Kai Adrian atau kerap di sapa Gus Kai, seorang anak kiyai terkenal, Gus Kai adalah seorang dokter spesialis jantung.
Gus Kai terkenal dengan ketampanannya dan juga prestasinya di bidang akademi dan juga Dakwahnya melalui media sosial pribadi miliknya.
Kepribadinnya yang tenang dan tidak sukanya huru- hara, membuat dirinya harus mengiklaskan calon istrinya untuk sang Kakak.
Namun apakah Gus Kai bisa mencari kebahagiaannya sendiri? dan adakah perempuan yang mampu membuatnya jatuh Cinta? Nantikan kisah perjalanan cinta Gus Kai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
" kasian juga ya.... bu , memang sekarang banyak pergaulan bebas, hingga menjerumuskan mereka ke hal Zina, tapi untung saja jika kedua orang tuanya masih mau bertanggung jawab " ucap Kai ketika mendengar kisah tentang Mara, yang baru berusia tiga minggu .
Dimana orang tua Mara adalah seorang sepasang kekasih yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas atau SMA, dan kini ekonomi mereka sedang tidak baik- baik saja dan akhirnya mereka menitipkan anak mereka ke panti asuhan dan berjanji akan menjemput disaat ekonomi mereka sudah membaik.
" ibunya dua hari kesini,untuk memberikan asi secara langsung dan stock asi untuk Mara " ucap ibu penjaga panti yang menggendong Mara tadi.
" badannya panas banget bu" ujar Najma yang mengecek suhu Mara yang begitu Panas.
" Iya Ning dari semalam, ibunya belum bisa kesini karena kerjaannya yang padat dan baru besok bisa ke sini " jawab ibu penjaga Mara tersebut.
" Contanct skin to skin saja pada Mara untuk menurunkan panasnya, cara ini begitu efektif " saran Kai.
" Maaf Gus kami sudah melakukan beberapa penjaga di sini, namun belom berhasil, menurunkan panas Mara Gus " jawab penjaga panti.
" Kenapa banyak orang? seharusnya hanya satu dan harus yang dekat dan bisa membuatnya nyaman,jika banyak orang ia akan bingung dan mungkin karena itu ia sulit mengenali" Sahut Kai mengusap kepala bayi tersebut yang berada di gendongan sang istri.
" Apa boleh minta tolong dengan Ning Najma sepertinya Mara nyaman denang Ning Najma" ujar penjaga Mara yang melihat Mara nyaman di gendongan Najma.
Najma menoleh ke arah Suaminya, seakan meminta izin untuk melakukan skin to skin dengan Kai, Kai akhirnya mengangukan kepalanya, namun ia minta ruangan tertutup.
Sedangkan di pesantren Ilham baru saja mendapatkan kabar apa yang di lakukan oleh calon istrinya terhadap adik iparnya.
" Sepertinya saya harus segera menghalalkan dirinya" gumam Ilham menatap ke arah balkon .
" saya enggak habis fikir, Aiza seperti itu, tapi apa dia yang terbaik untuk saya Ya Allah, apakah saya mampu membimbimngnya ke jalan yang benar ?" tanya Ilham pada dirinya sendiri, sambil berjalan ke arah cermin dan menatap pantulan dirinya dari cermin.
" Apa cara saya mendapatkan cinta saya salah? tapi abi mengizinkan dan meridhoi dan sekarang pun Kai sudah memeliki wanitanya " gumam Ilham.
Ilham menarik rambutnya frustasi dengan tingkah calon istrinya yang tidak ia sangka dan ternyata calon istrinya menyukai sang adik, ia pikir hanya Kai yang cinta di antara mereka ternyata Aiza juga mencintai Kai.
...***************...
Di kantor Abi Ibrahim sedang menikmati kopi dan pisang goreng yang di buatkan oleh sang istri dan mengaji kembali kitab beliau.
" Assalamualaikum abiii" Salam Balqis yang masuk ke dalam ruangan abinya begitu saja, tanpa mengetuk pintun terlebih dahulu.
Tidak sopan? itu tergantung sudut pandang orangnya,namun abi Ibrahim dan umi Siti adalah orang yang begitu santai dan mereka pun tidak meminta untuk di perlakuan lebih, karena bagi mereka semua manusia sama saja di mata Allah.
Dan juga Abi Ibrahim dan umi Siti adalah orang yang juga mengikuti perkembangan zaman, bahkan beliau terkenal dengan kiyai zaman now,dengan gaya ceramah yang juga menarik banyak anak muda , mengingat juga umur abi Ibrahim yang baru masuk kepala 5 .
" Waalaikumsalam " jawab Abi Ibrahim yang sudah biasa dengan anak bungsunya tersebut dan tidak terkejut lagi, karena plek ketiplek sang istri.
" Apa? pasti mau minta uang kan? Abi enggak bawa uang, minta sama umi sana" sahut abi Ibrahim yang sudah hafal dengan gelagat anak bungsunya.
" bukan..... itu kenapa aku jadi roisah, bagian ist sighornya , aku enggak mau, maunya anggota biasa abi, jadi roisah itu bebanya berat, nanti anak abi ini enggak nafsu makan dan jadi kurus, emang abi mau anak abi ini kurus kering" keluh Balqis.
Ist Sighor , adalah di mana kelas empat atau satu SMA, di latih untuk menjadi Ist selama dua bulan, namun masih dalam pengawasan anggota Ist lainya, tugas ist menjadi lebih riang seperti mendaur untuk sholat dan mengantur para santri ,karena di bantu oleh Ist sighor walau hanya dua bulan saja.
" Bukan abi yang nentuin, enggak lebay nduk.... cuma dua bulan , itu juga melatih kamu untuk disiplin juga,lagian juga cuma belajar dek, kan masih di bantuin sama kakak ist nya, belajar buat nanti kalau kamu ist taun depan " jawab Abi Ibrahim dengan tenang.
Bukannya lebih tenang, Balqis semakin tantrum dia adalah anak cewek satu- satunya dan paling di manja oleh abi Ibrahim dan juga umi Siti, tentunya di manja juga oleh kedua kakaknya .
" enggak mau abi.... pusing bi... jadi roisah itu pusing biii" rengek Balqis.
" Udah abi transfer satu juta, udah sana abi lagi baca kitab, jadi enggak fokus gara- gara kamu ini" ujar Abi Ibrahim yang mengambil ponselnya lalu meletakkan ya kembali.
" ck... abi mah.. kalau gini kan aku enggak bisa nolak" ujar Balqis yang kini moodnya sudah berubah kembali.
Balqis perjalan ke arah abinya dan meraih tangan sang abi, " makasih abi sayang, muahhh" ujar Balqis lalu mencium pipi abinya.
" Dasar perempuan, persis plek ketiplek uminya tuh kalau ngambek" gumam Abi Ibrahim menggelengkan kepalanya, menatap kepergian putri bungsunya dari ruangan beliau.
...****************...
Najma dan Kai kini menuju ke ruangan yang sepi di antar oleh ibu kepala panti, untuk melakukan skin to skin, guna menurunkan panas Mara.
" Gus, ning ini kamar yang kami sediakan untuk tamu, sudah di bersihkan juga " ucap ibu kepala panti.
"baik bu terima kasih nggeh" sahut Naja dengan senyumnya yang begitu membuat Kai candu.
" cantik banget sih" gumam Kai tanpa sadar yang membuat ibu kepala panti tersenyum melihat dua sekali tersebut.
Sedangkan Najma sebisa mungkin tidak melakukan hal bodoh, karena ulah suaminya yang menatap dirinya sambil tersenyum.
" Ya sudah Gus,ning saya tinggal dulu nggeh, saya titip Mara kalau ada apa- apa jenengan telfon saja" pamit ibu kepala panti tersebut.
" nggeh bu" jawab Najma dan Kai bersamaan .
Najma kemudian masuk di ikuti oleh Kai, kini Najma sedang kebingungan pasalnya kini ia mengenakan abaya yang resletingnya di belakang.
" loh kok mas ikut masuk sih ?" tanya Najma saat melihat suaminya yang berada di belakangnya.
" loh emang kenapa? masak aku di suruh nunggu luar, enggak mau ah" jawab Kai dengan nada tengilnya.
Kai kemudian duduk di sofa yang di sediakan di kamar tersebut, sedangkan Najma masih berdiri dengan kebingungannya.
" kenapa? kok masih berdiri?"tanya Kai yang menyadari Sang istri masih berdiri di tempat yang sama.
" Mas aja dech kalau gitu" ujar Najma.
" loh... kok aku sih... diakan diamnya sama kamu, kalau sama aku kasian nanti bingung lagi" jawab Kai sambil memainkan ponselnya dengan santai.
" baju aku susah mas, kalau gitu mas keluar dulu" sahut Najma.
" Lohh kenapa aku harus keluar, kita kan udah halal, bahkan semua tubuh kamu halal aku apa - apain" jawab Kai dengan santainya.
"ihhhh mas malu, resleting baju aku di belakang, otomatis aku harus angkat gamis aku dari bawah dan aku lagi pakai celana pendek" sahut Najma sedikit kesal dengan suaminya.
" ga usah malu, aku udah pernah liat kok, aku enggak akan setuh kamu kalau kamu sendiri belom siap " sahut Kai.
" Mas kamu sering ngintip ya...." gerutu Najma menatap ke arah Suaminya.
" enggak sengaja, cuma sekali doang tapi agak lama, lagian kamu mandi pintunya enggak di tutup rapat " jawab Kai dengan santainya sambil memainkan alisnya.
" Mas Kaiii" Pekik Najma geram dengan suaminya.
" Udah itu kasian Maranya " sahut Kai yang kesenangan melihat istrinya kesal.
" Jangan ngintip" peringat Najma yang kemudian membaringkan dirinya ke tempat tidur yang ada di kamar tersebut.
Ia sedikit kesulitan pasalnya tempat tidurnya cukup sempit dan dia kesulitan menarik gamisnya ke atas, Kai yang melihat itu mengambil alih Mara.
" cepet aku tutup mata nihh" ujar Kai.
" Jangan ngintip " sahut Najma.
" Iya " jawab Kai.
" siniin Maranya " ujar Najma.
Kai melihat perut ramping sang istri yang begitu mulus dan leher jenjang sang istri yang membuat dia menelan ludahnya.
" Mas kok buka mata sih" gerutu Najma .
" kalau enggak buka mata, Maranya jatuh emang kamu mau tanggung jawab?" sahut Kai dan menyerahkan bayi tersebut pada sang istri.
cup
cup
cup
cup.
" Mas Kaii"
tp jgn lebai lah Thor itu sikap bar barnya najma nti jdnya GK pantes kan biar gimanapun dia menantu kyai 🤭🙏