NovelToon NovelToon
Titisan Raja

Titisan Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Spiritual / Ilmu Kanuragan
Popularitas:140.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Dzulhilmi

Seorang lelaki yang hampa dan memilih menjalani hidup jauh dari keluarga hanya untuk membuktikan keberadaannya di dunia ini .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dzulhilmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Amalan Malam pertama

Ziel ziel , bangun , jam 12 nih" Cahyo membangunkan Aziel .

"ehhh , iya Yo .. uhh hampir saya kelewat" saut Aziel terbangun dari tidurnya .

"ambil wudhu sana , keburu kelewat waktunya" ujar Cahyo .

"iya Yo. makasih ya Yo" Aziel bergegas mengambil wudhu .

Aziel pun melaksanakan shalat tahajud , selepas tahajud Aziel melanjutkan shalat sunnah hajat .

setelah shalat sunnah tahajud dan hajat dilaksanakan , Aziel langsung melaksanakan amalan yang telah diberi oleh kiyai Ismajati.

"aku haru bisa fokus dan khusyuk , bismillah" gumam Aziel .

Aziel sudah melaksanakan amalan , tanpa sadar ia sudah duduk bersila selama 3 jam .

"Subhanallah, sudah pukul 03.18 , tak terasa kurang lebih 3 jam aku bersila" gumam Aziel .

Aziel merasakan ada yang berbeda dengan dirinya , ia merasa lebih tenang dan tidak terbebani dengan pikirannya .

"aku merasa lebih tenang , badanku juga terasa lebih segar , apakah ini keajaiban dari amalan yang diberikan kiyai Ismajati ?" Aziel kembali bergumam bersamaan dengan penasaran.

*kreeeek ngiik*

(suara pintu kamar Aziel)

Aziel pun terkejut , pandangan pun langsung mengarah ke pintu.

"ah kamu Yo , mengagetkan saja , ucap salam dulu kek" ujar Aziel terkejut ternyata Cahyo yang membuka pintu kamarnya.

"hahah kamu takut ya ?" ujar Cahyo meledek .

"tidak , aku hanya terkejut dengan suara pintu itu" jawab Aziel jengkel karena Cahyo menakuti dirinya .

"ah kalau takut bilang saaaaja , ngomong-ngomong kamu sudah selesai amalan ?" tanya Cahyo .

"iya aku baru saja selesai mengerjakan amalan , lalu bagaimana dengan dirimu ? sudah selesai juga ?" Aziel bertanya balik pada Cahyo .

"iya aku sudah selesai juga , aku hanya melihat dirimu apakah sudah tidur atau masih mengerjakan amalan" jawab Cahyo .

"aku hendak tidur tapi sepertinya tidak akan nyenyak karena sebentar lagi waktu subuh" ujar Aziel .

"tidur sajaa bila kamu mengantuk lumayan masih ada waktu untuk istirahat" jawab Cahyo

"benar juga sih , tapiiii bangunkan aku ya kalau aku belum terlihat di mushola , aku takut terlalu nyenyak tidurku , nanti malah terlewat shalat subuh hehe" ujar Aziel sambil tertawa tipis .

"zieel ziel .. kok yo dibangunin terus , yauwis nanti aku bangunkan , sekarang cepat tidur mumpung masih ada waktu" jawab Cahyo menggerutu .

"hehehe ya maaf Yo , aku kan belum terbiasa , lain seperti kamu dan yang lain , pasti sudah terbiasa , untuk saat ini bantu aku dulu ya hehe" rayu Aziel kepada Cahyo.

"yasudah cepat tidur , aku juga mau kembali ke tempat tidurku , daah" jawab Cahyo sembari melangkah keluar dari kamar Aziel .

Aziel merasa senang karena bisa bercengkrama dengan temannya walaupun belum lama saling mengenal tetapi seakan sudah saling mengenal sejak lama.

Aziel pun beristirahat , terlihat pulas ia tertidur .

Beberapa menit kemudian terdengar suara adzan , kali ini Danu yang mengumandangkan Adzan subuh .

Cahyo langsung berlari membangunkan Aziel .

*brruuakk*

Cahyo menabrak pintu kamar Aziel .

"ziel ziel bangun , sudah waktunya subuh !!" teriak Cahyo membangunkan Aziel .

"iya Yo aku segera keluaar" jawab Aziel .

Aziel berjalan keluar kamarnya sementara Cahyo menunggunya di depan pintu kamarnya .

"ayo , Danu sudah Adzan tuh , ternyata tidak sulit membangunkanmu ya , cukup dipanggil sekali saja langsung bangun" ujar Cahyo .

"aku terbangun bukan karena kamu panggil" jawab Aziel .

"lalu karena apa ?" tanya Cahyo .

"ya karena badanmu yang besar itu menabrak pintu kamarku yang akhir aku terkejut bangun" jawab Aziel tertawa tipis

"hahahh untung saja tidak rubuh ya pintunya" Cahyo malah tertawa .

"kalau rubuh ya kiyai Ismajati akan suruh kamu untuk memasang kembali , hahaha" Aziel pun tertawa melihat tingkah Cahyo .

Setelah selesai melaksanakan shalat subuh , seperti biasa para murid melaksanakan kegiatan subuh lainnya didampingi kiyai Ismajati.

Aziel sambil tersenyum melihat satu persatu wajah temannya dan gurunya , karena merasakan ia sedang dalam sebuah keluarga , hangat , harmonis dan penuh dengan perhatian .

1
Okto Mulya D.
Wahhh Thor, pamit nya jangan lama-lama nihh
Okto Mulya D.
Danu, selama manusia diliputi iri dan dengki hidupnya akan selalu terganggu dan menghambat dirinya sendiri karena ulahnya.
Okto Mulya D.
Seno Sudjiwo, apakah ini juga teman seperguruan Kyai Ismajati..
Okto Mulya D.
Kyai akan umur panjang dan akan menyaksikan cucu² Kyai lahir..
Okto Mulya D.
Iya ini saudara kita dalam proses kandungan hingga kita lahir ke dunia.
Okto Mulya D.
Aziel, ini pelajaran berharga terlalu baik dimanfaatkan orang dan menjurus ke kebodohan. terlalu cuek dan tak perduli kepada orang lain juga bisa jadi bumerang karena menjadi sombong dan mudah dirasuki aura negatif bahkan jin dan syetan..berusaha menjerumuskan.
Okto Mulya D.
Aziel, jadikan pelajaran kebaikan tersebut tidak ada artinya dimana orang tersebut berhati busuk, walau saudara sekalipun.
Okto Mulya D.
wahhh makin seruuu, Aziel yang tidak tegaan dimanfaatkan oleh Danu si pengecut itu.

tunggulah akhir kisahmu Danu
Okto Mulya D.
Danu, belajar apa ya?, semoga tidak belajar ilmu hitam yaa.
Okto Mulya D.
Tentang asmara anak pak Kyai
Okto Mulya D.
Yahhh ketebak ini sihh pasti Danu, karena sakit hati karena cinta.
Okto Mulya D.
Aziel, makin hebat
Okto Mulya D.
Aziel kapan melamar Syifa.
Okto Mulya D.
Suruhan Sarwaji
Okto Mulya D.
Tidak bisa ya dikirim serangan ke Sarwaji jarak jauh hehehe.. padepokan kosong ada Syifa sendirian
Okto Mulya D.
Sudarmo kena teluh Dan ingin meracuni Aziel dan Kyai .hmmm pengaruh jahat
Okto Mulya D.
Wahhh koq cahaya nya berwarna lampu lalu lintas hehehe..dan mata biru..
Okto Mulya D.
Sarwaji mulai mengancam pak Sudarmo yaa
Okto Mulya D.
Menolong ibumu sendiri Aziel, kan beliau lagi sakit
Okto Mulya D.
Sarwaji, udah bau tanah juga inginkan gadis belia, orangtua mana yang mau menikahkan putrinya dengan kakek² ya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!