NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Di Malam Pertama

Pengkhianatan Di Malam Pertama

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:48.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kolom langit

Embun tak pernah menyangka bahwa kejutan makan malam romantis yang dipersembahkan oleh sang suami di malam pertama pernikahan, akan menjadi kejutan paling menyakitkan sepanjang hidupnya.

Di restoran mewah nan romantis itu, Aby mengutarakan keinginannya untuk bercerai sekaligus mengenalkan kekasih lamanya.

"Aku terpaksa menerima permintaan ayah menggantikan Kak Galang menikahi kamu demi menjaga nama baik keluarga." -Aby

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kolom langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 : HILANG

Embun melangkah menyusuri pepohonan tinggi menjulang nan kokoh. Bersama beberapa teman lain, ia mendapat tugas mengumpulkan kayu bakar. Di tangannya sudah ada banyak ranting pohon kering, yang kemudian ia kumpulkan di satu tempat. 

"Embun, aku kumpul kayu sebelah sini, kamu di sebelah sana, ya." Seorang teman wanita menunjuk ke arah ujung pegunungan. 

"Iya. Tapi nanti kumpulnya di sini, kan?" balas Embun. 

"Oke ... tapi Kak Dewa bilang jangan jauh-jauh. Sebentar lagi gelap," sarannya sambil melirik ke sekitar yang mulai terlihat gelap.

"Sip!"

Embun meneruskan langkahnya memunguti ranting pohon kering yang berjatuhan.

Setelah beberapa menit berlalu, perhatiannya teralihkan pada pemandangan yang tersaji. Bukit tempat mereka berkemah memang menyajikan pemandangan indah yang tak pernah mereka temui di perkotaan, dan ini adalah pengalaman pertama bagi wanita itu. 

"Wah bagus sekali. Aku foto ah, buat kenang-kenangan." 

Tak ingin kehilangan kesempatan, Embun mengeluarkan ponsel dari saku jaket. Beberapa pemandangan menarik ia abadikan dengan kamera ponselnya. Begitu indah, hingga Embun seperti terhipnotis. 

Ketika melihat sang mentari hendak terbenam, Embun menuju ke tepi bukit. Mengarahkan kamera ponsel pada pemandangan senja yang menakjubkan sambil berdecak kagum.

Embun masih terdiam di tempatnya berdiri, ketika tiba-tiba ia merasakan tubuhnya mendapat dorongan kuat dari arah belakang.

Embun menjerit, tubuhnya terperosok ke tebing yang curam. 

****

Dewa menjadi sangat panik saat salah satu mahasiswi datang dengan tergesa-gesa dan memberitahu tentang Embun yang tiba-tiba menghilang. Semua yang ikut dalam perkemahan pun berbondong-bondong menuju tempat di mana terakhir kali Embun berada. 

Beberapa pria termasuk Dewa menyisiri tebing yang curam. Sementara yang lain berkeliling ke sekitar hutan. Hampir setengah jam mereka mencari, namun tanda-tanda keberadaan Embun belum terlihat. 

"Kamu yakin tadi Embun di sini?" Dewa setengah berteriak kepada salah satu mahasiswi yang tadi satu tim dengan Embun.

"Yakin, Kak. Aku dengar suara Embun teriak, tapi aku pikir lagi bercanda sama Mega." Ia melirik salah satu temannya dengan bola mata berkaca-kaca.

"Tadi aku sama Embun sama-sama cari kayu di sini. Terus kita berpencar. Tapi aku nggak tahu Embunnya ke mana setelah itu." 

Jawaban itu menciptakan rasa frustrasi bagi Dewa. Pandangannya berkeliling ke sekitar tebing. Pikirannya sangat kalut sekarang. Entah untuk alasan apa, ia merasa dadanya penuh sesak.

"Embun!" Untuk ke sekian kali ia meneriakkan nama itu, namun tak ada sahutan sama sekali. Ia melirik beberapa pria yang berdiri di belakang. "Semua berpencar dan cari Embun sampai ketemu!" 

*** 

Mobil yang dikemudikan Aby melesat cepat di jalan yang lengang sore itu. Setelah mendapat kiriman foto kedekatan Embun dan Dewa, Aby memutuskan untuk segera menyusul. Selain itu keberadaan Vania di perkemahan juga membuatnya mengkhawatirkan sang istri.

Aby tidak tahu perasaan aneh apa yang menyergapnya, yang pasti interaksi antara Embun dengan Dewa membuat pria itu merasakan sensasi seperti tubuhnya tengah dilahap api. 

Membara!

Jika bisa akan ia bawa pulang Embun sekarang juga demi menjauhkannya dari Dewa.

Setelah menempuh perjalanan selama hampir dua jam, Aby pun tiba. Sebelum turun dari mobil, ia memeriksa ponsel terlebih dahulu. Ada banyak panggilan tak terjawab, salah satunya dari Dewa, yang menciptakan kerutan tipis di keningnya. 

"Mau apa si Dewa telepon?" gumamnya. Namun, Aby mengabaikan sejumlah panggilan itu dan segera turun dari mobil. 

Perjalanan belum usai. Karena untuk mencapai lokasi perkemahan, Aby masih harus menempuh jalan berbatu yang tentu saja tak dapat dilalui oleh mobilnya. Alhasil, ia harus menyewa jasa pengendara motor yang selalu standby di parkiran. 

"Ada apa rame-rame di sana?" tanya Aby sesaat setelah motor terhenti di depan lokasi perkemahan.

"Itu, Mas. Katanya ada mahasiswi yang hilang."

Informasi yang diberikan sang pengendara motor membuat Aby mengernyit. "Hilang gimana maksudnya?"

"Saya nggak tahu info detailnya, Mas. Katanya sih lagi mengumpulkan kayu, lalu tiba-tiba hilang." Pria itu mengedikkan bahu sambil berdecak. "Kawasan ini memang angker, Mas. Makanya harus hati-hati dan jangan bicara sembarangan."

Aby mengangguk saja mendengar penjelasan panjang pengendara motor tersebut. Kemudian mengeluarkan pecahan uang lima puluh ribuan dari dompet.

"Ambil aja kembaliannya, Pak."

Pria itu memulas senyum senang. "Wah, yang benar, Mas. Makasih loh, Mas. Semoga liburannya menyenangkan."

"Sama-sama, Pak. Hati-hati di jalan. Sudah gelap soalnya."

"Siap, Mas."

Aby melirik ke arah perkemahan setelah kepergian pria yang mengantarnya. Dari tempatnya berdiri ia dapat melihat rombongan mahasiswa saling berpencar sambil menyalakan senter dan menyorot ke arah tebing.

Samar-samar, Aby dapat mendengar sebagian dari mereka meneriakkan nama Embun.

Tunggu! Apakah mahasiswi hilang yang dimaksud pria tadi adalah Embun? Apa karena itu tadi Dewa menghubunginya berulang-ulang.

"Embun ...." Aby merasakan seluruh tubuhnya tiba-tiba lemas. Firasat yang sempat terlintas di benaknya ternyata benar.

***

1
Tamirah
Salut Thor narasi narasimu dalam menyusun cerita KEREN habis',banyak banyolannya dan konyol. ...!
Tamirah
Kalau lihat gejala nya Embun ini Hamidun....!
Tamirah
Tidak semua orang bisa disogok dgn uang untuk mendapatkan jalan damai.Radit kamu salah memilih lawan.
Tamirah
Memang sakitnya luar biasa dikhianati suami,pikiran sdh gak waras bahkan bisa jadi pembunuh yg kejam.Dan si istri juga kudu intropeksi diri knp suami selingkuh, mungkin terlalu dominan dlm rumah tangga nya sehingga suami gak punya wewenang sebagai kepala rumah tangga. Walah embun nasib mu salah sasaran.
Tamirah
Wah . ...perlu dicurigai ini . dgn tetangga yg baru kenal tapi banyak keponya.....!
Tamirah
Thor kamu memang keren deh buat narasi biar Dewa salah paham 😄😄😄
Tamirah
kalau Vania ini membahayakan bagi dirinya sendiri maupun orang lain,sebaiknya dibawa kerumah sakit jiwa.Disitu ada yg menangani serta memerlukan waktu cukup lama untuk sampai sembuh.
Tamirah
Thor kebanyakan memberi gelar Si Otong nya Aby. Satu gelar sdh cukup .🤭🤭🤭
Tamirah
Nggak nyangka aja pelaku nya Mega,karena kalau lihat alur cerita nya Gak ada kedekatan antara Mega dan Abi, justru yg buat masalah Vania,terang terangan berseteru dgn istri nya Abi. salut Thor dgn alur cerita yg mengecohksn readers.
Tamirah
Menyandang gelar suami seharus Aby punya batasan pada sang pacar. Kecuali sudah status duda baru tu pacarmu kamu urus atau langsung kamu nikahi biar gak buat drama terus.
Tamirah
Nah gitu Embun jangan diam aja' dihina Vania bikin suami kamu bertekuk lutut dan akhirnya nya bucin parah lanjut Thor.
Tamirah
Embuh jangan lemah gak perlu mengadu sama mertua kalau Aby gak menjalankan kewajiban memberi nafkah batin. Harus nya senang nnt bila bercerai masih status perawan.
Tamirah
buat aja' perjanjian pasca nikah, 6 bulan gak ada sentuhan pisik,gak ada ikut campur dalam urusan cinta, kalau jadi cerai ,janda rasa perawan.
Tamirah
Tetap lah bersikap cuek gak usah berharap, Aby akan menilai wanita mana yg layak Menjadi pendamping hidupnya,siapa tahu Aby akan mempertahankan istri nya setelah tahu karakter istri nya sehari hari.
Tamirah
Cukup bersabar dan tawakal dalam kehidupan slalu ada cobaan. Ayah yg sdh meninggal pernikahan yg gak diharapkan, tetap lah semangat dan buatlah persiapan entah itu bekerja atau apalah supaya tiba wkt nya bercerai sdh siap lahir batin.lanjut Thor.
Wiwin Winangsih
Aby langsung kasih hadiah buat mama besok🤣🤣
Wiwin Winangsih
berarti buah jatuh sepohon- pohonnya wa 🤣🤣🤣
Bagong
Vania lah wanita yg g punya harga dirinya,,,,,siapa lagi coba yg bisa sepicik itu
mimief
wah...maknya ini yg ngunciin🤣🤣
Ratna
curiga Mega deh musuh dalam selimut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!