Mengisahkan seorang Perwira Angkatan Darat bernama Lucas Abner yang sangat mencintai pekerjaannya. Pengabdiannya sebagai seorang tentara tidak bisa di ragukan. Dia bisa berada di korps pasukan khusus karena kelincahannya. Jatuh cinta kepada seorang perempuan yang dia temui dirumah sakit waktu menjengguk sahabatnya. Apakah Lucas bisa memikat hati perempuan itu ???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melukis Tubuh
"Kita akan melanjutkan perjalanan ke Singapore??"
"Singapore??"
"Iya aku mau memenuhi keinginan istriku."
"Kamu sudah pikir matang - matang??"
"Sebelum berangkat aku bicara dengan papa dan mama, orang bertatto itu bukan berarti ahklaknya jelek. Totto itu seni melukis tubuh."
Tiba di bandara Doha, Lucas, Joy dan kedua anggotanya masih mempunyai waktu untuk berjakan - jalan membeli ole - ole selama tiga jam dan kemudian mereka akan melanjutkan perjalanannya ke Singapore. Karena Lucas tadi sudah membeli tiket buat mereka berempat.
Tibalah mereka di Singapore. Lucas sangat berat mengantar istrinya Joy ke tempat tatto itu. Sebuah studio yang terkenal. Ternyata dia itu adalah kenalan Lucas. Setelah memilih gambar, Joy memilih gambar bunga dan meminta menulis nama suaminya di bawah gambar bunga.
Air mata Joy jatuh waktu pengerjaan tatto dilakukan, harusnya Lucas marah, namun dia tetap memeluknya, karena pada awalnya dia tidak mau menyetujui keinginan Joy istrinya, namun itulah Lucas Abner Gosal dia selalu mau mendukung keinginan dan keputusan istrinya. Yang bisa dia terima dengan akal sehat.
Pengerjaan tatto sudah selesai hasilnya bagus, meskipun ada kemerahan di kulit Joy dan satu hari dia demam. Lucas setia merawat istrinya. Daniel dan Isak kagum kepada komandannya itu.
"Sudah tidur istrimu bro??"
"Sudah Dan, Gue mau marah guenya cinta sama dia. Guenya sayang sama dia. Melihat dia demam gue nyesal dengan keputusanku mengijinkannya tatto."
Daniel tersenyum, dia menepuk pundak sahabatnya itu memberi kekuatan. Karena Joy deman, terpaksa semalam Lucas tidur hanya menggunakan dalaman bagian bawa, sambil memeluk istrinya tanpa menyentuh punggung belakang bagian atas. Pagi harinya, demam Joy turun. Dan luka yang di timbulkan dari pembuatan tatto sembuh dengan baik.
Hari ketiga, hari terakhir mereka di singapore Joy sudah mengenakan dress putih panjang yang punggungnya sedikit terbuka memperlihatkan tatto bunga dan nama suaminya. Joy pun memotong rambutnya dengan gaya bob pendek sedagunya.
"Bro, tidak takut?? Joy makin cantik dan seksi?
"Besok jika aku punya istri juga, aku mau dia di tatto seperti Joy keren juga."
Joy yang mendengar pembicaran mereka,hanya tersenyum dan melanjutkan aktivitasnya sibuk belanja. Ada barang yang di pesan oleh dokter Beca yang harus dia cari. Selama Joy berjalan banyak sekali yang menggagumi penampilannya.
"Senang ya kamu di puji. Pulang sampe hotel aku hukum sayang."
Meskipun Lucas marah, namun dia tetap mengabadikan gambar tatto istrinya yang memperlihatkan punggung dibawa leher dengan gambar bunga dannamanya. Dan di bagi di media sosial punya dia. Banyak komentar dari orang - orang yang memuji keindahan gambar itu. Mereka berpikir itu hanya tatto yang bertahan seminggu. Sebenarnya Lucas juga ingin menatto nama istri ditubuhnya namun kariernya di tentara masih bagus.
Satu jam sebelum ke Bandara tetap Lucas menghukum istrinya seperti yang tadi dia ucapkan. Penyatuan kembali terjadi. Hanya sepuluh menit. Lucas melepaskan serum terbaiknya kedalam rahim istrinya. Karena makanan Lucas selama liburan ini sangat lezat dan bergisi.
Dengan semangat Lucas membantu istrinya merampungkan barang belanjaan di koper. Karena mereka sudah mau berangkat kembali ke Indonesia, setelah hampir seminggu mereka ada di luar negeri. Dokter Joy Debora sudah sangat cantik menggunakan drees berwarna oranges sepatu convers plat berwarna putih dan tote bagnya berwarna putih. Joy tampil kasual ketika berjalan bergandengan tangan dengan Lucas Abner Gosal suaminya yang tinggi badan atletis membuat semua orang yang melihat kagum kepadanya.
"Cantik sekali tatto di punggung cewek itu, gambar bunga, sesuai dengan postur tubuhnya." Seorang cowok oriental memuji kecantikan Joy di depan Lucas menggunakan bahasa mandarin, Lucas yang mengerti bahasa itu langsung membalas dengan bahasa mandarin juga.
"Dia istriku. Terima kasih atas pujiannya." Empat cowok bermuka oriental itu tersenyum dan memohon maaf. Joy hanya tertawa.
"Sayang keputusanku mengijinkan kamu tatto di badanmu adalah hal yang salah. Aku menyesal." Joy memeluk suaminya sambil tersenyum. Sedangkan Daniel dan Isak sudah tertawa terbahak - bahak melihat tingkah cemburu komandan mereka.
"I love you bung."
"Kamu akan dihukum sayang."
"Aku sudah sering di hukum olehmu sayang." Lucas mencium kepala istrinya. Mau bagaimana lagi, memang Joy istrinya cantik dan tidak bosan menatapnya.
Mereka tiba di Jakarta setelah melakukan penerbangan hampir dua jam. Daniel dan Isak membantu Lucas mengambil koper mereka dan kemudian melapor ke imigrasi. Di ruang kedatangan sudah ada mama, papa dan antie Beca yang menjemput mereka.
Selama liburan Lucas, Daniel dan Isak tidak tahu bahwa ada kabar besar di sini tentang tim elite khusus yang dikomandani dia. Hanya Usaman dan Ismail yang merupakan tim elite yang mengetahuinya. Mereka tidak ikut berangkat karena mereka sudah berumah tangga dan jika keluar negeri akan banyak biaya yang di keluarkan waktu liburan mereka gunakan waktu libur bersama keluarganya.
Lucas tidak tahu bahwa ada kudeta yang menyeret namanya dan empat anggota tim elitenya yang berhubungan dengan hak asasi manusia atas misi - misi yang mereka lakukan.
"Dek, antie penasaran dengan tattomu."
"Tatto itu buat aku pusing, dan menyesal menyetujuinya."
"Cantik mama suka lihatnya."
"Iya, antie juga suka."
"Hikss perempuan - perempuan ini." Lucas menarik nafas panjang melihat aksi Joy bersama kedua mamanya ini.
Lucas dan Joy sudah ada dirumah. Joy di kamar sedang membuka koper besar berisi ole - ole. Tentu Joy bersama antie Beca. Sedangkan Lucas, bersama mama dan papanya sedang diruang kerja merangkap ruang baca sedang membahas masalah yang melibatkan dia. Dan tim elitenya.
"Pasti ada yang mau menjatuhkan saya pa."
"Siapapun yang berani, papa akan menjadi tameng terdepan buat kamu sayang. Jangan takut."
"Bagaimana dengan Joy papa??"
"Kamu harus jelaskan kepadanya sendiri sayang. Ingat apapun itu."
"Joy itu istri yang bijaksana, mama yakin dia akan membawa kesuksesan . Jangan kuatir apapun yang terjadi seperti kata papa, mama dan papa akan ada buat kalian."
Lucas tidak takut atas tuduhan ini, jika memang ada yang mau menjatuhkan kariernya. Dia kerja sesuai arahan pimpinan. Setiap tugas,misi yang dialakukan dikerjakan dengan tanggung jawab. Joy sudah selesai mandi, seperti biasa dia akan terlihat sangat seksi. Lucas yang sudah berada di kamarnya memandang Joy yang sedang memakai kirim diwajahnya dan mau mengeringkan rambutnya. Lucas mendekat dan memeluk serta mencium dari belakang leher tepat tatto bunga impiannya.
"Mandi bung, kita mau makan."
" Siap sayangku."
Joy sudah berada didapur membantu mama dan antienya Lucas serta bibi, mereka sedang memasak makan malam. Aldy yang sudah selesai mandi, hanya menggunakan celana pendek dan kaos berwarna putih dia menghampiri istrinya yang sedang mengangatkan masakan mama. Langsung dipeluk dari belakang dan memaksan diri agar bisa mencium bibir istrinya.
"Huh dunia hanya milik mereka berdua. Kami yang di sini kontrak."
"Bung....." Lucas tersenyum.
Dia duduk dimeja makan sebelum istrinya ngomel karena malu.Di meja makan sudah ada papa yang hanya tersenyum melihat tingkah anak satu - satunya yang sedang difitnah oleh orang yang tidak suka kepadanya.
"Papa banget deh bung. Papa suka." Lucas tertawa bersama dengan papanya. Sedangkan mamanya hanya mencibir.
"Begitu kok di banggakan. Awas kelakukanmu sama seperti papa. Mama yang habisi kamu bukan Joy."
"Mama, papa sudah sadar. Kenapa masih di ungkit - ungkit masa lalu sih." Mama Rahel Mony langsung memeluk suaminya dan mencium.
"Itu peringatan buat Lucas pa." Lucas menertawakan papanya yang mati kutu di depan istrinya. Joy langsung memukul suaminya karena menertawakan orangtua.
"Sayang sakit tahu." Joy tahu, suaminya manja. pukulan segitu tidak ada pengaruhnya buat tubuh terlatihnya. Joy langsung mengambil nasi dan lauk pauknya buat sang suami.
"Terima kasih sayang."
Mereka menikmati makanan yang disiapkan. Tradisi mereka selama makan tidak boleh bercerita dan jika selesai baru boleh bercerita. Selesai berdoa papa mulai membuka percakapan ketika mereka sedang menikmati desert yang disiapkan. Serta buah - buahan. Piring kotor mereka makan sudah dibersihkan oleh asisten rumah tangga dirumah ini.
"Papa mau ngomong, buat Joy . Papa harap Joy bisa tenang waktu mendengarnya ya sayang."
"Iya papa." Dalam hatinya dia berdoa semoga apa yang sepintas dia dengar tidak benar adanya.
"Nak, Lucas sedang ada dalam masalah dia di tuduh atas tindakan beberapa misi yang dia jalankan bersama timnya."
"Hanya bung, papa."
"Sama tim elitenya sayang. Hanya Bung kan komandan mereka. Tanggung jawab terbesar ada di tangannya."
"Kasus apa ya, kalau Joy boleh tahu." Joy sudah menahan air matanya. Lucas tidak tega. Dipeluk istrinya sangat kuat. Antie Beca juga sudah menangis. Dua tidak menyangka keponakannya akan mengalami hal seperti itu. Sedangkan Mama Rahel Mamanya Lucas berusaha untuk tegar.
"Kasus di Papua dan Aceh sayang."
Joy tidak henti - hentinya menangis. Melihat istrinya menangis hati Lucas sangat hancur. Dia siap mempertanggung jawabkan apa yang dilakukan bersama timnya berdasarkan perintah. Namun melihat istrinya seperti ini, hatinya hancur sekali. Dia memeluk dan mencium istrinya serta berjanji bahwa dia pasti pulang. Pasti memeluk istrinya. Pukul satu malam, baru Joy benar - benar bisa tidur. Dia tertidur di bawa ketek suaminya.