NovelToon NovelToon
38.000 Langkah Ke Hatimu

38.000 Langkah Ke Hatimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Time Travel
Popularitas:29
Nilai: 5
Nama Author: Yanto Hl

Aurora kira pertemuannya dengan Bima cuma kebetulan. Tapi semakin dekat, semakin dia sadar cowok itu menyembunyikan banyak hal — dia tahu hal-hal yang belum pernah diceritakan siapa pun, dan selalu bicara soal "38.000 langkah" yang belum selesai.

Saat Bima akhirnya berjanji akan datang menemuinya, justru kabar kecelakaan yang datang. Bima pergi, meninggalkan sebuah kotak misterius. Dari sana Aurora mulai menelusuri jejak Bima, dan menyadari bahwa pertemuan mereka sama sekali bukan kebetulan. Bima sudah berjalan jauh, melewati banyak hal berat, cuma untuk sampai ke hatinya.

Walau tak bisa bertemu lagi, cinta Bima sudah sampai tujuan di hati Aurora, selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanto Hl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 — Cerita yang Tak Pernah Berakhir

Kadang kita pikir kalau halaman terakhir sudah tertulis berarti semuanya selesai begitu saja. Padahal cerita yang benar-benar berharga tidak pernah benar-benar berakhir. Dia cuma berubah bentuk, hidup di tempat yang berbeda, dan tumbuh dengan cara yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Buku itu mungkin sudah tertutup, tapi jejaknya terus berjalan di hati siapa pun yang pernah membacanya. Dan itu yang membuat sebuah cerita menjadi abadi.

Pagi itu aku bangun dengan perasaan yang ringan banget. Bukan karena tidak ada hal yang perlu dikerjakan atau hari yang berat mungkin datang nanti. Tapi karena aku akhirnya mengerti satu hal. Aku tidak lagi menulis untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Bima. Aku menulis karena dia mengajarkan aku bahwa setiap orang punya cerita yang layak dibagikan. Dan aku ingin menjadi jembatan bagi cerita-cerita sederhana itu untuk sampai ke hati orang-orang yang membutuhkannya.

Beberapa hari kemudian aku berjalan ke taman itu lagi. Tempat di mana semuanya bermula. Pohon besarnya masih berdiri tegak, daun-daunnya bergoyang pelan ditiup angin pagi. Bangku kayunya juga masih di sana, sama seperti dulu. Hanya saja sekarang ada sesuatu yang berbeda. Ada seorang ibu muda yang duduk di sana sambil membacakan buku cerita untuk anak kecil di pangkuannya. Suaranya lembut dan tenang. Saat aku lewat dia menatapku dan tersenyum ramah. Senyum yang tulus dan hangat. Aku membalas senyumnya lalu berjalan pelan meninggalkan taman itu. Rasanya indah banget melihat tempat yang dulu penuh air mata sekarang jadi tempat di mana harapan baru tumbuh. Bima pasti senang sekali melihat ini. Tempat ini bukan lagi milik masa lalu kita. Sekarang dia milik siapa pun yang butuh tempat untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan mereka.

Bulan-bulan berlalu dan hidup berjalan dengan tenang. Aku tidak menjadi orang yang terkenal atau kaya raya. Tapi aku merasa lebih kaya dari siapa pun. Karena setiap hari aku bangun dengan hati yang penuh syukur dan tidur dengan perasaan bahwa hari ini aku sudah melakukan sesuatu yang baik, sekecil apa pun itu. Aku belajar bahwa kebahagiaan bukan tentang seberapa jauh kamu melangkah atau seberapa besar impianmu terwujud. Kebahagiaan itu adalah saat kamu merasa cukup dengan apa yang kamu miliki, dan berbagi apa yang kamu bisa kepada orang lain tanpa mengharap kembali.

Suatu sore aku duduk di beranda rumah sambil melihat matahari terbenam. Dimas duduk di sebelahku dalam diam. Kita tidak selalu perlu banyak bicara untuk saling mengerti kan? Kehadirannya saja sudah cukup membuat hatiku merasa aman dan diterima apa adanya. Dia tidak pernah mencoba menggantikan tempat siapa pun di hatiku. Dia cuma menambah warna baru di sana, di ruang yang dulu aku pikir sudah tertutup rapat selamanya. Bersamanya aku belajar bahwa hati manusia itu luar biasa. Dia bisa mencintai lebih dari satu orang dengan cara yang berbeda-beda, tanpa mengurangi rasa sayang kepada yang pertama. Itu bukan pengkhianatan. Itu bukti bahwa cinta itu cukup luas untuk menampung semua orang yang berarti bagi kita.

Aku menyentuh liontin di dadaku dan berbicara pelan dalam hati. Bima, aku bahagia sekarang. Bukan berarti aku melupakanmu. Justru karena aku mengingatmu dengan segenap hatiku, aku tahu kamu pasti ingin melihatku tersenyum lagi. Terima kasih sudah memberiku keberanian untuk membuka hati sekali lagi. Terima kasih sudah mengajarkan aku bahwa mencintai seseorang bukan berarti memilikinya selamanya, tapi mendoakannya bahagia ke mana pun dia pergi. Dan sekarang aku mendoakanmu juga. Semoga kamu tenang di sana. Semoga langkahmu di tempat yang jauh itu terasa ringan dan damai. Sampai kita bertemu lagi suatu hari nanti, di pertemuan yang tak ada perpisahannya.

Malam itu aku tidak menulis hal yang panjang di bukuku. Cuma beberapa baris sederhana.

"Cerita kita mungkin berbeda satu sama lain. Ada yang penuh tawa, ada yang penuh air mata. Ada yang berjalan mulus, ada yang terjal dan berliku. Tapi satu hal yang sama kita miliki. Kita semua sedang berjalan menuju tempat yang sama. Tempat di mana rasa sakit berakhir dan cinta bertahan selamanya. Jadi jangan pernah merasa sendirian di jalanmu. Di depanmu, di sampingmu, dan di belakangmu, ada orang-orang yang juga sedang berjuang dan berusaha sebaik dirimu. Sapa mereka. Dengarkan mereka. Berjalanlah bersama mereka sebentar kalau mereka butuh teman. Karena pada akhirnya, cerita terindah bukan cerita yang kamu tulis sendirian. Tapi cerita yang kamu bagikan bersama orang-orang yang kamu temui di sepanjang perjalananmu."

"38.000 langkah ke hatimu. Langkah yang mengubah hidupku selamanya. Langkah yang mengajarkan aku arti cinta yang sejati. Langkah yang akan terus berjalan di hati setiap orang yang percaya bahwa kebaikan selalu sepadan untuk dilakukan, sekecil apa pun itu."

Aku meletakkan pena ke atas meja dan menutup buku itu pelan-pelan. Cahaya lampu yang hangat menyinari sampul buku yang sederhana itu. Di luar jendela bintang-bintang bersinar terang di langit malam yang jernih. Angin berhembus lembut membawa pesan damai ke mana-mana. Semua terasa begitu lengkap dan utuh.

Terima kasih sudah berjalan sejauh ini bersama ceritaku. Siapa pun kamu di luar sana yang sedang membaca ini, aku berdoa semoga langkahmu juga selalu dituntun ke arah yang baik. Semoga hatimu selalu cukup kuat untuk menghadapi hari-hari yang berat. Semoga kamu selalu menemukan alasan untuk tersenyum, bahkan saat keadaan terasa suram. Dan semoga kamu tahu, bahwa langkahmu juga berarti bagi seseorang yang belum kamu temui. Teruslah berjalan dengan tulus. Ceritamu belum selesai. Masih ada banyak hal indah yang menunggu untuk kamu tulis. Percayalah pada setiap langkah kakimu. Karena setiap langkah yang diambil dengan cinta, akan selalu sampai ke tujuannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!