"Bagi orang lain, pernikahan adalah ibadah. Bagi Dira dan Bagas, pernikahan adalah kompetisi bertahan hidup dari kebodohan masing-masing."
Dira tidak pernah menyangka jodohnya adalah laki-laki yang dia temui di IGD dalam kondisi kepala kejepit pagar rumah tetangga. Di sisi lain, Bagas jatuh cinta pada Dira hanya karena Dira adalah satu-satunya orang yang tidak menertawakannya saat melihatnya(padahal Dira cuma lagi sibuk nyelametin nyawa karena keselek biji kedondong).
Kini, mereka resmi menikah. Jangan harap romansa ala drakor. Panggilan sayang mereka adalah "NDORO" dan "TAPIR" .
Ikuti keseharian pasangan paling absurd abad ini yang mencoba terlihat normal di depan tetangga, meski sebenarnya otak mereka sudah pindah ke dengkul.
"Karena menikah itu berat, biar kami aja yang gila."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10: Anniversary Lesehan dan Tragedi "Steak Aspal"
"Bagas! Lo bakar rumah ya?!" teriak Dira sambil mendobrak pintu.
Dia berlari ke dapur dan menemukan pemandangan yang luar biasa. Asap mengepul memenuhi langit-langit. Supra sedang berusaha memanjat kulkas untuk menyelamatkan diri, sementara Bagas berdiri di depan kompor sambil memegang tutup panci sebagai perisai, mukanya sudah cemong hitam-hitam seperti habis perang gerilya.
"Ndoro! Jangan masuk! Radiasi cintanya terlalu kuat!" teriak Bagas panik.
Dira segera mematikan kompor dan membuka semua jendela lebar-lebar. Di atas wajan, terlihat sebuah benda hitam legam, keras, dan tidak berbentuk yang lebih mirip aspal jalanan daripada steak premium.
"Ini apa, Bagas? Lo lagi bikin replika fosil dinosaurus dari daging sapi?" tanya Dira sambil menunjuk benda hitam itu.
Bagas meletakkan tutup pancinya, wajahnya tampak lesu. "Tadi di YouTube bilangnya masak steak itu harus searing dengan api panas biar juicy, Ndoro. Tapi kayaknya api gue terlalu bersemangat, jadi dagingnya malah memilih jalan untuk menjadi arang."
Dira menatap dapur yang berantakan: tepung bertebaran di mana-mana, saus yang muncrat ke tembok, dan mentega yang meleleh sampai ke lantai. Hatinya yang tadi mau marah, tiba-tiba melunak saat melihat Bagas yang memakai celemek bunga-bunga miliknya dan memegang buku resep yang sudah robek-robek.
"Pir... lo masak ini buat anniversary kita?" tanya Dira pelan.
Bagas mengangguk pasrah. "Gue pengen romantis sekali-sekali, Ndoro. Biar lo nggak nyesel nikah sama Tapir yang nggak guna ini. Tapi ternyata, bakat gue emang cuma di bidang iklan, bukan di bidang persilatan dapur."
Dira tersenyum tipis. Dira mengambil selembar tisu dan mengusap noda hitam di pipi Bagas. "Gue nggak butuh steak Perancis, Pir. Gue cuma butuh suami yang nggak bikin asuransi rumah kita naik gara-gara hampir kebakaran."
"Terus kita makan apa dong? Steak aspal ini kalau dilempar ke maling, malingnya bisa pingsan sih," ujar Bagas mulai kembali ke sifat aslinya.
"Udah, kita balik ke menu paling romantis dan paling aman di dunia," putus Dira.
Sepuluh menit kemudian, suasana rumah sudah tenang. Listrik di balkon (yang sudah diisi tokennya kemarin) menyala temaram. Dira menghidupkan beberapa lilin aroma terapi biar bau daging gosongnya hilang. Di tengah balkon, mereka menggelar tikar lipat.
Menu anniversary mereka malam itu adalah: dua mangkuk mi instan rasa soto ayam, lengkap dengan telur setengah matang dan kerupuk kaleng.
"Selamat ulang tahun pernikahan, Pir," ujar Dira sambil mengangkat sendok plastiknya.
"Selamat satu tahun, Ndoro. Makasih udah mau makan mi instan bareng gue di antara jemuran yang belum kering ini," jawab Bagas tulus.
Mereka makan dengan lahap di bawah langit Jakarta yang tidak ada bintangnya. Supra ikut duduk di pojokan tikar, menikmati bagian telur yang disisihkan Dira. Patung Jago pun seolah-olah ikut mengawasi dari balik pintu kaca balkon.
"Pir," panggil Dira di sela-sela menyeruput kuah mi.
"Ya, Ndoro?"
"Tahun depan, kalau lo mau masak lagi... mending lo masak mi instan aja tapi pake hiasan daun emas. Itu lebih aman buat jantung gue."
Bagas tertawa. "Oke, Ndoro. Nanti gue beli emas batangan terus gue parut di atas mi-nya. Tapi pake uang lo ya?"
"TIDUR DI LUAR!"
Malam itu berakhir dengan tawa yang pecah di balkon sempit itu. Meski jauh dari kata mewah, meski steak mereka berubah jadi arang, Dira sadar satu hal: kebahagiaan itu bukan soal apa yang ada di atas piring, tapi soal siapa yang ada di depan piring sambil pakai celemek bunga-bunga dan muka penuh cemong hitam.
Perayaan satu tahun mereka ditutup dengan mi instan dan rencana-rencana absurd untuk satu tahun ke depan. Namun, di tengah kedamaian itu, ponsel Bagas bergetar. Sebuah pesan masuk dari grup kantor.
"Bagas, besok ada klien baru yang sangat menuntut. Dia mau konsep yang 'Elegan dan Sempurna'. Lo harus siap ya!"
Bagas menatap Dira, lalu menatap Supra. Dia tahu, besok sirkus dunia kerja akan kembali dimulai, dan dia harus kembali menjadi Mas Bagas yang keren, sambil tetap menyimpan rahasia bahwa di rumah, dia adalah asisten pribadi seekor kucing pincang.
...----------------...
Senin pagi bagi Bagas adalah hari di mana dia harus bertransformasi dari seorang "pemuja kucing oranye" menjadi Creative Lead yang kharismatik. Dengan kemeja flanel yang rapi dan rambut yang ditata pakai pomade (yang sebenarnya adalah sisa minyak zaitun milik Dira), Bagas melangkah masuk ke kantor agensi.
Namun, suasana kantor terasa berbeda. Di meja kerjanya, sudah duduk Cindy dengan penampilan yang jauh lebih "wah" dari biasanya. Dia tidak lagi pakai rok mini yang ketat, melainkan setelan blazer kantoran yang sangat profesional, lengkap dengan kacamata frame tipis yang membuatnya terlihat seperti sekretaris jenius di film-film drama Korea.
"Selamat pagi, Mas Bagas," sapa Cindy dengan suara yang dikalibrasi agar terdengar tenang dan dewasa. "Gimana anniversary-nya sabtu kemarin? Lancar?"
Bagas menaruh tasnya, lalu menatap Cindy dengan dahi berkerut. "Lancar, Cin. Kita makan malam romantis di bawah gemerlap cahaya... jemuran. Ada apa nih? Tumben dandanannya kayak mau sidang skripsi?"
Cindy tersenyum simpul, jenis senyum yang sudah dia latih di depan cermin selama tiga jam. "Aku cuma sadar, Mas. Kemarin-kemarin aku mungkin terlalu kekanak-kanakan. Sekarang aku mau fokus bantu Mas Bagas buat proyek klien baru kita, PT. Sempurna Sejahtera. Mereka mau konsep yang 'High-Class' dan 'Deep'. Aku rasa kita perlu brainstorming privat malam ini."
Bagas terdiam sebentar, lalu merogoh ponselnya.
"Bentar ya, Cin. Gue harus koordinasi sama 'Pusat Informasi dan Keamanan' dulu."
Bagas langsung mengetik di grup "Dinas Kebersihan Hati".
Bagas (Tapir): Ndoro, gawat! Ulat bulu kantor ganti kulit jadi kepompong eksekutif! Dia ngajak brainstorming privat buat proyek PT. Sempurna. Kayaknya dia mau pake taktik intelektual sekarang. Gimana perintah?
Dira yang lagi sibuk meeting di kantornya, menyempatkan diri membalas sambil menahan tawa.
Dira (Ndoro): Gue tau taktik kayak gitu. Dia mau sok-sok pinter biar lo kagum. Oke, gaskan! Tapi syaratnya: lo jangan kelihatan pinter. Lo harus bawa semua keanehan rumah kita ke meja meeting itu. Kalau dia nanya soal konsep 'Deep', lo ceritain soal filosofi Supra nangkep kecoak.
Bagas (Tapir): Siap, Ndoro! Tapi dia ngajak nya privat. Nanti kalau dia sengaja tumpahin kopi ke baju gue biar gue buka baju gimana?
Dira (Ndoro): Kalau dia tumpahin kopi, lo langsung minta ganti rugi seharga deterjen mahal. Dan jangan lupa, pake kaos dalem lo yang paling bolong buat jaga-jaga kalau lo terpaksa buka baju. Biar dia liat realita 'estetika' lo yang sebenernya.
Bagas (Tapir): Laksanakan, Ndoro! Demi kesejahteraan dapur kita!
Bagas mematikan ponselnya dan menoleh ke Cindy yang masih menunggu dengan pose elegan. "Oke, Cin. Kita brainstorming nanti malam di kafe bawah kantor. Tapi gue bawa asisten ya?"
apalagi bagas ada aja ide kreatif nya, dan bisa merubah segala macam situasi 😃
dsini dira yang masih waras meski idenya bikin geleng kepala pas suruh lawan pelakor 🤣
up terus kaka semangat 🤗🤗
semangat up kaka🤗
dan suka karakter bagas yang ga menye menye😃
idenya kreatif kak, bisa bikin cerita lucu dngan berbagai ide yang unik 🤗
suka karakter manda yang super mistis, 🤣🤣🤣
yang pasti bnyak ketawa nya
menarik banget
ketawa terus pas setiap baca perbab
semangat up iya kaka🤗
semoga makin asyik kedepannya 👍