NovelToon NovelToon
Terjebak Perjodohan

Terjebak Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rima Andriyani

Felicia Mau tak mau harus menerima perjodohan dari Papanya. Meskipun sempat kabur dari rumah, pada akhirnya dia menyetujuinya. Awalnya dia mengira pria yang akan menjadi suaminya itu seorang pria tua dengan perut buncit. Namun Ketika dia mengetahui jika suaminya adalah pria yang sempat ia kagumi, Felicia pun mencoba untuk membuat Arion menatapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Setelah pertemuannya dengan Fero, Felicia memutuskan untuk ke kantor suaminya. Kali ini dia tidak membawa bekal makan siang. Felicia membawa cake yang Ia beli di toko langganannya. Felicia tahu jika Arion sangat menyukai cake strawberry.

Felicia juga membeli yang rasa keju untuk dirinya sendiri. Rencananya, dia ingin memakannya bersama dengan Arion.

Dengan senyum yang selalu tersungging di bibirnya, Felicia melangkah dengan semangat. Dia sudah tidak sabar lagi bertemu dengan Arion.

"Irene, apa suamiku berada di ruangannya?" tanya Felicia.

Irene menunduk hormat. "Iya, Nona. Beliau baru saja selesai meeting dan kembali ke ruangannya."

"Baiklah, Aku akan ke sana. Terimakasih, Irene." Felicia segera mempercepat langkahnya. Dia tidak memberitahu jika hari ini akan datang. Jadi Felicia ingin memberi kejutan pada suaminya.

Felicia melihat pintu ruangan Arion sedikit terbuka. Bibirnya terus tersenyum. Langkahnya kian mendekat.

Namun ketika hendak membuka pintu ruangan itu, Felicia mendengar suaminya sedang berbicara dengan seorang wanita.

Felicia mengurungkan membuka pintu itu dan malah mendengarkan percakapan suaminya.

"Apakah Aku sudah tidak ada lagi di hatimu, Arion?" Suara wanita itu terdengar putus asa.

Felicia terbelalak mendengarnya. Dia sedikit membuka pintu itu untuk mengetahui siapa wanita yang berbicara dengan suaminya itu.

Matanya membola ketika mengetahui siapa wanita itu. "Kak Cintia...."

"Sudah ku katakan untuk jangan mengungkit masa lalu, Cintia!" Suara Arion menginterupsi.

Cintia berjalan mendekati Arion. Meraih tangan pria itu dan menatapnya dalam. "Arion. Aku tahu jauh di dalam hatimu masih ada Aku di sana. Kita pernah menjalani sebuah hubungan indah di masa lalu. Apa Kau tidak mengingatnya?"

Arion terdiam. Dia menatap Cintia yang terlihat sangat putus asa. Hingga pintu ruangannya pun terbuka dan menampilkan Felicia di sana.

Keduanya langsung menatap kearah pintu. Cintia tak berniat melepas tangan Arion. Namun, Arion langsung melepaskan tangan itu dengan paksa.

"Sayang... Aku merindukanmu." Felicia berjalan cepat menuju Arion dan menarik pria itu. Memeluknya erat serta mencium pipinya dengan mesra.

Arion terkejut dengan sikap Felicia. Sebelumnya memang Felicia sering bersikap manja padanya. Tapi untuk sekedar mencium pipi, Felicia tak akan berani melakukannya.

Cintia yang melihatnya merasa panas hati. Rasanya dia ingin menarik Arion dari pelukan Felicia.

"Eh, kenapa Kak Cintia ada di sini?" tanya Felicia pura-pura terkejut.

"Aku bekerja menjadi sekretaris Arion saat ini."

Felicia hanya melingkarkan bibir membentuk huruf O.

Arion mengerutkan keningnya melihat Felicia yang tampak tenang. 'apa tadi dia tidak melihat Cintia memegang tanganku? Kenapa dia berekspresi biasa saja?' Arion bertanya-tanya dalam hati.

Arion selalu mendengar sang istri selalu berkata jika dia sangat mencintainya. Makanya Arion merasa heran kenapa Felicia tak menunjukkan sebuah kecemburuan.

"Sayang, Aku membawa cake kesukaanmu. Sekarang sudah waktunya jam istirahat. Aku akan menyiapkannya untukmu." Felicia berkata masih dengan senyumannya. Gadis itu lalu melirik kearah Cintia.

"Apa Kak Cintia mau bergabung?" tawar Felicia.

"Tadi Aku memberinya banyak tugas pekerjaan. Sepertinya dia tidak akan bisa." Arion menyela.

"Siapa bilang, Arion. Aku sudah mengerjakan semuanya. Jadi Aku bisa bergabung." Cintia tak ingin membuat Arion berduaan dengan Felicia.

Cintia meyakini jika sikap romantis yang Arion tunjukkan pada Felicia hanya pura-pura semata. Karena Cintia dapat melihatnya dari gerak-gerik Arion selama ini.

"Tapi, Kak Cintia jangan cemburu ketika melihat kemesraan kami ya?" Felicia mengedipkan sebelah matanya pada Cintia.

Felicia langsung menarik suaminya untuk duduk di sofa. Dia mulai membuka cake itu. Sementara Cintia langsung bergabung dengan mereka.

"Aku akan mencuci tangan terlebih dahulu," ucap Arion hendak beranjak. Namun, Felicia menghentikannya.

"Tidak usah, Sayang. Karena Aku yang akan menyuapimu." Felicia berkata dengan manjanya.

Cintia merasa muak melihat Felicia yang terus saja menempel pada Arion. Sementara dirinya yang hanya memegang tangannya saja merasa begitu sulit.

Felicia mulai mengambilkan cake strawberry itu untuk Arion. Lalu dia menatap Cintia sejenak.

"Kak Cintia ambil sendiri ya? Tanganku sedang sibuk ini."

Felicia mengedipkan matanya kepada Arion dengan senyum menggoda. Membuat Arion merasa begitu kikuk. Saat ini dirinya berada di antara istri dan mantan.

Felicia mulai menyuapkan cake itu ke mulut suaminya. Arion menerimanya dan mengunyahnya dengan lembut.

"Bagaimana, Sayang? Enak bukan, makan dari suapan istri tercinta?" tanya Felicia dengan sedikit melirik kearah Cintia.

Sejujurnya Felicia sengaja membuat Cintia panas. Dia akan menunjukkan kepada Cintia, bahwa tidak akan ada celah untuk orang lain merebut sang suami. Sekalipun itu mantan yang masih di cintai suaminya.

Bukannya egois. Tapi ini adalah bentuk pertahanan seorang istri. Felicia yakin jika Arion adalah jodoh yang Tuhan berikan padanya. Jika tidak, bagaimana bisa mereka di pertemukan menjadi sepasang suami istri? Tuhan pasti selalu punya rencana terbaik untuk setiap orang. Dan Felicia ingin mempertahankan jalan yang Tuhan berikan padanya.

Jika sebelumnya dirinya menjadi kompor dalam hubungan Steve dan Kate, kini dia akan menjadi kompor dalam hubungannya sendiri.

Dan komporannya itu selalu berhasil. Felicia terkekeh kecil melihat wajah kesal Cintia.

Felicia kini mengambil cake keju untuk dirinya sendiri. "Ini juga sangat enak. Apa Kau mau mencobanya, Sayang?" tawar Felicia. Dia sudah menyendok cake keju itu dan akan menyuapkannya untuk suaminya.

"Berhenti, Felicia!" seru Cintia membuat Felicia terkejut dan langsung menatapnya.

"Kenapa?"

"Kau tidak tahu? Arion paling tidak suka dengan keju. Kenapa Kau malah memberinya cake keju padanya?!" ungkap Cintia membuat Felicia langsung menatap Arion.

"Kau tidak suka keju, Sayang? Kenapa Kau tidak mengatakannya padaku?" Felicia menurunkan suapannya.

"Kenapa Kau malah menyalahkan Arion, Felicia? Seharusnya Kau sebagai istri yang harus lebih tahu!" hardik Cintia.

Felicia mulai merasa geram pada Cintia. Dia menatap Cintia dan tersenyum miring.

"Kak Cintia, suamiku tak mempermasalahkan segalanya. Kenapa Kak Cintia terus berkomentar tentang apa yang suamiku sukai dan tidak sukai?!"

"Itu karena Aku...."

"Cintia! Sebaiknya Kau kembali ke ruanganmu. Kau bisa membawa cake itu ke ruanganmu." Arion berkata dingin.

"Tapi, Arion...."

"Kak Cintia. Sebaiknya Kau turuti perintah Suamiku. Kau tahu? Saat ini pasti dia sedang ingin berduaan saja denganku. Kau tahu kan, bagaimana pria jika merindukan istrinya?" Felicia berbisik pelan kepada Cintia.

Arion masih dapat mendengarnya. Pria itu tak percaya dengan kelakuan Felicia hari ini. Rasanya dia tak dapat berkata-kata.

Dengan kesal, Cintia langsung meninggalkan ruangan itu. Membuat kepuasan tersendiri bagi Felicia yang melihatnya. Felicia merasa menang saat ini.

Setelah melihat tubuh Cintia yang tak terlihat lagi, Felicia langsung tertawa cekikikan.

"Apa sekarang Kau puas?" Suara Arion membuat Felicia langsung menatapnya.

"Ya, Aku sangat puas. Apa ada yang ingin Kau jelaskan padaku, Tuan suami?" Kini Felicia mengubah ekspresi menjadi serius. Dia ingin mendengar kebenaran dari mulut suaminya.

"Apa yang ingin Kau dengar?"

"Semuanya," jawab Felicia cepat.

Arion terdiam. Dia menatap Felicia penuh arti. "Aku akan menceritakannya padamu. Tapi Aku akan memberikan hukuman terlebih dahulu padamu atas kelakuan mu hari ini." Arion tersenyum.

Namun, Felicia menatap penuh horor senyum yang tersungging di bibir suaminya itu. Arion mulai mendekat ke arahnya.

"Arion, Kau mau apa?" Felicia menelan ludahnya dengan susah payah.

"Mengabulkan ucapanmu pada Cintia. Apa yang akan suami lakukan jika hanya berdua saja dengan istrinya?" Arion menaik turunkan kedua alisnya.

Tiba-tiba saja Felicia menjadi gugup. Jantungnya berdegup kencang. Rasa panik menguasainya. Tidak mungkin kan, suaminya itu akan melakukan hal itu padanya saat ini juga? Felicia benar-benar panik di buatnya.

1
Retno Harningsih
lanjut
Retno Harningsih
up
louis
dasar Arion laki2 tdk punya pendirian. bego jadi laki2.
Retno Harningsih
up
Noona Han
Eaaaa 🤣 semoga hbais ini cintia yg sadar sama perasaannya ke kenzo
Retno Harningsih
lanjut
Noona Han
keg nya masih idup, lagian lucu pamitannya🤣
Jelita S
Kenzo msih hidup kh
Retno Harningsih
up
Retno Harningsih
lanjut
Noona Han
nah yg ini baru kegnya lakinya mulai curiga
Noona Han
🤣🤣rada rada emg nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!