NovelToon NovelToon
Yogyakarta, I Am In Love

Yogyakarta, I Am In Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Romansa-Teen school
Popularitas:70k
Nilai: 4.9
Nama Author: oh_pid21

Antara bertahan dengan perasaan atau melepaskan, ia gamang.

Perasaan terkadang hanya perlu diyakini, biar semesta yang mempertemukannya kembali.

Meski hidup bukan hanya perihal cinta, tapi menetapkan hati membutuhkan rasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oh_pid21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 10

***

Setelah pertanyaan terlontar dari Jefan, Alisa masih enggan untuk menjawab.

“Jika seseorang mengungkapkan perasaannya apakah salah mas? Aku menghargai Danu yang pemberani walaupun ia tahu jawaban tidak sesuai dengan keinginannya.” Ucap Alisa tanpa menatap wajah Jefan yang masih berdiri dua langkah didepannya.

“Danu lelaki yang baik, itu sudah terbukti, ia mengetahui aku menolaknya untuk menjalin suatu komitmen tapi ia masih bersikap baik padaku” tambah Alisa.

“Jika Danu lelaki yang baik, kenapa kamu tidak menerimanya saja!” tegas Jefan menatap Alisa tajam.

Jefan menatap sepasang bola mata keemasan yang berkaca-kaca.

Alisa hanya terdiam, ia tak mampu menjawab pertanyaan Jefan. Bahwa sebenarnya ia menolak Danu adalah dikarenakan sosok Jefan.

Sepuluh menit hanya dalam keheningan,

”baiklah Alisa, aku rasa kita tidak perlu lagi membicarakan tentang hal ini. Aku harap kamu selalu bahagia” ucap Jefan dan berlalu pergi menuju kendaraanya yang terparkir.

Alisa menatap Jefan hingga ia tidak terlihat lagi dari pandangannya. Alisa merunduk pada sebuah kursi taman, ia merasa menjadi perempuan yang paling bodoh didunia ini. Ia mencintai seseorang yang begitu sulit ia pahami.

Begitu juga dalam benak Jefan, seperti ada sesuatu yang membuat ia dan Alisa sulit untuk saling memahami.

***

Pada sebuah kota yang berjarak dua jam perjalanan dari kota Yogyakarta. Seorang gadis turun dari kendaraannya menghampiri seorang lelaki duduk disebuah taman kota.

“Hai sayang,” ucap gadis berambut sebahu itu.

Lelaki itu menoleh kesumber suara dan tersenyum menyambut kehadiran gadis cantik itu.

“Maaf sayang, aku terlambat. Ada apa kamu ingin bertemu secara tiba-tiba begini” ucap gadis berkemeja putih dengan ekspresi serius.

“Vio, aku ingin bicara denganmu” ucap Jefan. “Iya sayang, apa?” gadis bernama Viona lirih.

“ Dua bulan yang lalu aku pernah ada pada sebuah lembaga kursus, aku bertemu dengan seseorang. Ia seorang perempuan, awalnya kami biasa saja hanya sebatas teman. Tetapi semakin lama aku menyukai dia, aku tidak bisa menghilangkan namanya dalam pikiranku. Terkadang, aku begitu merindukannya” Jefan menjelaskan kepada Viona.

Viona hanya diam menatap taman dengan pandangan kosong, ia tidak percaya bahwa kekasih yang ia cintai berani menceritakan seorang perempuan lain dengan jujur.

“Sekarang apa mau mu je?” tanya perempuan yang tidak bisa membendung air matanya berpesta pora dipipi.

“Kamu tau kan, hubungan kita sudah lama. Aku berharap kamu menjadi tambatan terakhirku, orang tuaku juga sudah mengenalmu. Mereka menyetujui hubungan kita” rengek Viona.

Jefan masih dengan kebimbangannya, ia memainkan jari jemarinya yang lentik.

“Maafkan aku Viona, aku juga tidak menyangka perasaanku akan secepat ini jatuh cinta pada perempuan lain” ucap Jefan dengan terbata-bata.

Viona hanya menggelengkan kepalanya tidak mampu menjawab ungkapan Jefan yang menyakitkan baginya.

“Jika hubungan kita masih akan tetap berlanjut, aku akan menjadi manusia yang tega membiarkan seseorang bersamaku tetapi hatiku telah terpaut pada hati lain” Jefan menatap Viona yang menangis sejadi-jadinya.

“Ka-kamu tegaa Je,” suara tangis Viona semakin terdengar oleh Jefan.

Ia menatap Viona kasihan, tapi ia juga tidak bisa membohongi hatinya untuk waktu yang lama.

Jefan telah lama ingin membicarakan ini pada Viona, tapi ia belum menemukan waktu yang tepat. Perasaannya pada Viona kian lama luntur, sebab kekasihnya lebih asik dengan sahabat-sahabatnya yang kebanyakan dari mereka adalah lelaki.

“Vio, dari dalam hatiku paling dalam aku benar-benar meminta maaf. Biarlah kebahagiaan kita dulu menjadi kenangan”ucap Jefan yang duduk disamping kekasihnya dan menatap ia dalam-dalam.

“Tidak semudah itu Jefan,semudah itu kamu mengatakan”tandas Vionan yang terisak dari tangisannya.

“Mungkin ini sudah takdirnya, aku bukan yang terbaik untukmu Vi” Jefan meyakinkan Viona.

“tidak, aku tidak bisa menerima ini. Orang tuaku berharap,suatu saat nanti kamu yang akan menjadi menantunya” berdiri Viona dari kursi.

Jefan menunduk dengan penyesalan,

“ Vio, dengarkan aku. Kita sudah sama-sama dewasa. Aku mengerti perasaanmu sekarang tapi aku juga tidak bisa memaksa perasaanku. Aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini, mungkin kamu akan mendapatkan lelaki yang lebih baik diluar sana dan itu bukan aku” ujar Jefan yang mengikuti langkah gadis itu.

“Jefan…kenapa kamu tidak bisa mengerti perasaanku, tolong Je jangan pergi dariku” Viona masih merengek setengah mengemis pada Jefan.

“Justru jika kita tetap bersama, kita akan sama-sama terluka” ucap Jefan datar.

“Siapa gadis itu? siapa namanya? dimana dia sekarang?” Viona memberondong pertanyaan.

“Kamu tidak perlu mengetahuinya Vi” Jefan menimpali.

Dengan mengusap airmatanya, Viona pergi dari hadapan Jefan. Ia meninggalkan Jefan tanpa berpamitan.

Viona yang pergi dengan buru-buru dengan perasaan kacau, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal. Ia sampai ia tidak sadar dalam mengemudi mobilnya dan,

“Braaaakkkkk!!”

Mobilnya menabrak sebuah pedagang asongan dipinggir jalan. Kepalanya terbentuk setir kemudi yang menyebabkan kepalanya memar dan pingsan.

Segerombolan orang-orang sekitar lantas berlari kearah mobil viona, dan berusaha memanggil-manggil Viona yang sudah tidak sadarkan diri. beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Dua jam kemudian, ia tersadar dari pingsan. Ia berada pada sebuah klinik didekat ia mengalami kecelakaan.

“ Tidak ada luka parah mbk, hanya memar dikepala” ucap seorang dokter klinik pada Viona.

Tanpa memberi jawaban, ia bangkit dari tidurnya dan menyenderkan bahunya.

Ia memikirkan hubungannya dengan Jefan,

“ aku harus mengetahui perempuan itu siapa, tapi dimana aku bisa menemui perempuan itu” gumam Viona sembari merasakan memar dikepalanya.

Untuk beberapa saat ia terdiam untuk berpikir,

“ Risa..! iya! siapa tau Risa mengetahui perempuan itu. Bukankah Risa berada di Yogya sekarang?” ucap Viona.

Dengan sergap ia mengambil ponsel didalam tasnya,ia mencari daftar nama Risa. Dan Ia menghubunginya.

Kali ini Risa dibuat penasaran dengan Alisa dan sepupunya, Jefan. Ia berusaha mendekati Alisa.

“Alisa... bolehkah aku masuk?” ucap Risa sambil mengetuk pintu kamar Alisa.

“Iya Risa, masuklah” sahut Alisa sembari membereskan baju-baju yang baru saja ia angkat dari tiang jemuran.

Risa masuk perlahan dan duduk pada sebuah ujung tempat tidur.

“Alisa, maaf sebelumnya tapi ini membuatku bertanya-tanya?” ucap Risa ragu.

“Teentang sepupumu?”Alisa menimpali seolah ia mengetahui tujuan Risa kekamarnya.

“I-iyaa” pungkas Risa tersenyum ragu.

Alisa menyelesaikan baju-bajunya, ia mengambil segelas air putih dan duduk ditepi jendela. Menghela nafas panjang dan ia menceritakan apa yang terjadi antara dirinya dan Jefan.

“Jefan dan kekasihnya sebenarnya jarang bertemu,lis. Hubungan mereka memang sudah tidak seperti pasangan kekasih. Kekasihnya itu lebih asik dengan teman-teman nongkrongnya, iyasih dia memang gadis gaul ia memiliki banyak teman lelaki” ujar Risa menceritakan kekasih Jefan.

Alisa menatap focus ekspresi Risa yang lucu menurutnya saat menceritakan Viona, kekasih Jefan, ia berjalan kearah Risa dan mencubit hidung Risa.

” Hidungmu cantikkkk” Alisa gemas.

“ Jangan mengalihkan pembicaraan Alisa, jadi sebenarnya kamu sendiri bagaimana perasaanmu pada kakak sepupuku itu?” ucap Risa dengan nada menggoda.

“Sudahlah Risa, aku tidak ingin membicarakan hal ini dulu. Oya, bagaimana dengan kuliahmu” Alisa mengalihkan pembicaraan.

Risa mengernyitkan dahinya, “lagi-lagi dia ngeles”batin Risa bergumam.

“ Aaa.. kuliahku lancar, minggu depan UTS” jawab Risa singkat.

Risa yang memandangi Alisa yang diam sembari membereskan tumpukan novel dimeja, tiba-tiba ponsel Risa bergetar didalam saku celananya.

Tertulis “Viona memanggil”. “ wah panjang umur ini orang..” gumam Risa melangkahkan kakinya keluar dari kamar Alisa.

Bersambung….

1
Ira
Ijin Promo kak. Kalau berkenan mampir juga di karya ku yang berjudul Menyukai Adik Ibu Ku Terimakasih 🥰🙃
Adinda
Lanjut Thor
👍👍👍👍👍
Adinda
😱😱 teman sosmed
Adinda
Keren ⭐⭐⭐⭐⭐⭐
#Radella_3to3
Permaisuri Yang Tercampakan mampir meninggalkan like + rate 5 bintang. Terus semangat kak!!. Jangan lupa feedback ya kak, di tunggu kehadiran nya.
GHINA R
jempol hadir, mampir ya👍🥰
liana suhardini
mana ini up nya kok ga berlanjutan..ak kangen
Ida Rosse
koq ga pernah up lg thor...kan blm beres...
Narti Utomo
ada apa dengan mu Author knp lamaaaa GK update????
Narti Utomo
kenapa lama GK up Thor...??..
Rostina Lamba
aemangatttg
Rostina Lamba
semangattt
Rostina Lamba
haii dah mampirrr
nurhasanah
sehat kah thor? udah lama ga up... aku tunggu up nya thor semangat & trus b'karya...
Evie Agoestyn
lama ga up kak 😕
Conny Radiansyah
ada maunya itu Sa....
Conny Radiansyah
pasti menghindar..males banget ketemu.
Aisyah Siti
mampir akh...
Hania
l like kk
lanjut

salam dari MAHABBAH RINDU
Susi Ana
jempol hadir, mampir ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!