NovelToon NovelToon
Menaklukkan Hati Tetangga Cuek

Menaklukkan Hati Tetangga Cuek

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Karena Taruhan / BTS / Keluarga / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tinta Kuning

Demi menjalankan sebuah misi penting, Dinda rela melakukan apa saja untuk mendekati tetangga barunya yang super cuek dan dingin.

Tapi setelah dia mendapatkan yang ia inginkan dan berhenti mengejar lelaki itu, lelaki itulah yang berbalik mendekatinya.

Dan ternyata ada rahasia besar di antara keduanya.

jangan lupa like dan komen 💛

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinta Kuning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Sembilan

Seorang lelaki dewasa berperawakan tinggi, tidak terlalu putih, tidak terlalu tampan, tapi terlihat berwibawa dan dewasa. Wajahnya hanya terlihat manis ketika tersenyum.

Lelaki itu masuk ke dalam kamar dengan langkah tenang, mantap, dan terukur. Kedua tangannya ia selipkan di saku celana bahannya.

Wow selera Aira nih.

“Apa yang sedang kalian lakukan?” tanyanya setelah mendekat, matanya menyelidiki.

Dia menatapku sekilas, “Siapa dia, Aydan?”

“Pasienku.” jawab Mas dokter singkat.

Lelaki itu menaikkan sebelah alisnya, “Benarkah? Apa nggak bisa sewajarnya aja jadi dokter?” sindirnya. “Kalian terlihat seperti sepasang kekasih, bukan antara dokter dan pasien.”

Aku mencibir, dasar julid!

“Jujur aja dia siapa, pacar?” tanyanya.

“Bukan!”

“Ya kalau memang pacar nggak papa, itu tandanya lelaki normal.”

“Kamu pacarnya Aydan ‘kan?” dia bertanya kepadaku.

Refleks Aku mengangguk, tapi Aku langsung menggeleng setelah dokter Taehyung mendelik ke arahku.

“Pergi sana!” usir Mas dokter kepada lelaki itu. Dia meletakkan piring di atas nampan.

Lah? Tidak jadi menyuapiku?

Kapan Kim Dinda makannya woy?

Lelaki itu tertegun, “Tega banget lo, Dan! Dua puluh empat jam gue kerja karena gantiin lo yang tiba-tiba off, tapi lo malah ngusir gue? Kejam lo, Dan. Kejam!” dia merengek, drama sekali.

Aku tertegun sesaat. Tadinya Aku pikir lelaki itu berwibawa, cool, tapi ternyata...

Sedangkan Mas dokter dia hanya diam, tidak meladeni lagi.

”Ekhem,” lelaki itu berdeham karena merasa diabaikan, atensinya kembali beralih kepadaku. “Hai?” sapanya kembali dengan suara bariton, dia mengulurkan tangan kanannya ke arahku, “Perkenalkan, namaku Raden Putra Adikara Pratama Althaf Widyatmaka Hadiningrat. Memiliki IQ 148. Aku dokter spesialis Obgyn, teman satu-satunya Aydan, karena nggak ada yang mau temenan sama dia.”

Aku mengerjap mendengar namanya yang sangat panjang, juga IQ-nya yangdi atas rata-rata manusia normal. Belum sempat Aku menerima uluran tangan lelaki itu, Mas dokter menepis tangannya.

“Lebih baik kamu pulang, Jonie. Ini sudah malam. Apa kamu tidak ingin beristirahat sudah seharian bekerja?” kata Mas dokter, terdengar menyindir.

Aku terkejut dengan nama panggilan lelaki itu. Jonie? Dari mana Jonie-nya?

Orang yang bernama Jonie itu tertegun saat tangannya ditepis, “Lo yakin dia cuma pasien? Gue mau kenalan sama dia, Aydan! Kenapa lo larang?”

“Nggak usah kenalan, dia pasienku. Sudah sana pulang!” Mas Taehyung mengusirnya lagi.

Wajah pemberontak dan keras kepalanya Jonie sangat kuat, dia sudah siap-siap membalas ucapan Mas Taehyung lagi. Sedangkan kepalaku menjadi sakit lagi mendengar dia yang tidak berhenti mengoceh, perutku juga sangat lapar. Aku mengambil piring makananku, dan makan sendiri dalam diam. Ditemani adu mulut dua lelaki itu. Hingga Aku selesai makan, mereka masih berdebat.

Baru lima menit setelah makan, mataku menjadi sangat berat. Mungkin efek obat yang tadi Mas dokter suntikan diinfusku. Dalam keadaan duduk, Aku terkantuk dan tidak mendengar apa-apa lagi.

\*

Rasanya baru sebentar Aku memejamkan mata, Aku terbangun karena ingin buang air kecil. Namun Aku terkejut melihat posisi tidurku yang menjadi berbaring, seingatku Aku tidur dengan posisi duduk, memang berniat begitu karena Aku hanya ingin tidur sebentar.

Di sudut ruangan, di sofa single, ada Mas dokter yang sedang membaca buku. Aku melihat jam di dinding, mataku seketika membulat, jam dua malam!

Apa dia yang memindahkan posisi tidurku? Ah tidak mungkin.

Aku perlahan bangkit, rasanya sudah di ujung, Aku tidak tahan lagi. Lalu Aku melihat botol infusku. Masih penuh?

“Mau ke mana?” tanyanya, dia menutup buku dan meletakkan di atas meja kecil di samping sofa. Dia mendekatiku. “Mau buang air?” sambungnya.

Aku tertegun sesaat, dan mengangguk malu.

“Dok, ini kenapa nggak habis-habis isinya?” tanyaku menoleh ke arah botol infus.

Dia pun ikut menoleh, “Karena baru diganti.”

“Apa?”

“Itu juga sebab kamu jadi sering buang air kecil,” katanya, dia memakai sarung tangan karet, dan menyentuh dahiku. “Masih pusing?” dia bertanya.

Aku menggeleng.

“Sakit perut?”

Aku menggeleng lagi.

Dia membuka infus di tanganku.

“Katanya baru diganti? Kenapa dibuka?” tanyaku. “Awh!” Aku meringis saat dia menarik jarum kecil dari tanganku.

“Lebih baik dibuka dari pada kamu minta temani ke kamar mandi.” jawabnya, lalu keluar dari kamar yang pintunya tidak ditutup.

Dasar!

Aku berlari kecil menuju kamar mandi. Beruntung kamar mandinya ada di dalam kamar, mungkin Aku sudah ngompol jika kamar mandinya jauh.

Tubuhku kini benar-benar sudah sehat, kena air pun tidak kedinginan lagi. Bahkan airnya terasa segar.

Aku melihat Ummi Lailatul saat keluar dari kamar mandi, mukena putih yang membingkai wajahnya, membuat wajah Ummi Lailatul terlihat semakin bercahaya.

Beliau tersenyum saat melihatku, “Apa sudah enakkan?” tanyanya.

Aku mengangguk cepat, “Terima kasih banyak, Ummi.” ucapku tulus.

“Terima kasihlah sama Mas Aydan-mu. Dia yang menjaga kamu semalaman, karena Abi anak-anak tadi pulang sebentar jadi Ummi nggak bisa jagain kamu.”

“Oh.”

“Kalau begitu, sekarang kita shalat malam bersama ya?” ajak Ummi Lailatul.

Di sinilah Aku sekarang, di mushola kecil yang Ummi Lailatul sebut mihrab, yang memang sengaja disediakan dalam rumah mewahnya. Aku berdiri diantara Ummi Lailatul, putri-putrinya, dan para ART. Shalat malam yang diimami oleh Mas Dokter Aydan Kim Taehyung!

Suaranya—membuat jantungku bergetar ingin dilamar oleh lelaki itu. Seketika Aku lupa dengan tiket konser.

Setelah shalat, semua ART kembali ke kamar masing-masing. Tinggal Aku, Ummi Lailatul, Aaliyah dan Aisyah. Aku mengekori ketiga wanita beda usia itu untuk mendekati imam shalat tadi.

Mereka bersalaman dan berpelukan. Namun ketika giliranku, lelaki itu langsung berdiri dan pergi.

“Loh? Aku belum.” kataku spontan.

Ummi Lailatul tersenyum tipis, sedangkan kedua gadis itu tertawa geli.

“Nanti ya Kak Din, giliran Kakak setelah akad.” ujar Aisyah masih tertawa.

Aaliyah langsung memelukku dari samping, “Kakak titip Ummi, ya?” bisiknya.

Aku menatapnya, menautkan alis seolah bertanya maksud ucapannya?

“Aku sama Icha, setelah subuh mau berangkat ke pondok lagi.” dia memberitahu.

“Oh, kenapa tiba-tiba?” tanyaku.

“Nggak tiba-tiba, Kak.” jawab Aaliyah, “Tapi memang kita sekarang hanya sedang liburan. Dan waktu libur sudah mau habis.”

Aku mengangguk, pantas saja dalam kartu keluarga hanya nama Ummi Lailatul dan manusia aneh itu. Ternyata dua gadis ini tidak menetap disini.

Setelah subuh dan ikut mengantar Aaliyah dan Aisyah, Aku pulang ke rumahku. Mau memberikan para embek sarapan. Hewan-hewan itu seketika heboh melihat wajahku.

Memangnya wajahku mirip rumput?

Setelah selesai meletakkan makanannya, Aku mengambil selang air untuk menyiram mereka dari luar kandang. Anggap saja Aku sedang memandikannya.

Kambing dan domba itu berputar-putar di dalam sana ketika Aku menyiram wajah mereka. Aku jadi teringat saat masih kecil ketika dimandikan Ibu.

“Dia kehabisan napas kalau kamu menyiram wajahnya!” kata suara di belakangku, Aku terkejut dan refleks berbelok bersama selang ditanganku.

Baju Mas dokter seketika basah kuyup karena air dari selang, Aku mencoba membantu mengeringkan karena merasa bersalah.

“Ada dendam apa kamu denganku?” ucapnya.

Glek! Aku menggeleng.

“Turunkan selang ditanganmu.”

Aku membuang selang itu ke tanah. Aku lupa, ternyata selang itu yang membuatnya semakin basah.

“Maaf, dok. Nggak sengaja.” Aku menggigit ujung lidahku.

Dia mendengus kasar, Mas Taehyung mengeluarkan kambing satu persatu dan memandikannya persis seperti Ayah.

“Woah... Dokter bisa mandiin kambing?” tanyaku takjub.

Wajahnya seketika jumawa, “Aku dulu sering melakukannya saat di pondok, memandikan kambing punya Kiyai.” katanya.

Sedangkan Aku tidak menyia-nyiakan kedekatan kami. Aku langsung mengambil ponsel dan berpose, dibelakangku ada Mas Taehyung yang tengah memandikan kambing milik Ayahku.

Send, kirim ke Aira.

Konser BTS, I'm coming.

Aku menyimpan kembali ponsel ke saku celana kulotku, “Mas dokter sudah cocok banget.” kataku.

Dia diam cukup lama. Tapi Aku dengan sabar menunggu dengan tatapan mendesak jawaban.

“Cocok apa?” tanyanya malas.

“Cocok jadi menantu Ayahku.” kiw.

\*\*\*

1
Sari Saputri
suami suami yang kehilangan para istrinya 😄
Sari Saputri
apa itu libur kim dinda 🤣
Sari Saputri
pusing2 kepala baca nya kakanda /Chuckle/
Sari Saputri
sedikit banget thorr, double up dong thorr
Sari Saputri
kim dinda lihat Ayah Danu dan ibu El obrolan mereka udah bahas cucu aja, siap2 mandinya sebelum subuh trus karena kakandamu ada tim support nya /Facepalm/
❥Aiyuiy☘︎: wkwkwkwkw habislah Dinda
total 1 replies
Sari Saputri
hei kim dinda jangan menolak ingat sudah ada kakanda 🤭 nanti kakandamu ngadu ke lakinya Aira
Sari Saputri
aaaiiihhhh..... pancing trosssss buk El 😄 lebih bagus lagi kalau di depan kim dinda /Grin/
Sari Saputri
ayah Danu mas Aydan ini dokter loh yah mosok mandiin embek suruh kim dinda ajalah yah lebih mumpuni 🤣
Sari Saputri
cepat sehat pak luruh sebelum istrimu bebas bisa2 mencak2 nanti istrimu jika tahu penyakitmu
Sari Saputri
dasar kakanda gombal gembel trossss
❥Aiyuiy☘︎: wkwkwk gombal gembel🤣
total 1 replies
Sari Saputri
ampun dah kakanda suka kali minta imbalan
Sari Saputri
bukannya enak kim dinda menikah, makanan selalu tersedia 🤭
Sari Saputri
hahahhahhaa.... kum dinda mau ngibuli kakanda, keknya gak berhasil 😄 gagal maning gagal maning /Facepalm/ siap2 kim dinda habis sudah dirimu malam ini /Joyful/ apa gak ada plan 2 kim dinda 🤣
Sari Saputri: terima nasib ajalah kim dinda 😄
total 2 replies
Sari Saputri
seperti apa kim dinda tolong di perjelas jangan buat yang baca jadi pinisirin
Sari Saputri: okeh thor
total 2 replies
Sari Saputri
berarti yang boleh jadi ARMY hanya yang gadis2 ajeh nih kim dinda 🤭
Sari Saputri: hahahhahahaaa...../Smirk/
total 2 replies
Sari Saputri
comot aja ibu El mulutmya kim dinda kayak lagi buat tekwan, mumpung kakandanya lagi gak ada kalau ada kan ibu El-nya jadi gak enak hati 🤣
❥Aiyuiy☘︎: wkwk🤣
total 1 replies
Blueberry Solenne
Rajin banget si Ayah
Blueberry Solenne
Manusia masker dong wkwkwkwk
❥Aiyuiy☘︎: hehe🤭
total 1 replies
Blueberry Solenne
Waduh piye bacanya ini tu hahahahahahahaha
Blueberry Solenne
wkwkwk baru juga baca udah komedi, Dinda haw ayu? 🤣🤣🤣
Blueberry Solenne: Aku mau PC gak bisa kak😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!