NovelToon NovelToon
Putri Yang Di Abaikan

Putri Yang Di Abaikan

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Tamat
Popularitas:10.5M
Nilai: 4.5
Nama Author: devi oktavia_10

Sahira Gadis cantik ramah dan murah senyum, namun tak banyak yang tahu di balik senyum manisnya, dia banyak menyimpan luka.


Terlahir dari keluarga kaya raya tidak membuat Sahira hidup bahagia, dia di abaikan oleh ke dua orang tuanya.


Sahira selalu di suruh mengalah dari adik perempuannya.


Kekasih yang sangat dia cintai ternyata sudah berselingkuh dangan adik kandungnya sendiri, dan itu di dukung oleh orang tuanya, tanpa melihat perasaan Sahira yang hancur


Dan lebih sakit lagi, Sahira di paksa menikah dengan laki laki yang tidak di ketahui asal usulnya.


Bagaimana kelanjutan kisah sahira, yuk.... Ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

"Sahira!" panggil seseorang mendekat ke arah Sahira, dan menatap Sahira dari atas sampai bawah.

"Iya." sahut Sahira santai.

"Ya apapun Hira... Kamu cantik banget, cuti beberapa hari saja kamu lansung berbeda." pekik Arum Sahabat Sahira.

"Beda dari mana sih." kekeh Sahira.

"Semuanya Hira, semuanya! penampilan kamu, pakaian kamu makin modis, gini dong, gaji tuh di gunakan buat keperluan sendiri, bukan di pergunakan menghidupi keluarga mu yang tak tau diri itu." sewot Arum.

"Iya iya, mulai hari ini aku ngak akan memberikan uang ku untuk mereka, aku sudah sadar sekarang." kekeh Sahira.

"Akhirnya kamu sadar juga dari ke t*l*lan kamu itu." kekeh Arum.

Sahira hanya geleng geleng kepala mendengar ocehan temannya itu, memang dari dulu Arum sangat kesal kepada Sahira yang selalu mengutamakan keluarganya, berharap keluarganya itu bisa melihat kepadanya, namun apa yang terjadi, bukan perhatian yang dia dapat, justru Sahira di jadikan mesin ATM dan babu gratisan di rumah orang tuanya.

"Wooohhh.... Siapa nih, makin kinclong aja setelah libur beberapa hari." kekeh Wawan.

"Ngak usah merayu lu." omel Arum.

"Apa sih Rum, gue ngak merayu, gue ngomong jujur kok, lu emang ngak nyadar klau Arumi makin cantik dan lihat sekarang gayanya, ckckck... Bikin mata mata para buaya ngak bisa berpaling dari Sahira ini mah." kekeh Wawan.

"Jangan mau tergoda sama buaya darat dan kadal buntung ya dek ya." ucap Arum.

Sahira terkekeh mendengar celotehan ke dua sahabatnya itu.

"Ngak kok, kalian tenang aja, gue udah punya pawang kok, jadi kalian ngak usah khawatir" sahut Sahira.

"Siapa! laki laki mokondo itu. " sewot Arum yang memang tidak suka Sahira berpacaran dengan Bima karena Arum sangat tau, laki laki itu hanya ada maunya saja sama sahabatnya itu, yang hanya memanfaatkan kepintaran dan kebaikan sahabatnya untuk urusan pribadinya.

"Ahh... Ngak like lah, klau cowok itu yang jadi pawang lu, apa apaan yang ada lu cuma di manfaatin sama dia." Wawan pun ikut bersuara.

"Iya, cinta boleh, bodoh jangan, masa mau aja di mamfatin, trus di selingkuhi, ihhh... Amit amit deh. " sebel Arum.

Sahira tersenyum menatap ke dua temannya itu

"Kalian tenang saja, bukan dia kok orangnya, dan gue udah ngak ada hubungan lagi sama dia, jadi kalian ngak usah khawatir lagi." kekeh Sahira menenangkan ke dua sahabatnya itu.

"What.... Serius!!" pekik Arum dan Wawan bersamaan.

"Suuuttt.... Berisik ih!" omel Sahira menatap ke sekeliling ruangnya, beruntung belum ada yang tekan kerjanya yang datang.

"Sori sori, lagian lu bikin kaget kita aja, klau bukan si mokondo itu, siapa laki-laki yang bikin lu bisa berpaling dari dia? " tanya Arum penasaran.

"Dia laki laki baik, dia bisa memberikan apa yang ngak pernah gue dapat dari keluarga gue, kasih sayang perhatian dan banyak lagi, dia sepertinya tau apa yang gue inginkan, walau pernikahan kami ini terjadi karena paksaan bapak gue, gue menerimanya dengan ikhlas." sahut Sahira membayangkan sang suami dadakannya itu.

"Tunggu tunggu, maksudnya apa ya? lu di paksa nikah sama bokap lu? " penasaran Wawan.

"Iya" angguk Sahira.

"Kok bisa? " tanya ke dua sahabatnya itu.

"Jadi pas waktu itu, gue mergokin si mokondo sama Alina lagi mesra mesraan di rumah, gue marah dong sama mereka, tapi orang tua gue malah mendukung mereka...." Sahira menceritakan sedetail mungkin ap yang terjadi di antara keluarganya dan sang suami, sampai dia di usir dari rumah oleh orang tuanya.

"Astaga... Dasar orang tua dzolim, laki laki dan adik ngak tau diri, ngak apa apa lu keluar dari rumah itu, dari pada setiap hari makan hati dan di jadiin babu gratisan." maki Arum.

"Semoga suami lu bisa menjadi sosok yang selalu melindungi lu, ngak perlu kaya, atau tampa, biar di kata dia laki laki begajulan kata orang tua lu, toh dia bisa memberikan apa yang ngak pernah di berikan oleh orang tua lu, bahkan lu kayanya sangat di sayang,, dilihat dari penampilan lu sekarang." ujar Wawan.

"Iya, dia sangat baik, dan orang orang di sekitar suami gue juga sangat menyayangi gue, gue bisa mendapat apa yang ngak gue dapat dari keluarga gue dari mereka." ucap Sahira tersenyum senang.

"Syukurlah, gue harap lu ngak ada lagi penderitaan yang lu rasakan seperti di keluarga lu, mudah mudahan pernikahan ini awal yang baik untuk hidup lu." do'a Arum memeluk senang sahabatnya itu.

"Aamiin... Semoga aja." sahut Sahira membalas pelukan Arum.

"Makasih ya, selama ini kalian selalu baik dan mau berteman dengan gue." ucap Sahira lagi berkaca kaca, hanya Wawan dan Arum lah sahabat yang ngak pernah meninggalkan Sahira dari dulu.

Mereka bersahabat sudah sejak dari bangku SMA dan Kuliah, masuk kerja pun Sahira dapat dari Wawan waktu itu, karena Wawan mempunyai saudara yang bekerja di perusahaan itu, walau Sahira tetap mengikuti seleksi untuk masuk perusahaan itu, karena kepintaran Sahira lansung di terima di perusahaan bonafit itu.

"Gue boleh ikutan peluk ngak? " ucap Wawan pura pura memelas.

"Ngak boleh!!" pekik ke dua wanita itu.

"Dasar ngak adil, giliran derita bagi bagi sama gue, tapi giliran peluk pelukan gue ngak di ajak." sewot Wawan.

Sahira dan Arum terbahak mendengar keluhan Wawan itu.

"Udah udah kerja, nanti kita di omelin loh! " lerai Sahira.

"Siap cantik." ujar ke dua sahabatnya itu.

"Nanti kita istirahat makan siang bareng, gantian gue yang traktir kalian, biasanya kalian yang selalu traktir gue." ujar Sahira lagi.

"Serius nih! " girang Wawan.

"Hmm..." Angguk Sahira.

"Ahh... Baiklah gue ngak akan menolak, itung itung traktiran pengantin baru." kekeh Wawan yang berjalan dengan riang ke arah kubelnya.

"Wan, siapa tuh cewek, anak baru ya, cantik banget." puji teman satu divisi mereka.

"Kalian tambah personil ya, Sahira belum masuk juga, tumben tuh anak libur lama, biasanya ngak pernah libur, yang ada selalu ambil lembur mulu?" ujar teman yang satunya.

"Ck, itu Sahira bukan anak baru." decak Wawan, memang sahabatnya itu sangat berubah sangat cantik sekarang.

"APA...!! " pekik mereka semua.

Bersambung.....

Haiii... Jangan lupa like komen dan vote ya... 😘😘😘

1
Putri Marsiah
ya Allah kapan dimanjain sama pasangan
ikan sapu
walau tulisan nya banyak tipo tapi oke lah masih bisa di mgengerti
ikan sapu
wkwkwk langsung ada tawaran si alina😄😄😄
Anime aikō-kā
p...
Amiera Syaqilla
assalamualaikum author😁
Ragil Saputri
moga aja para bodyguard Galang tau kelakuan Bu Hana, biar kapok mereka, karma-mu lagi jemput Bu Hana,🤣🤣🤣
Ragil Saputri
moga aja para bodyguard Galang tau kelakuan Bu Hana, biar kapok mereka, karma-mu lagi jemput Bu Hana, siap-siap aja yaaa 🤣🤣🤣
Ragil Saputri
nah loh ketemu hilal jodoh tu.....
Ragil Saputri
oooh no....jgn mau Tasya, tu perkutut dh celap-celup sembarang sarang, mending Lo ma Wawan ajah yg jelas-jelas akan meratukan wanitanya, spt Sahira n Arum, aman dkt wawan
Ragil Saputri
yaudah sih Tasya buat Wawan ajah kayaknya deh ya, biar kalian ntar bisa jalan rame-rame, kan jadi tambah seru🤗🤗🤗
Ragil Saputri
salut sama Wawan, ini bru sahabat sejati, Lop yu puul Wawan, ya udah Wan, akoh mau kok jadi tulang rusukmu 🤭🤭🤭
ikan sapu
kok siakan terus tor sialan dong🤣
ikan sapu
mampus kau bima keduluanan Hira ngadu ke mm kamu telat lah kau mau memfitnah Hira
ikan sapu
makin kebakaran jenggot lah itu keluarga Sahira yg gila kalok tengok foto cincin nya Sahira dan Galang berlian pulak aduh panas panas panas rasain tu punya anak bukan di sayang malah di buang 😄😄
Ragil Saputri
enak banget ya ngaku-ngaku sodara trus minta duit 1 M, lha kayak minta duit seribu bt bli permen, apalagi minta ana perusahaan, woyyyy ngaca om, om tiri
Ragil Saputri
Galang "BADAS"... libat abis calon pelakor Lang, jgn beti celah
ikan sapu: ani ani uuuuui gak punya malu cem betul nya alina si ulat bulu
total 2 replies
Ragil Saputri
setuju ma, ini Bru namanya orang tua yg GK sembarang menyetujui apa mau si anak, masukin aja ke pesantren biar dini terbuka tu hatinya
Ragil Saputri
aaaaaaa so sweet, bikin Asnah, ikut pelukan dong biar kayak Teletubbies 🥰.... akhirnya ada bibit Galang yg nyangkut di rahim Sahira, auto tambah ngereok gak tu Bu Nana ma di pelakor🤣🤣🤣🤣
Siti Solikah
bagus
Helen Nirawan
org suka kebiasaan giliran lg darurat , hp malah gk aktif , py hp buat apa , gk usah py lah ,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!