NovelToon NovelToon
Glitz And Glamour

Glitz And Glamour

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Duniahiburan / Percintaan Konglomerat / Fantasi Wanita / Berondong / Playboy / Tamat
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di jagat hiburan, nama Leonard Abelano bukan sekadar aktor, dia adalah jaminan rating. Setiap drama yang dibintanginya pasti menyentuh angka dua digit. Leo, begitu publik memanggilnya, punya segalanya: struktur wajah yang dipahat sempurna, status pewaris takhta bisnis Abelano Group, dan sebuah reputasi yang membuatnya dijuluki "Duta Kokop Nasional."

Bagi penonton, cara Leo mencium lawan mainnya adalah seni. Namun bagi Claire Odette Aimo, itu adalah ancaman kesehatan masyarakat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pria mulut beracun

Eleanor benar-benar tidak bisa menghilangkan rasa panas di wajahnya. Sambil memaki dalam hati, ia terus mengumpat, "Dasar pria mulut beracun! Sinting! Bisa-bisanya dia mengomentari fisik gue setelah gue hampir mati ketakutan!"

Nama Sean Manuel kini resmi berada di urutan pertama dalam daftar orang paling ia benci di bumi.

Namun, di sisi lain Manhattan, di dalam kamar penthouse-nya yang luas dan dingin, sang Pria Mulut Beracun itu sedang mengalami krisis identitas.

Sean terbaring telentang di ranjang king size-nya. Lengannya menutupi mata, tapi otaknya terus memutar ulang kejadian di ruang ganti tadi seperti kaset rusak.

"Sial," umpat Sean pelan.

Dia berbohong. Dia berbohong besar soal ulasan tadi siang. Kenyataannya, saat Eleanor menghambur ke pelukannya, Sean merasa dunianya seolah meledak. Tubuh Eleanor sama sekali tidak seperti yang ia katakan, gadis itu sangat empuk, pas, dan memiliki lekuk yang sanggup membuat pria mana pun kehilangan akal sehat.

Sensasi saat dada mereka bersentuhan dan tangan mungil Eleanor meremas kausnya masih terasa nyata di kulit Sean.

Jantungnya yang biasanya dingin kini berdegup sangat kencang hanya karena ingatan itu.

"Kenapa gue harus ngomong kayak gitu tadi?" gumamnya kesal pada diri sendiri. Dia tahu dia temperamental, tapi menghina fisik cewek yang jelas-jelas dia sukai aromanya adalah level kebodohan baru.

Karena tidak bisa tidur, Sean meraih ponselnya. Dengan gerakan ragu tapi penasaran, ia mulai mengetik sebuah nama di kolom pencarian Instagram: @Eleanor_Riccardo.

Akun itu tidak di-private, tapi isinya sangat membosankan menurut standar anak-anak gaul NYIS. Tidak ada foto party, tidak ada foto tebar badan. Hanya ada foto-foto buku, pemandangan galeri seni, dan beberapa foto Eleanor yang sedang membaca.

Sean menekan salah satu foto. Eleanor sedang duduk di perpustakaan, tanpa kacamata, menatap jendela.

"Dia... secantik ini?" gumam Sean tanpa sadar. Matanya terpaku pada foto itu. Tanpa kacamata tebalnya, mata Eleanor terlihat sangat jernih dan tajam.

Sean terus men-scroll hingga menemukan foto Eleanor saat sedang berlibur di pantai.

Gadis itu hanya memakai sundress tipis yang tertiup angin, memperlihatkan siluet tubuhnya yang memang sangat berisi dan indah.

Sean menelan ludah. Foto itu membuktikan bahwa kata-katanya tadi siang di UKS adalah omong kosong paling besar yang pernah ia ucapkan.

"Gue bener-bener gila," Sean melempar ponselnya ke samping bantal.

Dia ingin membenci gadis itu karena kelancangannya, tapi bayangan Eleanor yang ketakutan dan mencari perlindungan di dadanya tadi siang justru membangkitkan sisi posesif yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Sean menatap langit-langit kamarnya dengan seringai kecil.

"Oke, Riccardo. Lo bilang gue orang gila? Gue bakal tunjukin seberapa gilanya gue buat bikin Lo nggak bisa berhenti mikirin gue, sama kayak Lo yang bikin gue nggak bisa tidur malam ini."

Pagi hari di New York International School (NYIS) selalu dimulai dengan drama, dan hari ini subjeknya tetap sama, sang pangeran kegelapan, Sean Manuel.

Kabar burung menyebar lebih cepat dari koneksi Wi-Fi sekolah. Katanya, semalam seseorang melihat mobil sport Sean terparkir di depan sebuah apartemen mewah, dan seorang model internasional dengan tubuh gitar spanyol keluar dari sana sambil merangkul mesra lengan Sean.

Rumornya, mereka menghabiskan "malam yang sangat panjang".

Eleanor yang baru saja sampai di depan lokernya hanya bisa memutar bola mata saat Joy dan beberapa siswi lain berbisik-bisik kencang di dekatnya.

"Gila ya, Sean emang nggak ada tandingannya. Model papan atas lho! Pasti semalam panas banget," bisik salah satu siswi.

Eleanor menutup lokernya dengan dentuman keras. “Malam yang panjang, huh? Pantesan mulutnya makin beracun, mungkin kebanyakan makan micin sama model-model itu,” batin Eleanor kesal.

Ada rasa sesak yang aneh di dadanya, tapi ia segera menepisnya, menganggap itu hanya rasa mual karena mendengar gosip sampah.

Tiba-tiba suasana koridor mendadak hening saat Sean Manuel melangkah masuk. Aura dominannya seolah menghisap oksigen di ruangan itu.

Sean berjalan dengan langkah mantap, wajahnya terlihat sedikit kurang tidur yang bagi para siswi di sana, itu adalah konfirmasi dari rumor "malam panjang" tersebut.

Seorang siswi dari kelas sebelah, yang sengaja membuka kancing atas kemejanya hingga memperlihatkan belahan dadanya, mencoba menghadang jalan Sean.

"Sean... semalam capek ya? Mau aku temenin ke kantin?" ucap siswi itu dengan nada manja yang dibuat-buat, sambil sengaja condong ke depan untuk memamerkan asetnya.

Sean menghentikan langkahnya. Ia menatap siswi itu dari atas ke bawah dengan tatapan yang sangat menghina.

"Lo pikir dengan pamer dada kayak gitu, gue bakal tertarik?" desis Sean dingin. "Hama kayak Lo cuma bikin koridor ini jadi bau murahan. Minggir dari hadapan gue sebelum gue suruh sekuriti seret Lo keluar."

Gadis itu mematung, wajahnya memerah karena malu luar biasa dan langsung lari menjauh.

Setelah menyingkirkan hama itu, mata tajam Sean langsung menyapu koridor dan berhenti tepat pada satu titik: Eleanor.

Eleanor yang tertangkap basah sedang memperhatikan kejadian itu langsung berusaha bersikap acuh tak acuh. Ia memeluk buku-bukunya erat, bersiap pergi ke kelas.

Namun, Sean tidak membiarkannya lewat begitu saja. Sean berjalan mendekat, setiap langkahnya terasa mengancam sekaligus memikat. Begitu sampai di depan Eleanor, Sean berhenti. Ia menatap Eleanor dengan tatapan yang sangat dingin, seolah kejadian pelukan di UKS kemarin tidak pernah terjadi.

"Kenapa? Lo mau denger detail soal rumor semalam juga, Riccardo?" tanya Sean dengan nada sinis yang menusuk.

Eleanor menatap balik mata biru Sean yang dipuja-puja itu dengan keberanian yang dipaksakan.

"Nggak minat. Gue nggak suka denger cerita sampah tentang pria yang nggak bisa jaga kehormatannya."

Sean menyeringai tipis, mendekatkan wajahnya ke arah telinga Eleanor hingga Eleanor bisa mencium aroma parfum maskulin Sean yang bercampur dengan aroma kopi.

"Bagus kalau Lo nggak minat," bisik Sean, suaranya terdengar berbahaya. "Karena kalau sampai Lo tau apa yang sebenernya gue lakuin semalam, mungkin Lo bakal sadar kalau ulasan gue soal badan Lo kemarin itu... cuma permulaan dari obsesi gue buat bikin Lo gila."

Sean menjauhkan wajahnya, menatap Eleanor sekali lagi dengan tatapan membeku, lalu berjalan melewati gadis itu seolah dia hanyalah angin lalu.

Eleanor berdiri mematung. Dadanya bergemuruh. Ia benci Sean Manuel, tapi ia tidak tahu kalau semalam, malam panjang yang dilalui Sean sebenarnya hanyalah menatap foto Eleanor di layar ponsel sampai fajar menyingsing.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Retno Isusiloningtyas
happy ever after
Retno Isusiloningtyas
aku kok blm nerima undangannya yaaa🤭
ros 🍂: Ntar dikirimin ya kak undangannya 🤣
total 1 replies
Retno Isusiloningtyas
wow...
keren....
Retno Isusiloningtyas
seruuuuuu👍
Retno Isusiloningtyas
😍
Sweet Girl
Buktikan. Claire... dr pada mati penasaran.
Sweet Girl
Bwahahaha dibilang Duta Kokop.🤣
sasip
ngeri loh kalimat pernyataan leo: "satu²nya skenario yg ingin dipelajari sampe mati".. mantab jiwa.. 👍🏻🫣😉🤭😅
sasip
enggak nyangka ei.. novel sebagus ini masih sepi pembaca.. sy yg awalnya cuma iseng mampir gegara liat cover yg provokatif pun terhipnotis & kepengen baca terus, tapi sempetin mampir deh buat memberi semangat othor keren.. 👍🏻 TOP pake banged.. lanjut ya thor.. 🫶🏻💪🏻🫰🏻
ros 🍂: Ma'aciww sudah mampirr😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!