"Memosisikan dirimu sebagai musuhku adalah kesalahan terbesar dalam hidupmu, Aleeza!"
AUSTIN VANDERBILT — Miliarder Spanyol yang sempurna, kaya, dan berkuasa. Pria yang disembah semua wanita, kecuali ALEEZA WIRA, paparazzi blasteran Indonesia yang paling ia benci.
Hidup Aleeza hancur saat berita skandal panas Austin mendadak meledak dan namanya difitnah sebagai dalang utama. Demi membalas dendam, Austin menyeret Aleeza masuk ke dalam sangkarnya.
Di antara kebencian, jebakan konspirasi, dan pesona berbahaya, akankah Aleeza berhasil lolos atau justru sang miliarder yang akan berlutut pada wanita yang paling ia benci?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veyra Noir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. JEBAKAN LORONG DAN CIUMAN MEMATIKAN
Pagi beranjak siang ketika Austin Vanderbilt melangkah keluar dari kamar tamu dengan leher kaku dan wajah tegang. Aroma harum masakan yang menyeruak dari dapur penthouse mewahnya langsung menyambut indera Penciumannya.
Di sana, Aleeza Wira sedang berdiri anggun memegang spatula, tersenyum jenaka seolah tidak pernah terjadi perang heboh semalam.
" Pagi, Austin ! Sudah bangun rupanya?" sapa Aleeza riang.
"Kenapa kau masih belum angkat kaki dari sini?" desis Austin dingin, menyandarkan tubuhnya di konter dapur dengan tatapan penuh permusuhan.
"Apa itu caramu menyapa tunangan bahagiamu, Senor Sombong?" kekeh Aleeza licik. "Seluruh media Spanyol sudah tahu aku ini calon istrimu. Thanks to your drama, El Oso!"
Austin mengepalkan tangannya rapat-rapat saat mendengar julukan El Oso si beruang kaku yang disematkan Aleeza padanya.
"Panggil namaku dengan benar, Aleeza! Kau pikir kau siapa?!"
"Aku calon istrimu. Kau sendiri yang berlutut dan memasangkan cincin ini di jariku di depan kamera, ingat?" balur Aleeza seraya memamerkan cincin berlian besar di jari manisnya dengan nada mengejek. "Bahkan pesona wanita Indonesia sepertiku sanggup membuat pangeran Spanyol melupakan Angeline Stevano!"
Mendengar nama Angeline disebut, rahang Austin mengeras ketat, matanya menyala penuh amarah murni.
"Jangan pernah menyebut namanya dengan mulut manjamu itu!" bentak Austin, melangkah cepat dan mencengkeram lengan Aleeza kuat-kuat. "Aku melamarmu hanya untuk menghukummu, wanita bodoh ! Jangan pernah merasa dirimu lebih baik dari Angeline!"
Aleeza tidak gentar. Ia justru tersenyum miring tepat di depan wajah Austin. "Oh ya? Tapi Angeline meninggalkannya dan memilih pria lain, bukan? Kau hanya pria malang yang ditolak, Austin!"
"Cukup, Aleeza Wira!" amarah Austin pecah seketika.
Tanpa berpikir Panjang, Austin menarik tubuh Aleeza kasar menuju pintu keluar penthouse, membuka pintu, lalu mendorong gadis itu keluar ke lorong apartemen.
BRUK!
Aleeza tersungkur di lantai marmer lorong, meringis pelan sambil memegangi pergelangan kakinya dengan wajah dramatis.
Austin tertegun sejenak. Tunggu doronganku tidak sekuat itu!
Sebelum Austin sempat menyadari kejanggalan tersebut, kilatan lampu kamera mendadak menyambar bertubi-tubi dari balik pilar lorong ! Beberapa wartawan pers yang disewa Aleeza tersembunyi di sana, merekam seluruh adegan!
Aleeza menjebaknya lagi ! Gadis itu sengaja memancing emosi Austin agar dinilai melakukan kekerasan pada tunangannya di depan publik!
Mata Austin menyipit tajam. Rasa ingin mencabik wanita di depannya mendadak berubah menjadi dorongan licik yang liar.
"Kau pikir kau bisa membodohiku dua kali, Nona Wira?" bisik Austin dalam hati.
Dengan gerakan cepat yang sangat anggun, Austin berlutut di depan Aleeza. Wajah garangnya dalam sekejap berubah menjadi raut penuh penyesalan dan kasih sayang yang memikat.
Austin merengkuh kedua pipi Aleeza, menatapnya dengan mata berbinar di depan sorotan kamera pers.
"Maafkan aku, Mi Amor," ucap Austin lembut dengan suara bariton yang sanggup meluluhkan ribuan wanita. "Aku hanya terlalu takut kehilanganmu. Kau adalah hidupku sekarang, dan aku sangat bangga memilikimu."
Aleeza membeku, matanya membelalak kaget melihat perubahan drama Austin.
Sebelum Aleeza sempat mendorongnya, Austin menundukkan kepala dan mendaratkan ciuman panas tepat di bibir Aleeza!
BLITZ! BLITZ! BLITZ!
Kamera wartawan menggila mengambil foto ciuman panas sang billionaire dengan tunangannya!
Ciuman itu bukan ciuman lembut, melainkan ciuman dominan penuh tuntutan dan rasa gemas yang mematikan. Austin mengunci tengkuk Aleeza, menyesap bibirnya hingga Aleeza kehabisan napas dan tubuhnya gemetar kaku.
Beberapa detik kemudian, Austin melepaskan ciumannya, lalu berbisik tepat di telinga Aleeza yang memerah panas.
"Jangan pernah mencoba menjebakku di kandangku sendiri, Aleeza. Kau memang pintar, tapi aku Pemilik permainannya."
Austin berdiri anggun, menarik tangan Aleeza hingga gadis itu berdiri, lalu merangkul pinggangnya erat menuju dalam penthouse seraya tersenyum Pada para wartawan.
Begitu pintu penthouse tertutup dan mengunci para wartawan di luar, Aleeza langsung mendorong dada Austin dengan napas terengah-engah!
"BAJINGAN KAU, AUSTIN VANDERBILT!" teriak Aleeza histeris, menyapu bibirnya yang masih terasa panas bekas ciuman Austin.
Austin hanya terkekeh puas, merapikan kemejanya. " Kenapa? Bukankah itu ciuman yang sangat manis untuk dimuat di halaman utama media besok?"
Aleeza yang terdesak emosi langsung melepas salah satu sandal high heels-nya!
" Tutup mulutmu, El Oso!" bentak Aleeza seraya mengacungkan tumit sandalnya tinggi-tinggi. " Atau kusumpal mulut lapismu ini dengan sandal sampai pecah!"
Austin tertawa lepas melihat kepanikan dan rona merah di wajah Aleeza. " Coba saja kalau kau berani, Sayang. Sandal murahmu itu tidak sebanding dengan harga kepalaku!"
"Oh ya?" Aleeza menyunggingkan senyum paling manis. " Kalau begitu, mari kita buktikan berapa harga kepala seorang billionaire Spanyol!"
SUSH!
Aleeza melemparkan sandalnya sekuat tenaga tepat ke arah wajah Austin!
▪️▪️▪️
Aleeza: Langsung membuka mulut.
PEMBACA: AHAHAHAHA! Aleeza, ternyata ancaman El Oso cukup ampuh!