NovelToon NovelToon
From Debt To Riches: An Unexpected Marriage

From Debt To Riches: An Unexpected Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:643
Nilai: 5
Nama Author: WesternGirl10

Kevin adalah definisi pekerja korporat yang malang: terjepit di antara makian bos yang toksik dan tumpukan dokumen yang tak ada habisnya. Pelariannya hanyalah dunia anime dan manga di sela waktu lembur yang menyiksa.
​Namun, hidupnya berubah total saat sang ayah kalah judi dan terlilit hutang raksasa pada rentenir. Sebagai penebusan dosa finansial ayahnya, Kevin "dijual" dalam sebuah pernikahan kontrak kepada Ashley—pewaris konglomerat yang dingin, perfeksionis, dan terobsesi pada kemewahan.
​Kevin mengira hidupnya akan menjadi neraka di bawah telapak kaki Ashley. Namun, kenyataannya justru terbalik.
​Di mansion megah itu, Kevin menemukan surga bagi seorang wibu introvert. Tanpa tekanan kantor, tanpa bos yang marah, dan didukung uang bulanan yang melimpah, ia resmi menjadi "pengangguran kaya" yang dilayani 24 jam. Di balik dinding marmer dan kemewahan Ashley, Kevin bebas menikmati hobi dan kemalasannya.
​Tapi, apakah Ashley benar-benar hanya butuh suami pajangan, atau ada harga mahal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WesternGirl10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Pagi itu, suasana di kantor pusat Giotech C&T terasa lebih tegang dari biasanya. Di tengah kesibukan yang luar biasa, untuk pertama kalinya dalam sejarah karier profesionalnya, Ashley Giovano melakukan kesalahan manusiawi: ia kelupaan membawa dokumen perjanjian kerja sama strategis yang tertinggal di ruang kerjanya di mansion.

​Dengan nada suara yang sedikit panik namun tetap otoriter, Ashley segera menelepon ke rumah. Ia awalnya menyuruh Neena untuk mengantarkan dokumen tersebut secepat kilat. Namun, Kevin yang kebetulan sedang berada di ruang tengah dan mendengar percakapan itu, langsung menawarkan diri.

​"Biar aku saja, Neena. Aku juga ada rencana pergi ke toko buku di dekat sana untuk mencari referensi tugas akhir," ujar Kevin sambil meraih map kulit berwarna hitam milik istrinya.

​Setengah jam kemudian, Kevin tiba di lobi gedung pencakar langit Giotech C&T yang megah. Ia melangkah menuju meja resepsionis dengan gaya santai-kaus polo rapi dan celana chino, penampilan yang sangat kontras dengan pria-pria berjas di sekelilingnya.

​"Selamat siang, saya ingin bertemu dengan Ashley Giovano. Saya mengantarkan dokumennya yang tertinggal," ucap Kevin sopan.

​Resepsionis wanita yang tampak sangat sibuk itu menatap Kevin dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan pandangan meremehkan. "Apakah Anda sudah membuat janji? Nyonya Ashley sedang dalam jadwal pertemuan yang sangat padat hari ini."

​"Saya tidak punya janji, tapi ini dokumen penting yang dia minta segera," jelas Kevin.

​"Maaf, Pak. Aturannya sangat ketat. Tanpa janji atau kartu identitas karyawan, Anda tidak bisa naik ke lantai atas. Silakan tinggalkan saja dokumennya di sini, nanti kurir internal yang akan mengambilnya," jawab resepsionis itu tanpa ekspresi.

​Kevin hendak memprotes saat tiba-tiba suasana lobi mendadak hening. Pintu lift VIP di sisi lain lobi terbuka, dan Ashley melangkah keluar dengan aura kepemimpinan yang dingin. Namun, ia tidak sendirian. Di sampingnya, berjalan seorang pria tinggi berkacamata dengan setelan jas hitam yang sangat pas di tubuhnya. Pria itu memiliki garis wajah yang keras, senyum tipis yang meremehkan, dan aura bad vibe yang begitu pekat hingga membuat orang-orang di sekitarnya menunduk segan.

​Pria itu adalah He Cheng.

​Langkah Ashley terhenti saat matanya menangkap sosok Kevin di depan meja resepsionis. He Cheng juga ikut berhenti, menatap Kevin dengan tatapan analitis yang seolah-olah sedang membedah sebuah serangga kecil.

​"Kevin?" panggil Ashley, suaranya menggema di lobi.

​Resepsionis itu tersentak dan langsung berdiri tegak saat melihat sang bos besar mendekat. "M-Mohon maaf, Nyonya. Pria ini memaksa ingin bertemu tanpa janji..."

​Ashley mengabaikan penjelasan resepsionis tersebut. Ia menghampiri Kevin, mengambil map dokumen dari tangannya, lalu menatap resepsionis itu dengan tatapan paling tajam yang pernah ia tunjukkan.

​"Dengarkan aku baik-baik," ujar Ashley dengan nada rendah yang mengintimidasi. "Mulai detik ini, catat wajahnya. Di masa depan, jangan pernah berani menghalangi jalannya lagi. Dia tidak butuh janji temu, karena dia adalah orang yang akan menjadi CEO baru Giotech C&T di masa depan."

​Seluruh lobi seolah membeku. Para karyawan yang lewat berhenti bernapas. Kevin sendiri tertegun, tidak menyangka Ashley akan mengumumkan "suksesi" itu secara terang-terangan di depan publik dan di depan He Cheng.

​He Cheng menyesuaikan letak kacamatanya, matanya yang dingin menatap Kevin dengan ketertarikan yang gelap. "Jadi... ini pria yang kau pilih sebagai suamimu, Ash?" suara He Cheng terdengar berat dan penuh sindiran. "CEO masa depan? Kau sungguh punya selera humor yang menarik."

​Ashley berbalik menghadap He Cheng, dagunya terangkat tinggi. "Ini bukan humor, Cheng. Kau tahu sendiri aku tak bisa bercanda."

Dada Kevin seolah dihantam sesuatu saat mendengar Ashley menyebut 'Cheng' tanpa marga. Walaupun Ashley menyebutnya dengan nada dingin khas dirinya, tapi di telinga Kevin entah kenapa terdengar sangat akrab -terlalu akrab. Ashley bahkan masih menyebut namanya dengan lengkap "Kevin", tapi menyebut pria lain dengan nama panggilan.

He Cheng terkekeh sambil menatap Kevin. "Sebenarnya apa yang kau lihat darinya? Dia terlihat rapuh dan akan terbang bila tertiup angin."

Ashley hanya menghela napas. "Jangan melewati batas, Cheng. Kau bukan orang seperti itu."

"Bagaimana jika aku ingin melewati batas kali ini? Kenapa kau menikah dengannya alih-alih denganku?"

Suasana lobi kantor yang tadi menegang seketika penuh dengan bisikan gosip yang tertahan. He Cheng sengaja menyebut kata "menikah" dengan cukup lantang. Para karyawan pun langsung mengerti mengapa pria yang terlihat biasa saja itu akan menjadi CEO di masa depan: karena dia adalah suami Ashley Giovano.

"Kita sudah membahas ini dulu, Cheng."

"Dan aku yakin aku memberikan alasan yang bagus untuk masalah itu."

"Haaaa, sudahlah. Karena rapat kita sudah selesai, kau bisa kembali ke hotel tempatmu menginap."

​Ashley lalu menarik lengan Kevin menjauh, melewati resepsionis yang kini gemetar ketakutan, dan meninggalkan He Cheng yang masih berdiri di tengah lobi dengan aura yang semakin mencekam. Pertemuan pertama antara masa lalu dan masa depan itu baru saja dimulai, dan bau persaingan mulai tercium lebih tajam daripada parfum mahal di ruangan itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!