NovelToon NovelToon
Me And The Rich Man

Me And The Rich Man

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat / Patahhati
Popularitas:76.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Kolom langit

Siapkan kanebo kering untuk menyeka air mata!

Bermaksud menolong seorang pria dari sebuah penjebakan, Hanna justru menjadi korban pelampiasan hingga membuahkan benih kehidupan baru dalam rahimnya.

Fitnah dan ancaman dari ibu dan kakak tirinya membuat Hanna memutuskan untuk pergi tanpa mengungkap keadaan dirinya yang tengah berbadan dua dan menyembunyikan fakta tentang anak kembarnya.

"Kenapa kau sembunyikan mereka dariku selama ini?" ~ Evan

"Kau tidak akan menginginkan seorang anak dari wanita murahan sepertiku, karena itulah aku menyembunyikan mereka." ~ Hanna

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kolom langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4

Amasya, Turki. Tujuh tahun kemudian ... 

Di sebuah rumah sederhana ... 

Suara pintu yang diketuk keras membuat Hanna terlonjak. Ia yang sedang menyuapi makan seorang gadis kecil seketika menoleh. Samar-samar Hanna dapat mendengar suara seorang wanita yang sedang mengomel dari balik pintu. 

“Buka pintunya!” 

Mendengar teriakan itu, Hanna pun meletakkan piring ke meja. Ia sudah bisa menebak apa yang terjadi di depan. Lagi-lagi tetangga menyebalkan yang sangat senang mengusik kehidupannya. 

“Mau apa lagi si penyihir tua jelek itu ke mari?” Hanna bergumam kesal seraya bangkit dari duduknya. “Star ... sebentar ya, Sayang ...” 

“Jangan dibuka pintunya, Mommy! Itu pasti tante galak yang suka marah-marah,” ucap anak perempuan itu polos.

“Tidak apa-apa, Sayang. Akan mommy siram dia dengan air kalau berani marah-marah lagi.” Gadis kecil yang duduk di kursi itu hanya mengangguk. Sorot matanya mengikuti kemana pun Hanna melangkah. 

Hanna pun membuka pintu. Tampak seorang wanita gendut berambut keriting berdiri di ambang pintu dengan gurat kemarahan di wajahnya. Pandangan Hanna melirik tangan wanita itu—yang tengah mencengkram kuat leher baju seorang anak laki-laki. 

“Apa yang kau lakukan, lepaskan dia!” Hanna menarik paksa anak laki-laki itu hingga membentur tubuhnya. Ia tarik ke belakang punggungnya sebagai bentuk perlindungan. 

Meskipun wanita galak itu ingin meraihnya, namun Hanna tak memberi celah sedikit pun. Matanya berkilat marah. Urat-urat di wajah dan lehernya bahkan terlihat menonjol. “Hey kau, Hanna Cabrera ... Wanita sialan yang tidak jelas asal-usulnya! Cobalah untuk mendidik anakmu itu. Lihat apa yang dia lakukan di tokoku. Pasti kau yang menyuruhnya mencuri kan? Dasar wanita miskin!” 

Hanna menarik napas dalam, sebisa mungkin mencoba untuk tidak terpancing.

“Apa yang dia curi dari tokomu, Nyonya Ursula?” 

“Kau lihat saja di tangannya ada apa?” 

Tangan Hanna mengulur dan menarik lengan anak laki-laki itu hingga keluar dari persembunyian. Dengan polosnya, ia menyembunyikan kedua tangan di belakang punggung, kepalanya menunduk dan tak berani lagi mendongak menatap Hanna. 

“Sky ... Perlihatkan tanganmu!” perintah Hanna. Tetapi bocah berusia enam tahun itu memilih diam dan terus menunduk. “Aku akan menghitung sampai tiga." Hanna menarik napas dalam-dalam. "Satu ... Dua ...” 

Belum selesai Hanna menghitung, Sky sudah mengulurkan tangan. Ada dua potong roti di genggamannya. Hanna pun menghembuskan napas panjang, demi mengurai rasa marah bercampur malu. 

Geram, wanita bernama Nyonya Ursula itu lantas merebut dua potong roti yang masih terbungkus plastik dengan kasar, membuat tubuh Sky terlonjak karena takut dan terkejut. Jangan lupakan tatapannya yang sangat mengintimidasi.

 “Kau lihat sendiri, dia mencuri roti di tokoku. Kalau tidak punya uang, jangan minta anakmu mencuri.” 

“Dia masih anak-anak dan belum tahu apa yang dia lakukan. Memangnya berapa harga roti itu?” 

Sambil memutar bola matanya malas, wanita itu mendengkus dengan kesal. “Giliran kedapatan mencuri, kau baru mau bayar. Memalukan sekali. Harganya masing-masing 15 Lira. Jadi semuanya 30 Lira.” 

“Apa? Kenapa semahal itu?” pekik Hanna dengan alis berkerut. 

“Kenapa? Kau tidak mampu bayar?” balas Wanita itu menantang. 

Hanna menatap dengan sorot mata tajam. Tanpa sepatah kata pun masuk ke dalam dan mengambil dompet. 

“Ambil ini!” ujarnya menyerahkan beberapa lembar uang kertas. 

Nyonya Ursula menyambar dengan cepat, membalas tatapan tajam Hanna dengan cara yang sama.

“Dengar baik-baik, kalau kau tertangkap mencuri lagi di tokoku, maka aku akan melaporkanmu ke polisi!” ancamnya seraya menunjuk Sky. Ia lantas melangkah pergi. 

“Tunggu!” panggil Hanna membuat langkah wanita itu terhenti. 

“Ada apa lagi?” 

Hanna melangkah mendekat dan merebut dua potong roti dari tangan Nyonya Ursula. “Berikan rotinya padaku. Bukankah aku sudah membayarnya? Enak saja kau, dasar penyihir tua!”

“Ambil saja! Dasar wanita tidak tahu malu! Aku heran, bagaimana kau mendidik anakmu itu! Dasar pencuri!”

Hanna lalu masuk ke dalam rumah, meletakkan dua potong roti ke atas meja dan keluar lagi setelahnya. Nyonya Ursula baru saja akan melangkah pergi.

“Nyonya Ursula, ini ketinggalan!” teriak Hanna membuat wanita itu menoleh seketika. 

Byuurrr! 

Rahang Nyonya Ursula terbuka lebar, begitu pun dengan kedua bola matanya. Kemarahan terasa menembus ubun-ubun. Dengan kurang ajarnya, Hanna baru saja menyiramnya dengan air bekas cucian piring. 

Ia mengibaskan tubuhnya hingga percikan air terlihat di sana. Rasa dingin dari air bahkan tak sanggup memadamkan api kemarahannya.

“Hanna Cabrera! Kau benar-benar wanita sialan, Kau tahu ... Kau dan anak-anakmu itu sama saja. Sama-sama tidak jelas asal-usulnya. Bahkan ayah dari anakmu saja tidak jelas,” makinya berapi-api seraya menunjuk-nunjuk ke pintu rumah hingga dadanya naik turun karena tersengal. "Kau wanita murahan dan--"

Byuurrr! 

“HANNA CABRERA!” 

_

1
anita
jgn salahkan hana van bukankah kamu sndri yg mmbuat hana menjauh
anita
krn itulah jawaban tuhan akan doa dan pencarianmu selama ini van
anita
q kok nangis ngejer ya mbayangin hana mlahirkan sndirian memeluk 2 bocah kcil d kasur yg sempit mnjalani 7 th tdklah waktu yg pendek
anita
dmn lelaki ayah anaknya hana?orangnya lg duduk melamun brtnya2 dmn keberadaan dirinya
anita
naluri ayah ya..pngen melindungi
anita
dr awal cleo yg sdh tau gadis itu hana mengaburkan siapapun yg brhbungan dg kjadian itu shingga evan akan sulit mncari kberadaan wanita yg d tiduri
anita
q bc yg k brp belas ya...msh suka aja
Rini Dwi Ardiyanto
Lumayan
Dedeh Kuraisin
Semakin ke Atas semakin besar gangguannya ada buah yg bukan berasal dari pohon 😂😂😂
Devi Siska Adeliya
nangis nih gw🙏
Santimehasari Nst
Luar biasa
Mitha Rhaycha
Bagus banget ceritanya
Dedeh Kuraisin
Terjawab sudah buah yg tidak berasal dari pohon😂😂😂 ya buah yg Siti hawa makan tertinggal di dada dan nabi Adam tertinggal di tenggorokan maka ada istilah jakun
Mitha Rhaycha
Baru awal tapi udah bagus ceritanya😇😇
Dedeh Kuraisin
Nah Nah loh pasti itu Zian siapa lg yg berani manggil Evan dengan kata kata keong laknat habislah kau Evan😂😂😂
Hapdah Halim
suka cerita ga ngebosenin padahal uda 2 x baca /Drool/
T!@n9α£it
Luar biasa
Dedeh Kuraisin
bener bener harus sedia tisu 🤧🤧🤧😭😭😭
Dedeh Kuraisin
klo perlu tuh si Close dan ibunya buang jauh jauh sampai ke kutub selatan biar mati kena hipotermia
Dedeh Kuraisin
Rasanya begitu menyayat sembilu semua kata kata Hanna 😭😭😭 begitu kuat dengan segala hinaan orang dan cacian dari kehidupanya seorang Hanna Cabrera
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!