"tolong....."
"tolong kami..."
"lepaskan rantai inii..."
"toloongg!!!!"
Nadira Slavina, merupakan seorang gadis kota yang baru pindah ke kampung halaman sang nenek dengan ditemani sahabatnya Elsa. ia menempati rumah tua yang sudah turun temurun sejak nenek buyutnya dulu.
Nadira sendiri memiliki keistimewaan dapat melihat makhluk tak kasat mata yang ada di sekitarnya. dan bisakah mereka memecahkan misteri yang ada di rumah itu atau malah semakin terjebak dalam labirin misteri?
yuk, kepoin karya pertamaku dan bantu support ya teman-teman!✨
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhinaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 10. perjanjian dengan Iblis
Nadira, Zayyan, aksara dan Elsa tampak serius ingin mendengar apa yang akan diceritakan oleh ayah Wijaya. mereka penasaran apa yang terjadi dengan kedua Simbah dan rumah ini
pyaaarrrr!!!
Aaghh
belum sempat ayah Wijaya bercerita, mereka di kejutkan dengan kaca jendela yang pecah dan kacanya berhamburan hingga salah satu serpihannya mengenai lengan Nadira
"Nadira! Tangan kamu berdarah!" ucap Elsa
"awsss" Nadira meringis sakit karena darah Nadira keluar cukup banyak
"balut cepat!! jangan sampai ada yang tercecer dan kita harus segera pergi dari sini!" ucap ayah Wijaya dan aksara langsung merobek pakaiannya untuk membalut luka Nadira
"pakai ini Tante, kebetulan kaos ku tebal jadi bisa menahan darahnya" ucap Aksara sambil memberikan robekan kaosnya kepada bunda yang langsung menerimanya dan membalut luka Nadira
"cepat kita keluar dari sini!" ayah Wijaya mengajak mereka keluar dari rumah segera
"memangnya ada apa yah? Kenapa kita harus pergi?" tanya Zayyan
"akan ayah beri tahu nanti! sekarang kita harus menyelamatkan nyawa kita dulu terlebih Nadira yang darahnya sudah membuat mereka akan mengejar kita" ucap ayah Wijaya
Mereka berlari menuju pintu keluar dan lagi-lagi mereka dikejutkan dengan suara gebrakan dari arah kamar atas paling pojok. Kamar yang tidak pernah ada seorang pun memasukinya semenjak juragan dan isterinya meninggal.
Bruaakkk bruaakkkk
Dakk dakk dakkk duaaakk
mereka tidak memperdulikannya lagi dan segera keluar menuju mobil ayah Wijaya yang terparkir dihalaman. mereka masuk kemobil dan langsung pergi dari sana.
Tampak di belakang sana Nadira melihat bayangan hitam besar didepan jendela rumah. Nadira terbelalak melihat bayangan itu seolah ingin menangkapnya tapi yang jadi fokus Nadira adalah kenapa harus dia? Kenapa kutukan itu harus melibatkannya?
Mereka bertujuh sampai dirumah Bu Mutia dan langsung disambut oleh suami Bu Mutia sendiri dan pak Hamdan
"assalamu'alaikum" ucap mereka
"wa'alaikumsalam" jawab pak Rusdi dan pak Hamdan
"loh ini Nadira kenapa Bu?" tanya pak Rusdi
"tadi kaca kamar tiba-tiba pecah dan nggak sengaja serpihannya mengenai Nadira" jawab Bu Mutia
"Wijaya, Liana Zayyan? Kapan kalian sampai?" tanya pak Hamdan
"tadi sekitar pukul 9 mas, dan ternyata keadaannya agak kacau juga" ucap ayah Wijaya
"kata aksara saat dia berkomunikasi dengan Zayyan, kalian mengalami gangguan?" tanya pak Hamdan lagi
"gangguan kecil, mungkin dia sudah tahu jika kami akan datang, lalu memerintahkan anak buahnya untuk mengganggu kami, Alhamdulillah kami bisa mengatasinya" ucap ayah Wijaya
"ini sebenarnya kenapa yah? Pak? Kenapa sejak kematian simbok malah terjadi hal-hal yang aneh?" tanya Nadira
"sebenarnya bukan sejak kematian simbok nduk, kejadian-kejadian aneh ini sudah terjadi belasan tahun lalu hingga sekarang" ucap pak Hamdan lirih
"iya, dan kami harus bersabar untuk menunggu anak pemutus kutukan dewasa dan mampu melawan iblis itu agar keadaan desa kembali tenang, terbebas dari ketakutan yang diakibatkan oleh kekejaman iblis itu sendiri" ucap pak Rusdi
mereka kini tengah berkumpul diruang keluarga dan mulai untuk berdiskusi tentang masalah yang menimpa kampung mereka, dan sumbernya dari rumah Simbah yang ditempati Nadira dan hutan larangan.
"anak pemutus kutukan?" tanya Nadira
"yah, dulu kakekmu adalah seorang yang berbudi baik, tak pernah sombong meskipun ia satu-satunya orang terkaya di kampung ini. Tapi, karena satu hal sepele yaitu takut jatuh miskin, kakekmu nekat mengambil perjanjian dengan iblis dari gunung Kawi agar kekayaannya tidak musnah." ayah Wijaya memulai ceritanya
"hah?! Jadi memang Simbah sendiri yang memulai semua ini?" tanya Zayyan terkejut
"iya, dulu Simbah putri kalian sudah melarangnya, namun pendirian juragan sangat kuat hingga tidak mempedulikan ucapan isterinya" ucap pak Hamdan
"begini awal mula ceritanya mengapa Simbah Kakung kalian nekat, ayah tidak mengada-ada karena waktu Simbah kalian akan meninggal, dia sempat menceritakan semuanya kepada ayah" ucap ayah Wijaya
flashback on
mbah saryati merupakan seorang wanita yang baik dan bertutur kata lembut. Ia sering menolong wanita melahirkan didesa ini. Ia tidak pernah menuntut biaya karena hidupnya sudah berkecukupan karena menikah dengan juragan Sapto, orang yang terkenal kaya dan dermawan.
Meskipun umur mereka terpaut agak jauh, namun Mbah Saryati sangat tulus cintanya kepada sang suami. Begitupun juragan Sapto sendiri juga mencintai isterinya itu dan tidak pernah melakukan hal yang bisa membuat isterinya merasa sakit.
Suatu malam, juragan Sapto tengah tidur pulas bersama isterinya dikamar. Namun, juragan Sapto bermimpi jika ia tengah berada di sebuah tempat seperti hutan yang berada dipuncak gunung.
Juragan Sapto terlihat ketakutan karena melihat tiga sosok yang mengerikan menurutnya. Sosok yang ditengah memiliki taring yang besar dan panjang serta tajam. Disisi kiri dan kanannya juga ada sosok yang setengah badannya manusia dan bagian kepala seperti kepala kerbau.
"si-siapa kalian?!!" tanya juragan Sapto ketakutan
"hahaha dengar Sapto! Kekayaan mu akan segera musnah! Hartamu akan hilang! Dan kemakmuran serta kejayaanmu akan segera sirna!" ucap sosok besar yang berada ditengah itu. suaranya menggelegar hingga membuat juragan Sapto menggigil ketakutan
"apa maksudmu! Kenapa kamu mengatakan seolah-olah kamu itu tuhan!" ucap juragan Sapto tak terima ketika sosok itu mengatakan jika kekayaannya akan sirna padahal dari orangtuanya dulu sudah kaya
"hahaha yaa aku adalah Tuhan yang bisa mengabulkan semua yang kamu mau. kekayaan yang kekal, wajah awet muda, atau kenikmatan-kenikmatan yang ingin kamu raih semua bisa kulakukan!" ucap sosok itu
Juragan Sapto yang sebenarnya orang baik tergiur dengan ucapan sosok itu. Padahal ia adalah orang yang taat, sholat tak pernah tinggal. Namun, karena masih terbelenggu oleh nafsunya yang tidak mau ada yang menandingi kekayaannya, maka juragan Sapto akhirnya nekat menggadaikan keimanannya dengan nafsu yang menggebu dan akhirnya menjadi pengikut iblis itu.
"apa- apa yang harus hamba lakukan untuk mendapatkan semua itu?" tanya juragan Sapto yang sudah gelap mata
"hahahahaha aku akan mengabulkan satu permintaan darimu agar kau yakin jika akulah tuhanmu!" ucap sosok itu
"aku ingin semua warga desa menatapku dengan penuh rasa hormat dan tunduk dengan segala ucapanku tuan" pinta juragan Sapto
"akan aku kabulkan dan lihatlah besok, apa yang kamu minta sudah aku berikan. Dan jika terbukti berhasil. Maka setiap bulan purnama penuh kau harus membawakan gadis suci untukku dipuncak gunung Kawi ini!" ucap sosok itu
Juragan Sapto yang mendengarnya terbelalak dan merasa takut. Ia merasa takut karena ini merupakan hal salah namun lagi-lagi nafsu sesat membutakan mata hatinya untuk menutup mata jika hal salah ini merupakan jalan agar ia dipandang tinggi oleh warga.
"mohon maaf tuan saya ingin bertanya apa yang terjadi bila saya tidak membawakan gadis suci kepada tuan?" tanya juragan
"maka, aku akan mengambil istrimu untuk kujadikan pelayan di istanaku dan termasuk kau akan menjadi budakku yang selamanya akan merasakan berbagai macam siksaan dari para algojoku!" ucap tegas sosok itu
Juragan Sapto pun mengangguk pasrah, karena ia terlanjur menyetujui tadi dan juga hasratnya untuk menjadi orang terhormat dikampungnya.
Ia tidak sadar jika perbuatannya itu adalah awal mula kehancuran hidupnya sendiri dan merembet hingga keturunannya.