suara bisikkan beberapa orang terdengar.

"Siapa yang tidak akan gila, jika saat hari pernikahan ditinggalkan di altar."

"Benar! Mempelai prianya malah tidur dengan adil mempelai wanita."

"Tapi aku dengar-dengar Dilan sudah punya kekasih."

"Kekasih lain? Masih ada wanita lainnya? Itu namanya tidak bisa mengendalikan ular peliharaannya."

Berbagai cibiran membuat Dilan mengepalkan tangannya memendam amarah."A...aku...kalian keluar!" Teriaknya berada di bawah selimut dengan Rini yang menangis terisak. Tapi diam-diam tersenyum.

Matanya menelisik, Silvia belum datang rupanya. Biar wanita itu merasakan bagaimana rasanya dibenci oleh Dilan.

"Neiji!" Perintah Lisa pada putra sulungnya.

Tidak mengatakan apapun pada Neiji. Tapi sang pemuda bagaikan mengetahui apa yang harus dilakukan.

"Mohon matikan kamera kalian. Kita kembali ke ruangan perjamuan. Mohon jangan ada yang menyebarkan berita ini." Itulah kalimat penuh senyuman ramah darinya membimbing para wartawan dan tamu undangan untuk kembali ke area ballroom.

Kembali menjadi kakak teladan yang baik. Padahal diam-diam Neiji dan Lily tersenyum.

Rio mengangkat sebelah alisnya."Gila!" Gumamnya bertepuk tangan. Benar-benar pertunjukan kelas tinggi. Setelah ini tinggal sidang.

Bagaimana? Dan apa yang terjadi? Apa semua ini akan menyeret nama Neiji dan Lily sebagai dalang?

"Aku harus berhati-hati..." Gumam Rio, membuka permen kopi, kemudian menikmatinya. Benar-benar pertunjukan yang luar biasa.

1
yula
💪💪💪💪💪
mimief
ahh....dibilang Lisa
masa baktinya udah selesai saat kau melukai Lily
selamat menikmati hari hari sedih mu yaa
mimief
wkwkwkkwkk 😜
mimief
wkwkwkwkwkwk
jadi bayangin lagi muka nelangsa nya

kasiaaan 😜🤣🤣
mimief
dah lan Rio,kita kan pecinta kedamaian
lepaskan lah...yg harus dilepaskan 😜🤣🤣
Rahma Intan
lanjutkan lagi Thor semakin seru 💪😘😘😘😘😘😘
Nureliya Yajid
semangat thor
Indar
benar2 perlu diselidiki ibu Lisa karena banyak misteri yang dia sembunyikan
Nur Wahyuni
disini tokoh jahat utamanya adalah lisa... padahal kedudukannya dia cuma menantu di keluarga itu...
M M Athalla
Lily sama Ervan sama saja menyembunyikan wajah rupawan pasangannya 😊
Senjaa💞
rio asal km tau..biarpun tidak sah tp aku yakin km satu2nya darah daging faro...makanya lisa berusaha menyingkirkanmu...
RahaYulia
yg pnonton itu aac rio y sbnrnya, bnr2 mnikmati sajian🤣🤣🤣
RahaYulia
waduh🤭🤭🤭
RahaYulia
aku rasa dimasa sblm wkt trulang c neiji dg ksadaran pnuh bikin anknya😁😁😁
RahaYulia
🤣🤣🤣🤣ah dsr neiji pdhal klo kmu yg g tau malu jg lily g bkal nolak
RahaYulia
didlmnya psti byk tersimpan roti sobek atau batu bata 🤣🤣🤣😁
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍😍😍💪💪💪💪💪
Ika
lope lope sekebon
Ufiyyyy
ahirnya evan muncul... van jgn galak2 sm kkak ipar... nnti bella ngamuk kmu kurg ajar sm kakaknya.. 🤣🤣🤣
Eka Anam
iparan kah mereka itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!