NovelToon NovelToon
Cintaku Berhenti Di Kamu

Cintaku Berhenti Di Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Cintapertama
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: er_riri

terlihat siluet laki laki tinggi tegap berdiri di balkon dengan kemeja hitam tertiup angin, mata tajam nya tampak melihat hamparan pohon menjulang tinggi, tampak tangannya memegang besi balkon dan tangan lainnya memegang ponsel tampak menelepon seseorang, "sudah saatnya kau kembali, aku yang akan menemuinya secara langsung" tegas tak terbantahkan "baik" sahut orang di seberang sana.
seorang gadis dengan senyum manis sedang mengobrol dengan teman sebaya nya duduk tenang di bangku taman universitas, tampak sesekali tertawa ceria.
takdir apa yang akan menemukan mereka? akan ada banyak plotwis dan intrik,ikuti kisah mereka disini. stay tune

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon er_riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 10

Bila terduduk menguap lebar merentangkan kedua tangannya, memutar kepala kiri kanan, masih memejamkan mata. Semua gerakan itu tak luput dari pandangan Gama, "apa kau sedang menggodaku?". Duarr, matanya menangkap sosok Gama yang sedang duduk di sofa dengan laptop menyala di depannya tengah menatapnya dengan mata elangnya. Bila menatap arah pandangnya dan "arghhhh" Bila menjerit dan membenahi selimutnya ya melorot sampai menutupi wajahnya yang merah menahan malu.

Gama hampir tergelak, dan melanjutkan pekerjaannya. Bila mengintip dari balik selimut, ketika dia aman dari pandangan Gama, dia mulai turun dengan membungkus tubuhnya dengan selimut tebal, berjalan perlahan ke arah kamar mandi.

setelah membersihkan diri, Bila berjalan mondar mandir di walk in closet masih memakai bathrob. dengan fikiran berkecamuk bagaimana aku bisa lupa? padahal baru kemarin aku ingin hidup dengan damai sebelum pergi dari rumah ini, tapi kenapa aku melakukan itu? Wajahnya langsung merah mengingat kejadian semalam kedua tangannya menutup wajahnya tapi bagaimana bisa aku melakukannya dengan tuan Gama, bukankah dia tidak menyukaiku, oh iya! orang seperti tuan Gama kan bisa bergonta ganti perempuan sesuka hati tanpa harus mencintai, yeah, benar seperti itu.

menepuk pipinya keras agar dia sadar bahwa dia tidak harus berharap lebih pada hubungannya, dan meyakinkan diri bahwa memang itu adalah sebagian kecil dari tugasnya sebagai seorang istri. Tapi bagaimana masa depanku kelak jika aku hamil? Apa ketika tuan Gama bosan denganku dia akan menceraikan ku dan memisahkan aku dengan anakku? " ohh, bagaimana ini?" tiba tiba air mata menetes di pipinya. " baiklah aku akan membicarakannya pada tuan Gama", mengusap air matanya, berganti pakaian dan memakai riasan tipis.

Bila tampak canggung duduk di samping Gama, walaupun terlalu jauh untuk di katakan Dudu di sampingnya. Gama melihatnya " kenapa kau sangat jauh? Kemarilah! Makan sarapanmu", menepuk sofa di sampingnya, Bila menurutinya dengan diam dan memakan sandwich dengan lahap, yang ada fikirannya hanya perutnya harus kenyang sebelum menerima kenyataan pahit yang akan di sampaikan Gama tentang masa depannya saat dia bertanya nanti.

Bila meminum jus hingga tandas, " apa kau mau bagianku?" Gama menawarkan, karena Bila tampak sangat kelaparan. " tidak tuan, terimakasih. saya ingin bicara", tangannya sudah bergetar meremas roknya. " bicaralah, aku mendengarkan" masih dengan melihat laptopnya, " begini tuan, setelah yang kita lakukan semalam apa tidak sebaiknya saya melakukan pencegahan kehamilan?", Gama diam menggeser tubuhnya menghadap ke arah Bila dan bersedekap "tuan kan masih muda dan saya juga masih terlalu muda untuk memiliki anak, bukankah ini untuk masa depan tuan Gama yang lebih cerah agar tidak terganggu dengan kehadiran anak di antara kita?" Bila menunduk ketakutan dengan jawaban yang akan di lontarkan Gama.

Gama menggeretakkan giginya menahan marah, karena dia tahu bahwa Bila sangat ingin pergi dari hidupnya. Dengan suara tajam dan menusuk Gama berucap," siapa kau bisa mengatur masa depanku? Sebenarnya masa depanku atau kau yang sedang kau khawatirkan?" Bila sudah bergetar hebat hampir menangis, " Aku harap ini pembicaraan kita yang terakhir , dan harus kau ingat! Tidak ada perceraian di antara kita!". Gama mengepalkan tangannya dan pergi berlalu meninggalkan Bila yang sedang menangis tersedu.

dia sudah berani berfikir seperti itu, apa dia tidak sadar bahwa aku memperlakukan dia secara berbeda, sampai kapanpun kau hanya milikku Bila tak akan ku biarkan kau pergi dari hidupku Gama berusaha menguasai emosinya yang meluap dan menghentakkan tangannya ke besi penghalang di balkon.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!