NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Musuh Bebuyutan

Menikah Dengan Musuh Bebuyutan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Ulfa Apriyani (Ketua OSIS, perfeksionis, anti-kriminal) harus menelan pil pahit saat dijodohkan paksa dengan musuh bebuyutannya, Langit Pradipta (Kapten Basket, bad boy, biang onar).

Masalahnya, Langit sudah punya pacar yang sama populernya: Zara Aprilia (Kapten Cheerleader).

Di sekolah mereka perang dingin, di rumah mereka terpaksa tinggal satu atap.

Awalnya Langit cuek dan kasar karena menjaga hati Zara, tapi perlahan, pesona ketegasan Ulfa mulai meruntuhkan tembok ego Langit.

Saat Langit mulai jatuh cinta, rahasia pernikahan mereka bocor. Badai besar pun dimulai, memaksa Langit harus memilih antara ego masa mudanya atau kehilangan Ulfa selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Baru 09.

Aroma melati yang layu dari sanggul pernikahan masih menempel samar di rambut Ulfa, bercampur dengan bau cat baru dari dinding rumah ini.

Rumah kecil bercat putih gading di ujung gang dekat SMA Bhineka. Sebuah "hadiah" pernikahan dari orang tua mereka yang lebih terasa seperti sangkar berlapis emas.

Ulfa melepas jepit rambut terakhirnya dengan sentakan kasar, meringis saat kulit kepalanya tertarik. Di cermin meja rias yang masih berdebu, pantulan wajahnya terlihat kacau.

Matanya sembap, maskaranya sedikit luntur di sudut bawah. Baru tadi pagi dia berdiri di altar darurat di ruang tamu rumahnya, mengucapkan janji suci di depan penghulu bersama cowok yang paling dia hindari di sekolah, Langit.

Pintu kamar terbuka tanpa ketukan.

Langit masuk sambil menyeret koper hitam besarnya. Jas hitam pernikahannya sudah diganti dengan kaus oblong hitam polos dan celana pendek. Wajahnya datar, tetapi rahangnya yang mengeras menunjukkan dengan jelas betapa dia membenci situasi ini sama besarnya dengan Ulfa.

"Gua tidur di sini," kata Langit langsung, suaranya serak dan ketus. Dia menunjuk kasur berukuran queen size di tengah ruangan dengan dagunya.

Ulfa berbalik cepat, melipat lengannya di dada. "Enggak bisa. Gua yang di kasur. Lo tidur di luar atau di lantai."

Langit mendengus remeh. Dia berjalan mendekati kasur, menjatuhkan tubuhnya begitu saja di atas seprai katun abu-abu yang belum sempat dirapikan dengan benar. "Ini rumah dibeli pakai uang bokap gua, Ulfa. Gue yang punya hak penuh di kamar ini."

"Tapi yang beresin rumah ini dari sore tadi gua, bukan lo!" Suara Ulfa meninggi, menahan tangis yang sejak siang dia bendung. "Lo cuma datang, bawa koper, langsung klaim kasur. Di mana otak lo?"

Langit menatap langit-langit kamar, mengabaikan tatapan menusuk Ulfa.

Namun, napasnya yang berat mengkhianati ketenangannya.

Menikah di usia tujuh belas tahun karena wasiat dan bisnis keluarga adalah hal paling konyol yang harus mereka jalani.

Besok hari Senin, dan mereka harus tetap pergi ke sekolah seolah-olah tidak ada hal gila yang terjadi hari ini.

"Gua capek," gumam Langit, suaranya mendadak turun satu oktav, terdengar lelah yang amat sangat. "Jangan mulai drama malam-malam."

"Gua enggak drama!" Setitik air mata lolos dari pipi Ulfa. Dia benci betapa lemahnya dia di depan cowok ini. "Gua cuma mau privasi gua. Kita udah sepakat, kita enggak bakal terlibat secara fisik. Lo lupa?"

Langit terdiam beberapa detik. Kamar itu mendadak menjadi sangat sunyi, hanya menyisakan suara deru angin malam yang memukul jendela kaca.

Langit akhirnya menang mengalahkan egonya. Dia tahu, memaksa tidur di kasur yang sama hanya akan membuat atmosfer rumah ini semakin beracun.

Dengan helaan napas panjang, Langit bangkit berdiri. Dia menyambar bantal dan selimut tipis dari ujung kasur.

"Oke," kata Langit dingin. Matanya menatap tepat ke manik mata Ulfa—tatapan yang tidak lagi penuh amarah, melainkan kekosongan yang dingin. "Sofa di luar punya gua. Dan satu hal lagi, Ulfa... besok di sekolah, kita enggak saling kenal. Jangan sampai ada yang tahu kalau gua sekamar sama lo."

Langit melangkah keluar, menutup pintu kamar dengan dentuman yang cukup keras hingga membuat pajangan dinding sedikit bergetar.

Ulfa terpaku di tempatnya.

Begitu siluet Langit menghilang, kekuatannya runtuh. Dia menjatuhkan diri ke atas kasur, membenamkan wajahnya ke bantal yang masih menyisakan wangi parfum maskulin milik Langit. Kamar ini terasa begitu luas dan asing.

Di luar, dia bisa mendengar suara decitan per sofa saat Langit membaringkan tubuhnya yang tinggi di sana.

Sofa itu pasti terlalu pendek untuk ukuran tubuh Langit yang hampir seratus delapan puluh sentimeter.

Ulfa mematikan lampu kamar, menyisakan kegelapan yang pekat.

Di ruang tamu yang hanya dibatasi sekat tipis, Langit menatap langit-langit dengan tangan menjadi bantalan kepalanya.

Sofa itu keras dan menekuk kakinya dengan tidak nyaman. Udara malam merayap masuk dari celah bawah pintu, membuat kulitnya merinding. Dingin nya malam pertama mereka bukan karena AC atau angin, melainkan karena dinding tak kasat mata yang baru saja mereka bangun tinggi-tinggi di antara mereka.

Dua remaja, satu atap, dan sebuah rahasia besar yang siap meledak kapan saja saat bel sekolah berbunyi besok pagi.

......................

...****************...

Tbc,

1
Alex
mampossssss lu ngit
sekarang gimna rasanya jatuh sejatuh"nya🥳🥳
Alex
sukurin maknya jadi cowok itu tegas bertanggung jawab jngn pling plan, gemes deh
Alex
jahat bgts langit Sam zahra itu, pngen geplak
Alex
ya Allah sesakit ini rasanya jahat bgts loe sebagai cowok, karma apa yg akan menantimu
Alex
udahlah Thor, biar ketahuan aja, biar Ulfa bahagia kasihan nyesek terus tiap hari🤭
Rofiwan: done kak😃
total 1 replies
Alex
syedih tapi sweet🥰
Alex
nah bgus tor biar pikirannnya terbuka lebar🤭
Alex
pengen geplak pala langit ,boleh thor
Rofiwan: silahkan, tuh orang emang plin plan hahaha
total 1 replies
Alex
lnjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!