Chu Chen, seorang Kaisar Api mati dibunuh oleh kekasihnya hanya karena sebuah Pagoda. Dia ternyata Bereinkarnasi ketubuh seorang pemuda yang memiliki nama sama dengannya. Dengan ingatan dimasa lalu, Chu Chen kembali menapaki jalan kultivasi. Kembali melakukan perjalanan yang penuh dengan tantangan, saat Chu Chen mengira semuanya berjalan lancar. Konspirasi lama muncul kembali, membuatnya harus meningkatkan kekuatan secepat mungkin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chen Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 : Memasuki Tahap Menengah
****************
Halaman Klan Chu
Chu Chen terlihat sedang dikerumuni oleh semua anggota klan. Mereka semua juga ingin mendapatkan pil seperti yang didapatkan oleh Chu Nan.
"Kalian semua tenang saja! Aku akan membagikan kepada kalian semua pil peningkat Qi nanti! " Ungkap Chu Chen.
"percayalah padaku! Dalam waktu 2 Tahun, aku akan membuat seluruh anggota klan berada di ranah From Creation Tahap puncak! " Lanjutnya.
Membuat seluruh anggota klan terdiam sesaat, setelah itu mereka tersenyum dan bersorak gembira. Melihat senyum semua orang itu, hati Chu Chen seakan dipenuhi oleh rasa cemburu dikehidupan lalunya. Dia tidak menyangka bahwa ternyata ada keluarga yang benar-benar akan mendukung anggota klannya yang sedang terpuruk seperti dirinya saat ini.
Dikehidupan lalu, tidak pernah sekalipun dia melihat anggota klan yang sudah terpuruk seperti dirinya saat ini mendapatkan dukungan dari anggota klan lain. Yang ada mereka akan menindas dan membuangnya dengan sangat keji dari klan.
Yang lebih parahnya lagi, nama mereka akan dihapus dari silsilah klan. Sungguh tidak ada rasa kekeluargaan jika dikehidupan lalunya. Namun sekarang berbeda, semua anggota klan jelas jelas masih memberikannya semangat dan dukungan meskipun dia sudah berada di kondisi yang begitu terpuruk.
Tidak ada alasan bahwa dia tidak ingin melindungi mereka semua. Bahkan jika nyawa adalah taruhannya, Chu Chen pasti akan melakukannya. Tidak mudah mendapatkan orang-orang seperti anggota klan Chu ini.
Chu Chen berjalan melewati anggota klan tersebut, dia pergi ke halaman belakang klan. Tempat yang biasa digunakan oleh pemilik tubuh sebelumnya untuk berlatih.
"Sepertinya ini adalah tempat yang cocok! "
Chu Chen segera mengambil posisi lotus, memejamkan kedua matanya. Kesadaran Spiritualnya kembali masuk ke Lautan Qi, Chu Chen dapat melihat sebuah Api dan Pagoda sedang berdampingan.
Dia pergi mendekati Api dan Pagoda tersebut, mengambil Pagoda itu.
"Aku ingin tahu, sebenarnya apa kegunaan Pagoda ini. Sampai-sampai Jalang sialan itu mengkhianatiku karena ini! "
Wusss
Tiba-tiba saja sebuah cahaya berwarna emas keluar dari dalam Pagoda itu dan masuk kedalam dahi Chu Chen. Membuat Chu Chen kaget, dia memegang dahinya sambil menggosok pelan.
"Apa itu? " Ucapnya keheranan.
Arkkk
Detik berikutnya, Chu Chen merasakan sakit yang luar biasa dikepalanya. Dia mengerang kesakitan, sakit itu sama seperti sebelumnya, saat ingatan pemilik tubuh sebelumnya masuk kedalam kepalanya. Dan itu memang benar, sebuah ingatan yang tidak dia ketahui bahkan dikehidupan sebelumnya muncul dikepalanya.
Dalam Ingatan tersebut.
Dua sosok pria besar dan tinggi sedang bertarung memperebutkan Pagoda tersebut. Keduanya saling bertukar serangan, pemandangan ini seakan-akan adalah pertempuran besar yang benar-benar sedang terjadi.
Tapak raksasa muncul diatas langit, menciptakan tekanan yang begitu kuat. Membuat sosok pria lainnya berlutut tanpa bisa berdiri kembali. Namun, sosok pria tersebut tidak mau kalah. Sebuah Lonceng kecil muncul ditangannya, perlahan lonceng itu membesar dan naik keatas.
Lonceng itu menghancurkan Telapak tangan besar itu, pria itu kembali berdiri. Pagoda yang berada diatas jauh disamping keduanya tiba-tiba tertarik kearah pria yang mengeluarkan lonceng tadi.
Hanya saja, Pagoda itu tiba-tiba saja membesar hingga seukuran dua sosok pria tersebut jika digabungkan. Tidak, lebih besar dari itu. Pagoda tersebut memiliki tinggi hingga 100 meter lebih dengan lebar 10 meter.
Lantai Pagoda itu terbuka lebar, membuat kedua sosok pria tersebut tertarik kedalamnya. Lalu Pagoda itu kembali mengecil hingga jatuh ke tanah.
Chu Chen kembali tersadar, dia seakan-akan baru baru mendapatkan pencerahan yang luar biasa.
"Pertempuran para dewa. Sebenarnya dari mana asal usul Pagoda ini? " Kata Chu Chen sambil menatap Pagoda yang berada ditangannya itu.
Diluar Lautan Qi
Tubuh Chu Chen diselimuti cahaya berwarna merah Api. Lalu tiba-tiba saja Energi dalam tubuh Chu Chen meledak begitu saja.
Duarrr
Kedua mata Chu Chen perlahan terbuka. Dia menatap telapak tangannya, terkejut dengan apa yang barusan dia alami.
"Hanya karena melihat pertempuran tadi, aku ternyata naik ke Tahap Menengah! " Ucapnya pelan.
Chu Chen tidak percaya bahwa ternyata dia benar-benar naik ke Tahap Menengah hanya karena melihat pertempuran yang sebentar barusan jadi.
Dia melihat telapak tangannya, sebuah Pagoda muncul begitu saja. Chu Chen memutar mutar Pagoda tersebut, dia sangat penasaran sebenarnya apa kegunaan Pagoda itu.
"Sebenarnya dari mana asal usul Pagoda ini? Dikehidupan sebelumnya pun aku bahkan tak pernah tahu! " Kata Chu Chen penasaran.
"Sudahlah, nanti akan aku cari tahu! " Lanjutnya sambil menggenggam tangan. Pagoda itu pun menghilang.
Chu Chen berdiri, menatap keatas langit. Hanya dalam satu hari dia dapat naik 2 Tahap sekaligus. Sungguh sangat mengagumkan, mungkin jika dia menceritakan kejadian ini kepada orang-orang.
Tidak akan ada yang percaya satu pun, lebih parahnya mungkin orang-orang akan menganggap Chu Chen sudah gila karena tidak dapat lagi ber kultivasi.
Chu Chen kembali berjalan, dia pergi ke halaman klan. Matanya seketika menangkap sesosok Gadis dan pemuda yang sedang bergandengan tangan, dan disamping pemuda itu ada lagi pemuda lainnya. mereka adalah Ye Zhuxin, Lie Bei dan Lie Wen.
Kejadian di Asosiasi Alchemist sangatlah memalukan bagi Lie Wen, bahkan nama baiknya klannya pun akan ikut tercoreng karenanya.
"Sungguh pasangan menjijikkan yang serasi! Aku sungguh sudah gila sebelumnya karena menyukai Gadis murahan sepertimu! " Kata Chu Chen sinis.