Sebuah pernikahan yang begitu megah, suatu hal yang selama ini diimpikan oleh Devina, tiba-tiba dihancur begitu saja oleh seseorang yang selama ini sangat dia benci.
Bukan hanya pernikahannya, tapi perusahaan keluarganya pun mengalami kehancuran.
"Aku sanggup membuat perusahaan ayahmu kembali berjalan, tapi dengan satu syarat, kamu harus menikah denganku!"
Itulah yang diucapkan oleh Abian Pratama, seorang CEO dingin dan kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Tiga hari telah berlalu. Di sebuah kafe yang cukup sepi, terlihat Abian sedang duduk berdua bersama sahabatnya, Reyhan. Pria itu tampak tidak tenang, berkali-kali dia melirik layar ponsel yang tergeletak di meja, seolah sedang menantikan sesuatu.
Reyhan yang melihat tingkah laku sahabatnya itu hanya tertawa geli. "Kamu tuh mau melamar atau mau bikin onar. Cewek waras mana yang mau menerima lamaran se-ekstrim itu?"
Abian menghela nafas panjang. "Hanya itu satu-satunya cara untuk menjerat Devina. Kamu tahu sendiri kan dia cewek seperti apa."
Reyhan meneguk minumannya sebentar. Lalu bertanya, "Emangnya kamu sudah benar-benar yakin dengan kecurigaan kamu tentang Eliano?"
Abian terdiam sejenak, dia berkata dengan nada lirih. "Walaupun aku belum punya buktinya. Aku yakin Eliano pelakunya."
Abian teringat kembali dengan kejadian di masa lalu. Saat itu, dia dekat dengan seorang gadis bernama Fanny. Gadis itu sangat cantik dan ceria, setiap berada di dekatnya, Abian selalu merasa terhibur.
Dulu, Fanny pernah bercerita padanya bahwa dia memiliki masalah dengan Eliano, meskipun dia enggan bercerita secara detail tentang masalah apa yang dia hadapi.
Namun, beberapa hari kemudian, Fanny mengalami kecelakaan mobil, membuat nyawanya tak terselamatkan. Penyelidikan menunjukkan bahwa rem mobilnya telah dirusak dengan sengaja. Tapi pembunuh itu begitu pintar, tidak meninggalkan bukti apapun, termasuk sidik jari.
Abian sangat merasa yakin Eliano adalah pelakunya. Tapi sayangnya dia tidak memiliki bukti apapun atas kecurigaannya itu.
Abian pun menghela nafas. "Suatu saat nanti Devina pasti akan berterimakasih padaku karena aku telah membuat dia tidak jadi menikah dengan seorang pembunuh seperti Eliano."
Reyhan mengerutkan keningnya. "Lalu untuk apa kamu menikahi Devina?"
Abian menjawab dengan nada dingin, "Aku ingin Eliano merasakan bagaimana rasanya kehilangan wanita yang dia cintai."
Abian menambahkan, "Dengan begitu Eliano pasti akan menunjukkan taringnya. Aku yakin dia pasti akan marah padaku dan mengincarku. Aku akan menjadikanku sebagai umpan. Aku hanya ingin menjebloskannya ke penjara."
Reyhan menghela nafas. "Tapi pernikahan itu gak main-main, bro. Terus apa yang akan kamu lakukan pada Devina nanti?"
Abian terdiam sejenak. "Jika aku berhasil menjebloskan Eliano ke penjara. Aku akan melepaskannya."
Reyhan malah menggoda. "Yakin nih? Aku pikir kamu naksir Devina. Dia cantik banget, bro."
Abian langsung membantah. "Gak lah. Dia selalu membuatku kesal. Dulu, hampir setiap hari kami bertengkar. Mana mungkin aku bisa jatuh cinta padanya?"
Dia menambahkan. "Justru seharusnya dia berterimakasih padaku, karena aku sudah membuat dia terlepas dari pria jahat seperti Eliano. Bisa saja kan Eliano juga memiliki niat jahat padanya?"
Abian hanya ingin memanfaatkan Devina untuk balas dendam pada Eliano. Dia sangat yakin dia tidak akan jatuh cinta pada gadis itu.
Justru gara-gara misi balas dendamnya ini harus membuatnya tersiksa. Karena dia harus hidup bersama dengan musuh bebuyutannya itu.
Meskipun dia tidak mengerti, mengapa waktu itu dia tiba-tiba mencium Devina. Dia berpikir, mungkin saja hanya terbawa suasana.
Reyhan melirik jam di layar ponselnya. "Tapi sekarang sudah jam 11 malam bro. Ini sudah tiga hari kamu memberikan waktu pada Devina. Kayaknya dia memang beneran tidak mau menikah denganmu."
Abian hanya tersenyum smirk. Lalu, dia meneguk air minumannya sebentar, dan mulai menghitung di dalam hati.
Satu...
Dua...
Tiga...
Tepat dihitungan ketiga, ponsel Abian tiba-tiba berdering.
Ternyata, dia mendapatkan pesan dari Devina.
pasti elian cuma ngaku2 doang....😡