NovelToon NovelToon
Dendam Paras Kembar

Dendam Paras Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Tumbal / Balas dendam pengganti / Balas Dendam
Popularitas:43
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22: PENGKHIANATAN DI PUNCAK SUCI

BAB 22: PENGKHIANATAN DI PUNCAK SUCI

Biara tua itu berdiri kokoh di puncak bukit bersalju, tersembunyi di balik kabut tebal yang menyelimuti wilayah tertinggi Shimla. Arsitektur batu kunonya tampak kontras dengan teknologi tahun 2026; di balik dinding-dinding sakral itu, Abhimanyu telah memasang sistem komunikasi satelit terenkripsi untuk mengoordinasikan serangan terakhir terhadap Keluarga Malik.

Deep menghentikan Jeep-nya di bawah bayang-bayang menara lonceng. Aarohi turun dengan kaki yang gemetar, bukan karena dingin, tetapi karena beban kebenaran yang baru saja ia terima. Mereka melangkah masuk ke dalam aula besar yang hanya diterangi oleh obor dinding.

"Kalian selamat," suara Abhimanyu terdengar lega saat ia muncul dari balik pilar besar. Namun, matanya yang tajam segera tertuju pada Deep. "Kenapa dia ada di sini, Aarohi? Dia seharusnya membusuk di sel!"

"Situasinya berubah, Abhimanyu," Aarohi memberikan isyarat agar Deep tetap tenang. "Deep memiliki bukti bahwa keluarga Malik adalah otak di balik kematian orang tuaku. Kita butuh dia untuk membuka akses ke file yang ada di hard drive ini."

Abhimanyu terdiam sejenak, menatap Deep dengan penuh kebencian. Namun, sebagai seorang mantan perwira, ia tahu kapan harus mengesampingkan ego demi misi yang lebih besar. "Masuklah ke ruang bawah tanah. Kita punya waktu kurang dari dua jam sebelum badai salju ini mereda dan helikopter Malik bisa melacak panas mesin kita."

Di ruang bawah tanah yang dipenuhi komputer dan monitor, Deep mulai memasukkan kode dekripsi ke dalam hard drive kematian Vivan Malik. Jari-jarinya yang terluka bergerak cepat di atas papan ketik.

"Hampir selesai," gumam Deep. "Begitu file ini terbuka, seluruh jaringan distribusi narkoba dan nama-nama pejabat yang disuap Malik akan terkirim secara otomatis ke server kepolisian internasional."

Aarohi berdiri di sampingnya, memperhatikan bar kemajuan di layar. 80%... 85%...

Tiba-tiba, suara tembakan terdengar dari lantai atas. Dorr! Dorr!

"Apa itu?!" teriak Aarohi sambil mencabut pistolnya.

"Seseorang telah menembus pertahanan luar!" Abhimanyu berteriak melalui radio panggilnya, namun hanya suara statis yang terdengar. "Petugas keamananku... mereka tidak menjawab!"

Aarohi dan Abhimanyu berlari ke arah tangga, namun sebelum mereka sampai, seorang pria dengan seragam taktis masuk dengan tenang. Pria itu bukan anak buah Malik. Ia adalah Rohan, asisten kepercayaan Abhimanyu yang selama ini membantu Aarohi dalam pelarian.

"Rohan? Apa yang kau lakukan?" tanya Aarohi dengan bingung.

Rohan tidak menjawab dengan kata-kata. Ia menodongkan senjatanya tepat ke arah dada Abhimanyu. Di belakangnya, Aryan Malik masuk dengan santai, melintasi tumpukan salju yang masuk melalui pintu yang terbuka.

"Terima kasih, Rohan. Kau melakukan pekerjaan yang hebat," ucap Aryan sambil menepuk bahu Rohan.

Aarohi merasa dunianya runtuh untuk kedua kalinya dalam semalam. "Kau... kau mengkhianati kami, Rohan? Abhimanyu yang membantumu dari jalanan!"

Rohan menatap Aarohi dengan mata dingin. "Abhimanyu membantuku dengan belas kasihan, Nona. Tuan Malik membantuku dengan kekuasaan. Di tahun 2026, kesetiaan hanyalah barang antik yang mahal harganya."

Aryan Malik berjalan mendekati meja komputer tempat Deep masih duduk mematung. "Berhenti, Deep. Cabut hard drive itu sekarang dan serahkan padaku, atau aku akan memastikan peluru Rohan menembus kepala istrimu tersayang ini."

Deep menoleh ke arah Aarohi, lalu ke arah layar. 95%...

"Jangan berikan padanya, Deep!" teriak Aarohi. "Jika dia mendapatkan itu, kematian orang tuaku tidak akan pernah terbalas!"

Aryan tertawa dingin, sebuah tawa yang merobek kesunyian biara. "Keadilan? Di kota ini? Jangan konyol. Dunia ini milik mereka yang berani memegang kendali."

Dalam hitungan detik, suasana menjadi kacau. Abhimanyu, dengan gerakan refleks yang luar biasa, menerjang Rohan. Tembakan meletus, mengenai bahu Abhimanyu, namun ia berhasil menjatuhkan Rohan. Aarohi segera mencari perlindungan di balik meja marmer dan membalas tembakan ke arah pengawal Aryan yang mulai masuk.

Deep, menyadari bahwa dekripsi akan selesai dalam beberapa detik, sengaja memutar monitor agar Aryan tidak bisa melihat kemajuannya. "Mendekatlah, Aryan! Ambil sendiri jika kau punya nyali!"

Aryan, yang dibutakan oleh obsesi untuk menghancurkan bukti tersebut, berlari menuju Deep. Tepat saat itu, layar monitor berkedip hijau.

[TRANSFER COMPLETED. DATA SENT TO INTERPOL.]

"Sudah terlambat, Aryan," desis Deep dengan senyum kemenangan. "Duniaku sudah hancur, dan sekarang aku akan membawamu bersamaku."

Deep meraih kabel power dan menyentuhkannya ke genangan air di lantai (akibat salju yang mencair dari sepatu mereka), menciptakan korsleting besar yang meledakkan beberapa server di ruangan itu. Cahaya biru elektrik memenuhi ruangan, membutakan semua orang sesaat.

"Aarohi, lari!" teriak Deep di tengah kekacauan asap dan api yang mulai membakar peralatan elektronik.

Aarohi ingin berlari ke arah Deep, namun Abhimanyu yang terluka menariknya menuju terowongan rahasia di balik altar biara. "Kita harus pergi, Aarohi! Biara ini akan segera dikepung oleh sisa pasukan Malik!"

Aarohi menatap ke arah Deep untuk terakhir kalinya melalui kepulan asap. Ia melihat Deep sedang bergulat hebat dengan Aryan di lantai yang terbakar. Ia melihat pria yang paling ia benci sekaligus pria yang baru saja memberikan hidupnya untuk keadilannya.

"Deep!" teriak Aarohi, namun suaranya hilang ditelan suara ledakan dari tangki bahan bakar cadangan biara.

Di tengah salju yang menggila di puncak suci Shimla tahun 2026, biara kuno itu mulai terbakar. Aarohi dan Abhimanyu menghilang ke dalam kegelapan terowongan, sementara di belakang mereka, sebuah sejarah kelam sedang dimusnahkan oleh api. Dendam paras kembar kini telah mencapai puncaknya, namun harga yang harus dibayar jauh lebih mahal daripada yang pernah Aarohi bayangkan.

.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!