NovelToon NovelToon
Kembali Bersamamu

Kembali Bersamamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Romansa / Cintapertama / Cinta Murni / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Renjanaa

“Aku ingin kita kembali seperti dulu lagi, Alisha. Jangan berpikir untuk meninggalkan aku lagi.” Albiru Danzel berkata dengan sangat lembut ketika memohon pada Alisha.

“Bukannya kamu membenciku, Albi?”

“Mungkin dulu aku benci karena ditinggalkan olehmu, tapi sekarang, aku sadar kalau kehadiranmu jauh lebih aku inginkan.” Alisha Malaika menunduk dengan tangan yang masih digenggam oleh Albiru.

Akankah mereka bisa bersama kembali setelah perpisahan di masa lalu yang sempat merebut kebahagiaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renjanaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 10

“Bunda ceritakan semua padamu?” Albiru mengangguk lalu meraih Alisha dalam pelukannya. Alisha membalas pelukan Albi lalu menangis sejadi-jadinya dalam pelukan pria tersebut. Tangisan yang dia tahan selama dua tahun ini, tangisan yang seakan mengadu bahwa penderitaannya selama ini sangat menyakitkan.

“Sesakit itu kamu, Sha. Maafkan aku,” ucap Albiru saat tangisan Alisha mulai mereka, cukup erat dia memeluk gadisnya dan mencium kening Alisha berkali-kali.

“Aku takut, Bi. Aku takut, rasanya semua itu sangat menyakitkan, aku tidak kuat dan ingin mengadu tapi tidak tau harus mengadu sama siapa,” ungkap Alisha diiringi tangisnya. Albiru mengusap kedua mata gadisnya dan mencium pipi Alisha lagi.

“Aku di sini, Sha. Aku akan melindungi kamu dan kedua orang tuamu. Jangan takut lagi, tidak akan ada yang bisa menyentuh kamu.”

“Tapi dia istrimu.”

“Aku akan menceraikannya.”

“Jangan. Itu akan menyakiti orang tua kamu nantinya dan aku tidak bisa membalas perbuatan dia karena tidak memiliki bukti.”

“Aku akan mengumpulkan semua bukti mengenai perbuatannya, aku akan ungkap kejahatan Naya dan Rafi di depan publik sampai mereka merasakan malu dan dihukum dengan sepantasnya.” Alisha kembali terisak dan memeluk Albi lagi, kali ini untuk menuntaskan rindunya yang terhalang selama dua tahun.

“Aku ingin kita kembali seperti dulu lagi, Alisha. Jangan berpikir untuk meninggalkan aku lagi.” Albiru Danzel berkata dengan sangat lembut ketika memohon pada Alisha.

“Bukannya kamu membenciku, Albi?”

“Mungkin dulu aku benci karena ditinggalkan olehmu, tapi sekarang, aku sadar kalau kehadiranmu jauh lebih aku inginkan. Lagian kepergianmu juga karena sebab bukan karena kamu ingin.” Alisha Malaika menunduk dengan tangan yang masih digenggam oleh Albiru.

“Aku tidak mau merusak rumah tangga orang, Bi. Aku tidak mau menjadi pelakor,” ungkap Alisha.

“Kamu bukan pelakor, aku yang menginginkan kamu ada dan aku yang ingin kamu di sisiku.”

Setelah suasana lebih tenang, Albiru mendengarkan cerita dari Alisha secara langsung dan lebih menyakitkan saat gadis itu yang bercerita ketimbang Dhevi tadi.

“Aku selalu didatangi oleh Kevin, orang suruhan Rafi untuk menyuruhku menjauhimu. Awalnya memang aku mengabaikan karena menganggap ancamannya sekedar ancaman belaka. Setiap saat aku diteror oleh mereka hingga puncaknya, ayah diculik dan mereka mengirim potongan jari ayah padaku serta video ayah disiksa. Tentu aku tidak tahan, Bi. Aku menyerah dan menuruti keinginan mereka, aku memutuskanmu dan ikut bersama mereka. Setiap hari aku dikawal dan dipindahkan ke tempat yang mereka inginkan.” Alisha menceritakan sesuai dengan apa yang Dhevi ceritakan.

Tangan Albi setia mengusap helaian rambut panjang Alisha, kepala perempuan itu bersandar manja di bahunya.

“Lalu kenapa kamu balik ke rumah waktu itu? Apa yang kamu ambil?” tanya Albi mengingat pertemuan mereka setelah lama berpisah.

“Aku mengambil cincin pemberianmu waktu aku wisuda, aku takut kehilangan cincin itu karena semua barang pemberianmu sudah diambil oleh Rafi dan ada pada Naya.” Alisha lalu mengambil kotak cincin di dalam tas kecil miliknya dan memperlihatkan pada Albiru.

Albiru merasa sakit saat melihat cincin yang dipertahankan Alisha. “Aku bodoh, harusnya hari itu aku memaksamu untuk ikut denganku, Sha.”

“Tapi hari itu, bunda sedang disiksa sama mereka, Bi. Kalau aku telat, mungkin bunda udah gak selamat.” Albiru menarik Alisha dalam pelukannya lagi dan kali ini pelukan itu sangatlah erat.

Setelah bercerita demikian, Alisha tertidur dalam pelukan Albiru. Dia sangat kelelahan hari ini, belum lagi memikirkan kesehatan ayahnya sendiri. Albiru enggan melepaskan pelukan di tubuh Alisha. Dia sangat rindu dengan gadisnya terlebih sekarang dia tahu kalau Alisha tidak bersalah dan semua penderitaan mereka tersebab oleh obsesi dari Naya.

Albi menggendong Alisha ke dalam kamar lalu menidurkannya perlahan di atas kasur. Dia membuka sepatu Alisha dan menyelimutinya dengan nyaman.

Tak lupa Albi memberitahu Dhevi kalau malam ini Alisha akan tidur di apartemennya, tentu saja Dhevi mengizinkan karena jika Alisha bersama Albiru, maka gadis itu akan aman.

Albi juga menghubungi Kartik untuk memintanya bertemu sepulang dari Bandung. Masalah ini harus dia tuntaskan dan Naya harus menerima hukuman dari apa yang telah dia perbuat pada Alisha.

...***...

Albi mengerjakan beberapa pekerjaannya di dalam kamar yang mana ada Alisha di sana. Tidak mau dia meninggalkan gadis itu barang sedikit pun. Pernikahannya dengan Naya hampir memasuki minggu ketiga dan selama itu Naya belum pernah dia sentuh sama sekali karena di awal, hatinya menolak untuk menyentuh Naya.

Ponselnya berdering, nama Naya terpampang jelas di sana dan kali ini bukanlah panggilan suara, melainkan panggilan video.

Albiru mengangkat panggilan tanpa ragu, dia tidak mengarahkan pada Alisha karena masih merahasiakan pertemuannya dengan Alisha dari Naya.

“Mas, kamu lagi apa? Kok nyampe Bandung kamu gak hubungin aku lagi? Aku kangen banget loh sama kamu,” ungkap Naya dengan suara mendayu yang membuat Albiru sangat muak mendengarnya. Saat melihat wajah Naya, dia kembali terbayang rasa sakit Alisha selama ini.

“Aku sibuk, dan panggilanmu saat ini cukup mengganggu, Nay.” Albiru tidak melihat ke arah layar sama sekali, dia hanya fokus menatap layar laptopnya dan menaruh ponsel di samping agar tidak terlihat Alisha di sana.

“Kamu capek ya? Maaf aku ganggu tapi aku kangen banget sama kamu.”

“Iya aku capek banget. Bisa gak? Telfonan besok aja? Aku sibuk sekarang.” Naya menekukkan kepalanya dan terisak, jelas Albiru begitu muak mendengar isakan itu.

“Sejak kita nikah, kamu semakin cuek sama aku. Kamu juga semakin jauh rasanya, Mas. Salah aku apa sih? Aku bisa terima kalau masih ada Alisha di hati kamu tapi sekarang ini aku seorang istri yang harus kamu jaga perasaannya,” terang Naya yang merasa tidak kuat dengan sikap cuek Albi belakangan ini.

“Nay, jangan bawa-bawa Alisha. Kamu tau sendiri kalau aku ini sangat sibuk. Dari awal menikah, aku sudah beritahu kamu kalau aku butuh waktu untuk menyentuhmu dan sekarang aku sibuk.”

“Iya Mas aku mengerti, maaf ya.”

“Lanjut nanti saja ya.” Albi memutuskan panggilan sepihak lalu membisukan panggilan dari Naya. Dia menaruh ponsel itu di atas nakas dan menutup laptop karena pekerjaannya sudah selesai.

Saat akan menaruh laptop, Albi merasakan gerakan gelisah dari Alisha di sampingnya. Segera Albi membangunkan Alisha tapi mata itu tetap terpejam.

Alisha mengigau ketakutan dan keringat bercucuran di wajah dan lehernya. Albi menduduk paksakan Alisha hingga Alisha bangun dengan nafas terengah, dia menyodorkan segelas air hingga Alisha meminumnya sampai habis.

“Mimpi buruk?” tanya Albi memastikan dan Alisha membalas dengan anggukan kepala sambil mengatur nafas. Tangannya membelai lembut kening dan rambut Alisha lalu membawanya ke dalam pelukan.

“Kamu aman di sini, jangan takut, ada aku.” Albi berusaha menenangkan dan Alisha hanya membalas dengan pelukan yang erat.

“Jangan pergi, Albi. Aku gak mau sendiri lagi, aku gak mau dibawa lagi” ujar Alisha yang masih ketakutan.

“Aku gak pergi, aku di sini.” Albi memberikan kecupan cukup lama di kening Alisha sampai gadisnya tenang kembali dan tertidur.

1
Mediterina
Albiru mah bisa dipercaya ueiy
Yeyen Niri
Dafrina dafrina, sepupu tiri geh byk gaya, naya aja kalah apalagi lo
Annissa Riani
Untung Albiru cintanya amat besar buat Alisha ya
Rina Meylina
habis naya terbitlsh dafrina
Anita Lare
Mampos aja si naya
Veer Kuy
Baik banget albi ngutamain alisha selalu
Syifa Mahira
Cemen banget si Rafi pas depan Albiru/Slight/
Mediterina
Rafi langsung ciut berhadapan sama Albi/Facepalm/
Yeyen Niri
Jujur puas bnget sama apa yg dituai naya sama rafi🤣
Annissa Riani
Albiru menyala, polisi lambat dia cepat
Rina Meylina
Albiru gerak cepat dia💪
Rina Meylina
Naya bertindak gk pake otak
Anita Lare
Nah kenak juga kau rafi, mana adikmu udh gila dipenjara
Anita Lare
Emg gk bisa dibiarkan si naya sama rafi ini, udh keterlaluan
Veer Kuy
Rafi Rafi, lain kali klau bertindk yg pinter dikit dong🤣
Veer Kuy
naya ini gk ada kapoknya ya bikin ulah/Hammer/
Betty Tur
Gak ngerti lgi sama si Naya🤣
Roza Yuka
Lagian Naya mancing emosi bnget
Radeya Yefol
Dia mah semua tubuh Alisha hafal bnget
Timivo
Dia cinta ama alisha doang, mending lu mundur Nay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!