NovelToon NovelToon
KOK

KOK

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Time Travel / Epik Petualangan / Kutukan
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Bashi

SEMUA GARA-GARA PARIJI

Ini Novel harusnya horor, tapi kenapa malah komedi, saya yang nulis juga bingung, tapi pasti hororlah.

KOK dengan huruf yang terbalik, ya semua serba terbalik di dalam novel ini, tidak ada yang sesuai dengan semestinya, dan jangan berpikir dengan nalar, karena nggak akan masuk di otak kita.

Jangan dipikir dengan otak normal, karena akan bikin kram otak.

kebalikan adalah keasikan, ingat baliklah hidup kalian agar mengalami sesuatu yang luar biasa!



KOK,
Kalok dibilang time travel kok rasanya nggak jugak, tapi ada yang hilang dan bertambah di dalam diriku.

KOK gini rasanya, KOK aku ada disini, KOK aku diginiin, KOK aku harus ada di sini, KOK sakit gini, KOK KOK KOK KOK semua harus KOK.

Jangan takot, gitu kata orang yang aku temui, tapi KOK rasanya takot tapi enak dan menyenangkan..

Itulah KOK yang dibalik

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Bashi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. KOK NGGILANI GINI

“Ambil karung yang disebelahmu  itu  Ji, bawa sini sekarang!”

Karung…. ?

Kulihat memang ada tumpukan karung yang dihinggapi ribuan lalat di sebelahku, tapi apa iya aku harus mau diperintah orang yang belum tentu itu celenk?

“Ojok ngelamun Ji, cepetan ambilkan karung itu, kombtolodon ini nggak bisa diam kalau nggak langsung di karungkan”

Aku masih bingung.

Harus ngapain, belum selesai dengan rasa heran akan apa yang dipanen si Celenk, sekarang aku harus ambil karung yang posisinya ada di sebelahku ini.

Sempat aku lihat tumpukan karung yang dihinggapi ribuan lalat, tapi HOEEEEGH…  yancok ambune brutal pol, bikin aku mual mual.

Tumpukan karung itu nggilani, ambune brutal basin, yancok karung itu berlendir. Lendirnya ada yang warna putih keruh dan ada juga yang kuning.

Ribuan laler bersuka cita menikmati lendir yang ada di lembar lembar karung itu.

“Jangan jijig Ji, itu lendir dari si kombtolodon, mereka kalau sedang terpojok pasti akan menyerang dengan menyemfrotkan lendir itu”

“Ayo cepetan ambilkan karung itu Ji, kombtolodon yang tak pegang ini keburu lepas”

“JI!... MBOK PIKIR KOMBTOLODON INI KALOK LEPAS NGAK BAHAYA TA!” bentak Celenk dengan suara keras

Aku nggak diberi kesempatan untuk berpikir sama sekali, belum terjawab rasa keherananku dengan keadaan di kosan, sekarang malah ditambah dengan mahluk hidop yang namanya kombtolodon.

Apakah aku harus turuti omongan Celenk?

Tapi apakah orang yang ada di depanku, yang sedang memegang hasil panenan mengerikan itu benar-benar kawanku yang bernama Celenk?

Mahluk hidop yang ada di genggaman celenk ini teksturnya kayaknya kayak belut, dia licin dan bergerak terus berusaha meloloskan diri dari genggaman temanku.

Tapi bentoknya itu lho nggak beda dengan dhildo yang tak temukan di pojokan kamar tadi.

Apa benda yang tadi aku temukan itu juga kombtolodon yang sudah dikeringkan, kayak iwak asin gitu ya?

“JI CEPETAN YANCOOOK!”

Ya wis lah coba aku ikuti saja permainan atau apalah ini, tapi aku harus siap siaga kalau terjadi sesuatu.

Aku ambil satu karung yang  ada di tumpukan sebelahku. Karung-karung ini semacam karung untuk beras yang biasanya untuk ukuran lima kiloan.

Pertama aku harus berjuang merebut satu lembar karung dari ribuan lalat yang sedang menikmati lendir bauk itu.

Gilak, baunya sangat busuk brutal, tapi ada sedikit bau pandan. Lendir belepotan di dalam maupun di bagian luar karung.

Aku ambil satu biji karung, dan aku mulai berjalan menuju ke kebun dengan banyak benda yang kata celenk namanya Kombtolodon, yang bagian kepalanya goyang-goyang, eh muter-muter ding, bergerak muterlah tepatnya.

Posisiku dengan celenk saat ini sekitar lebih dari lima meter, celeng ada d sisi ujung kebun, sedangkan aku ada di sisi sebaliknya.

Jadi sialnya aku harus berjalan menerobos ratusan kombtolodon yang ada di permukaan tanah, untuk menuju dimana celenk sedang berdiri.

Asyu, jijig chok.

Tapi aku yakin aku dalam keadaan mimpi, sebentar lagi pasti aku akan bangun!

“CEPATAN CHOK JI…. AKU WIS GAK KUAT INI” teriak Celenk dari sisi kebon.

Perlahan aku cari pijakan tanah kebon yang tidak ada mahluk menjijikanya. Kaki kiriku dulu yang rencananya aku pijakan.

Ketika kaki kiriku menyentuh tanah kebun, tiba tiba yang namanya kombtolodon itu berhenti berputar. Kepala mereka mengarah ke atas.

YANCOK, MATIK AKU!

“GOBLOK KAMU JI, KAMU BIKIN KOMBTOLODON MARAH” teriak Celenksky

“Salahku opo Lenk”

“Kamu nggak menyapa mereka, dan kamu gunakan kaki kiri ketika kamu masuk ke rumah mereka!”

“Jangan sekali kali kamu bergerak Ji, atau mereka akan menyerang kamu. Diam di tempat seperti orang yang siap grak Ji, eh seperti patung  Ji, pokoknya jangan bergerak sedikitpun!”

Yancoook, apa yang aku lakukan!

Benda aneh itu masih terdiam dengan bagian kepala mengarah ke langit, mereka diam tanpa bergerak sedikitpun.

“Kamuh harus menerima hukuman Ji hahahahaha!”

Nggateli!

Hukuman….!

Hukuman taek!

Aku dijebak celenk, dia tertawa ngakak ketika aku berbuat kesalahan.

Aku cuma bisa diam sambil menunggu apa yang akan terjadi pada diriku, dan apa yang akan kombtolodon itu lakukan.

Tapi ini kan mimpi, kenapa aku harus risau!

Taek ah, masa bodo sama omongan celenk!

Kaki kiri kukangkat dari tanah yang kata si celenk merupakan rumah dari  kombtolodon.

Ratusan benda aneh yang mirip dengan kontila itu ndadak menghadap ke arahku, termasuk yang sedang dipegang oleh Celenk yang sampai sekarang tertawa ngekek.

“Goblik kamu Ji, kan sudah aku bilang jangan bergerak!”

“Ji, coba lihat kombtolodon yang sedang tak pegang ini hehehe”

Nggilani cok, yang dipegang si celenk tiba-tiba memanjang menengadah dan bagian kepalanya bengkok ke arah kiri.

Beneran ini, sampek benda aneh itu dilempar Celenk ke arahku, akan aku injak injak sampek ajor!

Badjingan tengik, kenapa sang pencipta kasih aku mimpi burik kayak gini, apa nggak ada mimpi lainya yang ena ena, asik asik, sahdu sahdu.

“Jangan sekali kali kamu marah Ji, mereka bisa membaca pikiranmu, kalau kamu marah mereka malah akan menyerangmu dengan masuk melalui bagian belakangmu!”

Sialan, celenk kok bisa baca pikiranku.

Ancaman gathel, aku gak takot sama ancaman mimpi kayak gini!

1
Yuli a
loh kok jadi horor mbak.... kayak ada serem-seremnya nih...duh... suasananya jadi Maghrib kan ....padahal subuh..../Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Yuli a
berat banget perjuangan kalian itu ya....😪
Yuli a: oh.... njenengan tinggal Nang Semarang..???
Mbak Bashi: laah podo... saya nggak pulang ke surabaya, wis di semarang wae.. duite wis kanggo sekolahe anak hihihihi
total 4 replies
Yuli a
hiiiiiiiii serem juga ya... itu bumbu mungkin yang baunya sama kayak diruangan Ruslan...🤣🤣🤣🤪
jadi benar Ruslan itu mayat yang suka ditusuk sama Mbah siapa itu ya... pas dikuburkan pariji sama celeng gali mayat ternyata Ruslan....
Yuli a: iya.. emang ada nama Wito... tapi lupa sih...😂
Mbak Bashi: nah udah mulai bisa ditebak kan mbakyu.... coba diingat ingat nama Wito. heheheheh
total 2 replies
Yuli a
asbaknya ternyata ada ditaman depan kamar Hendrik.. ini si Hendrik tanda2 awal mula kayak fariji kan ya.... pertama kuntila hilang... nanti menggede...
Yuli a
makin kesini udah ada titik temu ya.... sedikit demi sedikit udah mulai terkuak... misteri perkuntila yang sangat rumit.. 😂😂
Yuli a: aku sebenarnya juga nggak tau apa itu kuntila mbk.... 😂😂😂 ngikut2 aja bahasa yang dinovelnya.../Doubt//Doubt/
#pura-puranggaktauaja...
Mbak Bashi: perkuntilaan itu artinya banyak kuntila berdendang gitu ya mbakyuuu
total 2 replies
Yuli a
kasihan Budi... udah mau subuh tapi masih dihutan.... dan paginya langsung jagain warung kopi... pasti lelah letih lesu lunglai.... tambah nguuuantuk banget..../Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Yuli a: baik sekali...😂
Mbak Bashi: budi baek hati
total 2 replies
Yuli a
hayo loo.... Hendrik udah mengalami apa aja selama ini...????
Yuli a
jangan-jangan Jatmiko ini tubuhnya pariji..../Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Yuli a
ya ampun... kira-kira kecebur nggak nih.... kok ada-ada saja ya ... jalan rusak kayak gitu nggak diperbaiki . padahal dana desa besar Lo....😂😂😂
Yuli a: 😂😂😂😂 sebenarnya sabung ayam dll kayak gitu ngasilin duit Nggak sih .. kok perasaan pada suka banget ...
Mbak Bashi: duuuh dana desanya buat pengamanan sambung ayam kak
total 2 replies
Yuli a
loh kok jadi aneh ya... kira-kira muka siapa yang dipake pariji... apakah muka si Wito ya...🤣🤣🤣 apa Burhan.../Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Al Fatih
Dan akhirnya qta pun akan liat wajahnya pariji 😅
Yuli a
tragis banget kematian parijik..
ini mungkin pas parijik tiba-tiba di bak sampah itu kali ya... yang bauknya minta ampun... tapi kok bisa pindah-pindah tubuh begitu ya...
Al Fatih
Apa jiwa mereka berpindah tubuh yaa Kaka
Mbak Bashi: ho'oh igh, tenan ogh saya memang nggak suka sama pariji, mengko kapan-kapan tak aplod fotone deh.
mangkelke bocahe kui yancok kok
Al Fatih: manut wae aq mbak,, kayaknya jenengan memang ad dendam pribadi sama si pariji ini🤣. Jadi uripe pariji sudah kayak nano2 rasane 😄
total 5 replies
Yuli a
harusnya kalau mau ngasih ya tadi to setelah kamu selesai bungkus lagi . nasi Padang kan harus buru-buru dimakan. karena kalau kelamaan Nggak enak ji...
Yuli a: ya ampun., jahat banget...🤣🤣🤣🤣
Mbak Bashi: ben keracunan rencanaku mbak.. tapi ora sido, mesake
total 2 replies
Yuli a
ya ampun... mungkin dia bukan parijik...🤣🤣🤣
Yuli a
lanjut kk,
Yuli a
oh... pariji udah meninggal...
dan juga tu jiwanya yang berpetualang kemana-mana gitu... kasihan...🥺🥺🥺
Yuli a: ya mungkin... bisa jadi...
makin dijelaskan kok makin puyeng...🤣🤣🤣 pura-pura ngerti aja lah.../Facepalm/
Mbak Bashi: nganu mbak, cerita ini berhubugan dengan dunia pararel yang saling bertautan. banyak perubahan akibat dari aktifitas yang bertentangan antara satu dan lainya.

mungkin gitu ya penjelasanya mbakyu....
total 4 replies
Yuli a
aha.... aku tau... mungkin kamu disuruh bawa tu asbak... makanya kamu dibawa kesitu lagi.. kesitu lagi...
Yuli a: jadi bisa....🤣🤣🤣🤣
Mbak Bashi: HIHIHIHHI BISA JADI MBAK YU
total 2 replies
Yuli a
piye to...??? nggak jelas amat ji.....
Yuli a: 🤣🤣🤣 emang beneran to mbk yu... kecubung bisa gawe mendem...???
Mbak Bashi: semakin kesini semakin nggak jelas mbakyu, semakin buram dan semakin penuh dengan ilusi.
apa si Pariji itu lagi mendem kecubung ya mbak?
total 2 replies
Yuli a
ya ampun... makin kesana kok makin kesini...🤣🤣🤣🤣 bingung sendiri mau komen apa ji.../Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Yuli a: penyegaran tu es buah mbk... seger.....🍨
Mbak Bashi: nggak papa mbakyuuuu, bingung itu awal dari penyegaran
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!