NovelToon NovelToon
Aku Yang Kau Nikahi, Dia Yang Kau Hamili

Aku Yang Kau Nikahi, Dia Yang Kau Hamili

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pelakor / Penyesalan Suami
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Nayara tak pernah menyangka, pria yang dinikahinya dengan penuh cinta, justru tega mengkhianatinya.

Adrian berselingkuh, bahkan menghamili wanita lain, di belakang dirinya.

Di tengah luka dan pengkhianatan, hadir seorang pria yang mencintainya.

Rendra, pria yang mencintai Nayara dalam diam dan bersedia memberinya ketulusan, dan cinta yang tak pernah ia dapatkan dari suaminya sendiri.

Kini, Nayara dihadapkan pada pilihan yang menyakitkan: bertahan demi pernikahan yang telah dikhianati atau pergi bersama luka yang belum sembuh.

Sementara itu, ada hati lain yang menunggunya, berharap suatu hari Nayara mampu membuka kembali pintu cintanya.

Namun, ketika Nayara akhirnya menentukan pilihannya, siapa yang akan ia genggam, suami yang mengkhianatinya, atau pria yang mencintainya? Dan akankah Adrian rela kehilangan istri yang selama ini ia sia-siakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29: Aku Pergi, Adrian

____🌺

Adrian terdiam. Rahangnya mengeras, sementara tatapannya semakin tajam.

"Kamu tidak pernah takut kehilangan aku, Mas," lanjut Nayara. "Kamu cuma takut kehilangan kendali atas hidupmu sendiri. Kamu takut semua rencana kotor keluargamu berantakan karena aku berani melawan dan pergi."

Adrian tak langsung menjawab. Ia hanya menatap Nayara dengan wajah yang semakin sulit menyembunyikan amarah.

"Kamu benar-benar tidak bisa dikasih tahu baik-baik, ya?"

Nada lembut yang tadi digunakannya lenyap. Suara Adrian kembali berat, dipenuhi kemarahan.

"Kamu pikir dengan pergi dari sini dan membawa koper bodoh itu, kamu bisa menang dariku? Kamu pikir aku akan mengejar mu, dan mengemis supaya kamu kembali?"

"Aku tidak butuh kamu mengejar ku, Mas." Nayara meraih gagang kopernya. "Aku cuma butuh kamu menyingkir dari jalanku, Mas."

Adrian mendengus kasar. Ia memandang Nayara dari atas ke bawah dengan tatapan meremehkan.

"Terserah kamu! Kalau kamu memang mau hancur di luar sana, silakan!"

Ia melangkah mundur, lalu membuka jalan keluar kamar.

"Keluar dari sini sekarang!" bentaknya sambil menunjuk ke arah pintu. "Kalau kamu melangkah keluar dari rumah ini hari ini, jangan harap kamu bisa kembali lagi! Jangan pernah datang menangis dan memohon uang kepadaku saat kamu hidup susah di luar sana nanti!"

"Simpan saja uangmu untuk membiayai perempuan itu."

Nayara menjawab tanpa gentar. Ia menarik napas panjang sebelum mulai melangkah.

Dengan satu tangan menarik koper, Nayara melewati Adrian. Roda koper bergesekan dengan lantai keramik, menghasilkan suara yang terdengar jelas di tengah kesunyian rumah.

Tak tak tak!

Ia berjalan menyusuri lorong menuju ruang tamu.

Rumah yang dulu ia bersihkan dengan penuh perhatian setiap pagi kini terasa begitu asing. Tidak ada lagi kehangatan yang ingin dipertahankannya. Yang tersisa hanyalah kenangan tentang pernikahan yang ternyata dibangun, di atas kebohongan.

Ini adalah langkah-langkah terakhirnya di tempat yang pernah ia sebut rumah.

Sesampainya di dekat pintu utama, Nayara menghentikan langkah.

Di atas meja konsol di sudut ruangan, sebuah bingkai foto pernikahan mereka masih terpajang.

Foto yang diambil dua tahun lalu itu memperlihatkan Nayara dalam balutan gaun pengantin putih, tersenyum tulus di samping Adrian.

Saat itu, ia percaya sepenuhnya bahwa pria di sebelahnya adalah tempat berlindungnya. Ia percaya pernikahan mereka dibangun atas dasar cinta, bukan pelunasan utang dan manipulasi bisnis.

Nayara mengalihkan pandangan dari foto itu ke tangan kirinya.

Cincin emas putih, bermahkota berlian kecil, masih melingkar di jari manisnya. Cincin yang dipasangkan Adrian saat mengucapkan janji setia di hadapan para saksi.

Ia terdiam sejenak, lalu mulai melepaskan cincin itu.

Benda tersebut sempat tersangkut di buku jarinya sebelum akhirnya terlepas. Sebuah bekas lingkaran putih tipis tertinggal di kulitnya.

Nayara meletakkan cincin itu perlahan di atas meja kaca.

Denting kecil terdengar di ruangan yang lengang.

Adrian, yang berdiri di ujung lorong, hanya bisa diam mematung. Dadanya naik turun saat menyaksikan tindakan istrinya.

Nayara tidak lagi menoleh kepadanya.

Cincin kawin itu kini tertinggal di atas meja, tepat di samping foto pernikahan mereka.

____🌺

Di dalam taksi, Nayara sempat mengirim pesan singkat kepada Maya. Ia meminta maaf karena harus membatalkan rencana menginap di apartemen sahabatnya itu.

Saat taksi semakin jauh dari kawasan perumahan mewah keluarga Mahendra, Nayara menyandarkan punggungnya ke kursi. Pikirannya masih dipenuhi berbagai hal yang terjadi sore tadi.

Namun, di tengah semua kekacauan itu, ia menyadari satu hal: ia tidak membutuhkan pelarian sementara. Ia ingin pulang ke tempat yang membuatnya merasa aman, tempat ia tidak perlu terus-menerus mencurigai orang yang seharusnya ia percaya.

Ia ingin pulang ke rumahnya sendiri.

Taksi akhirnya berhenti di depan sebuah rumah sederhana berpagar putih di kawasan pinggiran Jakarta. Nayara turun, mengambil kopernya dari bagasi, lalu berdiri sejenak di depan teras kecil yang dipenuhi pot tanaman hias kesayangan ibunya.

Pemandangan itu terasa begitu akrab. Tidak ada kemewahan seperti di rumah keluarga Mahendra, tetapi justru kesederhanaan inilah yang membuat hati Nayara sedikit lebih tenang.

Ia membuka pagar yang tidak terkunci, kemudian berjalan menuju pintu depan. Belum sempat tangannya mengetuk, pintu kayu itu sudah terbuka dari dalam.

Ceklek!

Ibunya, Ibu Rini, berdiri di ambang pintu sambil memegang sapu. Wanita paruh baya itu langsung membelalakkan mata ketika melihat putri satu-satunya berdiri di teras dengan wajah pucat dan sebuah koper besar di sampingnya.

"Nay? Kamu kok jam segini bawa koper ke sini?" tanya Ibunya terkejut.

Pandangannya beralih ke belakang Nayara, seolah mencari keberadaan menantunya, yang biasanya selalu mengantar putrinya dengan mobil.

"Adrian mana? Kalian mau pergi ke luar kota?"

Nayara perlahan melepaskan tangannya dari gagang koper. Ia menatap ibunya, tetapi bibirnya terasa sulit digerakkan.

"Ibu …."

Suaranya bergetar. Semua pertahanan yang sejak tadi ia bangun di hadapan Adrian runtuh begitu saja saat melihat wajah teduh ibunya.

"Nayara boleh pulang?"

Ibu Rini terdiam sesaat. Melihat mata putrinya yang mulai berkaca-kaca, ia segera meletakkan sapunya begitu saja di lantai, lalu menghampiri Nayara.

"Ya Allah, Nak! Kamu kenapa?"

Ia langsung merengkuh tubuh Nayara dan memeluknya erat. Tubuh putrinya terasa gemetar dalam pelukannya.

"Adrian berbuat kasar sama kamu? Apa kalian habis bertengkar?"

Nayara menenggelamkan wajahnya di bahu ibunya. Tangis yang sejak tadi ia tahan akhirnya pecah. Ia menangis tersedu-sedu, meluapkan rasa sakit, pengkhianatan, dan kekecewaan yang selama ini menumpuk di dadanya.

"Nayara mau cerai, Bu," isaknya terbata-bata. "Nayara capek … Nayara tidak sanggup lagi, Bu."

Ibu Rini memejamkan mata. Tangannya terus mengusap punggung Nayara dengan lembut. Ia tidak langsung bertanya lagi kepada putrinya dengan berbagai pertanyaan. Untuk saat ini, ia hanya ingin memastikan Nayara tenang dulu.

"Sudah, sudah, Nak. Jangan menangis di luar. Nanti didengar tetangga. Ayo, kita masuk kedalam."

Ibu Rini meraih koper Nayara, lalu menuntunnya masuk ke rumah. Setelah pintu tertutup, ia menguncinya rapat-rapat.

Setengah jam kemudian, Nayara duduk di tepi kasur kamar masa kecilnya.

Ruangan itu tidak terlalu luas. Hanya ada sebuah tempat tidur tunggal dan lemari kayu tua yang sudah menemaninya sejak bertahun-tahun lalu. Jauh berbeda dari kamar utama yang luas dan mewah di rumah keluarga Mahendra.

Namun, anehnya, di kamar sederhana inilah Nayara merasa dadanya lebih lapang.

Hatinya memang hancur. Pernikahan yang ia yakini selama dua tahun ternyata dibangun di atas kesepakatan kotor dan berujung pada perselingkuhan. Selama ini, ia berusaha bertahan, menahan kecurigaan, dan meyakinkan dirinya sendiri bahwa rumah tangganya masih bisa diselamatkan.

Kini, untuk pertama kalinya, ia merasa bisa bernapas lega.

Ia tidak perlu lagi menahan napas ketika mencium aroma parfum asing di kemeja suaminya. Ia tidak perlu lagi berpura-pura buta demi mempertahankan pernikahan yang perlahan menghancurkan dirinya sendiri.

Jam dinding di ruang tengah berdentang, menunjukkan pukul tujuh malam.

Namun Adrian ...

1
sunaryati jarum
Bagus Nay, hempaskan nama Adrian.Jika dia merecoki atau mempersulit pekerjaan kamu,ancam kamu akan beberkan perselingkuhan Adrian dengan Selena
sunaryati jarum
Yakinlah Nay, perlakuan suamimu jadikan cambuk untuk berkarir dan kekuatan untuk berdiri di atas kaki sendiri.
sunaryati jarum
Jangan goyah , tetap pendirian kamu.Perusahaan dan nama keluarga bukan urusan kamu,itu urusan Adrian.
sunaryati jarum
Viralkan perselingkuhan mereka jika tidak mau menceraikan kamu.Mungkin Adrian yang bermasalah kesuburannya,dan mudah - mudahan anak yang dikandung Selena bukan anak Adrian, membuat Ny Marissa MALU.
sunaryati jarum
Sudah jangan hiraukan perihal Adrian dan Selena, fokus pada perceraian dan menciptakan kebahagiaan diri sendiri Nay
sunaryati jarum
Semoga keguguran dan itu bukan bayi Adrian
Adinda
jangan jangan kamu yang mandul andrian bukan nayara,anak selena bukan anakmu🤣🤣🤣
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: 🫣,,, kayaknya kak😅
total 1 replies
sunaryati jarum
Baru mampir , langsung viralkan perselingkuhan mereka dipastikan perusahaan bangkrut
Adinda
tinggalin rumah itu sembunyi dulu dari suamimu urus perceraian mu
My_Lucia
istrinya udah se-effort ini lho
My_Lucia
bener kata lakinya .. masing-masing aja udah .. dia selingkuh, selingkuh balik aja 😆
emang lu doang yang bisa 🤣🤣
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: 🤭, bener lah, yuk, kita, saling selingkuh 🤭
total 1 replies
My_Lucia
laki-laki kurang ajar, udah di masakin gak di hargain... cari yang baru aja Nay, mumpung masih muda
My_Lucia
terlalu berbaik sangka kamu
My_Lucia
terlalu makan ati mikirin laki-laki begini mah
My_Lucia
waduh ada aku di sini 😆
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
memang benar sih. makan saja dulu. jangan kelaperan menunggu yg ga pasti. kalau suami pulang, boleh menemani makan dengan porsi sedkit
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
masih tetap positif thinking ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!