NovelToon NovelToon
Lahir Kembali Dari Dendam

Lahir Kembali Dari Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying dan Balas Dendam / Balas dendam pengganti / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tamyst G

Elara mengira pernikahannya adalah akhir dari semua penderitaan.
Namun malam itu, ia justru menemui akhir hidupnya—dikhianati, dijebak, lalu dibunuh oleh suaminya sendiri dan wanita yang ia percayai sebagai sahabat.
Saat membuka mata, Elara kembali hidup.
Ia terlahir kembali ke masa sebelum semua pengkhianatan itu terjadi.
Rambut putihnya menjadi saksi kelahirannya yang kedua.
Mata pink-nya menyimpan dendam yang tak lagi bisa dipadamkan.
Kali ini, Elara bukan wanita polos yang mudah diinjak.
Ia mengingat setiap pengkhianatan, setiap rencana keji, dan setiap kebohongan yang pernah merenggut nyawanya.
Bukan untuk memohon keadilan.
Bukan untuk meminta belas kasihan.
Elara kembali…
untuk membalas semuanya, satu per satu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tamyst G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 2: Kontrak Berdarah dan Pertemuan di Pesta Topeng

Udara di dalam ruang kerja Grand Duke Alaric terasa berat, seolah-olah dinding obsidian itu sendiri menyimpan rahasia ribuan nyawa yang telah ia renggut di medan perang. Elara masih berdiri tegak, membiarkan jemari kasar Alaric menyentuh dagunya. Sentuhan itu tidak seperti Adrian yang pura-pura lembut; sentuhan Alaric adalah klaim—sebuah tanda kepemilikan yang jujur dan tanpa kompromi.

Alaric menarik tangannya perlahan, namun matanya tidak sedetik pun beralih dari mata pink menyala milik Elara. "Kau berubah, Elara Lane. Kemarin kau adalah gadis yang gemetar saat melihat pedangku. Sekarang, kau menatapku seolah kau sendiri yang memegang pedang itu di leherku."

Elara memberikan senyum tipis yang dingin. "Kematian memiliki cara unik untuk mendewasakan seseorang, Duke. Aku tidak punya waktu untuk gemetar lagi."

Alaric berjalan menuju meja mahoni besarnya, menuangkan cairan merah gelap ke dalam dua gelas kristal. Ia tidak menawarkan teh; ia menawarkan anggur yang kuat. "Adrian adalah pria yang licin. Dia memiliki dukungan dari faksi konservatif di dewan kota. Menghancurkannya bukan hanya soal membunuhnya—itu terlalu mudah. Kau ingin dia menderita, bukan?"

"Aku ingin dia melihat segalanya yang dia cintai—harta, reputasi, dan kekuasaannya—hancur menjadi debu sebelum aku mengirimnya ke neraka," jawab Elara, menerima gelas anggur dari Alaric. Ia menyesapnya tanpa ragu. Rasa pahit dan hangat membakar tenggorokannya, jauh lebih baik daripada rasa racun di kehidupan sebelumnya.

"Dan wanita itu?" tanya Alaric, merujuk pada Sera. "Aku tahu dia telah menyusup ke kediamanmu sebagai asisten."

"Sera adalah pion yang akan kugunakan untuk menghancurkan Adrian dari dalam. Dia mencintai uang dan posisi. Aku akan memberinya ilusi bahwa dia bisa mendapatkan keduanya, lalu aku akan menjatuhkannya tepat saat dia merasa telah menang."

Alaric tertawa rendah, suara yang terdengar seperti guntur di kejauhan. "Sangat kejam. Aku suka. Baiklah, kita akan membuat kontrak. Aku akan menjadi perisaimu di pemerintahan dan pedangmu di bayang-bayang. Sebagai imbalannya..." Alaric melangkah mendekat, mengurung Elara di antara meja dan tubuhnya yang besar. "Kau tidak boleh melakukan langkah besar tanpa seizinku. Aku tidak akan membiarkanmu mati lagi."

Lagi? Kata itu terngiang di telinga Elara. Apakah Alaric tahu sesuatu tentang masa lalu? Ataukah itu hanya kiasan? Sebelum Elara sempat bertanya, Alaric sudah menarik diri.

"Tiga hari lagi akan ada Pesta Topeng di kediaman Count Valerius," ucap Alaric sambil kembali ke mode formalnya. "Adrian berencana memperkenalkanmu secara resmi sebagai tunangannya untuk mengamankan dukungan investor. Di sana, kita akan memberikan kejutan pertama kita."

Tiga hari berlalu dalam ketegangan yang tertutup rapi. Elara bersikap seperti "istri yang patuh" di depan Adrian, membiarkan pria itu merasa bahwa dialah yang memegang kendali. Adrian, yang merasa telah berhasil meyakinkan Elara tentang syarat kontrak bisnis mereka, tampak sangat percaya diri.

"Kau akan menjadi wanita tercantik malam ini, Elara," puji Adrian saat mereka berada di dalam kereta menuju kediaman Count Valerius. Adrian mengenakan topeng serigala perak, sementara Elara mengenakan gaun sutra hitam dengan lapisan ungu tua yang berkilau saat terkena cahaya. Topengnya adalah topeng merak hitam dengan detail bulu yang elegan.

"Aku harap begitu, Adrian. Karena malam ini adalah malam yang tidak akan pernah kau lupakan," sahut Elara datar.

"Tentu saja! Setelah pengumuman pertunangan kita, saham perusahaan konstruksi keluarga Lane akan melonjak. Kita akan menjadi pasangan terkuat di ibu kota."

Elara hanya menatap keluar jendela. Kau akan menjadi yang terkuat, Adrian, sampai kau menyadari bahwa fondasi yang kau pijak sudah kupenuhi dengan dinamit.

Aula pesta Count Valerius dipenuhi dengan aroma parfum mahal dan suara denting gelas. Ratusan bangsawan bertopeng menari di bawah lampu kristal yang megah. Elara melihat Sera di antara kerumunan, mengenakan gaun merah muda yang tampak murah jika dibandingkan dengan gaunnya, namun Sera terus mencoba menarik perhatian para pria berpengaruh.

Saat musik berganti menjadi waltz yang lambat dan dramatis, Adrian membungkuk di depan Elara. "Bolehkah aku mendapatkan tarian ini, tunanganku?"

Baru saja Elara hendak meletakkan tangannya di tangan Adrian, sebuah suara berat menghentikan mereka.

"Maafkan saya, Tuan Muda Adrian. Tapi saya sudah memesan tarian pertama dengan Nona Elara."

Seluruh ruangan seolah berhenti bernapas. Pria yang berbicara itu mengenakan setelan hitam legam dengan jubah panjang yang menyapu lantai. Topengnya adalah tengkorak emas yang menakutkan, namun semua orang mengenali aura intimidasi itu.

"Grand... Grand Duke Alaric?" Adrian tergagap, wajahnya yang tertutup sebagian topeng berubah pucat. "Tapi, Elara adalah tunangan saya—"

"Belum resmi, bukan?" Alaric melangkah maju, kehadirannya membuat Adrian terpaksa mundur selangkah. Tanpa menunggu jawaban, Alaric meraih tangan Elara dan menariknya lembut ke tengah lantai dansa.

Musik mulai mengalun. Alaric meletakkan tangannya di pinggang Elara dengan posesif, menariknya lebih dekat hingga tidak ada celah di antara mereka. Gerakan mereka sempurna, tajam, dan penuh tenaga.

"Kau terlambat dua menit, Alaric," bisik Elara di sela-sela putaran waltz.

"Aku harus memastikan para mata-mataku telah menukar dokumen yang dibawa Adrian di dalam tasnya," balas Alaric dengan suara rendah yang hanya bisa didengar oleh Elara. "Saat dia mengumumkan pertunangan dan mencoba menunjukkan surat kuasa bisnis keluarga Lane malam ini, dia tidak akan menemukan apa yang dia cari."

Elara melirik ke arah Adrian yang berdiri di pinggir lantai dansa dengan wajah merah padam karena cemburu dan marah. Di sampingnya, Sera tampak mengamati Alaric dengan tatapan penuh ambisi.

"Lihat itu," Elara memberi isyarat kecil dengan matanya ke arah Sera. "Sera mulai mengincar 'mangsa' yang lebih besar. Dia pikir dia bisa mendekatimu."

Alaric mendengus jijik. "Dia hanya sampah di mataku. Tapi jika kau ingin aku menggunakannya untuk memancing kemarahan Adrian, aku akan melakukannya."

"Jangan. Biarkan dia merangkak sendiri. Aku ingin Adrian merasakan bagaimana rasanya dikhianati oleh orang yang paling dia percayai, persis seperti yang aku rasakan."

Tarian berakhir dengan posisi Alaric yang menunduk dalam, seolah mencium tangan Elara, namun matanya tetap menatap Adrian dengan pandangan merendahkan.

Tiba-tiba, Adrian melangkah ke atas podium kecil di ujung aula. Ia merasa perlu memulihkan harga dirinya setelah dipermalukan oleh Grand Duke.

"Hadirin sekalian! Terima kasih telah hadir," suara Adrian menggema, mencoba terdengar berwibawa. "Malam ini, bukan hanya merayakan pesta Count Valerius, tapi saya, Adrian dari keluarga Viscount Miller, ingin mengumumkan persatuan resmi saya dengan Nona Elara Lane. Dan sebagai tanda kepercayaan, keluarga Lane telah menyerahkan otoritas penuh atas proyek pengembangan Pelabuhan Utara kepada saya!"

Adrian merogoh tas kulitnya dengan bangga, mengeluarkan selembar dokumen resmi yang telah distempel. "Inilah surat kuasanya—"

Ia membuka dokumen itu di depan beberapa kolega bisnis penting dan investor. Namun, saat matanya membaca tulisan di atas kertas tersebut, wajahnya berubah dari pucat menjadi seputih kertas.

Itu bukan surat kuasa. Itu adalah dokumen pengakuan hutang pribadi Adrian kepada beberapa rumah judi ilegal di pinggiran kota, lengkap dengan tanda tangan aslinya yang telah dikumpulkan Alaric selama beberapa bulan terakhir melalui jaringan intelijennya.

"Apa ini...?" gumam seorang investor tua yang berdiri di depan. "Tuan Adrian, Anda menggunakan nama keluarga Lane untuk menutupi hutang judi Anda?"

"Tidak! Ini salah! Ini bukan dokumennya!" teriak Adrian panik. Ia menoleh ke arah Elara, matanya mencari penjelasan.

Elara berdiri di samping Alaric, melipat tangannya di depan dada. Ia melepaskan topeng merak hitamnya, memperlihatkan wajahnya yang tenang namun matanya pink-nya berkilat dengan kepuasan yang kejam.

"Ada apa, Adrian? Kau tampak bingung," ucap Elara dengan suara yang cukup keras untuk didengar orang-orang di sekitarnya. "Bukankah kau bilang kau ingin 'menjaga' hartaku? Sepertinya kau lebih sibuk menjaga egomu di meja judi."

Bisik-bisik mulai memenuhi ruangan seperti dengungan lebah. Reputasi Adrian yang "sempurna" mulai retak di hadapan publik untuk pertama kalinya.

Alaric melangkah maju, meletakkan tangannya di bahu Elara, mempertegas posisi di mana ia berpihak. "Sepertinya pengumuman pertunangan ini harus ditunda. Atau mungkin... dibatalkan selamanya."

Malam itu, Elara pulang bukan sebagai wanita yang lemah, melainkan sebagai pemain catur yang baru saja menjatuhkan pion pertama lawannya. Perang baru saja dimulai.

1
Tamyst G
Semangattt
Kustri
pemuda cantik?
qu membayangkan opa"😂
Kustri
alaric jg terlahir kembali
Kustri
tulisan'a rapi, enak dibaca
lanjuuut
Tamyst G: Terimakasih atas supportnya kak
total 1 replies
Kustri
awal yg menarik
ini 2024 tp msh ada kereta kuda yaa🤔
Tamyst G: ini konsep alternate timeline, jadi 2024 versi dunia yang berbeda🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!