NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Sang Mantan

Terjebak Cinta Sang Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Wardani

Setelah tiga tahun berpisah, Rocky kembali menggemparkan hati Ariana dengan membawa calon tunangannya.
Siapa sangka CEO tempat Ariana bekerja adalah sang mantan sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Siang Bersama

*****

Ariana merasakan jantungnya berdebar dengan kencang saat Marvin mengungkapkan perasaannya. Tangannya yang dingin mulai bermain-main dengan ujung meja, mencari sesuatu yang bisa dia lakukan untuk menghilangkan rasa gugup yang mencekam dadanya.

Tiba-tiba, seorang pelayan datang makanan yang telah mereka pesan.

" Silahkan di nikmati Mas Marvin." Ucap pelayan yang melayani dengan ramah.

" Terima kasih, Mas." Jawab Marvin.

" Kalau masih ada yang kurang, panggil saya saja ya, Mas."

" Iya, Mas."

" Permisi."

Dengan senyum yang dipaksakan, Ariana segera mengambil kesempatan itu untuk mengalihkan topik pembicaraan.

"Ah, akhirnya makanannya datang juga," Ucap Ariana dengan nada lega, seolah-olah dia telah menunggu selama berjam-jam.

Dia segera mengambil sendok dan garpu, kemudian memulai makan, berusaha menghindari kontak mata dengan Marvin.

" Hhmm ... dari aroma nya saja sudah bikin rapat. Pasti rasa nya enak nih."

" Kamu makan sepuas nya. Saya jamin kamu pasti suka masakan nya. Pasti bikin kamu ketagihan." Ucap Marvin tersenyum.

Ariana hanya mengangguk.

Marvin, yang tadinya menatap Ariana dengan penuh harap, kini hanya bisa tersenyum pahit dan mulai makan juga.

*

*

*

Setelah makan siang, Ariana dan Marvin langsung menuju taman di depan kantor pusat. Dengan telaten Ariana menunjukkan pada Marvin spot yang cocok untuk background iklan yang akan Ariana handle.

" Bagus. Semua sport di sini bagus. Terserah kamu saja. Atur dimana baik nya. Nanti hasil nya tinggal kamu tunjukkan dengan saya." Ujar Marvin setuju.

" Ya ampun, Pak. Kalau memang setuju gini. Tapi ngapain pake ngajak Gue bareng kesini nya. Gue sendiri juga bisa kali, Pak Pak." Gumam Ariana kesal.

" Gimana? Cocok kan?" Tanya Marvin lagi membuat Ariana terkaget.

" Iya, iya. Cocok pak." Jawab Ariana terbata.

" Ya sudah. Kalau begitu sekarang kita mau kemana lagi?"

" Kembali ke kantor saja, Pak. Kerjaan saya masih banyak di kantor."

" Kamu telpon Lily saja. Untuk hari ini, suruh dia yang handle pekerjaan kamu."

Ariana melongo tak percaya. Baru saja tadi pagi dia menyuruh Ariana menyelesaikan iklan yang baru dengan cepat. Tapi sekarang Marvin malah mengulur - ngulur waktu Ariana.

" Kita duduk di sana saja sebentar." Ajak Marvin menunjuk kursi taman di bawah pohon.

Marvin melangkah lebih dulu meninggalkan Ariana yang masih terbengong dalam diam nya.

" Malah ngajak duduk lagi. Nih bos mau nya apa sih? Nggak tau apa kalau kerjaan gue masih banyak. Aduh ... Ariana. Nih bos pasti mau ngomong yang aneh - aneh lagi nih." Bathin Ariana.

" Gue harus jawab apa kalau dia tanya soal tadi?" Gumam Ariana pelan.

Ariana menghela nafas berat, dada terasa sesak, seolah terikat rantai yang menghimpit. Dengan langkah berat, ia mengikuti Marvin, meskipun di dalam hati, emosi kemarahan seperti gelombang yang siap menghantam.

*

*

*

Marvin duduk termenung di bangku taman, matahari siang itu terasa hangat membelai kulitnya. Ia menghela napas panjang, mencoba meredakan gugup yang menggelayuti hatinya.

Tiba-tiba, angin berhembus lembut membawa aroma bunga yang segar. Bersamaan dengan itu, sosok yang begitu dia puja muncul mendekati nya.

Ariana berjalan perlahan mendekati Marvin. Rambut panjangnya yang berwarna kecoklatan berkibar-kibar tertiup angin, bagai gelombang emas yang menari-nari di bawah sinar matahari. Kilauan mata Ariana yang tajam namun lembut itu semakin dekat, dan Marvin dapat merasakan jantungnya berdegup kencang.

Marvin berdiri, menyesuaikan letak kacamata yang ia kenakan. Ia berusaha tampak tenang, namun tangan yang sedikit bergetar mengkhianati kegelisahannya.

Ariana tersenyum manis saat mendekat, senyum yang selalu berhasil membuat Marvin lupa akan dunia sekeliling.

" Bapak mau kemana? Kok berdiri?" Tanya Ariana heran.

" Nggak kemana - mana. Saya cuma mau bilang kalau kamu terlihat cantik, Ariana," Jawab Marvin dengan suara yang berusaha dijaga ketenangannya.

Ariana mendekat dan duduk di samping Marvin.

"Terima kasih, Pak. Bapak selalu saja memuji saya. Saya ini hanya karyawan biasa, Pak. Tidak pantas mendapatkan pujian yang terlalu berlebihan dari bos nya." Balasnya dengan nada gurau yang ringan.

Marvin menarik napas dalam, mengumpulkan semua keberanian yang ia miliki lalu duduk di sebelah Ariana.

" Jadi selama ini kami menganggap saya hanya bercanda dengan kamu?"

" Kenapa bapak tanya begitu?"

" Karena saya serius, Ariana. Saya menyukai kamu. Andai kamu mau, saya siap melamar kamu sekarang."

Ariana tersenyum lepas mendengar ucapan Marvin yang terasa seperti gurauan di telinga nya.

" Jangan saya, Pak. Bapak bisa mendapatkan perempuan yang lebih baik dari saya. Lagian saya juga pernah mikirin soal laki - laki, Pak. Yang terpenting sekarang buat saya itu adalah kuliah nya Amel. Amel lulus dan bisa bekerja di rumah sakit. Itu saja, Pak. Sesuai amanat kedua orang tua saya." Ungkap Ariana dengan tegas.

" Lalu kapan kamu akan memikirkan masa depan kamu?" Tanya Marvin dengan serius.

" Di saat saya merasa Amel sudah mendapatkan semua keinginan nya." Jawab Ariana.

" Kamu memang kakak yang baik, Ari. Tidak salah saya begitu mengagumi kamu. Saya doa kan semoga Amel lulus dan bisa bekerja dengan baik."

" Aamiin."

" Tapi soal perasaan saya tadi, saya serius Ariana. Saya tidak pernah main - main dengan perasaan saya. Mungkin kamu bisa memikirkan nya di saat kamu sendiri. Saya siap menjadi pendamping hidup kamu dan bersama - sama mendampingi Amel sampai dia sukses."

" Terima kasih, Pak. Tapi saya rasa, bapak terlalu berlebihan."

*

*

*

" Kak." Panggil Amelia saat dia membawa piring makan nya ke dekat Ariana di ruang tamu.

" Hhmm." Ariana hanya berdehem sambil terus memainkan laptop nya.

" Bulan depan udah mulai koas tuh. Biaya koas harus segera di lunaskan."

Ariana menghentikan aktifitas nya. Dia menoleh ke arah Amelia.

" Kurang berapa lagi ya, Mel?"

" 15 juta lagi. Sekalian biaya pembukuan sama uang semester juga harus di bayar kak untuk tahun ini."

" Banyak juga ya, Mel. Kakak belum ada uang. Masih bulan depan kan?"

" Koas nya bulan depan. Bayar - bayar nya sampai akhir bulan harus sudah selesai."

" Huh ... sabar ya, Mel. Kakak usahakan bayar sebelum akhir bulan. Kamu tenang saja. Nih kakak lagi ngerjain iklan baru. Semoga cepat selesai terus bonusan."

" Bonus dari kantor juga palingan berapa kak. Nggak cukup juga kan buat bayar uang kuliah."

" Ya satu - satu lah, Mel. Mana tahu setelah iklan ini ada iklan susulan. Bisa jadi malah dapat job iklan yang gede. Kan kita nggak tahu."

" Iya sih. Kenapa kakak nggak pinjaman aja ke kantor. Kan bayar nya bisa di cicil dari gaji bulanan." Usul Amelia.

" Amel... Pinjaman ke kantor itu nggak gampang. Apa lagi untuk karyawan biasa kayak kakak. Walau pun di kasi jumlah nya juga nggak bisa besar. Biasa nya yang Ngajukan pinjaman itu bagian direksi. Dan staff tetap." Jelas Ariana.

" Kamu yang sabar aja dulu ya. Kakak bisa jamin kamu akan tetap koas. Jadi uang kuliah nggak usah kamu pikirkan. Biar kakak yang pikir kan."

"Iya, kak. Kakak udah makan?"

Ariana menggeleng kembali menatap Amelia.

" Suapin." Rengek Ariana dengan manja pada sang adik.

" Manja banget sih. Aa ..."

Amelia menyodorkan satu suapan yang siap melesat masuk ke dalam mulut Ariana. Amelia bahkan harus kembali ke dapur mengambil nasi lagi untuk sang kakak yang masih lapar.

" Asin banget beli dimana kamu?" Tanya Ariana saat dia mulai mengunyah suapan Amel.

" Amel yang masak kak." Jawab Amel.

" Kok asin?"

" Mau nikah kali."

" Mana boleh nikah kalau belum lulus kuliah. Ngaco kamu."

" Jadi kalau udah lulus kuliah, udah boleh nikah dong?"

" Kerja dulu. Gunakan ijazah dokter kamu itu baru mikirin nikah. Uang jajan masih minta sama kakak saja sudah mikirin nikah."

*

*

*

Sinar lampu Bandara mengilap mengenai siluet dua sosok yang berjalan beriringan. Pria bertubuh atletis itu, dengan langkah yang pasti, menarik perhatian banyak mata.

Setiap langkahnya diikuti erat oleh beberapa bodyguard yang terlihat siaga dan serius mengamati sekitarnya.

Di sebelahnya, seorang wanita berambut panjang terurai, mengenakan gaun selutut yang elegan, berjalan dengan anggun sambil menggandeng mesra lengan sang pria.

Sesiapa yang melihatnya pasti akan mengira mereka adalah pasangan serasi yang tak terpisahkan.

Sesekali, sang wanita menoleh ke arah pria itu, matanya berbinar penuh kekaguman dan cinta, sementara pria di samping nya hanya menatap lurus ke depan dengan tatapan dingin nya.

* Yok main tebak tebakan yookkk... Kira kira pasangan kekasih mana nih yang baru nyampek bandara... Jadi kepo nih othor...

Jangan lupa tinggalkan komentar ya. Yang tebakan nya yang benar di kasi jodoh.

1
azzura faradiva
di FN judulnya sejuta cinta dari sang mantan karya Fitri Wardani sampai part 89
Fitri Wardani: author yang sama kak Zura.
Salam kenal dari Fitri Wardani 😍
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kak aku mampir. kalo berkenan boleh mampir keceritaku juga yang judulnya "Istri pengganti " mari saling suport🤗 makasih👋
azzura faradiva
kok ceritanya mirip di FN sebelah yaaa🤔nantinya si Rocky ini tergoda sama tubuhnya si Neli dan mereka akhirnya HS
Fitri Wardani: kalai Rafa mirip.
silahkan lihat nama penulis nya mbak 🤭🤭
total 1 replies
azzura faradiva
parah....,walau dipaksa dan terpaksa tetap aja itu sangat menjijikkan,masa seorang pria tenaganya kalah sama perempuan gatel🥶🤮
Ara putri
Hay kak, jika berkenan mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Fitri Wardani: siap kakak ku.
saling support pastinya.
total 1 replies
kalea rizuky
laki g tegas keluar dr pekerjaan aja lah dripada ketemu. mantan goblok
kalea rizuky
trs arina pergi knp ini bapak nya Rocky kayak dukung lo apa emak nya Rocky yg buat ariana pergi
kalea rizuky
masih menyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!