NovelToon NovelToon
Di Cerai Suami, Di Nikahi Tuan Muda

Di Cerai Suami, Di Nikahi Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:183k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Dilara di cerai oleh Kevin karena wanita yang di cintai Kevin kembali.

Setelahnya Dilara melamar menjadi seorang baby sitter, dan di terima pada salah satu keluarga kaya. Dilara memang seorang sarjana, namun dia butuh pergi cepat dari rumah Kevin dan juga butuh tempat tinggal baru. intinya dia ingin lepas dari Kevin dan memulai hidup barunya.

namun, ternyata di rumah itu ada seorang tuan muda bernama Elian yang selalu membuat Dilara kesal dengan sikap dinginnya. lalu apakah pada akhirnya mereka akan saling suka? apa keluarganya akan setuju dengan hubungan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dilara 22

Elian menyambar ponsel di saku celananya, lalu mendial sebuah nomor.

"Ya, Elian?" suara rekannya dari biro hukum dan intelijen bisnis menyapa di ujung telepon.

"Aku punya nomor plat kendaraan dan nama agen penyelidik swasta," ujar Elian tanpa basa-basi, suaranya mengandung ancaman berbahaya.

"Cari tahu siapa yang menyewa mereka untuk memata-matai rumahku. Aku mau namanya malam ini juga."

Keheningan ruang kerja Elian hanya diimbangi oleh gemuruh hujan deras di luar jendela. Pikirannya menerawang, kembali mengingat bagaimana saat mendengar telepon Dilara dengan mantan ibu mertuanya.

"Kalau pria itu mentalak Dilara karena wanita lain? Lalu kenapa sekarang dia malah mencarinya?" Gumam Elian.

Baru sepuluh menit ia berdiri mematung memandangi pekatnya malam, ponsel di genggamannya bergetar tajam. Layar memperlihatkan nama kawan lamanya di biro intelijen. Elian langsung menggeser ikon hijau tanpa menunda satu detik pun.

"Dapat?" tembak Elian cepat, suaranya sedingin es.

"Tentu saja," sahut suara di ujung telepon dengan nada santai namun serius.

"Biro penyelidik itu terdaftar atas nama agen lokal di Cikini. Tidak sulit membobol catatan klien mereka hari ini. Orang yang membayar mereka untuk mengintai rumahmu bernama Kevin Pratama."

Rahang Elian mengetat rapat. Nama itu, nama mantan suami Dilara kini memiliki wujud yang nyata dalam ingatannya.

"Mau aku yang beri 'peringatan' kecil ke biro penyelidik itu agar menutup mulut dan membatalkan kontraknya?" tawar rekannya lagi.

"Tidak usah," potong Elian dingin.

"Biar aku yang menangani pria itu jika dia berani melangkah satu senti saja mendekati pagar rumahku. Terima kasih."

Elian mematikan sambungan telepon. Ia menghembuskan napas berat, mencoba meredam gejolak amarah yang mendadak meletup di dadanya. Pria bernama Kevin itu benar-benar tidak tahu diri. Setelah menyia-nyiakan wanita selembut Dilara dan mencampakkannya demi wanita lain, sekarang ia justru bertindak seperti pecundang frustrasi yang mengintai dari balik kegelapan.

Elian melangkah keluar dari ruang kerjanya, menyusuri koridor lantai dua yang temaram. Saat melintasi area dapur bersih di lantai bawah untuk mengambil segelas air hangat, langkah kakinya terhenti.

Di sana, dekat meja makan, Dilara sedang berdiri menyeduh teh herbal. Ia mengenakan gamis rumahan berwarna krem lembut dengan jilbab selaras yang terpasang rapi. Wajah wanita itu tampak tenang, namun ada jejak kelelahan yang tersirat tipis di kelopak matanya.

Dilara tersentak pelan saat menyadari kehadiran Elian. Ia refleks menunduk sopan.

"Selamat malam, Pak Elian. Maaf... saya mengganggu? Saya hanya ingin membuat teh untuk membantu tidur. Apa anda juga mau di buatkan teh?"

Elian melangkah mendekat, menuangkan air putih dari dispenser ke dalam gelasnya sendiri. Matanya menatap Dilara dari samping, meneliti ketenangan luar biasa yang dipancarkan wanita yang sebenarnya sedang diburu oleh bayang-bayang masa lalunya itu.

"Boleh, tolong buatkan satu untukku,"

"Baik, Pak Elian. Tolong tunggu sebentar,"

"Bagaimana keadaan Elang?" tanya Elian, mengalihkan gemuruh di kepalanya dengan suara selembut mungkin.

"Elang sudah tidur nyenyak sejak pukul delapan malam, Pak. Tadi setelah minum susu hangat dan mendengarkan cerita, dia langsung terlelap," jawab Dilara halus.

Senyum tipis mengukir bibirnya saat membicarakan Elang. Karena bagi Dilara, kehadiran Elang membuatnya bisa melupakan rasa sedih yang sedang menimpanya. Dengan kesibukannya mengurus dan fokus kepada Elang, membuatnya mulai melupakan rasa sakit hatinya karena Adam. Dan dia juga mendapatkan kabar dari Nisa kalau sidang pertama perceraian mereka sudah di lakukan. Dan sepertinya sidang kedua bisa langsung putusan sidang. Maka setelahnya dia resmi menyandang status bari. Menjadi janda.

Elian menyesap tehnya perlahan, lalu bersandar santai pada pinggiran meja island, menatap Dilara lurus-lurus.

"Kamu sendiri... bagaimana keadaanmu?"

Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibir Elian. Dilara mendongak kaget. Manik mata cokelat pekatnya berbenturan dengan tatapan Elian yang dalam dan intens. Rasa canggung yang sempat merayap di awal kebersamaan mereka kembali mengusik dadanya. Apalagi berdua bersama dengan pria asing yang bukan mahramnya. Rasanya tak nyaman mulai terasa dan ingin segera pergi dari sana.

"Saya... saya baik-baik saja, Pak Elian," jawab Dilara agak ragu, meremas pegangan cangkirnya yang hangat.

"Kenapa Bapak bertanya seperti itu?"

Elian diam sejenak. Ada dorongan kuat di dadanya untuk memberitahu Dilara bahwa mantan suaminya sedang menyewa detektif untuk memata-matai tempat ini. Namun, mengingat instruksinya sendiri pada Pak Bambang, Elian menahannya. Ia tidak ingin menghancurkan kedamaian yang baru saja wanita ini temukan di rumah keluarganya.

"Tidak ada apa-apa," tutur Elian dengan nada berat yang mendalam.

"Hanya ingin memastikan kamu tidak merasa tertekan berada di sini. Kamu bekerja sangat keras menjaga Elang."

Dilara merasa tersentuh. Sikap Elian yang semula dingin dan sarat gengsi perlahan memperlihatkan sisi ketertarikan dan kepedulian yang hangat.

"Terima kasih atas perhatian Bapak," ucap Dilara tulus, menyunggingkan senyum hangat yang membuat dada Elian berdesir asing.

"Saya sangat bersyukur bisa bekerja di sini. Pak Adrian, Bu Melani, dan Bapak sendiri... sangat baik kepada saya. Rumah ini memberikan keheningan yang memang sedang saya butuhkan."

Elian menatap senyuman itu. Garis bibirnya yang biasanya kaku melunak seketika.

"Kalau ada hal apa pun yang mengganggu pikiranmu... atau jika ada seseorang yang membuatmu tidak nyaman," ujar Elian seraya melangkah satu pijakan lebih mendekat, menatap Dilara dengan sorot mata protektif yang tak lagi disembunyikan.

"Bicaralah padaku. Di rumah ini, kamu berada di bawah perlindunganku."

Kalimat itu menancap hangat di dada Dilara. Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat, bukan karena takut, melainkan karena rasa aman yang amat besar yang belum pernah ia rasakan sebelumnya dari sosok pria mana pun.

"Baik, Pak Elian... Terima kasih banyak," bisik Dilara pelan.

Elian mengangguk singkat, lalu berbalik melangkah menuju tangga. Sebelum menaiki anak tangga pertama, pria itu menoleh sedikit.

"Jangan tidur terlalu malam, Dilara. Besok hujan sepertinya masih turun."

Dilara memperhatikan punggung tegap Elian yang menghilang di kegelapan tangga lantai dua. Di genggamannya, cangkir teh hangat terasa kian menenangkan. Ia tak pernah tahu bahaya apa yang sedang mengintai di luar pagar rumah itu, namun di dalam sini, di balik ketegasan pria bernama Elian Adrian, Dilara merasa benar-benar dijaga.

1
Lia Rahmawati
Alhamdulillah selamat dilara,udah tegang banget😔
Iffanaya 😽
lanjut Thor, bikin deg²an wey pls tu Rani langsung dobrak pintu nya gk usah manggil petugas keamanan kelamaan wey
Rohmi Yatun
haduuhh bikin deg2an aja ni... lanjut thor
nely_48
Selamat ya dilara,, atas kehamilan mya
nely_48
bucin² d rmh,, ai d luaran mh dilara ga ada pengawalan
Ambu Rinddiany Thea
dilara ambu pilihin atu aja baju busui nya 🤭
Nur Bani
pak andrian itu..twrnyata bpknya eelan..di kira asistenye
Ambu Rinddiany Thea
dilara boleh gantian ga sejenak posisinya sm Ambu gt .. 🤭😩
Ambu Rinddiany Thea: sujud sukur ambu mah lmn s abah ampe ka langsing 🤣🤣🤣
total 2 replies
Lim Kursini
dunia halu emang mudah hamil kembar aku jadi iri pingin punya bayi kembar
Yam_zhie: aku juga pengen punya anak kembar. tapi inget ada bocah di rumah yang bikin emosi tiap hari. othor mengurungkan niat punya anak lagi dan tutup pabrik 🤣
total 1 replies
nely_48
ko bisa d Terima jd asisten sekretaris sih org tdk ber adab n nol etitude kya s mely
nely_48
elian kata nya kau cinta mati pd istri mu,, Knp istri tercinta mu ga ada pengawalan ketat n pengawal bayangan yg melindungi nya saat istri mu sedang tdk bersama mu ❓
mana bukti keposesifan cinta mu elian, mana ❓❓ lihat istri mu d serang, d hina staf bawahan mu loh
gemes pd elian ih😤😤
nely_48
itu peringatan buat mu ya elian n dilara,, sesuaikan standar penampilan org kaya itu hrs elegan n berkelas,,, jgn bilang sederhana. big no ya,,, semurah² nya standar gamis org kaya pst kelihatan elegan mahal biarpun tdk glamor
nely_48
gagal ngadon kn elian,, gmn mau jd baby triplets ath dilara
Ambu Rinddiany Thea
aslina hyg nyered awakna make kuda talian hela beheng na 🤣
Ambu Rinddiany Thea: /Good/
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
ko aku malu sendiri ya bayangin liat s mely kaya gt , pd amat gt ya , emang mau gt elian sama makhluk jadi2an modelan gt , 😩 yasallam
Puspita Sari
saya pikir malah bibit pelakor tdi 🤣
Ambu Rinddiany Thea
hadeeeeeh aya2 bae nya , tah kitu jelema kurang adab jg etitud teh nanaon anu d nilai teh pisik jg penampilan , karek jadi sekertaris sifat kitu komo mun , yaaaa gt tea lah 🤭
Ambu Rinddiany Thea
yaaah gagal dong mau bikin adek buat 3 kurcaci itu 🤭😄
ryuka
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 hancur sudah rencana kamu ellian
nely_48
jgn lh terlalu posesif ath elian,, ga baik jg buat tumbuh kembang ayla nanti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!