NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Anak Duda Kaya

Terjebak Cinta Anak Duda Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Trauma masa lalu / Keluarga / Diam-Diam Cinta / Romantis / Ibu Pengganti
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Shalema

Kanara, enam tahun, memilih diam dan takut pada cermin.

Nura datang hanya untuk menolong, tapi malah terikat pada Elang, ayah Kanara, duda kaya yang menyimpan luka dan penyesalan.

Di antara tangisan dan kasih yang tumbuh perlahan, cinta hadir tanpa rencana. Namun saat masa lalu mulai terkuak, Nura harus memilih, pergi untuk melindungi diri atau bertahan mencintai dua hati yang sama-sama terluka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shalema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan besar

Nura menatap Kanara yang sedang asyik mewarnai di atas overbed table. Pikirannya masih tertahan pada peristiwa siang tadi.

Flashback on

Nura tertegun. Ia melepaskan genggamannya dari pinggiran ranjang, merasa sedikit limbung. Tinggal di rumah Kanara dan Elang? Itu sama sekali, tidak pernah masuk dalam rencana hidupnya.

“Tinggal… di sana, Bu?” tanya Nura memastikan. Suaranya sedikit bergetar. Ia melirik Elang, tapi pria itu hanya diam dengan ekspresi yang sulit dibaca.

“Iya Nura, setidaknya untuk masa krisis ini,” jelas Bu Maya tenang. “Kanara baru saja membuka diri padamu. Kalau kamu hanya datang beberapa jam sehari seperti biasa, kita akan kehilangan momentum kemajuannya. Dia butuh rasa aman yang ada setiap kali dia bangun tidur, atau saat dia merasa cemas di malam hari.”

“Saya akan siapkan kamar terbaik untuk kamu,” Elang akhirnya buka suara. Suaranya tidak lagi dingin, melainkan seperti sebuah permohonan.

“Kamu tidak akan merasa jadi pelayan di sana,” lanjutnya. “Kamu adalah terapis Kanara. Apapun yang kamu butuhkan, akan saya penuhi.”

Nura terdiam cukup lama. Di satu sisi, ia sangat menyayangi Kanara. Melihat kemajuan tadi pagi, saat Kanara meraih tangan ayahnya membuat hati Nura tersentuh.

Namun di sisi lain, tinggal satu atap dengan Elang, pria yang dengan kehadiarannya saja bisa membuat jantungnya berdetak tidak karuan, terasa seperti tantangan besar.

Nura menghela napas panjang. Ia menoleh ke arah ranjang, menatap Kanara. “Berapa lama, Bu?”

“Kita lihat perkembangannya satu hingga dua bulan ke depan,” jawab Bu Maya. “Setelah kondisinya stabil, kamu bisa kembali ke rutinitas lama.”

"Pikirkanlah dulu... ini bukan paksaan. Kamu berhak menolak. Tapi secara klinis, ini pilihan terbaik untuk Kanara saat ini," pesan bu Maya sebelum pamit

Flashback off

Kanara mendorong satu crayon warna hijau di depan Nura, memecah lamunannya. Nura tersenyum hangat. "Kita warnain sama-sama?"

Kanara mengangguk kecil.

Ting.

Bunyi pesan masuk di ponsel Nura.

Zoya: "Aku udah di lobi, aku naik ke kamar sekarang, ya."

"Kanara...," panggil Nura lembut sambil terus menggoreskan warna di kertas. "Nanti ada teman Kak Nura yang datang. Namanya Kak Zoya. Dia mau antar baju ganti buat kak Nura. Orangnya baik, kok."

Kanara diam, tapi Nura tahu anak itu sedang menyimak.

Tok tok

Pintu dibuka perlahan. Zoya melangkah masuk membawa sehuah tas kain. "Nura...," panggilnya pelan.

Seketika, Kanara menarik selimutnya hingga menutupi dada. Tangan kecilnya mencengkram ujung kain dengan erat. Meski begitui, ia tidak sembunyi atau terlihat panik. Ia hanya waspada.

Nura menarik napas lega, lalu tersenyum. "Masuk, Zoy.”

Zoya melangkah dengan ragu. Dia sudah tahu kondisi Kanara dari cerita Nura, jadi gerakannya sangat hati-hati. Tatapannya seolah bertanya ‘aku boleh mendekat, tidak?’

Nura memberi isyarat tangan agar Zoya tetap berada dalam jarak aman. "Kanara ini teman kak Nura, namanya Kak Zoya."

"Ha-halo, Kanara...," sapa Zoya kaku.

Kanara menarik selimutnya lebih tinggi, hampir menutupi separuh wajahnya.

Nura segera mengusap punggung Kanara dengan gerakan menenangkan, lalu beranjak mendekati Zoya di sofa.

"Ini bajunya," ucap Zoya pelan sambil menyerahkan tas. Ia melirik Kanara yang sudah kembali pada kertas mewarnainya.

"Makasih, ya."

"Kamu mau sampai kapan di sini, Ra?" Sambung Zoya.

"Belum tahu Zoy... mungkin sampai Kanara boleh pulang."

Zoya mengangguk paham. Baru saja mereka hendak melanjutkan obrolan, pintu kamar terbuka. Elang masuk sambil membawa dua kantong belanjaan.

"Oh, maaf saya tidak tahu kalau ada tamu," ujar Elang datar.

Langkah Elang yang tegap dan posturnya yang tinggi membuat Zoya terpaku. Matanya melebar menatap wajah tegas Elang.

Nura yang melihat tingkah temannya segera menyenggol siku Zoya.

"Ini Zoya, teman saya, Pak. Dia mengantar baju ganti,” jelas Nura cepat.

"E-eh, iya, Pak... Saya Zoya temannya Nura. Salam kenal," ucap Zoya gugup “Saya mau langsung pulang, kok."

Elang mengangguk sopan, lalu berjalan ke arah ranjang Kanara.

"Hati-hati di jalan," ucap Nura di depan pintu.

“Ini untukmu,” ujar Elang menyodorkan salah satu kantong belanjaan pada Nura.

Nura mengernyitkan kening. “Ini apa, Pak?

“Isinya baju ganti dan perlengkapan mandi,” jelas Elang. “Aku tidak tahu kalau kamu sudah minta tolong pada temanmu.”

Nura membuka isinya, kaos, celana panjang kain, handuk, sikat gigi, sabun mandi, dan… pakaian dalam. Wajah Nura seketika memanas. Ia merasa suruh darahnya naik ke pipi. “Kenapa Pak Elang sampai membelikan ini juga?” batinnya malu bukan main.

“Ehem… aku tadi cuma menebak ukurannya,” jelas Elang seolah tahu isi pikiran Nura. Ia tidak berani memandang langsung ke arah Nura. “Semoga tidak salah.”

“Sa-saya mandi dulu, Pak,” pamit Nura cepat-cepat, hampir berlari ke kamar mandi menyembunyikan wajahnya yang semerah tomat.

Elang tersenyum kecil, entah kenapa ia suka melihat pipi Nura memerah.

Selesai mandi, Nura menyempatkan diri mengecek ponselnya. Ada pesan kembali dari Zoya.

Zoya: “Ra! Ayahnya Kanara ganteng banget! Dia duda, kan? Hati-hati, Ra nanti kamu terjebak pesona duda keren.” 😂

Nura: “Ngaco kamu?! Dia itu orang tua pasienku. Lagian umurnya juga udah tua.” 🙄

Zoya: “Eh, justru yang tua itu yang lebih menggoda” 🤤🙈 “Nggak tua-tua banget lagi, Ra. Palingan umurnya sekitar 35-36. Beda 10-12 tahunan sama kamu. Masih cocok banget."

Kanara menarik lengan baju Nura , menunjuk sesuatu di atas meja. Nura menutup ponselnya. “Kanara mau puding?” tanyanya memastikan.

Kanara mengangguk.

Ia mengambil puding yang tadi dibelikan Elang. “Mau makan sendiri atau disuapin?”

Kanara meremas ujung bajunya, menatap pintu kamar mandi yang tertutup, di mana ayahnya berada.

“Sendiri,” jawab Kanara hampir berbisik, seakan khawatir ayahnya bisa mendengar suaranya.

Nura tersenyum senang, akhirnya Kanara mau bersuara lagi. “Oke…,” jawab Nura dengan nada riang.

Ceklek

Pintu kamar mandi terbuka. Aroma sabun yang segar langsung memenuhi ruangan. Elang sudah terlebih dahulu berganti pakaian santai. Rambutnya yang masih basah tampak berantakan namun justru membuatnya lebih… segar.

Nura teringat kata-kata Zoya, dan langsung menggeleng keras. “Fokus, Nura! Fokus pada Kanara!”

“Nura…?” panggil Elang.

Suara rendah itu entah kenapa terdengar lebih berat di telinga Nura. “I-iya, Pak?” jawabnya sambil sibuk merapikan sisa puding Kanara.

“Kamu sudah ambil keputusan?” kata Elang, kini menatapnya lurus.

“Aku tahu ini bukan permintaan kecil,” lanjut Elang. “Ini akan mengubah rutinitasmu, rumahmu, bahkan batas profesionalmu. Tapi, Aku tidak akan memintamu kalau ini tentang aku.”

Elang merendahkan suaranya, tampak tulus dan putus asa di saat yang sama. “Tapi aku memohon… demi Kanara.”

Nura menoleh ke arah Kanara, lalu menatap Elang yang sedang menunggunya dengan cemas. Ada sisi kemanusiaan yang ia lihat dari mata tegas itu. Sosok yang sedang putus asa demi anaknya.

“Kalau saya setuju,” kata Nura pelan. “Saya butuh komitmen penuh sepenuhnya dari Bapak.”

Elang mengangguk tanpa jeda. “Apapun.”

“Ini bukan sulap yang hasilnya instan, Pak. Mungkin akan ada hari-hari di mana kondisi Kanara menurun lagi. Ada hari-hari yang sulit,” tegas Nura.

“Aku tahu. Dan aku tidak mau terlambat lagi untuk menemaninya,” jawab Elang mantap.

Hening kembali.

“Baik, Pak,” ucap Nura akhirnya. “Saya bersedia. Demi Kanara.”

Elang menghembuskan napas yang sangat panjang, seolah beban berat baru saja diangkat dari pundaknya. “Terima kasih, Nura. Terima kasih banyak.”

“Kapan saya harus mulai pindah, Pak?”

“Besok setelah Kanara boleh pulang dari rumah sakit,” jawab Elang cepat.

Nura hanya bisa mengangguk pasrah.

Saat tangan Elang tidak sengaja bersentuhan dengan tangan Nura, ketika mereka sama-sama ingin meraih botol minum, sebuah sengatan listrik seolah menjalar di tubuh Nura.

Nura segera menarik tangannya, berpura-pura merapikan rambut. "Saya... saya akan membuat jadwal terapi harian untuk di rumah nanti, Pak."

Elang berdeham, mencoba menetralisir suasana yang mendadak canggung.

Malam itu, Elang kembali tertidur di sofa. Sementara Nura duduk di kursi sambil menatap tas kain dari Zoya dan kantong belanjaan dari Elang yang berdampingan. Dua dunia yang berbeda. Nura tahu hidupnya akan berubah drastis mulai besok.

1
ginevra
ya, mending ikhlasin aja sih... nggak harus jadi CEO kan... turun jabatan dibawahnya juga nggak apa apa.
Aruna02
🤣🤣 akhirnya 😘😘
Aruna02
ya tuhan sampe bundir pak hendra
GreenForest
🤭🤭 akhirnya kesampaian juga bang duda. Semoga setelah ini hubungan kalian lebih serius dari sebelumnya
Ayank~Oma
Jaga jarak, jaga hatimu Nura, manusia kayak gitu sulit untuk berubah. Jangan harap menjalani hubungan serius dengan Elang akan berjalan mulus tanpa kendala.
Ayank~Oma
Jadi curiga sama bapaknya sendiri. Jangan jangan Darmawan ingin menghancurkan anaknya sendiri 🤔
🦋⃞⃟𝓬🧸Jemiiima__
seneng bgt interaksi semakin membaik 🥺
🦋⃞⃟𝓬🧸Jemiiima__
pak, apakah ini sebuah kecemburuan? /Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸Jemiiima__
duh bener2 hrs diperhatikan inimah, semoga tepat keputusan nura buat stay dirumah elang
PrettyDuck
elang ini mungkin tipe yang susah ngungkapin rasa sayang ya, makanya kanara susah deket sama dia 🥲
PrettyDuck
yaudah, ajak pacaran dulu minimal /Chuckle/
-Thiea-
Nura itu wanita istimewa mas. percayalah.🤭
-Thiea-
sekarang emang belum jadi siapa-siapa. tapi nanti siapa yang tahu🤭
Ramun🍓😈
siapa iblis itu. kok aku merasa itu ayahnya. Krena keknya mencurigakan cara bicaranya
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
memang tugasnya. tapi, setidaknya kamu bisa melihat. hanya Nura yang bisa membuat Kanara nyaman. eh /Chuckle/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
saking sunyinya. bahkan elang merindukan kekacauan yang di buat oleh anaknya /Whimper/
Alessandro
wahhh..... wah...... babak baru, nih... bs berlanjut
Alessandro
org2 dg panic attack bgini.. bs hidup dg normal gasi?
kasian kl tiba2 histeris
Ramun🍓😈
Kita kan tidak bisa mencegah kemana hati kita akan berlayar Nura😩. positif thinking saja, smoga pak Elang juga menyukaimu
WDY
cie cie mulai tumbuh ni kayaknya benih benih cinta🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!