Setelah tiga tahun berpisah, Rocky kembali menggemparkan hati Ariana dengan membawa calon tunangannya.
Siapa sangka CEO tempat Ariana bekerja adalah sang mantan sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hilang Mood
*****
*****
Biasa nya di hari libur seperti ini, Rocky akan menghabiskan waktu nya di lapangan golf. Bermain bersama dengan relasi - relasi kerja nya.
Tapi sekarang dia malah masih berada di rumah. Lebih tepat nya lagi di balkon rumah nya di lantai dua. Di kepalanya bayangan tentang permainan liar nya dengan Ariana dulu simpang siur lewat dari kepala nya.
Baru kali ini dia mengingat apa yang dia lakukan dengan wanita bayaran nya setelah satu hari berlalu.
Padahal dia sudah berusaha untuk menjauhkan bayangan Ariana dari pikiran nya. Tapi tetap saja wajah Ariana masih membekas di depan mata nya.
Apalagi saat dia menatap Ariana saat di coffe shop kemarin.
Terlebih lagi melihat noda merah di atas kasur hotel tempat mereka berpadu kasih. Serta tangisan Ariana yang dia dengar di dalam kamar mandi. Semua nya masih terekam jelas dalam ingatan Gibran.
" Ada apa dengan ku? Kenapa aku terus memikirkan nya?" Gumam Rocky pelan.
Jika di perhatikan lebih jauh, maka kita akan melihat Ariana yang sangat cantik. Terlebih lagi Ariana memang jarang menggunakan make up. Jadi Rocky bisa menikmati keindahan Ariana secara alami.
Tap
Tap
Tap
Suara langkah sepatu membuyarkan lamunan Rocky. Pria itu menoleh ke belakang melihat siapa yang datang. Ternyata yang datang adalah Jhoni dengan iPad di tangan nya.
" Selamat pagi, bos." Sapa Jhoni menundukkan kepala nya.
" Selamat pagi, Jhoni. Ada apa? Saya kan tidak memanggil kamu." Tanya Rocky dengan heran.
Rocky benar - benar heran karena biasa nya Jhoni tunggu mendapatkan perintah baru berani menghadap Rocky. Tapi pagi ini Jhoni sudah mengganggu suasana hati nya yang tadi nya begitu baik karena memikirkan Ariana.
" Maaf saya mengganggu santai bos. Tadi nyonya besar meminta saya memanggil bos untuk turun karena ada nona Nelly di bawah." Pesan Jhoni yang dia terima dari mama nya Rocky.
Rocky menggusar rambut nya kasar. Merasa frustasi karena lagi - lagi dia harus di hadapkan dengan Nelly. Calon tunangan pilihan mama nya yang tidak dia harapkan hadir dalam hidup nya.
" Katakan gue akan segera turun." Kata Rocky.
" Ayo lah bos. Bos harus segera turun. Jangan sampai nyonya besar menyuruh saya untuk kedua kali nya.
" Kenapa sekarang loe jadi lebih bawel dari mama gue?"
" Maklum lah bos. Ini pengaruh pertemuan saya dengan nona Ariana tempo hari. Dia sudah menularkan cerewet nya pada saya." Celetuk Jhoni.
" Jangan pernah sebut nama Ariana di rumah ini. Jangan sampai loe membuat mama dan Nelly curiga."
" Barusan bos juga sebut nama nona Ariana." Sindir Jhoni tersenyum jahil.
" Kalau begitu, barusan loe juga menyebut kan nama nya." Balas Rocky.
" Baik bos. Kalau begitu saya permisi dulu."
" Kamu mau kemana?" Tanya Rocky.
" Mau ke bawah lah bos. Mau sampai kan sama nyonya besar kalau bos akan turun sebentar lagi."
" Saya mau kamu cari tahu soal kuliah Amelia. Saya penasaran bagaimana Ariana bisa membiayai kuliah Amelia dengan gaji nya pas - pasan dari kantor." Perintah Rocky.
" Bos mulai kepo nih cerita nya?" Tebak Jhoni menggoda Rocky lagi.
" Hanya penasaran saja." Jawab Rocky.
" Penasaran juga nggak papa kok, bos. Saya nggak bisa marah juga kan."
" Mau gue potong gaji loe?"
" Iya iya. Di laksanakan secepat nya bos." Jawab Jhoni.
Rocky mengangguk sekali.
" Masih ada lagi bos tugas untuk saya?" Tanya Jhoni.
" Nggak ada. Selesaikan saja itu dulu." Jawab Rocky.
Jhoni pun berbalik meninggalkan Rocky dan turun ke bawah. Mengatakan kepada Yusnita jika Rocky akan turun sebentar lagi.
*
*
*
*
*
" Morning, ma." Sapa Rocky saat dia turun dari anak tangga menuju meja makan.
" Morning, sayang. Look this. Siapa nih yang pagi - pagi sudah datang bawain sarapan buat kamu." Kata Yusnita menatap Nelly.
" Baby, aku sudah bangun pagi - pagi untuk siapkan makanan kesukaan kamu ini. Ini aku yang masak semua nya. Semoga kamu suka dengan rasa nya ya." Ucap Nelly.
" Apa kamu yakin memasak semua ini sendiri?" Tanya Rocky curiga.
" Rocky ... kamu kenapa sih? Kayak nggak percaya gitu. Tentu Nelly yang memasak semua ini sayang. Mama sudah cicipi tadi. Dan rasa nya sangat enak." Sahut Yusnita.
Tentu saja rasa nya enak. Nelly sengaja memasang makanan itu dari restoran bintang lima. Sengaja dia lakukan untuk menarik perhatian Rocky.
" Tentu aku sendiri yang memasak nya. Memang sih di bantu oleh art di rumah. Tapi mereka hanya membantu menyiapkan bumbu saja. Selebihnya aku yang siapkan. Bahkan aku juga yang mencicipi nya." Jawab Nelly percaya diri.
" Bukan kah kamu tidak bisa masak? Terakhir mama meminta kamu memasak telur, telur nya gosong kan? Kalau aku tidak lupa."
Nelly langsung terdiam mendengar ucapan Rocky barusan. Tentu saja Nelly merasa malu. Karena jika mengingat kejadian itu, itu adalah kejadian yang paling memalukan bagi Nelly.
Nelly kembali ke memory lama itu. Saat Yusnita yang kurang enak badan meminta Nelly memasakkan telur goreng untuk nya agar dia berselera untuk makan. Tapi hasil nya, Yusnita bukan nya jadi selera makan tapi malah tertawa saat Nelly membawa kan telur gosong untuk nya.
" Tentu kamu belum lupa kan? Dan ini masih beberapa bulan dari kejadian itu dan sekarang kamu sudah mahir memasak. Hebat koki kamu. Bisa mengajar kam kamu memasak masakan sebanyak ini dalam waktu yang singkat." Celetuk Rocky lagi.
Tentu Rocky tahu bagaimana Nelly. Seorang wanita yang memiliki gaya hidup yang tinggi tidak akan mau masuk dapur apa lagi sampai mengotori tangan nya untuk memasak makanan untuk Rocky.
Di tambah lagi Nelly memiliki banyak art di rumah nya. Tentu tidak segampang itu bagi Rocky untuk percaya dengan ucapan Nelly.
" Sudah Rocku jangan bicara lagi. Ayo, kita makan. Keburu makanan nya dingin terus nggak enak lagi." Kata Yusnita menengahi ketegangan itu.
Setelah itu suasana menjadi hangat kembali saat orang - orang yang duduk di meja mengambil porsi nya masing - masing untuk sarapan.
" Baby, kapan kamu libur. Aku rasa sudah saat nya kita mengosongkan waktu untuk menyiapkan pertunangan kita." Tanya Nelly.
" Iya Rocky. Mama nggak mau ah kamu terlalu lama menunda pernikahan kalian. Jangan hanya fokus ke pekerjaan kamu saja. Nelly juga butuh perhatian kamu. Kalian seharus nya sudah menyiapkan segala keperluan pertunangan kalian dari sekarang. Mulai mencicil dari hal yang kecil dulu." Tambah Yusnita.
" Tapi kerjaan di kantor benar - benar sedang padat, ma. Aku bahkan tidak punya waktu untuk bersantai sebentar. Apa lagi harus mengosongkan waktu untuk menyiapkan pertunangan." Jawab Rocky.
" Lalu kapan kita akan menyiapkan nya kalau kamu lebih mementingkan pekerjaan kamu saja?" Tanya Nelly lagi.
" Kamu harus lebih sabar lagi jika ingin menjadi istri ku. Karena kita tidak akan bertunangan dalam waktu dekat ini. Aku masih punya banyak pekerjaan penting dari pada mengurus pertunangan ini." Jawab Rocky dengan tegas.
" Jadi menurut kamu pertunangan kalian tidak penting?" Tanya Yusnita menghempaskan sendok dan garpu nya.
Rocky hanya menyikapi nya dengan tenang. Benar - benar tidak terganggu dengan suara dentingan sendok di atas piring sang mama.
Dia tetap asyik menikmati sarapan nya. Tetap memasukkan suapan demi suapan ke dalam mulut nya.
" Jawab mama Rocky? Apa menurut kamu pertunangan kalian ini tidak penting?" Ucap Yusnita mengulang pertanyaan nya pada Rocky.
" Bukan kah memang begitu ada nya? Hanya mama dan Nelly yang terlalu bersemangat dengan pertunangan ini? Aku bahkan tidak berniat sedikit pun menikah dengan Nelly." Jawab Rocky memandang Yusnita.
Yusnita menggeleng tak percaya dengan sikap putra semata wayang nya itu.
" Apa maksud kamu Rocky?"
" Ma, sejak awal aku sudah katakan pada mama kalau aku tidak mencintai Nelly. Jangan kan cinta, rasa suka saja tidak ada, ma. Tapi mama terus memaksa aku agar menerima Nelly. Dengan alasan cinta akan tumbuh seiring kebersamaan kami. Bahkan mama memaksa aku bertunangan dengan Nelly. Tapi cinta itu tidak akan bisa tumbuh jika aku tidak pernah merasa nyaman berada dekat Nelly, ma." Ungkap Rocky mengeluarkan uneg - uneg nya.
Yusnita menganga tak percaya. Selama ini Rocky hanya diam dan menuruti semua keinginan nya tanpa membantah sekali pun. Tapi hari ini dengan terang - terangan Rocku mengungkap kan apa yang selama ini dia pendam.
" Aku sudah selesai." Rocky bangkit dari duduk nya.
" Ayo Jhoni." Ajak Rocky mendahului langkah Jhoni meninggalkan meja makan.
" Rocky ... mama belum selesai bicara. Rocky." Panggil Yusnita.
" Sudah tante. Nggak papa. Nggak perlu memaksa Rocky sekarang. Dia butuh waktu untuk menyadari kesalahan nya pada tante." Cegah Nelly menyentuh tangan wanita yang akan menjadi mertua nya itu.
Yusnita pelan menatap Nelly. Merasa beruntung mendapatkan calon menantu dengan tingkat kesabaran yang luar biasa.
" Maaf kan anak tante ya, Nelly. Dia memang egois. Tapi kamu jangan khawatir. Kamu dan Rocky akan tetap menikah." Ucap Yusnita berjanji.
Nelly mengangguk.
" Terima kasih tante." Balas Nelly.
*
*
*
" Perempuan itu benar - benar membuat gue kesal sekarang." Kata Rocky di dalam mobil.
" Bos boleh marah dengan nona Nelly. Tapi setidak nya bos harus menjaga perasaan nyonya besar. Jangan sampai perkataan bos Rocky sampai menyakiti hati nyonya besar. Jangan lupa bos, nyonya besar mempunyai masalah yang serius dengan jantung nya." Jhoni mencoba mengingatkan Rocky tentang sakit Yusnita.
Rocky mendesah pelan . Mata nya menatap ke luar mobil yang sudah mulai meninggalkan rumah Rocky.
" Nyoba besar tidak akan kuat Jiak mendengar bos membantah ucapan nya. Semua nya bisa di bicarakan dengan baik - baik. Jangan sampai melukai hati nyonya besar. Nyonya besar bisa terkena serangan jantung jika terus berdebat dengan bos." Tambah Jhoni.
" Terima kasih Jhoni sudah mengingat kan gue. Gue bahkan lupa soal itu." Ucap Rocky.
" Saya tahu bagaimana keadaan bos sekarang. Tapi saran saya, untuk mengalahkan nona Nelly bukan seperti ini cara nya."
" Maksud kamu apa?" Tanya Rocky penasaran.
" Kita bisa membuat suatu trik agar nona Nelly mengundurkan diri dari pertunangan bos dengan nya. Yah ... Semacam cara untuk menjauhkan nona Nelly secara halus." Saran Jhoni.
" Itu ide gila, Jhoni. Untuk sekarang ini saya nggak akan bisa mengalah kan dia selama dia berada di bawah perlindungan mama saya. Saya juga nggak ngerti kenapa mama begitu percaya dengan ucapan Nelly dari pada saya anak nya. Entah pelet apa yang sudah di gunakan Nelly sampai mama bisa ngotot ini agar dia menjadi istri saya. Apa tidak ada perempuan lain lagi?"
Jhoni tersenyum melirik Rocky dari kaca spion atas nya.
" Ada. Kandidat kedua nya nona Ariana. Itu pun jika nona Ariana mau mendekatkan diri dengan nyonya besar."
" Untuk tingkat seorang Ariana, dia tidak akan mau melakukan nya. Dia bahkan lebih parah dari Nelly keras kepala nya. Apa - apa harus sesuai kemauan nya." Bantah Rocky.
Tentu Rocky tahu dengan jelas bagaimana sikap Ariana. Wanita yang tidak bisa di bujuk apa lagi paksa. Dan selama dengan Ariana dulu, Rocky tidak pernah kesulitan untuk menyesuaikan diri nya dengan sikap Ariana yang keras.
* Mau kumpulin kuota buat yang pro sama Ariana Rocky dan yang pro Ariana Marvin....
Biar othor nggak puyeng puyeng
Jangan lupa tinggalkan komentar nya ya reader ku... Terima kasih... Sehat selalu... Bahagia selalu...