NovelToon NovelToon
MENGAMBIL KEMBALI

MENGAMBIL KEMBALI

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Berbaikan / Percintaan Konglomerat / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir
Popularitas:571
Nilai: 5
Nama Author: Vandelist

Segalanya yang telah ia hasilkan dengan susah payah dan kerja keras. lenyap begitu saja. kerja keras dan masa muda yang ia tinggalkan dalam menghasilkan, harus berakhir sia-sia karena orang serakah.borang yang berada di dekatnya dan orang yang ia percayai, malah mengkhianatinya dan mengambil semua hasil jerih payahnya.

Ia pun mulai membentuk sebuah tim untuk menjalankan rencana. dan mengajak beberapa orang yang dipilihnya untuk menjalankan dengan menjanjikan beberapa hal pada mereka. Setelah itu, mengambil paksa harta yng dikumpulkan nya dari mereka.

"Aku akan mengambil semuanya dari mereka, tanpa menyisakan sedikitpun!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vandelist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

“Nanti malam kamu harus menyiapkan dirimu sebaik mungkin, Mama mau kamu harus benar-benar sempurna dalam menyiapkannya”ujar Kanaya pada Aurel.

Sentuhan terapis ahli di spa itu bagaikan melodi yang menenangkan, mengalir lembut di atas tubuhnya yang lelah. Setiap gerakan adalah pijatan yang memanjakan, melepaskan ketegangan yang selama ini terpendam. Ia memejamkan mata, menikmati setiap detik keemasan ini, sebuah kemewahan langka di tengah hiruk pikuk kesehariannya.

Aktivitas sehari-harinya yang dipenuhi dengan bekerja menatap kertas, pikirannya yang terfokus pada tulisan, serta tangannya yang terus bergerak di atas mesin dan kertas. Sangat melelahkan, namun dirinya tidak bisa membantah dan tidak bisa melawan. Hidupnya benar-benar penuh dengan kekangan dan paksaan.

Bagaikan burung dalam sangkar emas, ia merindukan kebebasan, terbang tanpa kekangan di angkasa luas. Namun, sangkar itu bukan hanya mengurung raganya, tapi juga mimpinya. Burung itu disiksa dalam kesendirian, tak pernah diajak terbang oleh pemiliknya. Ia hanya dirawat agar tetap sempurna, tanpa cela, demi sebuah kontes yang mempertaruhkan hadiah besar.

Ia sendiri merasa mirip burung itu, namun tak seberuntung dirinya.

Burung itu masih diberi makan setiap hari, sementara ia harus berjuang sendiri melawan lapar. Ia memiliki "tuan" yang merawatnya, namun bukan dengan hati penuh kasih. Baginya, ia hanyalah hewan peliharaan yang harus dijaga. Jika ia menjadi istimewa, ia akan diperdagangkan, sebuah investasi yang harus kembali modal.

“Mama selalu membayangkan bahwa kita berdua akan berada di puncak dengan berbagai kamera dan juga pujian dari orang-orang yang melihat kejayaan kita. Setelah itu, kita membuat hal menyenangkan bersama, dan membungkam mulut-mulut orang yang telah menghina kita.”

Kanaya tertawa sambil bertepuk tangan, impian yang selama ini diidam-idamkan sebentar lagi tercapai. Melalui perantara anaknya, yang menjadi jembatan untuk kesuksesannya. Dia sangat tidak sabar menggapai itu semua nantinya.

“Oh iya kita bisa berjalan-jalan di banyak negara dan memamerkan kegiatan kita pada sepupu-sepupumu. Dan membuat mereka iri. Mama masih kesal dengan ucapan mereka yang meremehkan kita dulu dan menganggap mu tidak bisa menjadi bagian mereka. Enak saja, mereka pikir mereka siapa, sok tahu masa depan kita aja”oceh Kanaya ketika mengingat masa-masa dimana mereka berdua diremehkan dan dipandang sebelah mata oleh saudara Mandaka. Papanya. Lebih tepatnya dirinya dan Kanaya.

Aurel hanya bisa menarik napas ketika Kanaya berbicara tentang impiannya. Sungguh, jika dia diberi pilihan hidup antara menjadi orang kaya atau menjadi orang biasa. Ia akan memilih menjadi orang biasa. Baginya menjadi orang biasa, adalah sesuatu yang menyenangkan, karena tidak ada kekangan dari banyak pihak. Dan dia akan merasa bodoh amat dengan apa yang diucapkan orang lain tentang dirinya.

“Tolong taruh ini di kamar”perintah Kanaya pada pekerjanya. Ia pun menatap Aurel yang sedang membawa barang belanjaannya.

“Ingat ya Aurel nanti malam kamu harus benar-benar sempurna. Mama nggak mau tahu kamu harus mencuri perhatian para tamu nanti malam, jika tidak,”Kanaya mencondongkan tubuhnya ke telinga Aurel “Mama akan membuat perhitungan dengan panti yang kamu dirikan itu”bisiknya.

Aurel menganggukkan kepalanya patuh. Dia tidak bisa membantah ucapan dari orang yang melahirkannya itu. Setelahnya Kanaya meninggalkannya sendirian di depan rumah. Hanya para pekerja yang berseliweran di depannya.

Ia pun berjalan menuju kamarnya dengan tubuh lelah. Setelah berjalan seharian untuk membeli pakaian. Walaupun tadi tubuhnya baru saja dipijat lembut, namun hal itu tak mengurangi rasa lelahnya sama sekali. Baginya kegiatan semacam tadi, hanya dinikmati oleh satu orang. Yaitu Kanaya. Sedangkan dirinya, dipaksa untuk ikut menemaninya. Walaupun alasan yang diberikan sangat tidak masuk akal.

“Kakak sudah pulang?”tanya Raynar pada Aurel yang baru saja tiba.

Aurel menganggukkan kepalanya dengan tersenyum. “Kamu habis pulang sekolah?”tanya nya balik.

“Iya kak, hari ini pulang cepat karena ada rapat di sekolah. Makanya pulangnya agak awal”jawab Raynar dengan semangat.

“Kalau gitu kakak masuk kamar dulu ya”pamit Aurel pada adiknya.

“Iya kak, selamat beristirahat”ujar Raynar.

Aurel kembali melanjutkan jalannya untuk menuju ke kamarnya. Setelah sampai ia menaruh barang yang dibeli tadi di sembarang tempat dan melemparkan tubuhnya ke arah kasur.

Ia sangat lelah. Semua yang dilaluinya hari ini sangat melelahkan, dia ingin bebas. Dan mencoba sesuatu hal yang baru. Yang belum pernah dicobanya. Dan juga, sebagai bentuk pengalihan dari pikirannya yang berkecamuk. Karena kekangan dari keluarganya.

“Nanti malam… huft kenapa nggak batal aja sih pestanya”gumamnya.

μμ

“Sudah?”tanyanya pada pegawai salon yah mendandaninya.

“Iya kak sudah”jawab pegawai itu.

Ia pun melihat hasil karya dari salon ini. “Sempurna”gumamnya. “Terima kasih”ucapnya.

Setelah itu dirinya melenggangkan kakinya menuju ke tempat yang akan di datanginya. Berdandan dengan wanita berkelas dan juga sifat tegas serta angkuh untuk membuat pesaingnya merasa kalah dengannya. Adalah hal yang diajarkan Kanaya untuknya agar tidak selalu lemah.

Padahal, sifat aslinya bukanlah seperti itu. Dirinya tidak tahu aslinya seperti apa, selama ini semua yang dilakukannya sudah dibentuk oleh orangtuanya. Dan ia hanya mengikuti aturan yang dibuat oleh kedua orangtuanya.

Entah bagaimana caranya ia mengungkapkan seperti apa pada dirinya sendiri. Ia terlalu sulit untuk berekspresi. Kalau ditanya tentang mengekpresikan diri sendiri, mungkin ketika ia masih bersama seseorang yang membuatnya bahagia. Seseorang yang begitu berarti bagi dirinya. Seseorang yang membuatnya bisa berekspresi sesuai dengan keinginannya.

Dan sekarang, ia lupa cara itu. Dia lupa bagaimana mengekspresikan dirinya sendiri. Karena tuntutan yang dibuat oleh orang yang mengaku sebagai orangtua kandungnya. Ia benar-benar tidak tahu caranya bagaimana.

Begitu banyak rintangan dan siksaan yang dilaluinya, membuatnya sadar. Bahwa hidupnya akan terus seperti ini sampai kapanpun. Mungkin sampai dirinya mati. Karena mati pun mungkin mayatnya juga akan diatur agar tetap sempurna.

Mobil pun berhenti di rumahnya. Dan pintunya terbuka, seorang wanita setengah baya memasuki mobil yang dikendarainya dengan pakaian berjenis sama.

“Persiapkan dirimu malam ini nanti, Mama nggak mau tahu kamu harus bisa menarik perhatian para investor itu,”ucap Kanaya dengan nada ketusnya. “Mama harus mendapat sanjungan malam ini Aurel, dan papamu sudah menyiapkan segala hal untuk membuatmu mendapat perhatian banyak investor itu. Lakukan dengan sempurna Aurel!”

“Mama benar-benar tidak sabar nanti, pokoknya kamu harus melakukan semuanya dengan baik. Jangan lakukan kesalahan yang nantinya membuat Mama dan Papa malu!”ucap Kanaya dengan bersorak gembira.

Aurel hanya mendengarkan ucapan orang itu tanpa mengeluarkan suara. Dirinya saat ini harus memperbaiki citra nya akibat ulahnya kemarin. Dia benar-benar harus melakukan semuanya dengan baik. Agar ia bisa terdepan dari para sepupunya yng lain.

“Persiapkan dirimu Aurel”batinnya.

Sesampainya di tempat tujuan, mereka berdua pun keluar dari kendaraan secara bergantian. Setelahnya mereka memasuki ruangan dengan penuh percaya diri. Dengan mengangkat kepala dan berjalan ke arah tempat pemilik acara.

Semua mata yang ada di gedung itu menatap mereka secara bergantian. Mengagumi penampilan mereka yang terlihat anggun dan tegas. Dan memuji mereka berdua secara bergantian. Kanaya seperti memperlihatkan kepada mereka semua yang ada di gedung ini bahwa saat ini, mereka berdua yang akan menjadi pusat perhatian.

Tatapan cemoohan yang dilayangkan untuk mereka berdua berasal dari anggota keluarga besar suaminya. Hanya lah sebatas angin lalu yang tak akan pernah melampaui mereka dengan usaha mereka miliki.

Kanaya benar-benar membuktikan pada mereka, anggota keluarga besarnya. Bahwa mereka tidak akan bisa meremehkan keluarganya hanya karena mereka berasal dari keluarga biasa. Kanaya akan membungkam mereka yang selalu mencemoohnya, bahwa ucapan mereka hanyalah ucapan fiktif yang tidak akan berlaku padanya. Sampai kapanpun.

“Angkat dagumu Aurel, buatlah dirimu menjadi lebih tegas dan tidak terkalahkan. Ini saatnya kamu beraksi dan membuktikan bahwa kita tidak akan kalah dari mereka”desis Kanaya pada anaknya.

Aurel hanya diam dalam menanggapinya. Saat ini ia hanya bisa berharap bahwa ia bisa melalui semua ini dengan baik tanpa cacat apapun. Dan segera kembali ke dalam kamarnya untuk beristirahat.

“Selamat malam tuan Farhan Saputro”sapa Kanaya pada kolega yang akan menjadi mitra di perusahaan suaminya.

Farhan yang sedang melakukan obrolan dengan rekannya yang lain pun menolehkan kepala untuk melihat ke arah orang yang menyapanya. “Kalau begitu saya permisi semuanya”pamit Farhan pada rekan yang diajak nya mengobrol tadi.

Ia melangkah mendekati orang yang menyapanya tadi, lalu mengalihkan pandangannya ke seorang wanita muda yang berdiri di samping orang itu. Dengan nada penuh hormat, ia bertanya, “Selamat malam juga Nyonya. Apakah Anda adalah Nyonya Kanaya, istri dari Tuan Mandaka?”

Kanaya tersenyum lembut mendengar pertanyaan itu. “Benar, Tuan. Saya istri dari Mandaka Marleigh Kody,” jawabnya dengan anggun.

Farhan mengangguk, ekspresinya tampak penuh minat. “Oh, sungguh kebetulan bisa bertemu dengan Anda, Nyonya. Lalu, di mana Tuan Mandaka? Apakah beliau tidak datang malam ini?”

Kanaya menghela napas tipis sebelum menjawab, suaranya terdengar tenang namun sedikit bernada maaf. “Mohon maaf, Tuan. Suami saya tidak bisa hadir karena saat ini sedang berada di luar negeri. Saya datang untuk mewakili beliau. Maklum, suami saya selalu sibuk memastikan kejayaan perusahaannya.”

Farhan terkekeh ringan, nada bicaranya mencerminkan kekaguman. “Ah, tidak masalah, Nyonya. Tuan Mandaka memang dikenal sebagai sosok yang gigih dalam mempertahankan perusahaannya. Dedikasi dan tekadnya dalam menciptakan lapangan pekerjaan bagi banyak orang sungguh patut diapresiasi.”

Kanaya tersenyum tipis, matanya memancarkan kebanggaan saat mendengar pujian itu. “Yah, mau bagaimana lagi tuan. Saya sudah melarangnya untuk tidak terlalu bekerja keras, tapi karena suami saya orangnya keras kepala dan sulit untuk dinasihati. Saya hanya bisa mendukungnya apa yang diinginkannya. Yang pasti satu pesan saya, bahwa harus tetap menjaga kesehatan agar tidak tumbang.”

“Anda memang istri yang baik nyonya. Saya salut dengan kekompakan kalian berdua.”

Obrolan formal yang akan selalu diucapkan mamanya jika ingin mencari perhatian pada lawan bicaranya. Dan mencari pujian untuk dirinya sendiri yang sama sekali tidak berdampak pada kehidupan sosialnya. Lebih tepatnya kehidupannya sendiri. Setelah ini mungkin dirinya akan dipamerkan sedemikian rupa agar dapat mencuri perhatian dari orang yang diajak ngobrol Kanaya.

“Lalu ini siapa?”tanya Farhan yang matanya sedari tadi fokus pada wanita mudah di samping Kanaya.

“Oh iya, perkenalkan ini adalah Aurel anak saya”ucap Kanaya sambil merangkul lengan Aurel.

Aurel tersenyum ke arah Farhan sambil menjulurkan tangannya. “Saya Aurel pak”ucapnya dengan menganggukkan kepalanya pelan.

Farhan menerima uluran tangan Aurel “saya Farhan Saputro nona. Anda malam ini sangat cantik nona”puji Farhan yang tangannya belum ingin melepaskan tangannya. Bahkan pria itu sampai mengelus tangannya dengan tatapan menggoda ke arah Aurel.

Aurel pun menarik tangannya dari genggaman Farhan. Dirinya benar-benar tidak nyaman dengan tatapan yang diberikan pria hidung belang itu.

“Anak Anda sangat mewarisi kecantikan Anda nyonya, saya benar-benar kagum dengan keturunan Anda”puji Farhan pada Kanaya dengan mata yang masih memandang Aurel.

Kanaya tertawa lirih mendengar pujian dari Farhan “Anda bisa saja tuan. Kalau begitu saya permisi dulu. Aurel mengobrolah dengan tuan Farhan.”

Kanaya pergi dari mereka berdua dan menganggukkan kepalanya ke arah Farhan. Dan juga menatap peringatan ke arah Aurel. Aurel yang melihat itu hanya bisa tersenyum kaku. Dia menghembuskan napasnya pelan.

“Nona Aurel mari kita mengobrol di tempat yang lebih nyaman”ajak Farhan pada Aurel. Dia hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Dan mengikuti langkah Farhan yang akan membawanya ke suatu tempat.

Dan yang ia ketahui, bahwa Farhan akan membawanya ke tempat yang dimana hanya akan di isi oleh mereka berdua.

“Kuatkanlah dirimu Aurel. Jangan sampai kau melakukan kesalahan lagi”ucapnya dalam hati. Kata itu, yang hanya bisa diucapkannya di batinnya untuk menguatkan dirinya.

“Mari nona masuklah ke dalam”ujar Farhan padanya. Aurel pun masuk ke dalam tanpa rasa ragu, seolah hal ini sudah biasa ia lakukan selama ini.

Farhan pun melihat sekelilingnya dengan tatapan bangga. Seorang wanita yang selama ini menjadi fantasinya, akhirnya berhasil ia dapatkan. Ia pun menutup pintu ruangan itu. Yang tanpa disadarinya ada seseorang melihat senyuman bangga pria tua bangka itu.

Farhan mendekati Aurel dengan membawa wine yang sudah dimasukkannya obat perangsang. Agar permainannya nanti lebih menyenangkan. Wine yang ia pesan sebelum dirinya masuk ke dalam ruangan ini dan menyuruh pekerjanya untuk memasukkan obat itu.

“Minumlah ini nona agar pembicaraan kita tidak terlalu tegang”berinya segelas wine pada Aurel.

Aurel meminumnya tanpa takut, seolah ia tahu setelah ini apa yang akan terjadi padanya. Dan dia sangat ingin ada pahlawan menyelamatkan dirinya saat ini.

“Terima kasih tuan”ujar Aurel sambil menerima wine yang dituangkan Farhan untuknya. Saat ini, tubuhnya benar-benar tak merasakan apapun. Dirinya hanya sedikit mabuk akibat wine yang diminumnya tanpa henti.

“Minumlah lagi nona, kita akan membicarakan kerja sama kita dengan santai setelah ini”ucap Farhan dengan menuangkan wine ke dalam gelas Aurel lagi. Ia ingin wanita itu benar-benar rileks dengan kegiatan mereka setelah ini.

Beberapa menit setelahnya, mereka berdua terlarut dalam mabuk minuman yang ada di gelas masing-masing. Obrolan tentang bisnis, itu hanyalah bualan mulut Farhan untuk bisa berduaan dengan Aurel sebelum melakukannya. Hingga salah satu di antara mereka sudah mengalami mabuk yang berlebih.

Terutama Aurel, perutnya sudah keyang dengan minuman anggur itu.

Sedangkan Farhan merasakan tubuhnya mulai memanas dan juga matanya berkunang-kunang. Menandakan dirinya mengalami ereksi yang tertahan. Farhan pun maju mendekati Aurel dan mendekapnya.

“Saya ingin_”ucapnya yang terhenti dan memejamkan matanya sebelum menyentuh Aurel.

Aurel yang merasakan Farhan tertidur pun merasa lega. “Akhirnya ia tak jadi menyentuhku”ucapnya pelan.

Ia pun mendorong tubuh Farhan ke samping, menatapnya sebentar dan berdiri dari duduknya. Ia keluar dari ruangan itu dan mendudukkan tubuhnya di samping ruangan yang dimasukinya tadi.

Lorong yang sepi, dan waktu yang bagus untuknya menangis sejenak. Dia sangat tersiksa dan ingin keluar dari semua kekangan ini. Dia ingin bersama dengan orang yang dicintainya dan melakukan hal bebas tanpa kekangan dari pihak manapun.

Menangis di antara kedua lututnya, tanpa memperdulikan make up nya yang mulai luntur.

“Hentikan lah tangismu itu!”ucap seseorang yang sedari tadi menatapnya dari ujung lorong.

1
QueenRaa🌺
Keren ceritanya kak✨️ Semangat up!!
Kalo berkenan boleh singgah ke "Pesan Masa Lalu" dan berikan ulasan di sana🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!