NovelToon NovelToon
Chasing Her, Holding Him

Chasing Her, Holding Him

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kisah cinta masa kecil / One Night Stand / Tamat
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Aku adalah saksi dari setiap cintamu yang patah, tanpa pernah bisa memberitahumu bahwa akulah satu-satunya cinta yang tak pernah beranjak."

Pricillia Carolyna Hutapea sudah hafal setiap detail hidup Danesha Vallois Telford
Mulai dari cara laki-laki itu tertawa hingga daftar wanita yang pernah singgah di hatinya.
Sebagai sahabat sejak kecil, tidak ada rahasia di antara mereka. Mereka berbagi ruang, mimpi, hingga meja kuliah yang sama. Namun, ada satu rahasia yang terkunci rapat di balik senyum tenang Pricillia, dia telah lama jatuh cinta pada sahabatnya sendiri.

Dunia Pricillia diuji ketika Danesha menemukan ambisi baru pada sosok Evangeline Geraldine Mantiri, primadona kampus yang sempurna. Pricillia kini harus berdiri di baris terdepan untuk membantu Danesha memenangkan hati wanita lain.

Di tengah tumpukan buku hukum dan rutinitas tidur bersama yang terasa semakin menyakitkan, Pricillia harus memilih, terus menjadi rumah tempat Danesha pulang dan bercerita tentang wanita lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Kemarahan Danesha di kamar malam itu tidak mereda begitu saja, sebaliknya, amarah itu bermutasi menjadi obsesi yang menyesakkan. Keesokan harinya di kampus, Danesha tidak lagi tampil sebagai sahabat yang ramah, melainkan sebagai seorang sipir yang menjaga tawanan paling berharganya.

Danesha memastikan tidak ada jarak satu inci pun antara bahunya dan bahu Pricillia saat mereka berjalan menyusuri koridor Fakultas Hukum. Tangannya tidak lagi sekadar merangkul pinggang, tapi mencengkeram bahu Pricillia dengan posesif, seolah memberi peringatan kepada siapa pun yang berani melirik.

Saat seorang teman pria angkatan mereka, Andre, mencoba menyapa Pricillia, Danesha langsung memasang badan.

"Pris, boleh pinjam catatan..."

"Nggak ada," potong Danesha cepat, suaranya dingin dan tajam. Matanya menatap Andre dengan sorot mengancam yang membuat pria itu mundur teratur.

"Dan, dia cuma mau pinjam catatan," bisik Pricillia tenang.

"Gue nggak suka dia liatin lo, Pris. Gue nggak suka ada cowok lain yang punya urusan sama lo," sahut Danesha tanpa menoleh, malah semakin mengeratkan pelukannya hingga Pricillia nyaris menempel sepenuhnya ke tubuhnya.

Di kantin, suasana menjadi semakin canggung bagi mahasiswa lainnya. Danesha memilih meja di pojok yang paling terisolasi. Ia tidak membiarkan Pricillia memesan makanannya sendiri. Ia yang pergi, ia yang memesan, dan ia yang memastikan tidak ada orang yang duduk di sekitar mereka.

Saat kembali ke meja, Danesha meletakkan segelas susu putih di depan Pricillia, bukan teh botol atau kopi kegemaran gadis itu.

"Minum susunya. Gue nggak mau lo minum kafein atau apa pun yang bisa bikin badan lo nggak fit," perintah Danesha. Matanya terus mengawasi setiap gerak-gerik tangan Pricillia.

Danesha kemudian mengeluarkan ponsel Pricillia dari saku celananya, ia menyita ponsel itu sejak pagi.

Ia mulai memeriksa setiap pesan masuk di depan mata Pricillia. "Siapa ini yang nge-DM lo nanya soal tugas? Blokir, Pris. Gue nggak mau ada celah buat orang lain masuk ke hidup lo."

Pricillia mencoba meraih gelasnya, namun Danesha justru menarik kursi gadis itu hingga kaki kursi berdecit keras di lantai kantin, menarik perhatian semua orang, termasuk Evangeline yang duduk di seberang ruangan.

Di depan umum, di tengah keramaian kantin, Danesha menarik dagu Pricillia dan menciumnya dengan kasar dan lama. Ia sengaja memposisikan kepala Pricillia miring agar semua orang bisa melihat tanda kemerahan (hickey) yang ia buat semalam di leher Pricillia.

"Danesha... orang-orang liat," gumam Pricillia di sela ciuman itu.

"Biar mereka tau lo punya siapa, My," bisik Danesha parau, suaranya terdengar posesif sekaligus frustrasi. "Lo milik gue. Rahim lo, bibir lo, semuanya punya gue. Jangan harap lo bisa bohongin gue lagi soal obat atau apa pun."

Evangeline yang melihat pemandangan itu dari jauh meremas sendoknya hingga jarinya memutih. Ia melihat Danesha yang dulu ia puja kini telah berubah menjadi pria yang haus akan kontrol, namun ironisnya, ia melihat Pricillia tetap tenang, seolah ia memang menikmati menjadi pusat dari kegilaan Danesha.

Saat jam makan siang berakhir, Danesha tidak membiarkan Pricillia pergi ke kelas sendirian. Ia bahkan menunggu di depan pintu toilet wanita jika Pricillia masuk ke sana, membuat mahasiswi lain merasa risih.

"Dan, lo beneran kayak orang gila," ujar Pricillia saat mereka kembali ke mobil setelah kelas selesai.

Danesha tidak membantah. Ia justru mengunci pintu mobil secara otomatis dan menatap Pricillia dengan tatapan yang gelap. "Gue emang gila karena lo, Pris. Lo yang bikin gue kayak gini. Sekarang, kita balik ke apartemen gue. Lo nggak bakal balik ke rumah lo sampai gue yakin lo Bersih dari pengaruh obat-obat itu."

Danesha menyalakan mesin mobil dengan kasar. Ia sudah memutuskan, jika ia tidak bisa memiliki kepastian melalui kepercayaan, maka ia akan memilikinya melalui penguasaan total.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰😍😍

1
Retno Isusiloningtyas
mdh2an happy ending
Retno Isusiloningtyas
mmm....
masih nyimak 🤣
Paon Nini
sinting
falea sezi
ngapain ngintil mulu g ada krjaan mending prgi sejauh nya lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!