Alicia Sandra Hellypolter baru saja lulus SMA malah dinikah kan dengan pilihan ibu tirinya yang jahat. Alicia yang di kerap di panggil Cila yang sudah berharap agar bisa keluar dari keluarga Hellypolter malah berujung pergi ke neraka kedua bagi Cila. Padahal Cila sudah menderita di rumah nya sendiri ternyata Cila malah lebih menderita di rumah suaminya. Cila di campakkan oleh suaminya karena semua keluarga suami nya menganggapnya mandul padahal dirinya belum di sentuh oleh suaminya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbak mell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10
"Kapan kamu akan menikah cucuku?" Tanya crill Marvin sang kakek.
Selain banyak pekerjaan yang begitu sibuk, Mark juga malas untuk bertemu dengan anggota keluarga nya. Dan inilah salah satunya.
"Umur kamu sudah tidak mudah lagi nak. Kakek Sangat ingin melihat cicit kakek sebelum kakek tiada dari dunia ini" Crill menatap sendu cucu laki-laki nya. Umur sudah hampir mencapai 35, tapi Mark belum menikah.
Kata-kata ini lagi yang harus Mark dengar kan. Mark sudah mendengar ucapan ini yang sudah ribuan kali dirinya dengarkan.
"Aku belum menemukan wanita yang cocok kek" jawab Mark apa adanya.
"Bukan belum menemukan nya nak, tapi kamu memang tidak mau ingin menikah"
"Tidak usah membahas ini lagi kek. Kalau aku ingin menikah, aku pasti akan menikah" jawab Mark lagi.
"Sebaiknya kakek fokus dengan kesehatan mu saja, dari pada harus memikirkan ku kapan menikah"
Lalu tanpa sekata Mark langsung pergi meninggalkan Crill.
Sang asisten yang tak kalah tampan nya pun sedang menunggu Mark.
"Keperusahaan" Ucap Mark setelah mereka sampai di mobil.
"Baik Tuan" Jawab Alfred Dario yang di sapa Dario.
Mark sibuk dengan Leptop nya, tiada hari tanpa Leptop di sisinya.
Kini Mark sangat sibuk dengan berkas-berkas yang ada di depannya Hingga melihat jam sudah menunjukkan hampir makan siang. Mark segera bersiap untuk melakukan meeting setelah ini.
Sedangkan Emma kini sudah di perbolehkan pulang. Emma begitu semangat mendengar kalau dirinya suda boleh pulang.
Alicia telah selesai mengurus semua administrasi dan surat-surat keterangan tanda pulang Emma.
Ethan pun tersenyum begitu tipis melihat kebagian adiknya. Ethan tadi malam pun tak kalah khawatir melihat adiknya yang sakit.
Tapi dirinya tidak mau menunjukkan ke khawatiran itu lantaran tidak mau membuat sang Mommy terbebani.
"Kak Ethan, Ema bertemu dengan paman panjang di rumah sakit. Dia sangat tampan" Emma menceritakan tentang pertemuan nya dengan Mark.
"Kamu jangan sembarangan menyapa orang Emma" Nasehat Ethan.
"Tapi dia sangat tampan Ethan, Ema suka sama paman panjang"
"Dia hanya orang lain Emma, jangan bahas dia lagi disini" Lanjut Ethan. Emma pun segera diam dan tidak berbicara lagi.
*
*
*
Hari ini Alicia melihat dari emailnya bahwa kerja sama di ubah menjadi sekretaris kembali yang membuat Alicia heran dan akan segera ke kantor meminta penjelasan lebih lanjut lagi.
"Kenapa tiba-tiba berubah begini" Gumam Alicia yang menghela Nafasnya dengan kasar sambil melihat gedung cakar tinggi yang berada di depannya sekarang ini.
Alicia masuk dan segera menuju ke ruangan sang CEO.
"Masuklah nona " Ucap sang sekertaris yang bernama Indra.
"Maaf tuan!" Ucap Alicia dengan sopan lalu segera duduk di sopa.
"Apa yang ingin di bicarakan?" Ucap Mark tanpa basa-basi lagi. Mark memang orangnya tidak lah suka berbasa-basi.
"Membicarakan kerja sama kita tuan" Jawab Alicia.
"Tidak ada yang perlu di bicarakan, semua sudah jelas yang sudah asisten saya kirimkan"
"Tapi kenapa berubah Tuan?" Tanya Alicia yang memang sangat membutuhkan penjelasan ini.
"Karena kamu cocok jadi seorang sekertaris" Mark menjawab yang sesekali fokus dengan Leptop nya. Karena Mark tidak beranjak dari kursi kebesaran nya.
"Baiklah saya setuju" putus Alicia. Tentu dirinya akan mau, sebab gajinya begitu tinggi melebihi gaji UMR 10 kali lipat.
"Hmm..tanda tangan ini" Ucap Mark dengan memberikan kertas perjanjian, tapi Mark meletakkan di atas meja nya karena Mark tidak ingin beranjak dari kursinya.
"Pemalas sekali Pria ini" Umpat Alicia di dalam hatinya.
"Aku sedang banyak pekerjaan bukan malas" Ujar Mark tiba-tiba yang mana membuat Alicia terkejut setengah mati.
Mark melihat Ekspresi lucu milik Alicia yang begitu menggemaskan menurut Mark hampir membuat nya tersenyum. Tapi Mark tentu saja menahan nya dengan wajah datarnya.
Kemudian Alicia menetralkan wajahnya kembali dengan tersenyum kepada Calon bos sebentar lagi.
Alicia menandatangani nya tanpa ragu lagi, lalu menyerahkan surat perjanjian nya kembali kepada Mark.
"Baik, terimakasih atas kerja sama nya tuan Mark" ucap Alicia dengan tersenyum cerah.
Lagi-lagi Mark terpesona dengan senyuman yang Alicia berikan yang menurut Mark sangat tulus. Tentu Mark tahu mana senyum palsu, senyum tulus dan senyum punya maksud, dirinya yang sudah berkecimpung di bawah tanah tentu saja tahu dengan perbedaan itu semua.
Alicia lalu berpamitan kepada Mark dan segera pergi dari perusahaan itu.
Mark pun begitu langsung pergi meninggalkan kantor nya, karena sebentar lagi dirinya akan pergi meeting lagi.
Tapi Alicia kebelet dan membelokkan langkah kakinya ke kamar mandi dulu.
Tapi Ternyata Kedua anaknya telah menyusul sang Mommy ke perusahaan dimana tempat Mommy mereka akan bekerja.
Ethan dan Emma keluar dari Taksi begitu lucunya.
"Paman panjang" Teriak Emma melihat Mark.
Emma berlari dan langsung memeluk kaki panjang Mark yang mana Ethan sang kakak langsung melepaskan pelukan nya sang adik.
"Emma! kamu jangan sembarangan memeluk orang. Dia hanya orang lain" tegur Ethan yang tidak suka dengan Emma yang suka memeluk orang dengan sembarangan.
Dario tercengan melihat seorang anak kecil yang begitu berani memeluk Sang tuan. Yang mana Dario begitu khawatir akan keselamatan gadis kecil itu.
"Apa yang kau lakukan disini cacing kecil?"
Tentu saja Dario langsung terkejut melihat sang tuan tidak marah tapi malah bertanya balik.
"Kami ingin melihat mommy paman panjang" jawab Emma dengan tertawa senang melihat Mark.
Lagi-Lagi-lagi Dario dan para anak buahnya tercengang mendengar panggilan dari gadis kecil itu.
"Ayo kita pergi Emma, dia hanya orang lain" Ethan menarik tangan Emma dan menatap semua pria yang di hadapan nya tanpa rasa takut.
Dario begitu terkejut melihat Ethan sangat mirip dengan tuan nya. Apalagi dengan tatapan anak kecil itu, sangat persis sekali.
"Yah kalian harus pulang" Timpal Mark. Tapi Mark langsung mengalihkan pandangan kepada Ethan dengan menatap intens.
Mark menatap tajam kepada Ethan tapi Ethan pun menatap tajam balik Mark.
"Siapa ibu kalian?" Mark langsung bertanya. Melihat anak kecil ini yang mirip dengan nya tentu saja Mark tidak lah bodoh.
"Bukan urusan mu" Jawab ketus Ethan.
"Ethan, kamu jangan begitu. Kamu harus sopan kepada yang lebih tua" Nasehat Emma seperti seorang ibu. Membuat semua orang gemas dengan tingkah Emma yang sok dewasa.
"Nama Mommy kami Alina paman" Jawab Emma.
"Tunggu lah disini, sebentar lagi Mommy kalian pasti akan segera datang" Ucap Dario tersenyum melihat kedua bocah yang menggemaskan ini.
"Dario cari tahu" Ucap Mark dengan cepat. Lalu Mark menatap Arloji mahalnya.
"Kalian jaga kedua Anak ini sampai ibu nya datang, aku harus pergi duluan" Perintah Mark kepada anak buahnya.
"Baik Tuan"
Mark lalu masuk ke dalam mobilnya dan segera melajukan nya.